Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Kegalauan Hati



Setelah beberapa saat membujuk Kimberley, akhirnya Aqib berhasil membuat Kimberley mau ditemui tapi Kimberley hanya mau ditemui oleh Aqib dia masih merasa kecewa dengan Yasir dan Rose.


Ya Kimberley kecewa dengan Yasir karena telah menuduhnya menerima lamaran Jevaro dan menolaknya dikarenakan sebuah cincin berlian.


Dan Rose, ia juga kecewa dengannya, Kimberley merasa dari awal Rose sudah mengetahui rencana Jevaro tapi tidak memberitahunya hingga semua kekacauan ini terjadi.


"Sabar Yasir aku akan sampaikan apa yang kamu rasakan saat ini aku akan yakinkan Kimberley." Aqib menepuk bahu adiknya sambil tersenyum.


"Kak..aku juga nitip ya, sampai kan permintaan maaf ku pada Kimberley" ucap Rose lirih dan tertunduk.


Aqib menatap Rose tajam, ada penyesalan dan kesedihan yang tersirat di wajah Rose.


"Okay akan saya coba bantu agar Kimberley tidak ngambek lagi dengan kalian" sahut Aqib .


ceklik


Pintu kamar Kimberley terdengar sudah dibuka dari dalam.


Aqib kemudian masuk ke dalam kamar Kimberley.


Kimberley berjalan ke arah beranda.


Pandangannya kosong ke depan masih terlihat jelas matanya sembab akibat menangis.


Aqib menghampiri Kimberley ia menyentuh pundaknya, kemudian memutar tubuh Kimberley berhadapan dengannya.


Kimberley tertunduk berusaha menyembunyikan air matanya.


Aqib mengangkat dagu Kimberley kemudian menghapus air matanya yang mengalir.


Melihat Kimberley menangis, entah kenapa hati Aqib terasa teriris.


Aqib memeluk Kimberley dan membiarkannya menangis dalam pelukannya.


Aqib merasakan Dejavu, hanya saja bertukar posisi. Saat itu dirinyalah yang menangis dalam pelukan Kimberley dan sekarang Kimberley lah yang menangis dalam pelukannya.


Andai bisa, ingin rasanya Aqib menghentikan air mata Kimberley.


Setelah membiarkan menangis beberapa saat akhirnya Aqib menarik nafas dalam-dalam.


"Kim.., " perlahan Aqib melepaskan pelukannya, lalu menghapus air mata Kimberley.


"Sudah ya nangisnya ntar manisnya hilang lho" Aqib mencoba menggoda Kimberley agar tidak bersedih lagi.


Kimberley menghapus air mata nya.


Melihat ada segelas air putih di meja, Aqib mengambilnya dan memberikannya pada Kimberley.


"Minumlah dulu" sambil menyodorkan gelas pada Kimberley.


Kimberley mengambil gelas yang disodorkan Aqib dan meminumnya.


"Okay, sudah siap bercerita?" tanya Aqib serius.


"Hmm cerita apa kak?" tanya Kimberley balik.


Lelah rasanya isi kepalanya sudah cape berpikir.


"Soal lamaran Yasir dan Jevaro" tanya Aqib .


Kimberley menatap marah Aqib.


"Wow kok ngeliatnya gitu?" tanya Aqib.


"Aku cape kak lelah mikirin semua keruwetan ini aku gak tahu harus cerita apa," ucap lirih Kimberley.


Aqib terdiam menatap Kimberley, "Baiklah kamu tidak perlu bercerita apapun" ucap Aqib.


"Tapi...jawab ya pertanyaan kakak" lanjut Aqib sambil tersenyum.


Sekarang Kimberley yang ganti menatap Aqib serius.


Aqib membalasnya dengan senyuman.


"Kamu mencintai Yasir?" tanya Aqib sambil menatap wajah Kimberley dan berusaha mencari jawaban disana.


Kimberley menatap Aqib heran


"Apa sih maksud kakak ini, dia juga meragukan aku dia juga mengira aku menerima lamaran Aro karena cincin berlian itu. menyebalkan!" gerutu Kimberley.


