
"Ayoo kumpull semua! Rose, Yasir ayoo, sarapan sudah siap! Kimberley tolong dibantu ya untuk turun ke ruang makan" sahut ibu
Yasir yang tidur di kamar tamu mendengar teriakkan ibu langsung terbangun.
Yasir melakukan perenggangan terlebih dahulu lalu ia mengambil handuk dan perlengkapan mandi kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Saat Yasir fokus dengan ritual mandinya tiba tiba ia merasa dari belakang punggungnya ada tangan yang melingkar menyentuh, sekaligus meremas dada dan senjata pusaka andalannya.
Yasir terdiam dan spontan menghentikan ritual mandinya, otaknya terasa panas tiba-tiba merasakan sentuhan lembut dan nakal pada senjata pamungkasnya, serta sesuatu yang kenyal menempel punggungnya.
Untuk sesaat ia menikmati setiap sentuhan nakal yang ditujukan padanya.
Tapi kemudian Yasir tersadar siapakah yang berani masuk kamarnya bahkan ke kamar mandinya dan melakukan sentuhan nakal ini, Kimberley? sepertinya tidak, kekasihnya itu tidak pernah berbuat seperti ini apalagi kakinya kan terkilir, kalau bukan Kimberley lantas siapa??
Yasir lalu dengan sigapnya membalikkan tubuhnya, betapa kaget nya ia mendapati Kiki dengan tubuh polos nya tanpa selembar kain pun di tubuhnya berada tepat di hadapannya.
Kiki terus melancarkan serangannya, ia berusaha memeluk dan mel**at bibir Yasir.
"Gila kau Ki! keluar!" teriak Yasir marah.
"Ayolah sayang aku tahu kamu menikmatinya, aku bisa memberimu kenikmatan lebih daripada gadis udik itu" rayu Kiki.
"Aku bilang keluar! KELUAR!!!" Yasir semakin dibuat emosi oleh kelakuan Kiki.
Kiki bukannya malu, tapi makin berani melancarkan serangan napsuuu nya yang menggebu.
Yasir berusaha menepis serangan Kiki dan melarikan diri dari Kiki, tangannya menyambar handuk, kaos dan celana yang ada di atas kasur, kemudian berlari keluar kamar dengan balutan handuk
Untungnya kamar sebelah kosong, Yasir mengunci diri di kamar sebelah dan mengeringkan tubuhnya lalu berpakaian.
Jantung Yasir berdegup kencang tak beraturan, ternyata benar apa yang dikatakan Kimberley agar berhati-hati dengan Kiki dibalik sikap sopan dan lembutnya terdapat sifat aslinya yang sungguh mengerikan.
Tidak habis pikir Yasir dibuatnya kok bisa tiba-tiba Kiki masuk ke dalam Kamarnya.
Yasir baru sadar kamar yang ditempatinya itu adalah kamar tamu jadi memang tidak ada kunci kamar.
Setelah berhasil mengatur nafasnya Yasir masih butuh waktu untuk menenangkan diri, kejadian pagi ini benar-benar diluar dugaannya benar- benar-benar horor.
"Gila, betul kata Kimberley sepertinya Kiki rada sakit, senekat dan seberani itu ternyata" pikir Yasir.
Di kamar sebelah Kiki Setengah gila merasa terhina akan penolakan Yasir, semula ia yakin Yasir akan jatuh dalam pelukannya, hingga ia akan dengan mudahnya menyingkirkan Kimberley dari kehidupan Yasir.
"Roseee, Yasirrr ayooo nak sarapan! Tinii bantu ibu nak" teriak ibu dari ruang makan.
Mendengar seruan ibu, Yasir kemudian keluar kamar menuju kamar Kimberley.
tok tok
"Kim ...Rose ...ini Yasir! dipanggil ibu tuh diajak sarapan bareng" seru Yasir.
klik
Pintu kamar Kimberley terbuka
"Hai masuklah ditunggu Kimberley" sahut Rose.
Yasir lalu menemui Kimberley.
"Pagii sayang" Yasir mencium kening Kimberley.
"Pagii, hari ini kamu ada syuting ?"
"Iya tapi cuman 1 sin aja kok" sahut Yasir.
"Bagaimana kakimu udah mendingan?" tanya Yasir.
"Tadi pagi sudah dicoba belajar jalan tapi masih harus berpegangan" jelas Rose.
"Kabar baik tuh, harus terus dilatih ya, kok tadi aku gak dibangunkan menemani kamu belajar jalan" sungut Yasir.
"Tadinya aku mau beri kamu kejutan" sahut Kimberley tersenyum.
"Kamu ini" Yasir menyentil hidung Kimberley.
Rose menyiapkan kursi roda untuk Kimberley.
"Gak usah Rose tinggal saja di kamar" perintah Yasir.
"Lho terus?? kita kan makan dibawah" tanya Rose.
"Ayo sayang pegang erat ya" Yasir membopong Kimberley sambil sesekali mencium keningnya.
Kimberley tersenyum bahagia, ia tidak menyangka Yasir semakin romantis dan semakin perhatian padanya membuat ia semakin sayang dan mencintainya.
"Aku turun duluan ya" ucap Rose melihat Yasir membopong Kimberley mesra.
"Hmm si tengil ini makin kesini makin dewasa dan romantis, bikin ngiri mental para jones'" batin Rose sambil menuruni tangga terlebih dahulu.
