
Beberapa saat kemudian Feng May dan Zhi Shen sudah berkumpul dengan Feng Gu, mereka berdua menunggu Feng Gu dan Zhou Jing disebuah pemakaman yang banyak pendekar. “Kalian dari mana saja? Dan bagaimana bisa kalian tiba-tiba sudah ada disini?” Tanya Zhou Jing sambil menatap tajam kearah Zhi Shen. Feng Gu memegang pundak Zhou Jing “tenanglah!” Ucapnya.
“May’er kau dari mana saja? Apa dari awal kau sampai didunia spirit dengan laki-laki itu?” Tanyanya dengan nada lembut sambil tersenyum kearah Feng May. Feng May menganggukkan kepalanya “aku sampai ditempat yang sama dengan Zhi Shen kak, kakak tidak usah khawatir aku baik-baik saja!” ucap Feng May.
Feng Gu tersenyum dan mengacak-acak rambut Feng May “baiklah .. baiklah .. sekarang kita masuk kedalam sana dan melihat apakah ada yang cocok untuk jiwa bela diri mu!” ucap Feng Gu dan diangguki oleh yang lainnya. Zhou Jing masih saja menatap tajam kearah Zhi Shen “jangan macam-macam dengan adikku atau aku akan menghajar ku sampai wajahmu tidak lagi dikenali oleh ibumu!” ucap Zhou Jing.
Zhi Shen menatap kearah Zhou Jing dan sama sekali tidak peduli dengan ancaman laki-laki itu, menurutnya wajar jika Zhou Jing mengatakan hal itu padanya karena dia sangat menyayangi Feng May. “aku tidak menyangka bahwa aku merasakan aura bangsawan dunia atas ditubuh laki-laki itu, ditubuh Feng Gu juga aku merasakan ada disedikit bau khas menteri Fu didunia atas. Sepertinya ada sesuatu yang tidak biasa diantara kedua orang itu!” batin Zhi Shen.
Mereka ber-4 sampai didepan pintu masuk pemakaman kuno, yaitu pemakaman jenderal perang Xue. “permisi tuan maaf, apakah pintu pemakaman belum dibuka? Atau pemakaman ini tidak bisa dibuka?” tanya Feng Gu. “pemakaman ini disegel dan segelnya sama sekali tidak melemah jadi kami menyerangnya terus menerus tapi segel itu malah menelan serangan kami! Kemungkinan pemakaman ini tidak akan ada harapan!” jawab orang itu.
“Kalau begitu terima kasih!” ucap Feng Gu dan diangguki oleh orang tersebut. Lama kelamaan satu persatu orang pergi dari tempat tersebut. “ini bukan makam utama jenderal Xue dari dunia atas itu kan!” ucap Feng May. Feng Gu dan Zhou Jing menatap kearah adiknya tersebut.
“bagaimana kau tahu?” tanya mereka bersamaan. Feng May memberi kode kepada Zhi Shen agar memberi pembatas ruangan agar tidak ada orang yang mendengar pembicaraan mereka. Zhi Shen langsung menuruti keinginan Feng May, dia memasukkan mereka semua kedalam dimensi ruang yang dia punya.
“aku meminta mu membuat ruang hampa untuk kami bukan memasukkan kami semua kedalam ruang dimensi milikmu!” ucap Feng May. “tidak apa-apa, akan terlalu menguras tenaga kalau membuat ruang hampa!” jawab Zhi Shen yang sebenarnya malas. Feng May mendengus mendengar alasan yang di lontarkan oleh Zhi Shen. “dan lagi tempat ini jauh lebih aman dari pada membuat ruang hampa dan yang pasti tidak menguras energi ku kan!” ucapnya. “ck terserah kau saja!” ucap Feng May.
“Jadi begini kak, aku mempunyai peta menuju ke makam jenderal Xue dan isi didalam makam tersebut. Itulah mengapa aku mengatakan bahwa makan ini palsu! Dan kemungkinan besarnya tidak ada yang luar biasa didalamnya, namun mungkin berguna untuk orang-orang didalam perguruan yang kekurangan sumber daya alam didalam akademi Langit!” ucap Feng May.
