
"Selamat pagi bu...., Kimberley ke kantor. dulu ya Bu" pamit Kimberley.
Ibu yang sedikit terkejut dengan kemunculan Kimberley, yang tiba-tiba dan penuh semangat.
"Lho kamu ke kantor? dijemput Rose?" tanya ibu sambil mencari keberadaan Rose.
Alis Kimberley bertemu, saat melihat ibu seperti mencari sesuatu.
"Hmm ibu mencari apa sih?" tanya Kimberley.
"Rose. Kamu bareng Rose kan?" selidik ibu lagi.
"Kimberley dijemput Jevaro, bu " balas Kimberley tersenyum.
"Jevaro??" tanya ibu menyakinkan pendengarannya.
Kimberley tersenyum dan mengangguk.
"Berangkat dulu ya Bu" pamit Kimberley.
"Eitss tunggu dulu kamu kan belum sarapan, vitamin kandungan kamu juga belum diminum.Ayoo sarapan dulu" pinta ibu.
"Ntar bu belum lapar, Kimberley makan di kantor saja. Sudah terlambat nih." jawab Kimberley.
"Makanlah sedikit Kim, ini ibu bikin bubur ayam " bujuk ibu sambil mengambilkan semangkok bubur untuk Kimberley.
"Tapi Kim belum lapar Bu" jelas Kimberley.
"Tapi anak kamu lapar.Ia butuh asupan vitamin untuk tumbuh kembangnya." Jelas Jevaro kemudian mengambil semangkok bubur dari tangan ibu.
"Ayo makan dulu, baru kita berangkat." Jevaro menyendok bubur lalu menyuapi Kimberley.
"Tapi aku---" gumam Kimberley.
"Kamu sayang anakmu kan?" tanya ulang Jevaro.
Kimberley mengangguk cepat.
"Nah gitu pintar, yuk duduk, aku suapin" Jevaro menuntun Kimberley untuk duduk, lalu menyuapi Kimberley kembali.
Setelah suapan pertama, Kimberley merasa jengah," Sini aku bisa makan sendiri"
"Sudah aku suapin saja ... tinggal tiga suapan" cegah Jevaro.
Ibu yang melihat keributan kecil antara Jevaro dan Kimberley tersenyum penuh arti.
"Nah habis kan, sekarang minum vitaminnya" ucap Jevaro.
Ibu memberikan sekantong vitamin Kimberley pada Jevaro.
"Terima kasih Tante, nih vitamin nya, yukk buka mulutnya" ucap Jevaro sambil memberikan beberapa vitamin yang harus diminum oleh Kimberley untuk kesehatan kandungannya.
Kimberley tidak bisa menolak lagi, walau pun banyak jenis vitamin yang harus diminumnya, ia hanya menurut saja karena Kimberley tahu Jevaro tidak mungkin bisa ditawar lagi kalau masalah makan dan minum vitamin.
"Okay done. Yuk aku antar kamu ke kantor. " ajak Jevaro.
"Nak Jevaro sarapan dulu ya" tawar ibu.
'Terima kasih Tante, tadi saya sudah sarapan dirumah." jelas Jevaro
Kemudian berangkatlah mereka ke kantor bersama.
................................................
Sesampainya mereka di depan kantor Kimberley.
"Ok Kim ntar sore aku jemput ya. maaf hari ini aku gak bisa menemani makan siang,ada jadwal meeting yang gak bisa aku wakilkan.Jangan lupa makan dan minum vitamin nya tadi aku sudah bilang Rose untuk menemanimu." pesan Jevaro.
Kimberley hanya mengangguk pelan dan tersenyum.
Hatinya bingung antara bahagia atau justru sedih menerima perlakuan Jevaro yang begitu manis.
"Aku tinggal dulu ya, jaga diri dan kandungan kamu, bye" pamit Jevaro menuju kantornya.
"Iya Aro makasih ya, hati hati di jalan, sukses buat kamu" sahut Kimberley sambil tersenyum pada Jevaro.
Jevaro pun tersenyum bahagia melihat Kimberley sudah bisa tersenyum dan mulai beraktivitas kembali.
Kemudian ia pun melajukan mobilnya menuju kantornya.
Seharian di kantor, jadwal Kimberley dan Rose sangatlah padat mereka baru saja mengadakan meeting dadakan dan briefing untuk karyawan baru.
Kimberley mengecek ulang hasil kerja tim promo dan eksekutor pesanan design mereka.
Selain itu masih banyak proposal yang masuk, meminta persetujuan kerjasama yang harus ia tanda tangani.
Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul satu siang.
Rose dengan tergesa-gesa berlari dan mengetuk pintu ruangan Kimberley.
"Iya ...masuk" sahut Kimberley.
"Kim...yuk maksi sudah jam satu lho." ajak Rose.
"Aku masih kenyang Rose."
