
Kringg......kring....,
Suara jam weker berdering sangat keras di dalam kamar Jevaro
Sengaja Jevaro mengaktifkan deringnya lebih keras, agar ia tidak terlambat bangun.
Hari dan tanggal pernikahan nya telah disepakati kedua belah keluarga.
Saatnya Jevaro untuk mencari Wedding Event Organizer untuk pesta pernikahannya.
Rencananya sesuai dengan impian Kimberley mereka ingin menikah dengan konsep out door party dan bila memungkinkan mereka ingin menikah di dekat pantai, karena pantai mengingatkan akan kenangan mereka berdua.
Karena itulah, setelah ngobrol panjang dan serius dengan Kimberley, untuk mewujudkan pernikahan impian mereka itu, maka disepakati bersama untuk menyerahkan semuanya pada Wedding Event Organizer. Karena Jevaro ingin moment sekali seumur hidupnya ini benar-benar sempurna dan tak terlupakan.
Setelah mencari cari Event Organizer mana yang cocok dan bisa memahami tema pernikahan impian mereka itu, maka Jevaro dan Kimberley pun menjatuhkan pilihan pada Event Organizer Ray Manly Cipta Kreatif milik Raymond, kawan lama mereka.
Hari ini tepat pukul sepuluh ia telah membuat janji pertemuan dengan Raymond.
Dengan sedikit bergegas Jevaro bangun dari peraduannya, ia langsung menyambar handuk dan segera menyelesaikan ritual mandi nya.
Setelah selesai mandi, Jevaro kemudian berganti pakaian, ia mengambil kemeja hitam ber-kerah shanghai dan celana jeans biru,
Setelah yakin dengan penampilannya ia meraih ponselnya dan menelepon Kimberley. "Pagi sayang, sudah bangun kamu? jangan lupa sarapan dan minum vitamin okay?!" sapa Jevaro pada Kimberley.
"Pagi juga Aro, iya nih mau turun sarapan, terus mau urus surat- surat pengantar untuk menikah." sahut Kimberley.
"Baiklah setelah urus surat, langsung pulang ya istirahat jangan kecapaian ntar malam aku antar kamu ke dokter kandungan sudah waktunya periksa kan?" Jevaro sudah menempel di dinding kamarnya kapan waktu check up kandungan Kimberley.
"Iya, oh ya Aro hari ini kamu jadi bertemu Raymond ?" tanya Kimberley memastikan jadwal Jevaro hari ini.
"Iya dong, pernikahan kita tinggal sebulan lagi, jadi semua harus diurus mulai sekarang, aku tidak mau asal-asalan untuk momen sekali seumur hidup ini. Aku mau semua sempurna dan tak terlupakan." sahut Jevaro bersemangat sambil merapikan rambutnya.
"Okay Kim. aku berangkat menemui Raymond dulu ya, untuk membicarakan konsep tema pernikahan kita, ntar bila semua sudah fix, kita berkunjung ke rumahnya ,sekalian silaturahmi sudah lama kan kamu tidak bertemu Raymond dan Lea." Jevaro merapikan pakaian nya dan siap untuk berangkat.
"Beruntung sekali Lea ya? punya suami seperti Raymond." ucap Kimberley membuat kedua alis Jevaro bertemu.
"Maksud kamu?"
"Wanita mana yang tindak ingin bersanding dengan cowok sexiiii seperti Raymond? tinggi, kekar berotot pasti punya six pack wow" seru Kimberley.
"Hmm gitu ya, jadi aku gak sexiiii nih? kurang kekar menurut kamu, tunggu saja....., ntar malam pertama kita. Jangan panggil Jevaro kalau tidak bisa bikin kamu menjerit nagih minta lagi, lagi dan lagi" sahut Jevaro tidak mau kalah.
"Ihh kan bercanda Arooo...kamu tetap yang terbaik dan terhebat kok buat aku" Kimberley mencoba menenangkan emosi Jevaro.
"Makanya lain kali kalau bicara dipikir dulu, bercandanya gak lucu tau" ada nada cemburu yang tersirat dari suara Jevaro.
"Iya iya maaf, jangan ngambek ya..., i love you Aro" Kimberley berusaha mendinginkan lagi hati Jevaro yang terbakar cemburu.
"Iya aku tahu kok, kamu cuman bercanda, karena hatimu sudah ku genggam erat dan ku rantai jadi satu dengan hati aku. i love you too Kimberley Ryan." sahut Jevaro.
"Ok aku berangkat dulu ya..hati- hati kamu di jalan.Kabari aku ya kalau semua urusan sudah selesai, kamu ditemani Rose kan.?" tanya Jevaro meyakinkan.
"Iya aku bersama Rose ke kantor kelurahannya. Kamu juga hati- hati ya jaga diri, jaga hati buat aku" jawab Kimberley lalu terputuslah hubungan telepon mereka.
Jevaro segera keluar kamarnya dan memakai sepatu lalu turun ke meja makan.
