Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Doa yang terbaik



Kimberley menghampiri Yasir menggenggam tangan Yasir dan mencium tangannya.


"Sayang, aku lega banget akhirnya kamu sadar juga, maafkan aku ya waktu itu aku marah sama kamu, tapi aku janji gak akan marah-marah lagi ke kamu, tapi kamu harus semangat untuk pulih lagi ya. aku sangat mencintaimu" Kimberley terus menempelkan tangan Yasir ke pipinya.dan menciumnya.


Yasir menoleh ke arah Kimberley, ia menatap lembut ke arah Kimberley.


"Aku juga sangat mencintaimu, maafkan aku ya dulu aku sering mengecewakanmu dan membuatmu menangis" ucap Yasir


Kimberley meneteskan air mata.


"Sebagai kekasihmu aku telah gagal membahagiakanmu" ucap lirih Yasir.


"Tidak Yasir, jangan ngomong seperti itu aku bahagia bersamamu, kamu lah warna dalam hidupku" sahut Kimberley


Yasir tersenyum samar.


"Mungkin semua ini karma aku, telah menyia-nyiakan dirimu yang selalu setia padaku selama ini, maafkan aku" tangis Yasir


"Enggak sayang, jangan ngomong gitu, aku sayang kamu, kamu akan pulih kembali dan kita bisa jalan-jalan berdua lagi" ucap Kimberley meyakinkan Yasir.


"Kak Aqib mana?" tanya Yasir.


"Tadi keluar, aku panggil diam saja " sahut Kimberley.


"Kamu tahu Kim, kamu dan kak Aqib adalah dua orang penting dalam hidup aku, bahagiaku." ucap lirih Yasir


Kemudian Yasir tak mampu membendung air matanya.


"Yasir..ada apa denganmu? aku akan selalu bersamamu, aku sangat mencintaimu" Kimberley mencoba menenangkan hati Yasir


Baru kali ini Kimberley melihat Yasir menangis selain masalah dengan Kiki waktu itu.


"Ada apa? apa yang sedang dalam pikirannya sekarang?" pertanyaan pertanyaan yang silih berganti melintas dalam pikiran Kimberley.


Yasir merasa telah banyak berbuat dosa pada Kimberley, sehingga ia merasa tak layak lagi untuk mendampingi Kimberley, bagi Yasir apa yang menimpa saat ini adalah hukuman baginya.


Tiba-tiba tubuh Yasir tegang dan kejang-kejang,


"Sayang ..Yasir ... ada apa?...kenapa?! ...susterrr!!! dokter!!!" teriak Kimberley panik


"Yasir!! suster!!" Rose pun panik.


Kimberley langsung berlari keluar mencari suster jaga.


Di depan pintu Kimberley bertabrakan dengan Jevaro.


"Kim...ada apa?" Jevaro dengan sigap menahan tubuh Kimberley.


"Yasir......Yasirr" Kimberley menunjuk ke arah kamar dan berlari secepatnya mencari suster jaga .


"Kim tunggu,!" teriak Jevaro menyusul Kimberley.


Rose terus-menerus menekan bel darurat tapi belum ada satupun suster yang datang.


Tubuh Yasir kejang-kejang berulang ulang, Rose panik tidak tahu harus berbuat apa lagi.


Rose teringat Aqib, kemudian ia menelepon Aqib, setelah tersambung.


"Hallo ...kak Aqib hallo Yasir kak ...Yasir kejang" lalu telepon Rose terputus, Rose berusaha menahan tangan Yasir agar tidak melukai dirinya sendiri.


Tidak lama kemudian berdatangan suster dan dokter ke ruangan Yasir.


Kimberley menangis dan berusaha untuk memeluk Yasir. Jevaro menahan Kimberley agar tidak menganggu jalannya pemeriksaan.


Rose hanya bisa terdiam dan berdoa melihat kondisi Yasir.


Baru saja Yasir sadar, baru saja bisa berkomunikasi tiba-tiba ... , tubuhnya kejang kejang.


Aqib yang langsung berlari dengan gesitnya saat ditelepon Rose, akhirnya sampai juga di ruangan Yasir disitu semua sudah berkumpul.


"Yasir!! kenapa dengan adik ku !" teriak Aqib.


"Kak Aqib! " seru Kimberley.


"Yasir kenapa Kim?" tanya Aqib.


"Maaf ya bisa minta tolong tinggalkan ruangan ini sebentar, biarkan kami memeriksanya lebih lanjut'" himbauan suster agar semuanya meninggalkan ruangan.


"Adik saya sus tolong adik saya " seru Aqib sedih.


"Sudah yuk kak kita tunggu di luar, biarkan Yasir ditangani dokter" Kimberley berusaha menenangkan Aqib.