Tanpa basa basi lagi Rose langsung menarik tangan, dan menyambar tas Kimberley.
"Rose ...mau kemana?" tanya Kimberley.
"Makan ..terus minum vitamin" lanjut Rose
Setelah sampai di kantin Rose langsung memesan makanan. favorit mereka.
"Tahu gak Kim, kalau aku jadi kamu, aku gak akan pikir panjang terus, terus dan terus. Do action demi kebahagiaan anakmu." ucap Rose.
"Aku tahu tidak ada yang bisa menggantikan kasih sayang seorang ayah tetapi untuk kasus kamu ini kamu harus secepatnya mencari pengganti Yasir.Demi kebaikan anakmu ." lanjut Rose.
"Dan orang yang tepat adalah Jevaro. Dia sangat menyayangi dirimu dan bayi dalam kandunganmu."jelas Rose.
Kimberley mengaduk-aduk makanan yang ada di hadapannya.
"Aku juga sudah memikirkannya." ucap lirih Kimberley.
Rose menatap Kimberley tajam.
"Benarkah?" tanya Rose sambil kedua tangannya memangku dagunya dan menatap lekat Kimberley.
Kimberley membalas menatap serius pada Rose.
"Rencana nanti sepulang dari sini, aku akan bertanya pada Jevaro apakah lamarannya waktu itu masih berlaku? kalau memang masih berlaku aku akan menjawabnya bahwa aku menerimanya." Kimberley mengambil cincin pemberian Jevaro dahulu " Bila lamaran itu sudah tidak berlaku lagi, aku akan mengembalikan cincin ini padanya ."
Rose terdiam tak bergeming.
Rose sadar ia selalu mendesak Kimberley untuk menerima Jevaro. Karena baginya Jevaro laki laki yang baik dan ia tahu sekali bahwa Jevaro sangat mencintai Kimberley dan pasti akan membuat Kimberley bahagia.
Tetapi ketika ia mendengar bahwa Kimberley akan menerima lamaran Jevaro, entah darimana datangnya ada perasaan nyeri halus di dadanya.
Rose menelan saliva nya, "Syukurlah kalau kamu sudah mengambil keputusan itu. Aku yakin Jevaro pasti mampu membuatmu bahagia" Rose memeluk Kimberley.
Setelah menyelesaikan makan siang nya. mereka pun kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. Sepanjang perjalanan kembali ke ruang kerja masing-masing, mereka tertawa bersama membicarakan kelucuan dan keseriusan Jevaro bila memecahkan suatu masalah.
Kimberley kembali mengingat saat Jevaro membuat pesta lamaran kejutan untuknya.
"Hmm, Jevaro pasti sudah mempersiapkannya jauh jauh hari, begitu juga dengan cincin berlian putih yang begitu indah ini, memerlukan waktu untuk memesannya." tiba-tiba Kimberley menangis bahagia, ia baru menyadari begitu besar rasa cinta Jevaro padanya selama ini.
Kimberley merasa telah begitu jahat, mengabaikan begitu saja segala perhatian, cinta dan kasih sayang Jevaro padanya.
Tok tok
"Kim...." panggil Rose.
Kimberley masih larut dalam pikirannya.
Rose menghampiri Kimberley dan menyentuh pundaknya, untuk menyadarkan Kimberley.
"Kim, sudah sore kamu gak bersiap siap? sebentar lagi Jevaro akan datang menjemput mu." ucap Rose mengingat kan Kimberley.
Belum selesai Rose berucap, "Sore..guys" sapa Jevaro.
"Haii pak Jevaro, selamat sore." sahut Rose.
"Sore Rose, bagaimana urusan kantor semua berjalan dengan lancar?" tanya Jevaro.
"Beres pak" sahut Rose.
"Hai Aro kamu sudah datang, Yuk" Kimberley membereskan beberapa file yang tergeletak di mejanya, kemudian ia menyambar tasnya.
"Kami duluan ya Rose" pamit Jevaro.
"Okay have fun ya" sahut Rose.
"Thanks Rose" timpal Jevaro.
"Aku tinggal duluan Rose, ntar ketemu di rumah" pamit Kimberley.
"Okay siap boss! sukses ya" bisik Rose sambil tersenyum penuh arti.
Jevaro menyatukan alisnya"Hayoo bisik bisik apa tuh?" tanya Jevaro.
Kimberley menyenggol Rose.
"Oh enggak pak, urusan wanita" kemudian Rose tertawa garing.
Akhirnya Jevaro dan Kimberley pun pulang bersama.
Sesampainya di mobil " Kim. kita ke Cafe dulu yuk, ada yang ingin aku tanyakan padamu.tidak apa apa kan kamu pulang sedikit terlambat?" info Jevaro.
"Tidak apa apa Aro, kebetulan ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu juga." sahut Kimberley.
"Tentang Apa?" tanya Jevaro penasaran.
