Find The Perfect Love

Find The Perfect Love
Penjelasan.



Yasir pura-pura tidak mengerti bahasa tubuh kakaknya, yang menunggu penjelasan dari dirinya.


"Asri juga Cafe ini, pantas kakak betah kakak kan paling suka sesuatu yang bertema alam " ucap Yasir mengalihkan topik.


Tidak lama kemudian pelayan datang mengantarkan pesanan Yasir.


"Permisi kakak, ini pesanannya satu blue ocean dan satu roti bakar keju sudah benar kah?" tanya pelayan dengan sopan.




"Yup betul, terima kasih ya.." jawab Yasir


"Apa ada lagi yang mau di order kak?"tanya si pelayan.


"Hmm ...apa ya" sambil membuka buku menu Yasir mencoba memilih milih makanan apa lagi yang akan di order.


Tiba-tiba Aqib menutup buku menu yang dipegang Yasir dan memberikannya pada pelayan.


" Sementara cukup, nanti saya panggil kalau ada orderan lagi" ucap Aqib pada pelayan sambil tersenyum ramah.


"Baik kak" sahut pelayan dan berlalu dari hadapan mereka.


Yasir melanjutkan mengunyah dan menyeruput makanan dan minuman yang di pesannya.


Aqib kembali melipat tangannya sambil memandang tajam ke arah Yasir.


"Ehemm..., kamu yang menjelaskan langsung atau aku yang mulai dengan pertanyaan?'" tanya Aqib.


Yasir terdiam sejenak, sambil terus mengunyah , sebenarnya Yasir sendiri bingung mau memulai menjelaskannya dari yang mana.


Setelah Yasir menyelesaikan makannya dan meminum blue ocean yang segar," Ahh.... nikmatnya, segarr dan kenyang oiya kakak bertanya tentang apa?" tanya Yasir pura-pura lupa.


Aqib kembali menata duduknya dan menarik kursinya lebih dekat ke arah Yasir.


"Okay, kakak yang bertanya, benarkah kamu mau menikah dengan cewek aneh itu?" sambil menyatukan kedua alisnya Aqib bertanya


"Tidak" jawab singkat Yasir.


"Tidak? kenalin saya Kiki calon adik ipar... apa itu maksudnya?" tanya Aqib sambil mengulang penyataan Kiki tadi di Rumah Sakit.


Yasir hanya terdiam.


"Sebenarnya kekasih kamu ini Kimberley atau Kiki?" tanya Aqib menaikan nada suaranya.


"Kimberley" sahut Yasir singkat.


Yasir tahu kakaknya saat ini sedang berusaha untuk meredam kemarahannya.


"Okay, kekasih kamu Kimberley lantas kenapa ada Kiki dalam hidupmu?dan kamu akan menikah dengannya bukan dengan Kimberley?? Ayahnya Kiki tadi memintaku untuk melamar anaknya sebagai perwakilan keluarga, bagaimana bisa aku menyetujui pernikahan kalian?


mama papa bisa syok andai tahu gadis yang kau nikahi itu seperti itu. Kemungkinan besar lagi kamu disuruh pulang dan dinikahkan dengan pilihan mama dan papa di Kashmir." gerutu Aqib jengkel.


"Sebenarnya ada apa?aku rasa kamu dan Kimberley saling cinta, kenapa harus ada Kiki?" tanya Aqib terus mendesak Yasir.


Akhirnya Yasir menceritakan apa yang terjadi sehingga ia harus menikahi Kiki, dirinyapun andai bisa memilih tidak ingin berada di situasi seperti ini.


"Aku tidak mencintainya kak, cintaku hanyalah untuk Kimberley seorang, berat kak harus menerima kenyataan ini, sungguh aku tidak merasa melakukan apa yang dituduhkan Kiki padaku tapi aku ga punya bukti kalau ini hanya jebakan ' akhirnya Yasir mengungkapkan semua keluhan yang dirasakan selama ini .


'"Hmm, apa kru di tempat syuting juga tidak ada yang mengetahuinya?" tanya Aqib


Yasir menggeleng pelan.


"Sudah aku tanya semua" lirih Yasir menjawab.


' Tapi kamu sendiri merasa melakukan tidak?" tanya Aqib memastikan.


Yasir hanya menggeleng pelan


"Aku ga tahu kak" sambil tertunduk lesu .


" Hmm, Tidak ada kah lagi celah atau kemungkinan Yasir bisa lepas dari jebakan Kiki? kalau ini memang jebakan " pikir Aqib


.........~~~~............


Setelah Rose pergi, hanya Jevaro yang menemani Kimberley di Rumah Sakit.


Jevaro terus menggenggam tangan Kimberley. Seharian sudah Jevaro menemani Kimberley karena lelah Jevaro pun tertidur sambil tetap menggenggam tangan Kimberley.


Kimberley perlahan bangun dari tidurnya, melihat ke sekeliling , sepi.... kemudian Kimberley sadar tangannya dalam genggaman Jevaro yang tertidur di kursi di sampingnya.


"Aroo,..," panggil Kimberley lirih.


Jevaro masih terlelap dalam tidurnya. Sampai akhirnya ia merasa ada yang mengusap rambutnya.


Jevaro perlahan bangun dan menyadari ternyata Kimberley lah yang mengusap rambut Jevaro


"Maaf" ucap lirih Kimberley.


"Haii Kim sudah bangun?"tanya Jevaro.


Kimberley mengangguk pelan sambil tersenyum.Kemudian matanya melihat ke tangannya yang masih di genggam oleh Jevaro.


Menyadari arah pandang Kimberley Jevaro baru tersadar bahwa sampai saat ini tangannya masih menggenggam tangan Kimberley.


