
Beberapa hari kemudian mereka telah sampai diakademi Langit. Feng May berpamitan kepada kakak-kakaknya untuk segera melesat pergi ke perguruan puncak rintik.
“Kakak aku pergi dulu langsung kepuncak rintik! Kakak langsung saja bergerak keperguruan gunung barat dan didalam ruangan milik ketua akademi,” ucap Feng May dan diangguki oleh ketiga orang dihadapannya.
“Berhati-hatilah,” ucap Feng Gu dan Feng May menganggukkan kepalanya.
Setelah itu mereka berpisah jalan, Feng May bergerak menuju perguruan puncak rintik. Ditengah jalan dia melihat ketua perguruan dan beberapa orang berada di sebuah lapangan. Feng May bergerak dan menghampiri seseorang untuk bertanya.
“Maaf apa yang terjadi disini?” tanyanya.
“Ah ini adalah ujian untuk murid perguruan puncak rintik yang ingin masuk menjadi murid dalam akademi dan mengikuti pertandingan antar perguruan!” jawab orang itu.
“Apa hanya murid dalam yang bisa mengikuti pertandingan itu?” tanya Feng May lagi.
“Benar! Dan juga ku dengar hadiah 3 teratas akan mendapatkan satu senjata spiritual dan mereka juga memiliki kesempatan untuk masuk kedalam Istana 13,” ucapnya.
Feng May pun manggut-manggut mengerti dan kemudian ia mengucapkan terima kasih. Dengan segera Feng May berjalan menuju kearah ketua perguruan. Feng May mengutarakan maksudnya kembali, ia juga melaporkan tentang kedatangannya kembali ke akademi.
“Ketua aku ingin mengikuti tes ini!” ucap Feng May kemudian.
Ketua perguruan melihat Feng May yang nampak yakin, ketua perguruan juga melihat kekuatan Feng May hanya berada ditingkat awal perputaran spiritual.
“Apa kau yakin bisa masuk menjadi murid dalam?” tanyanya dan diangguki oleh Feng May dengan percaya diri.
“Kalau begitu cobalah!” ucapnya.
Feng May menganggukkan kepalanya dan ia pun melangkah menuju ketempat tes. Didalam tempat tersebut Feng May harus berhadapan dengan seseorang yang tingkatannya berada diatasnya, namun bagi Feng May mereka hanya butiran debu ditengah jalan.
Dites terakhir Feng May menanti lawannya. Feng May fikir dia akan berhadapan dengan orang yang berada ditingkat bumi,.namun ternyata Feng May menghadapi 10 orang yang berada ditingkat perputaran spiritual tingkat akhir.
Feng May keluar setelah mengalahkan 10 orang tersebut, ia keluar dan seorang tetua mengumumkan hasilnya.
“Feng May nilai 10 ribu,” teriaknya.
“Wahhh gadis itu berhasil memecahkan rekor. Tahun lalu saja tidak sampai 5 ribu nilainya,” ucap seorang murid.
Ketua perguruan tersenyum melihat hasil yang perlihatkan oleh Feng May. Sedangkan Feng May saat ini sudah dirubungi oleh banyaj orang yang mengucapkan selamat padanya karena telah berhasil melampaui murid-murid tahun lalu.
“Mungkin gadis ini yang akan membangkitkan akademi Langit seperti masa kejayaan akademi ini pada 100 tahun lalu,” gumamnya sambil menatap kearah Feng May.
✨✨✨
“Kau akan tinggal disini selama menjadi murid dalam perguruan puncak rintik,” ucap seorang murid yang ditunjuk untuk menunjukkan tempat tinggal Feng May.
“Ya terima kasih!” ucap Feng May.
“Kalau begitu aku pergi dulu!” pamitnya dan Feng May menganggukkan kepala.
Jurus tubuh pedang adalah jurus yang dapat memperkuat pertahanan diri penggunanya dan juga jurus ini tidak memiliki efek samping sama sekali. Saat Feng May fokus melatih jurus bintang pembunuh ia tanpa sengaja merobohkan rumah tempat tinggalnya.
“Latihan macam apa yang dilakukan oleh gadis itu sampai bisa merobohkan fondasi rumah yang kokoh ini?” ucap salah seorang murid.
