
Malam semakin larut satu persatu tamu undangan berpamitan pulang.
Tak henti hentinya baik Kimberley, Yasir, Rose dan ibu mengucapkan terima kasih pada tamu undangan.
"Rose kamu nginap kan?" tanya Kimberley.
"Hmm menurutmu??" sambil melirik menggoda Kimberley.
"Yakin kamu pengen aku yang nginap, bukan Yasir atau Jevaro?" goda Rose sambil menyenggol bahu Kimberley dan lari menjauh.
"Rosee..." Kimberley mengejar Rose.
Ibu yang melihat Kimberley di goda Rose tersenyum bahagia.
"Hmm andai Tini bisa seakrab ini berkumpul bersama, ibu akan sangat bahagia" gumam ibu.
"Tini... kamu dimana nak? semoga kamu cepat sadar dengan kesalahanmu, kembali lah dan berkumpullah bersama kita nak, mama yakin kakakmu memaafkanmu" batin ibu yang merindukan anak-anaknya berkumpul bersama.
"Ibu sini, biar Yasir bantu" Yasir mengambil nampan yang berisi gelas dan piring kosong yang dipegang ibu.
"Oh, gak apa apa nak ibu bisa kok" sahut ibu tersadar dari lamunannya.
"Sudah Bu biarkan kami yang muda muda yang membereskan, lagipula kan ada mbak yang bantu cuci piring, gelas dan bersih-bersih ibu duduk manis saja lah." ucap Yasir dan menuntun ibu ke ruang tengah
Di ruang tengah terlihat Jevaro sedang bersiap-siap pulang menenteng tas keluar dari kamar tamu.
Melihat ibu memasuki ruang tengah Jevaro menghampiri ,"Selamat malam Bu saya mau pamit pulang" pamit Jevaro
"Lho ini sudah larut malam nak, bahaya kalau naik transportasi umum" cemas ibu
"Emangnya kamu tadi kesini tidak bawa mobil?" tanya Yasir
"Tadi siang Rose yang menjemput nak Jevaro di Bandara, langsung dibawa ke sini sama Rose." jelas ibu.
"Hmm, kamu bareng aku saja kalau begitu, sekalian aku pulang," tawar Yasir.
"Oh iya benar bareng nak Yasir saja," sahut ibu.
"Terima kasih saya sudah telepon sopir saya tadi" jawab Jevaro.
"Oh oke kalau gitu" sahut Yasir.
"Ya sudah kalau sudah dijemput sopirnya, ibu mau istirahat dulu ya pinggang ibu sudah mulai terasa lelah" keluh ibu
"Silakan Bu selamat beristirahat ya" ucap Jevaro.
"Iya nak, ibu tinggal dulu ya" kemudian ibu meninggalkan Jevaro dan Yasir di ruang tengah.
Tinggallah Jevaro dan Yasir berdua,"Ehm kapan balik lagi ke Singapura?"
"Kenapa? kamu pasti berharap aku cepat balik ke Singapura kan?" senyum getir Jevaro.
"Aku kira kamu salah, justru aku senang bila kamu tetap di Surabaya" sahut Yasir tidak kalah sengit.
"Oh ya kamu tidak kuatir bila Kimberley dekat denganku?" Jevaro menatap tajam ke arah Yasir sambil mengangkat kedua alisnya ke atas mencoba mencari aura cemburu di wajah Yasir.
"Justru akan aku tunjukan padamu, bahwa cinta Kimberley hanya padaku dan kamu sampai kapanpun tidak akan pernah berhasil mengambil apa yang sudah jadi milik aku!" jelas Yasir sambil menekan pundak Jevaro dengan jari telunjuknya.
"Kita lihat saja siapa yang tertawa terakhir dialah pemenangnya, selamat malam" Jevaro melangkah pergi mencari Rose dan Kimberley dan meninggalkan Yasir seorang diri di ruang tengah.
Yasir mengepalkan kedua tangannya mencoba menahan emosinya.
Rose dan Kimberley baru saja selesai membantu asisten rumah tangga membersihkan kebun belakang saat Jevaro menemui mereka.
"Hei guys aku pamit ya" seru Jevaro
"Lho pak Jevaro gak nginap disini? besok pagi aku antar ke rumah" saran Rose.
"Ehh maksud aku besok pagi aku dan Kimberley yang akan antar bapak pulang, katanya bapak jatuh cinta sama---" sengaja Rose menghentikan kalimatnya.
Wajah Jevaro langsung tegang.
Rose menatap ke arah Jevaro laku berganti ke arah Kimberley.
Rose tersenyum penuh arti,"Katanya bapak jatuh cinta pada----masakan ibu, kalau bapak nginap disini besok pagi bapak bisa sarapan buatan ibu gimana pak?" kemudian Rose tertawa lepas puas rasanya bisa menggoda Jevaro lagi.
Jevaro akhirnya bisa bernafas lega, tadinya ia sudah berusaha menahan nafas was was rahasia terdalamnya akan terkuak.
Bukannya pengecut atau tidak percaya diri tapi lebih condong belum siap ia kehilangan Kimberley, karena bisa dipastikan andai saat ini rahasia itu terbongkar Kimberley akan menghindarinya.