"Pagi Bu" sapa Rose sambil mencium tangan ibu.
"Ada yang bisa saya bantu Bu" tawar Rose.
"Terima kasih nak, sudah dibantu Tini, sudah kamu duduk saja" sahut ibu
"Lho Kimberley?? Yasir?" tanya ibu.
"Tenang saja Bu, Kimberley kan sudah ada pengawal pribadinya" jelas Rose sambil menyomot tempe goreng.
"Maksudnya?" tanya ibu sambil menatap Rose tak mengerti.
"Tuh" tunjuk Rose ke arah tangga.
Ibu dan Kiki pun spontan melihat ke arah yang ditunjuk Rose.
Terlihat Yasir sedang menggendong Kimberley dengan penuh rasa sayang.
Rose memperhatikan perubahan wajah Kiki ada sorot mata cemburu dan marah terpancar dari matanya.
"Ayoo Ki tolong kursinya buat kakak kamu siapkan, sini sayang duduk di sini" ibu menata dimana Kimberley duduk.
Setelah mereka berkumpul semua barulah acara sarapan di mulai .
Kiki dengan penasarannya sering diam diam mencuri pandang ke arah Yasir.
Kiki ingin memastikan perasaan Yasir atas kejadian pagi tadi
Tapi sayangnya yang dicarinya sia-sia saja. Yasir Terlihat tenang tanpa ada reaksi yang berarti.
Justru semakin membuat dirinya iri dengan keromantisan yang ditunjukkan Yasir pada Kimberley.
Kepala Kiki terasa panas, dadanya bergemuruh gejolak cemburu dan marah bercampur menjadi satu karena taktik utama yang telah ia lancarkan ternyata terpental begitu saja tanpa menggores sedikitpun.
Bahkan sikap romantis yang ditunjukkan Yasir semakin membuat isi kepalanya ingin keluar.
Tiba-tiba kepala Kiki terasa berat, badan terasa lemas tak bertenaga.
Ibu yang tidak sengaja melihat Kiki yang nampak terhuyung. "Ki kamu tidak apa-apa?"
'Kamu sakit Ki? apanya yang panas? kepalanya atau hatinya?" sindir Rose.
"Sudah Ki kamu istirahat di kamar aja, biar ibu sama Rose yang membereskan,gak apa-apa kan nak Rose" tanya ibu
"Dengan senang hati bu" sahut Rose.
Kiki merasa semua tidak ada yang mendukungnya.
Dengan lunglai Kiki meninggalkan ruang makan.
Tiba-tiba ponsel Yasir berbunyi.
Yasir menggambil ponselnya dari saku celananya dan melihat di layar ponsel tertulis nama Aqib Mir.
"Sebentar ya sayang, kak Aqib telepon nih" sambil menunjukan tulisan di ponsel pada Kimberley.
"Kak Aqib apa kabarnya?" tanya Kimberley sambil menatap Yasir penuh harap.
"Hallo kak, " sapa Yasir.
"Hai bagaimana keadaan Kimberley?" terdengar nada kuatir dari suara Aqib .
"Sudah mendingan kak tadi pagi sudah belajar berjalan dengan Rose" jawab Yasir.
Kimberley bingung kok Aqib tahu keadaannya.
"Badan Kimberley tidak demam kan" tanya Aqib lagi
"Tidak kak sehat ini ada di sebelah aku, kakak mau bicara langsung pada Kimberley,?" tawar Yasir
"Kimberley disitu'? boleh" sahut Aqib.
Akhirnya Aqib menanyakan langsung pada Kimberley tentang keadaan kakinya
"Lho kakak kok tahu, pasti Yasir ya yang beritahu kakak" tebak Kimberley.
"Iya semalam aku menelepon Yasir, dan berceritalah ia tetang keadaan kakimu." sahut Aqib
"Oke salam buat semuanya ya, ini ayah sudah datang, mau antar ayah ke toko sekalian cek stok yang kurang" jelas Aqib
"Oke kak Aqib makasih ya"
"Sama-sama Kim, jaga diri ya semuanya, i Miss you all" sahut Aqib lalu menutup teleponnya.
"Kak Aqib baik banget ya gak seperti---" sengaja Rose tidak meneruskan perkataannya, ia hanya melirik Yasir degan penuh makna.
"Tidak seperti apa?" pancing Yasir kembali
Kimberley hanya melihat Rose dan Yasir bergantian sambil tersenyum.
"Tidak seperti adiknya bocah tengil banyak tingkah" sahut Rose sambil menyambar tas nya dan berlari menjauh.
"Awas kau Rose ya" sambil melempar bola kertas ke arah Rose
"Bye Kim aku berangkat ke kantor ya. Ibu.., Rose pamit" seru Rose sambil menjulurkan lidahnya mengejek Yasir.
Yasir pun mengejar Rose sambil terus melempar bola kertasnya, diikuti tertawa Kimberley dan ibu menyaksikan dua orang yang biasanya selalu bersitegang bagaikan Tom dan Jerry.
............... BERSAMBUNG...........
thank you reader setia Find the Perfect Love 💕
Ditunggu up berikutnya ya
Ikuti selalu kisah Kimberley mencari cinta sempurnanya, besama Rose. Yasir, Jevaro dan Aqib .
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
like komen dan tekan favorit agar tidak tertinggal up
Author ❤️ you all
Sambil menunggu Kimberley up
ikuti karya teman aku ini ya ...
❤️Happy Reading ❤️