“jika memang berguna untuk perguruan didalam setiap akademi kenapa tidak kita ambil saja!” ucap Zhi Shen. “heh! Apa kau lupa kalau kalau kita tidak boleh menguras habis harta didalam dunia spirit!” ucap Zhou Jing. “Jing diamlah! Sekarang fokus kita pada perkembangan diri dan sesuatu yang menguntungkan akademi. Kita juga tidak bisa sembarang mengambil barang apapun, jadi baiknya kita kembangkan diri dan sekalian mencari sesuatu yang dapat membantu mu menerobos ke ranah hukum sebab dan akibat!” ucap Feng Gu.
“Wahh hebat kalau begitu ayo iku Feng May! Aku akan mengambil buah hukum, didalam buah tersebut terdapat hukum sebab dan akibat jadi kemungkinan besar bisa membantu kakak menerobos kedalam ranah hukum!” ucap Feng May. “tapi ... Dimana buah itu tumbuh?” tanya Zhou Jing.
“buah itu tumbuhnya diatas tebing petir, dan petir didalam tebing itu adalah petir tingkat 4 yang paling kecil! Dan sama sekali tidak ada yang berhasil mengambil buah itu kecuali hewan beast tingkat suci elemen petir, itulah kenapa tidak ada yang mencoba mengambilnya! Petir yang menyambar biasanya adalah petir level ke-5 level ke-4 hanya sebagai tanda pintu masuk, dan semakin dekat dengan buahnya maka akan semakin besar Sambaran petirnya!” jelas Zhi Shen.
“Ha itu berbahaya may’er, kau jangan mengambilnya untuk Zhou Jing biar dia sendiri saja yang mengambilnya! Kan dia yang ingin menerobos!” ucap Feng Gu. “iya yang dikatakan Feng Gu benar, sebaiknya kau jangan mempertaruhkan nyawa mu. Kalau sampai kau terluka nyawa ku akaj terancam ditangan ayah dan ibu! Hiih ( sambil bergidik) kau pikir siapa yang mau menyinggung nyonya Zhou jika dia marah, macan saja takut padanya!” ucap Zhou Jing.
“kemana sikap keren mu tadi, benar-benar menghancurkan ekpektasi orang! Ku pikir kau akan seterusnya menjadi sedikit normal tapi sepertinya itu tidak mungkin terjadi!” ucap Feng Gu. “aku pikir kakak mengkhawatirkan ku nyatanya mengkhawatirkan nyawamu sendiri ya karena takut dengan bibi Zhou!” ucap Feng May.
“nyawaku lebih penting tahu!” ucap Zhou Jing. Feng May dan Feng Gu sama-sama berdecak sebal mendengar ucapan Zhou Jing. “ck coba saja kalau ada toko tukar tambah! Aku pasti akan menjual mu!” ucap Feng Gu.
“ayo keluar! Kita coba cari buah hukum tersebut untuk kak Zhou Jing!” ajak Feng May. Zhi Shen mengeluarkan mereka semua dari dalam ruang dimensi dan setelah itu mereka pergi ke arah barat menuju ke tebing petir berdasarkan gambar yang ada didalam peta yang dimiliki oleh Feng Gu.
Beberapa saat kemudian mereka ber-4 sudah sampai di tebing petir yang sudah langsung disambut oleh petir tingkat 4 yang menyembar kearah mereka. “ternyata benar yang dia ucapkan, petir tingkat 4 sebagai tanda masuk!” ucap Zhou Jing begitu mereka masuk kedalam tebing petir. “sekarang bagaimana? Tidak mungkin kan kita terus melaju sedangkan petirnya menyambar-nyambar begitu!” ucap Zhou Jing.
“Zhi Shen kau tadi bilang kalau petir yang menyerang adalah petir tingkat 5 kan?” ucap Feng Gu dan dijawab anggukan kepala oleh Zhi Shen. “dan semakin kita dekat dengan buah hukum maka kekuatan hukum petir disekitarnya akan meningkat! Namun aku tidak tahu bagaimana bisa petir yang menyambar adalah petir tingkat 6!” ucap Zhi Shen.