"Kim?" tanya Aqib kembali


"Bisakah kak Aqib keluar, Kimmy mau istirahat dahulu"


Aqib terbengong sesaat


"Kim maafkan kakak ya , kakak gak ada maksud apa-apa kakak hanya---" Aqib terhenti tak lagi meneruskan perkataannya.


Aqib merasa bersalah, tidak ada niatnya untuk menyakiti hati Kimberley.


Kimberley menunjuk ke arah pintu


"Maaf kak, Kimberley lagi pengen sendiri."


"Kim ..maafkan kakak ya " Aqib berusaha membujuk Kimberley.


"Keluar kak!" Kimberley berpaling tak ingin melihat dan tangannya menunjuk ke arah pintu.


"Baiklah ...., maafkan kak Aqib ya" ucap Aqib entah kenapa hatinya tiba-tiba terasa perih melihat sikap Kimberley padanya.


Melihat Kimberley menjatuhkan air mata kembali membuat hatinya terasa sakit.


Ingin rasanya memeluknya dan menghapus air matanya tapi justru ia telah melukai perasaan Kimberley dengan pertanyaan nya.


Aqib terdiam sesaat, tiba-tiba ia melihat sosok Reva pada diri Kimberley.


Kimberley pun sebenarnya tak ingin berbuat kasar pada Aqib sakit perasaannya harus mengusir Aqib tetapi otaknya benar-benar lelah untuk berpikir dan menjawab pertanyaan Aqib .


Kimberley merasa dipermainkan oleh perasaannya sendiri betapa tidak walaupun ia sangat mencintai Yasir tapi diapun tak sanggup bila harus melukai hati Jevaro .


"Jevaro selalu ada untuk diriku disaat aku terluka dan terpuruk, bagaimana mungkin aku bisa menyakiti hati seseorang yang selalu mampu membuat diriku tersenyum kembali." batin Kimberley.


"Maaf kak Aqib aku terpaksa mengusir mu aku sendiri bingung, aku mencintai adikmu tapi tak bisa dipungkiri dia juga telah membuat hatiku terluka ,disaat aku membutuhkan dirinya ia tidak pernah ada di sampingku, justru Jevaro lah yang selalu ada untukku tanpa pernah aku meminta, apakah salah bila aku punya perasaan berat pada Jevaro, tapi apakah itu cinta aku sendiri tidak tahu" gumam Kimberley.


"Hmm tapi bila hal itu yang aku sampaikan, kalian pasti akan menganggap diriku menerima lamaran Jevaro karena cincin pemberiannya , aku tak peduli dengan cincin itu semahal apapun aku tak peduli, tapi bila aku menerima lamaran Yasir, bukannya aku tidak mencintai Yasir tetapi aku takut, dia akan kembali ke sifatnya yang dahulu bila bosan denganku ia akan pergi mencoba yang lain" pikir Kimberley


Tak sengaja Kimberley melihat ke arah Aqib yang ternyata masih berdiri di dekat pintu menatapnya sedih.


"Mata itu OMG kenapa ?apa ini? ada apa kenapa jantung aku berdebar tak beraturan begini" batin Kimberley.


"Kak Aqib... matamu, senyuman mu mirip dengan Yasir, andai Yasir sedewasa dirimu dan sesetia dirimu, mungkin aku tidak akan susah memilih" gumam Kimberley.


Tiba-tiba Aqib memeluknya dan berbisik lirih "Maaf"


Kemudian Aqib kembali memeluk, mengusap rambutnya dan mencium bibir Kimberley.


Entah setan mana yang merasuki pikiran Aqib melihat Kimberley bersedih, naluri untuk melindungi dalam dirinya muncul hingga menimbulkan keberanian dirinya memeluk dan mencium Kimberley, sejak peristiwa di beranda atas di rumahnya Aqib tak pernah berhenti berpikir tentang Kimberley.


Sejak kepergian Reva tidak pernah terpikir sedikitpun Aqib untuk mencari pengganti Reva ataupun ada wanita lain dipikirannya kecuali Reva dan kini Kimberley.


Yaa Kimberley berhasil sedikit demi sedikit menggeser Reva dari pikirannya.


Tetapi ia sadar Kimberley milik adiknya hingga ia berusaha menepis perasaannya dengan segala kesibukan yang ada.


