Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Kota Hijau 3



Setelah beberapa saat datang 3 orang pemuda yang merupakan bangsawan dikota hijau dan juga ada 2 orang anggota kerajaan Langit datang ke kota Hijau.


"Sepertinya akan ada harta karun ditempat ini sampai anggota kerajaan Langit datang ke tempat lelang," gumam Feng May dalam hati sambil tersenyum tipis.


"Kakak May'er bagaimana jika salah satu dari kami menginginkan sesuatu namun kakak tidak bisa mendapatkannya?" tanya Kui Fey.


Feng May memandang kearah gadis itu dan kemudian tersenyum miring.


"Kalau begitu kita curi saja dari tangan orang itu," jawab Feng May singkat.


Ketiga anak yang bersama Feng May serempak menepuk jidat mereka.


"Lalu kak bagaimana cara kita membeli barang-barang yang sangat maha sedangkan yang yang kita miliki kemungkinan tidak cukup," ucap Yu Tu.


"Oh iya aku lupa," ucap Feng May sambil nyengir kuda.


Ketiga anak itu menatap Feng May datar.


"Kita jual saja pil darah yang masih tersisa didalam ruang dimensi," ucap Feng May.


Yu Tu mengeluarkan pil darah dan memberikannya kepada Feng May. Feng May menerimanya kemudian berdiri dari duduknya.


"Kalian bertiga tunggulah disini jangan pergi kemana-mana," ucap Feng May yang diangguki oleh Yu Tu dan 2 Kui bersaudara.


Feng May berjalan kearah seorang paman yang duduk dibalik meja besar.


"Permisi paman aku ingin menjual barang," ucap Feng May sopan.


Orang itu memandang kearah Feng May kemudian duduk tegak.


"Apa yang ingin kau jual nona?" tanya paman itu dengan ramah.


"Aku ingin menjual pil darah level 3," ucap Feng May.


"Apa pil obat level 3?!" teriak paman itu membuat Feng May terkejut dan mengerjap-ngerjap aneh kearah paman tersebut.


Semua pengunjung yang menghadiri lelang menoleh kearah suara.


"Wah luar biasa aku tidak menyangka bahwa di kota kita akan kedatangan seorang alkimia level 3,"


"Benar sekali tapi pasti alkimia itu sombong! Karena yang aku tahu alkimia sangat sulit didekati apalagi yang sudah level 3 seperti orang itu,"


"Nona apa anda ingin menjual pil obat level 3?" tanya seorang wanita.


Feng May menoleh dan memandang kearah wanita itu sebenar kemudian kembali kearah depan. Wanita itu kesal karena diabaikan oleh Feng May.


"Apa kau tidak dengar nona ku sedang bertanya dengan mu orang miskin," teriak pengawal pribadi wanita itu.


Feng May sama sekali tidak menanggapi dan hanya fokus pada apa saja yang ada di dinding ruang itu.


Sebelum pemuda itu berteriak lagi wanita itu sudah menghentikannya dengan gerakan tangannya.


"Nona apa kau bisa memberikan pil darah itu kepada ku? Aku akan membayar sebanyak 500 koin emas," ucap wanita itu.


"Nona Nalan bagaimana bisa anda merebut pelanggan yang ingin melelang pil obatnya kepada pelelangan ini?" tanya pemilik rumah lelang.


"Tuan besar Xie bagaimana bisa anda mengatakan hal itu? Aku memang sangat memerlukan pil obat itu dan aku tidak ingin bersaing dengan siapapun," ucap wanita yang dipanggil nona Nalan tersebut.


"Tuan Xie sebaiknya kita bicara berdua saja," ucap Feng May kemudian berdiri dan berjalan kearah tuan besar Xie.


Saat pembicaraan masih berlangsung datang seorang pemuda dengan seorang anak gadis kecil.


"Ayah," panggil gadis kecil itu.