"Ntar kamu juga tahu, kalau sudah sampai cafe" goda Kimberley sambil tersenyum
Jevaro semakin penasaran. tanpa terasa ia melajukan mobilnya semakin cepat agar segera sampai di Cafe.
Sepuluh menit kemudian mereka telah memasuki halaman parkir Cafe Cinamon.
Disinilah awal mula Jevaro tertarik dengan sosok Kimberley.
Setelah mereka memilih tempat duduk di dekat kolam ikan dan air mancur.
Jevaro memanggil pelayan dan memesan menu favorit mereka apalagi kalau bukan jus alpokat dan wafel saos lemon.
Sambil menunggu makanan mereka datang,, mereka berdua terlibat obrolan santai dan sedikit bercanda.
"Oya Kim, katanya kamu ingin membicarakan sesuatu denganku ada apa?" tanya Jevaro.
"Katanya kamu juga ada yang ingin dibicarakan , kamu dululah" elak Kimberley.
"Hmm " tatap serius Jevaro.
Tiba-tiba Jevaro menatap tajam ke arah Kimberley, lalu meraih kedua tangannya.
"Waduh kenapa hatiku jadi terasa tidak beraturan begini?" batin Kimberley.
Ditatap setajam tatapan Jevaro, membuat hatinya berdebar tak beraturan ,
"Kimberley Ryan, untuk kedua dan pertama kalinya, aku memberanikan diri melamar mu untuk menjadi istriku, dan ijinkanlah diriku untuk menjadi ayah dari anak yang ada dalam kandunganmu." lalu Jevaro pun mengecup kedua tangan Kimberley.
Bagaikan disiram air es, hati Jevaro terasa plong setelah mengutarakan dan mengeluarkan seluruh perasaan yang dipendamnya selama ini.
Kimberley mengambil cincin Jevaro yang selama ini ia simpan dengan rapih dan meletakkannya diatas meja.
Cincin pemberian Jevaro kini menjadi saksi cinta mereka berdua.
Jevaro yang melihat cincin berlian putih itu sekarang berada diatas meja, pikirannya sudah kemana mana."Jangan-jangan Kimberley berniat mengembalikan cincin itu, dan itu berarti ...dia menolak lamaran dariku" wajah Jevaro tegang memikirkan semua itu.
"Aro, cincin yang berharga ini, yang kau berikan padaku dulu. Bolehkah aku menyimpan dan memakainya selamanya?' sahut Kimberley.
Jevaro tegang mendengar apa yang dibicarakan Kimberley, ia berusaha menyimak dan mengambil kesimpulan dari arah pembicaraan Kimberley tersebut
Masih dengan kedua alis Jevaro yang bertemu "Maksud kamu---"
"Jevaro Reynaldi, aku Kimberley Ryan menerima lamaran mu, bersedia menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak- anak kita nantinya " jelas Kimberley.
Jevaro terdiam tak bergerak, ia sama sekali tidak menyangka mendengar jawaban yang begitu membahagiakannya, keluar dari bibir Kimberley.
Kimberley lalu memakai cincin pemberian Jevaro di jari manisnya.
Jevaro masih terdiam antara percaya tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Melihat cincin pemberiannya, yang kini telah melingkar di jari manis Kimberley, ia pun tersadar bahwa ini nyata adanya.
Jevaro benar-benar bahagia impiannya selama ini akhirnya terwujud.
"Terima kasih cantik, aku tidak salah dengar kan?" masih dengan nada suara bergetar tidak percaya karena sama sekali tidak menyangka akan jawaban Kimberley.
Kimberley menunjukan cincin yang telah melingkar di jari manisnya, sambil tersenyum.
"Yes! yeahh lamaran aku diterima !" teriak Jevaro tidak sadar sedang berada di tempat umum.
"Hush Aro" wajah Kimberley memerah tersipu karena semua orang yang berada disitu menoleh ke arah mereka.
"Woww ada yang lamarannya di terima nih" sambut host cafe tersebut.
"'Untuk merayakan kebahagiaan kalian berdua, saya persembahan sebuah lagu indah, special untuk kalian." lanjut sang penyanyi cafe yang disambut riuh tepuk tangan seisi cafe.
Jevaro dan Kimberley berpelukan bahagia.
"Terima kasih Tuhan, Kau kabulkan impian terbesar dalam hidupku untuk bersanding dengannya ." ucapan syukur yang tiada hentinya terucap dalam hati Jevaro, ia memeluk dan mengecup kening Kimberley berulang kali.
Penantian panjang dirinya kini telah berakhir .
.................................................
Yeahhh... ikut senang nih, akhirnya impian Jevaro untuk bersanding dengan Kimberley,selama ini terwujud.
Ditunggu kelanjutannya ya Kimberley dan Jevaro mengucapkan terima kasih 🙏🙏 sudah menjadi pembaca setia
...Find the Perfect Love...