Saat ia tahu Jevaro melamar Kimberley, jujur hatinya pun tidak rela bila untuk adiknya ia rela bila untuk yang lain,"Tidak.... Kimberley tidak boleh jatuh di pelukan lelaki lain" pikir Aqib.


Setelah puas menyalurkan kerinduannya yang terpendam selama ini, Aqib tersadar dan menghentikan ciumannya.


Kemudian ia memandang Kimberley yang saat itu pun tak mampu berkata-kata.


Aqib merasa malu dan hina telah mengkhianati adiknya, " Maaf " lalu ia berlalu pergi meninggalkan Kimberley yang masih mematung.


Kimberley tak menyangka dengan apa yang baru saja terjadi.


"Kak Aqib ... " lirih Kimberley menyebut nama Aqib.


Ciuman Aqib bagai petir yang menyambar di siang hari, sejak awal bertemu Aqib, Kimberley memang mengagumi sosok Aqib yang begitu dewasa dan tenang pembawaannya.


Kesetiaannya pada kekasihnya hingga akhir hayat dan sampai saat ini sungguh luar biasa, andai Yasir juga seperti itu ia akan merasa sebagai wanita yang paling bahagia, tetapi Yasir seringkali mengecewakan dan membuatnya menangis.


"Oh Tuhan perasaan apa ini kenapa begitu rumit, berilah aku petunjuk Mu siapa yang menurut Mu terbaik untuk diriku," doa Kimberley dalam hati.


Ciuman Aqib benar-benar membuat dirinya terhipnotis.


Kimberley hanya bisa terdiam terpaku dan menyentuh bibirnya.


Tiba-tiba Rose masuk "Kim kamu tidak apa-apa kan,? ada apa dengan kak Aqib? kenapa tiba-tiba ia berlari keluar?"


"Oh hai Rose gak ada apa-apa kok" Kimberley berusaha tersenyum terpaksa.


"Yasir masih ada diluar?" tanya Kimberley.


"Yasir mengejar kakaknya" sahut Rose singkat


Kimberley terdiam "Kenapa perasaanku jadi tidak enak ya. ada apa ini?"


"Tuhan semoga semua baik-baik saja "Kimberley memandang ke beranda depan kamarnya.


Rose memeluknya "Maafkan aku Kim tidak seharusnya aku kemarin meninggalkanmu"


"Saat itu aku marah, aku kecewa, aku iri, aku sedih karena Jevaro mencintaimu dan ingin melamarmu " ucap Rose lirih.


Kimberley menatap tajam ke arah Rose


"Kamu.... benar-benar suka dengan Jevaro?" tanya Kimberley.


Rose mengangguk pelan.


"Oh Rose, maafkan aku " Kimberley memeluk Rose.


"Kamu gak salah Kim, kita tidak tahu kepada siapa dan kapan cinta itu datang. Jevaro pun tidak salah walau ia tahu kamu milik Yasir tapi cinta terkadang tidak bisa kita atur." jelas Rose .


"Iya kamu betul Rose" tiba-tiba bayangan Aqib terlintas di pikirannya.


"Satu hal yang harus kamu ingat jangan hanya karena rasa kasihan, tidak tega, sudah lama bersama kamu memilih seseorang sebagai pendamping hidupmu, tanyakan lagi pada hatimu yang terdalam siapa yang benar benar bisa membuatmu merasa damai dan bahagia, bukan karena ia terlalu baik atau terlalu lama bersamamu " saran Rose.


"Hmm terima kasih Rose akan aku pikirkan matang-matang" ucap Kimberley.


"Semoga pilihanmu adalah yang terbaik untukmu dan kamu akan selalu berbahagia selamanya." Rose memeluk sahabatnya erat .


"Amin " sahut Kimberly.


"Kamu juga Rose semoga segera menemukan cinta sejati mu hidup bahagia saling mencintai" ucap Kimberley.


Rose pun mengangguk " Amin"


Dua sahabat itu akhirnya saling tersenyum, bergandengan memandang bintang gemerlapan tanda harapan itu pasti datang .


...................🌟🌟🌟...................


Haii tunggu kelanjutannya ya ..


Jangan lupa like komen dan jadikan favorit


Kimberley akan kembali up besok ...ditunggu


Sambil menunggu up kalian bisa mampir ke karya teman aku



Mohon dukungannya


❤️ HAPPY READING ❤️