" Maaf" ucap Jevaro lirih sambil melepaskan genggamannya


Kimberley hanya tersenyum,"It's okay,"


Untuk sesaat mereka saling berpandangan dan kemudian tertawa lepas.


"Hahaha perut kamu protes tuh minta diisi." seru Jevaro.


"Haha iy nih perut ga sopan" lanjut Kimberley sambil tertawa malu.


"Aku bikinin mie instan ya, bentar" sahut Jevaro sambil berjalan ke tempat penyimpanan makanan yang tadi diberitahu Rose, dan mengambil mie instan.


Kimberley memandang Jevaro


" Emang ada ya?" tanya Kimberley


"Nih..." sambil tersenyum ke arah Kimberly menunjukan mie instan di tangannya.


"Aku bikinin ya, tunggu bentar, bisa tahan kan?" tanya Jevaro dengan wajah Kuatir.


"Atau mau makanan yang dari Rumah Sakit tuh barusan diantar kalau lapar banget " lanjut Jevaro dengan wajah Kuatir dan panik sambil menunjuk makanan di meja.


"Gak apa apa Aro.....hmm daripada repot kita makan di kantin aja yuk. dari pagi makan makanan Rumah sakit bosan.


"Oh okay, tapi kamu dah kuat jalan kan? atau aku gendong ..., kalau diijinkan" ucap Jevaro sambil menarik kedua alisnya ke atas.


"Hahaha kamu bisa aja Aro...aku ga pa pa bisa jalan kok " Kimberley berusaha bangun dan berdiri di samping tempat tidurnya.


" Hati-hati Kim" seru Jevaro kuatir


"Aku bisa kan?" sambil tersenyum bangga.


" Okay let's go .." sahut senang Jevaro melihat Kimberley sudah kuat berdiri.


"Bentar Aro," Kimberley mencari cari sesuatu.


"Kamu cari apa " tanya Jevaro.


"Jaket dan tas aku " jawab Kimberley sambil tetap mencari .


"Nih jaket kamu kan?" tanya Jevaro sambil memberikan jaket Hoodie berwarna biru tua pada Kimberley.


Kimberley mengangguk kemudian memakai jaketnya.


"Ayo" ajak Jevaro.


"Bentar Aro, tas aku...," sahut Kimberley.


" Sudah lah buat apa, ayooo" seru Jevaro.


"Tuh kan perut kamu bunyi lagi ' sambil menunjuk ke arah perut Kimberley yang baru saja berbunyi.


"Hahaha ga tau nih, perut aku ga ada sopan-sopannya " gurau Kimberley malu.


"Itu tandanya minta untuk segera diisi nona cantik hayukkk atuhh , kasihan perutnya.' ajak Jevaro sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum manis.


Untuk beberapa detik Kimberley masih ragu menerima uluran tangan Jevaro ...,


Melihat Kimberley ragu, Jevaro langsung berinisiatif meraih tangan Kimberley dan kemudian berjalan bergandengan.



Sewaktu mereka berjalan bergandengan menuju ke kantin mereka berpapasan dengan Kiki.


Melihat kehadiran Kiki, Jevaro menggenggam tangan Kimberley lebih erat sebagai wujud kepeduliannya, Jevaro telah berjanji tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Kimberley lagi


Kiki hampir saja mengeluarkan kata-kata pedasnya tapi melihat Jevaro dan Kimberley bergandengan tangan, hatinya sedikit tenang itu berarti Kimberley bukan lagi ancaman baginya untuk mendapatkan Yasir.


Hanya saja Kiki masih penasaran dengan keberadaan Yasir dan kakaknya, sudah hampir seluruh lantai Rumah Sakit ia telusuri setiap sudut ruangan ia periksa tapi tak diketemukannya satu saja dari dua orang yang dicarinya ini.


"Apa Yasir datang ke kamar kamu lagi?" tanya Kiki sinis.


"Ki bisa kah kamu tidak menggangu Kimberley lagi.Diantara Kimberley dan Yasir sudah tidak ada apa apa lagi . Kimberley sekarang tanggung jawab aku ." sahut Jevaro meyakinkan Kiki untuk tidak lagi mengganggu Kimberley


Kiki menatap tajam ke arah Kimberley lalu melihat tangan mereka yang sedang bergandengan tangan dan sikap Jevaro yang seakan akan siap melindungi Kimberley kapan pun juga membuat hati Kiki kembali terasa sakit dan membuatnya tidak bisa berkata kata lagi.


Kiki pun berlalu dari hadapan mereka dengan perasaan miris "Kenapa Yasir tidak pernah bersikap manis seperti Jevaro." pikir Kiki


"Uff .. thanks ya Aro tumben mulut dia tidak pedas lagi " ucap Kimberly sambil tetap memandang Kiki menghilang dari hadapannya


" Ah sudahlah Kim lupakan dia, yuk kita urus perut kamu keburu teriak-teriak lagi ntar" goda Jevaro diiringi pukulan lembut Kimberley di bahu Jevaro .


'Tuh kan kamu ledek aku" ucap merajuk Kimberly.


"Enggak ..yuk " ajak Jevaro sambil mengusap rambut Kimberley lembut.


Kemudian Kimberley dan Jevaro melangkah berdua menuju kantin sambil tertawa lepas.


.......~~~~~.......


Ssstttt biarkan Jevaro dan Kimberley menikmati makannya dulu yaa .


Jangan lupa. .. ditunggu like komen dan favorit nya ya ...


biar tidak ketinggalan cerita


Terima kasih sudah jadi pembaca setia Find the Perfect Love 🙏


Ditunggu kelanjutannya ya ...


❤️eveliniq❤️