"Pagi Jev, tumben sudah rapi jam segini?" tanya ibu lalu mencium kedua pipi Jevaro.
"Ada janji bertemu dengan teman lama ma, yang punya Wedding Event Organizer. Rencana kami mau pakai punya dia karena dia juga sudah kenal Jev lama jadi sudah tahu apa yang Jevaro suka dan tidak Suka.
"Bagus itu jadi bisa lebih detail nantinya " sahut ibu.
"Oya Papa mana ma?" tanya Jevaro sambil mengoles roti sandwich nya.
"Papa lagi sibuk, bersama pengacaranya untuk mengurus semua surat yang diperlukan untuk mengalihkan semua aset perusahaan pada dirimu." sahut ibu sambil membuatkan Jevaro kopi susu
"Hmm papa ini, tergesa-gesa sekali, santai kan juga bisa ." sahut Jevaro
"Iya papa begitu kan karena ia ingin setelah kalian menikah nanti, mama dan papa mau berlibur berdua di pulau terpencil. Semua urusan bisnis papa sudah jadi tanggung jawab kamu. Papa mau pensiun, menikmati masa tua dengan santai katanya." jelas mama.
"Ih genit ya kamu sekarang, sejak bersama Kimberley dan akan menikah " timpal Ibu Jevaro menggoda balik.
"Yee mama..." sambil terus mengunyah roti sandwich nya.
"Jev pamit ya ma" pamit Jev sambil mencium kedua pipi mamanya.
,....................................................
Jevaro langsung menuju mobilnya dan mengendarainya menuju kantor Ray Manly Cipta Kreatif.
Sesampainya disana ia langsung disambut oleh Raymond sendiri .
"Hey bro pa kabar!? Selamat ya akhirnya....setelah sekian lama memendam rasa" senggol Raymond.
"Hahaha seperti yang kamu lihat aku sangat bahagia, kamu juga kan? hidupmu sudah bahagia bersama Lea, tak terasa sudah tiga nih anaknya" goda Jevaro sambil high five bersama Raymond.
Raymond hanya tersenyum tipis "Duduk lah Jev, ceritakan kegiatanmu selama ini, sudah lama kita tidak bertemu" ajak Raymond.
Mereka berdua sedikit berbagi cerita, kesibukan apa saja yang sekarang sedang mereka kerjakan, karena kesibukan masing-masing itulah, yang membuat mereka jarang bertemu.
Setelah mereka ber-reuni singkat.
Akhirnya Jevaro mengutarakan niatnya untuk meminta bantuan sahabatnya ini untuk mengurus semua yang dibutuhkan dalam pesta pernikahan mereka.
Sejak pemberkatan, hingga pestanya yang bertema out door party di pinggir pantai. Dengan suasana santai dan akrab, tapi berkesan.
Raymond pun menyanggupinya untuk menyelenggarakan pesta pernikahan impian kawan lama nya ini.
Jevaro pun mengucapkan banyak terima kasih pada Raymond, ia percaya Raymond bisa mewujudkan impian nya akan pesta pernikahan sederhana penuh bunga tapi berkesan di tepi pantai.
"Okay Jev nanti aku hubungi lagi bila aku sudah menemukan beberapa lokasi pilihan yang tepat, cocok dengan impian kalian tadi." ucap Raymond.
"Okay terima kasih banyak Ray, aku tunggu berita baiknya. Aku balik dulu mau jemput Kimberley. Salam buat Lea ya" pamit Jevaro sambil mengulurkan tangan pada Raymond.
"Iya akan aku sampaikan, salam juga buat Kimberley." sambil menyambut uluran tangan Jevaro tulus . Dan disambut dengan anggukan dan senyum oleh Jevaro."Okay akan ku sampaikan"
Lalu Jevaro meninggalkan kantor Raymond, menuju rumah Kimberley.
Dalam perjalanan menuju rumah Kimberley, ponsel nya berbunyi.
"Hallo Pak Jevaro! pak......, Kimberley.... Kimberley !----" suara Rose terdengar panik.
"Hallo Rose ada apa? ada apa dengan Kimberley ku" Jevaro menjawab dengan panik juga. Pikiran aneh-aneh sudah terlintas di kepalanya
"Pak Jev cepat ke sini pak!" suara Rose kembali terdengar.
"Kamu dimana Rose? cepat katakan kalian dimana!" jawab Jevaro gusar dan panik.
"Di rumah Kimberley pak------" belum selesai Rose bicara ponsel dimatikan oleh Jevaro dan di buang begitu saja.
Jevaro melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
"Tunggu Kim ...aku datang" gumam Jevaro khawatir.
.......................................................
Tunggu kisah selanjutnya ya ...ada apa dengan Kimberley, mengapa Rose begitu panik???.
Oh ya cerita tentang Raymond pemilik Event Organizer yang akan menangani pernikahan Jevaro dan Kimberley ada di novel Cinta jangan Datang Terlambat. yuk kepoin
🌹Happy Reading 🌹