Feng May menoleh kearahnya dan penglihatannya sedikit melebar memang saat ia sudah memasuki energi internal tingkat bakat dan ia memiliki tingkat kepekaan yang tinggi terhadap bakat-bakat langkah yang dimiliki oleh seseorang.


Tuan Xie menghampiri putri dan putranya.


"Apa yang kau lakukan kemari nak?" tanya tuan Xie lembut.


"Aku merindukan ayah," ucap gadis kecil itu.


Kemudian tuan Xie menggendong gadis kecil itu dan membawa putranya untuk menemui Feng May.


"Ah nona maaf mereka adalah anak-anak ku," ucap tuan besar Xie.


"Dia...," belum selesai Feng May berucap namun sudah terpotong oleh perkataan dari pemuda dissamping tuan besar Xie.


"Dia adalah adikku dan memang dari lahir ia tidak memiliki bakat," ucapnya sambil mengepalkan tangan menahan amarah.


"Pasti ia ingin menghina adikku jika tahu bahwa adikku adalah orang yang lemah. Jika ia berani melontarkan kata-kata yang buruk untuk adikku aku akan langsung menamparnya," batin Xie Rui.


"Kemarilah nak," panggil Feng May.


Awalnya gadis kecil itu takut namun sang ayah menganggukkan kepalanya kepada putrinya. Akhirnya gadis kecil itu menghampiri Feng May. Feng May mengelus kepala gadis itu.


"Hanya orang bodoh yang mengatakan bahwa kau tidak memiliki bakat sama sekali," ucap Feng May yang mengejutkan tuan besar Xie dan Xie Rui.


"Ap… apa putriku memiliki bakat yang luar biasa nona?" tanya tuan besar Xie.


"Aku akan membantu untuk membangkitkan garis darah Keluarga nya dulu dan kalian harus menyembunyikan gadis kecil ini baik-baik sebelum ia benar-benar mampu melindungi seluruh keluarga Xie," ucap Feng May kemudian ia muai berfokus pada aliran dantian gadis kecil itu.


Tuan besar Xie dan Xie Rui menganggukkan kepala mereka serempak bahkan aura kebahagiaan muncul diwajah mereka.


2 jam kemudian…


Feng May telah membuka matanya dan dengan segera memasang formasi peredam diseluruh ruang itu. Setelah beberapa saat terjadi ledakan akibat terobosan yang terjadi pada gadis kecil itu.


Feng May menghembuskan nafas panjang.


"Untuk sementara sebaiknya kau beli pil darah ini dengan harga 100 koin emas dan juga lelangkan kertas formasi ini untukku," ucap Feng May.


"Ah no... nona bukankah itu terlalu murah untuk harga sebuah pil obat?" tanya tuan muda Xie.


"Tidak masalah aku tahu bahwa pil ini berguna untuk putri tuan Xie lalu juga pil ini dapat meningkatkan pelatihan tuan muda Xie. Dan harga yang ku sebutkan itu karena aku menyukai putri mu," ucap Feng May.


"Kalau begitu terima kasih nona dan aku akan melelang kertas jimat ini juga rumah lelang ku tidak akan mengambil sepeser pun dari hasil penjualan kertas jimat ini nona. Sekali lagi terima kasih," ucap tuan besar Xie.


"Yah nona saya juga mengucapkan terima kasih yang sangat besar kepada anda," ucap tuan muda Xie.


"Kalau begitu aku pergi dulu dan aku akan kembali saat pelelangan telah selesai," ucap Feng May yang kemudian diangguki oleh tuan besar dan tuan muda Xie.


Bahkan tuan besar dan tuan muda membungkukkan badan mereka kepada Feng May.


Feng May berjalan kearah kursinya dan duduk disebelah Yu Tu. Yu Tu dan Kui bersaudara memandang kearah Feng May yang sangat nampak kelelahan.


"Jika ada barang yang kalian inginkan tawarlah lalu jika ada yang diinginkan oleh Jie Yu bantu dia menawarnya," ucap Feng May yang diangguki oleh 3 pasang mata yang menatapnya.