Di luar Aqib kembali menangis dan merasa terpukul ia terduduk dan menyembunyikan wajahnya diantara kakinya. " Ini salah aku, aku yang salah , aku kakak yang tak berguna, kakak yang jahat!" Aqib terus menerus menyalahkan dirinya dan memukul mukul kepalanya.


Kimberley yang melihatnya lantas berusaha menahan tangan Aqib untuk memukul kepalanya.


"Stop kak Aqib! stop jangan sakiti diri kakak, stop! " jerit Kimberley pada Aqib sambil menahan Aqib memukuli dirinya sendiri.


"Kalau kakak terus menyakiti diri kakak berarti kakak menyakiti Yasir dan aku" ancam Kimberley.


"Kakak dengar kalau kakak seperti ini kakak berati menyakiti Yasir dan aku" ulang Kimberley menegaskan sekali lagi.


Ancaman Kimberley akhirnya berhasil, Aqib menangis sambil tetap menyembunyikan wajahnya tapi berhenti memukul kepalanya.


Kimberley berusaha menenangkan Aqib.


"Kak kita semua sayang sama Yasir, saat ini dia butuh dukungan kita doa kita, lebih baik kita berdoa untuk kesembuhan Yasir, gak ada gunanya juga kalau kita hanya menangis kakak sendiri kan yang bilang Yasir tidak suka dikasihani." terang Kimberley.


Akhirnya tangis Aqib berangsur angsur reda ia mulai mengangkat wajahnya dan menatap Kimberley.


"Yasir sangat beruntung memilikimu, yuk kita berdoa sama-sama, maaf kakak justru tidak memberi contoh yang baik pada kalian " sahut Aqib.


"Tidak kak, kami paham kakak panik, kakak sangat menyayangi Yasir hingga kakak menjadi histeris." jelas Kimberley.


Rose yang melihat semua yang terjadi berusaha untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.


Perasaan Rose mengatakan bahwa Aqib telah melakukan suatu kesalahan pada adiknya tapi apa itu ia belum tahu, karena ia melihat sorot kebencian di mata Yasir sekilas saat melihat Aqib datang tadi pagi.


Belum lagi saat Aqib mencium keningnya Yasir langsung memalingkan wajahnya dan menangis.


Dan kalau tidak salah juga ia melihat Aqib membisikkan sesuatu di telinga Yasir sebelum meninggalkan ruangan yang membuat baik Yasir dan Aqib menangis


Tangisan dan penyesalan Aqib begitu menyayat hati, sepertinya memang ada yang telah terjadi antara Yasir dan Aqib.


Dan luka memar Aqib darimana kah asalnya , itu luka akibat pukulan lebih tepatnya perkelahian, kalau di rampok apa yang dirampok dan Aqib pun tidak pernah cerita bagaimana ia mendapat luka memar di seluruh wajahnya


"Hmm ada yang aneh, ada sesuatu yang disembunyikan,tidak ada laporan polisi kalau benar itu pengeroyokan dan sebangsanya" pikir Rose.


"Rose.." tepuk di bahu Rose oleh Kimberley.


"Iya Kim" tanya Rose.


"Menurut kamu kenapa ya Yasir kejang?" tanya Kimberley khawatir.


"Sepertinya dia tadi berpikir terlalu berat. Yasir kan mengalami gegar otak yang lumayan parah, jadi saat ia berpikir agak berat otaknya belum mampu " sahut Jevaro.


"Iya aku pikir juga seperti itu " sahut Aqib lirih.


"Terakhir apa yang ia sampaikan?" tanya Aqib.


"Terakhir Yasir masih bicara dengan Kimberley." sahut Rose.


"Iya dia bilang kakak dan saya adalah dua orang yang paling penting dalam hidupnya" jelas Kimberley.


Mendengar penjelasan Kimberley, air mata Aqib kembali mengalir, ia menyesal telah mengecewakan Yasir dan mengkhianati nya.


Dalam hati, Aqib ia meminta maaf sebesar-besarnya pada Yasir dan berdoa untuk kesembuhan adiknya tersayang.


Aqib berjanji bila diberi kesempatan kedua untuk tetap bersama menjalani hidup ini, ia akan selalu membuat adiknya bahagia dan bangga padanya, dan tidak akan menyakiti dan mengecewakan hati adiknya lagi.


"Biarlah akan ku arungi hidup ini sendiri tanpa cinta asalkan adik aku tersenyum bahagia bersama kekasih hati sekaligus belahan hidupnya" batin Aqib.


Mereka semua terdiam baik Aqib, Kimberley, Rose dan Jevaro mereka bersama-sama mendoakan yang terbaik untuk Yasir.


-----------+++++++++++-------------------


Ikuti terus kelanjutannya ya


Doa yang terbaik untuk Yasir


Jangan lupa like komen vote favorit dan hadiah hadiah lainnya


Terima kasih banyak ya selama ini sudah mengikuti Find the Perfect Love dari awal


❤️Love you all ❤️