"Oh tidak! aku belum siap, aku akan berusaha mendapatkan hatinya terlebih dahulu, aku akan bersaing sportif selama Yasir belum resmi menjadi suami Kimberley, aku masih punya kesempatan untuk memilikinya" batin Jevaro
"Ntar kapan aku kan bisa mampir ke sini, kan sudah gak di Singapura lagi, boleh kan Kim?" tanya Jevaro sambil tersenyum pada Kimberley.
"Oh tentu saja nanti aku sampaikan, ibu pasti senang kamu cocok dengan masakannya, mampirlah kapan saja kalau kamu tidak sibuk" jawab Kimberley.
"Hei Jevaro sopir kamu sudah datang tuh" teriak Yasir.
Baik Jevaro, Kimberley dan Rose menoleh ke arah Yasir.
"Oke aku pulang dulu ya terimakasih buat semuanya hari ini" ucap Jevaro.
Yasir menghampiri Kimberley.
"Hati-hati ya Aro" ucap Kimberley.
"Yang bawa mobil kan sopirnya sayang, seharusnya ucapan hati-hatinya ke sopirnya dia mah cuman duduk manis di belakang." celetuk Yasir sambil memeluk dan mencium kening Kimberley.
Kimberley menyenggol Yasir.
Jevaro hanya tersenyum getir.
Jevaro mencoba menahan segala emosi yang ia rasakan, saat melihat orang yang dicintainya jatuh dalam pelukan orang lain walaupun ia sadar orang lain itu memang kekasihnya.
Rose bergantian memandang Yasir lalu Jevaro.
"Hmm ada bau bau persaingan nih" batin Rose.
"Jadi memang benar pak Jevaro ada hati pada Kimberley" Rose manggut manggut tanda telah paham dengan apa yang terjadi antara Jevaro dan Yasir
"Okay aku pulang dulu ya, yuk Rose, Kim pamitkan ke ibu ya sampai ketemu lagi " pamit Jevaro lalu berjalan menuju ke mobilnya.
Jevaro melambaikan tangannya lalu menutup kaca jendela mobilnya.
"Kamu ga pulang?" tanya Rose pada Yasir.
"Kenapa? sirik cowok idaman kamu sudah pulang" tanya Yasir sinis.
"Sudah Rose cukup!"
"Sayang ayo sini" Kimberley menarik tangan Yasir menjauh dari Rose.
Setelah dirasa Kimberley mereka sudah jauh dari Rose.
"Sudah dong jangan musuhi Rose terus, dia sahabat aku" pinta Kimberley.
"Sepertinya Rose berada di pihak Jevaro dia memang tidak pernah menyukaiku" tatap sedih Yasir.
"Maksud kamu apa?" tanya Kimberley tidak mengerti.
"Iya Rose tidak menyukaiku dia lebih suka kalau Jevaro yang jadi pacar kamu daripada aku" ucap lirih Yasir.
Kimberly memegang kedua tangan Yasir dan menatap dalam wajah Yasir.
"Yasir Mir, lihat aku" perintah Kimberley.
"Sayang, aku mencintaimu percayalah padaku, tidak peduli orang lain bilang apa, aku percaya dan yakin dengan pilihanku, sampai kapanpun aku tetap mencintaimu, kamu tahu betapa sakit yang kurasa waktu Kiki mengakui kamu sebagai calon suaminya, aku merasa hancur sehancur hancurnya,"
"Aku tidak ingin merasakan hal itu lagi aku tidak ingin kehilangan kamu Yasir" jelas Kimberley.
Yasir menatap mata Kimberley
"Kim maafkan aku, dulu aku sering menyakiti dan mengecewakan dirimu tapi dengan kejadian kemarin aku sadar aku tidak bisa hidup tanpamu tanpa cintamu, aku merasa hampa tanpamu disisiku aku benar-benar mencintaimu" ujar Yasir.
"Aku juga aku sangat mencintaimu" sahut Kimberley
"Andai kita tidak berjodoh di dunia ini di kehidupan mendatang aku adalah orang pertama yang akan mencarimu dan tidak akan membiarkan orang lain memilikimu."
"Sstt aku sudah bilang aku tidak suka kamu bilang seperti itu kita akan tetap bersama selamanya" bisik Kimberley.
Kemudian mereka saling memandang dan tersenyum penuh cinta, perasaan cinta itu membuat hati dan perasaan mereka bergelora.
Kimberley membiarkan bibir lembut Yasir menyentuh bibirnya, lengan Yasir sudah melingkar ke pinggang Kimberley dan menariknya lebih mendekat, untuk beberapa saat mereka saling bercumbu dibawah sinar bulan yang menyinari bumi di tengah gelapnya malam.
.....................❤️❤️❤️.................
Ssstt sementara biarkan neng Kimmy dan abang Yasir tenggelam dalam cintanya.
Author ijin pamit tidur dulu yaa sudah malam nih.
Mau bermimpi dulu siapa tahu di dalam mimpi author bisa ketemu Aqib kasihan si Aqib tertinggal di Kashmir dingin sekali disana brrr.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya untuk support Author like komen dan hadiah hadiah lainnya, mau bunga sekebon boleh mau diberi kopi author ya senang mau diberi bintang bintang juga senang
Jangan lupa juga aktifkan tombol favoritnya ya biar tidak tertinggal up
Terima kasih banyak buat dukungannya 🌹🙏
❤️ eveliniq ❤️