“Uhuk ... Uhuk ... Maafkan aku tidak sengaja merusak rumahnya saat berlatih,” ucap Feng May.
“Tidak apa-apa nona Feng! Mari ikut saya untuk menemui peserta pertandingan besok,” ucap seorang murid laki-laki yang menjemput Feng May.
Didalam sebuah ruangan sudah ada sekitar 8 orang dan ditambah dengan Feng May dan murid yang menjemputnya tadi menjadi 10 orang. Feng May duduk di tempat yang masih kosong.
“Baik karna semua sudah berkumpul saat ini aku akan mengatakan bahwa target kita adalah 100 teratas karna sangat mustahil untuk mencapai peringkat 50 teratas,” ucap pemimpin kelompok tersebut.
Feng May hanya memperhatikan saja setiap rencana yang sudah mereka rencanakan. Setelah sekian lama rapat tersebut diadakan, akhirnya rapat tersebut selesai dan semuanya kembali kerumah masing-masing.
Keesokan harinya semua murid berkumpul diarea yang digunakan untuk pertandingan. Seluruh murid dari semua perguruan didalam akademi Langit berkumpul dan ada beberapa yang saling memberikan tatapan tajam satu sama lain. Feng May memperhatikan dengan seksama keadaan sekitar, ia melihat banyak murid akademi yang menatap remeh kepada murid perguruan puncak rintik.
Kemudian beberapa lembaran berterbangan menuju kearah murid-murid yang akan saling bertarung. Feng May menatap kertas digenggaman tangannya, jelas tertulis disana namanya dengan nama seseorang yaitu Yu yu dari perguruan baja.
“Perguruan baja?” gumam Feng May.
“Siapa yang akan berhadapan dengan anda nona Feng?” tanya rekan Feng May.
Feng May pun menunjukkan kertas yang digenggamnya. Rekan Feng May terkejut.
“Bagaimana bisa baru awal bertanding anda sudah mendapatkan musuh yang lumayan berat,” ucapnya.
“Tidak usah berbicara formal dengan ku! Anda bisa memanggil ku May’er. Dan memangnya siapa Yu yu dari perguruan baja itu?” tanya Feng May.
“Dia adalah murid yang menduduki peringkat ke-209 dipapan peringkat murid dalam akademi Langit. Dia termasuk orang yang kuat dan dia juga memiliki senjata spiritual tingkat rendah,” jelasnya dan Feng May hanya manggut-manggut saja mendengar penjelasan tersebut.
“Anda harus berhati-hati saat berhadapan dengannya karena ku dengar dja memiliki jurus ilusi dan membela diri,” ucap rekannya yang lain.
“Tentu terima kasih atas peringatannya,” ucapnya sambil tersenyum.
“Sama-sama May’er,” ucapnya sambil tersenyum.
Tak lama kemudian pertandingan dimulai. Feng May maju kedepan dan berhadapan dengan seorang pria besar yang membawa sebuah senjata spiritual tingkat rendah. Pria itu meremehkan Feng May, dia menganggap Feng May sangat lemah. Karena tingkatkan pelatihannya rendah dan juga dia seorang perempuan.
“Orang ini sepertinya belum pernah terluka karena senjata yang dia miliki. Kalah pun pasti tidak ada yang bisa melukainya karena armor yang dipakainya ditambah dengan kekuatan spiritual yang dia alirkan kearmor yang dia kenakan!” gumamnya melihat lawan didepannya.
Feng May sama sekali tidak suka dengan tatapan meremehkan dari lawannya tersebut. Baginya orang ini tidak pantas membuatnya menggunakan tenaga spiritual. Setalah wasit mengumumkan pertandingan dimulai orang itu mulai menyerang dengan membuat Feng May sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.
“Pasti sulit bagi gadis itu untuk menang karena lawannya mempunyai jurus yang membuat musuhnya tidak dapat bergerak. Feng May melihat kakinya yang sulit digerakkan seperti dilem dipermukaan tanah. Musuh Feng May menyerang Feng May dengan menggunakan senjatanya dan Feng May memotong senjata itu dengan tangan kosong.
Karena tubuh pedang yang dilatih oleh Feng May membuat tubuhnya menjadi setajam pedang dan ia bisa memotong senjata spiritual bahkan mungkin kelas raja jika jurus tubuh pedang miliknya terus naik tingkat.