
"Aku tidak meragukan kemampuan mu tapi, akan sangat berbahaya jika kau menjalankan misi sendirian! Bagaimana jika kau terluka?" ucap ketua perguruan dengan cemas.
"Aku akan baik-baik saja nyonya! Aku hanya ingin segera mendapatkan poin! Jadi aku akan langsung menjalankan misi!" ungkap Feng May dengan senyum manis seolah mengatakan agar wanita dihadapannya tidak mengkhawatirkannya.
Ketua perguruan memandang kearah Feng May.
"Baiklah! tunggu sebentar!" ucap wanita tua tersebut sambil berdiri dan melangkah menuju kearah mejanya.
Ia mengambil sebuah buku dan kemudian kembali duduk dihadapan Feng May.
"Nah! pilihlah misi yang ingin kau jalani. Maksimal misi yang bisa dijalani oleh murid batu adalah 2 misi," ucap ketua perguruan puncak rintik.
Feng May menganggukan kepalanya dan mulai memilih misi yang akan dijalaninya.
"Pilihlah itu! Misi mencari daun bambu kabut di dataran petir hitam," ucap naga hitam dipikiran Feng May.
Feng May melihat misi yang dipilih oleh naga hitam kemudian ia menunjuknya.
"Aku pilih misi ini! Lalu aku juga memilih ini," ucap Feng May sambil menunjuk misi yang kedua yang mengambil mana core kera emas.
Ketua perguruan terkejut dengan pilihan Feng May. Ia kemudian menatap kearah Feng May.
"Pilihlah misi yang lainnya. Misi itu hanya akan membuatmu mengantar nyawa dengan sukarela," ucapnya kepada Feng May.
Feng May menggelengkan kepalanya.
"Aku tetap ingin mengambil misi ini!" ucap Feng May tegas.
"Kalau begitu baiklah! Tapi kau harus menjalani tes dan juga jurus-jurus yang ada di perpustakaan untuk meningkatkan kemampuan bertarungmu!" ucapnya dengan pandangan tegas.
"Tidak masalah!" jawab Feng May.
Ketua perguruan puncak rintik menghela nafas panjang. Ia kemudian menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu sekarang ikutlah denganku!" ucap wanita itu sambil berdiri dan melangkah keluar dari pondoknya.
Feng May hanya mengikuti langkah wanita itu dibelakangnya.
***
Dibelakang perguruan puncak rintik terdapat sebuah gunung yang menjulang tinggi dan menjadi sumber daya dari perguruan puncak rintik. Dibagian dalam gunung tersebut terdapat tanaman herbal, hewan buast dan juga sebuah goa mineral yang digunakan untuk pertambangan dan menambah penghasilan dari akademi Langit juga kerajaan Langit.
"Apa yang akan kita lakukan disini, nyonya?" tanya Feng May.
"Aku ingin kau mengambil tanaman herbal atau apapun yang kau butuhkan untuk bekal perjalanan ku nanti," ucapnya.
"Apa semua yang akan menjalankan misi juga mendapatkan ijin seperti ku?" tanya Feng May.
"Itu tergantung disetiap perguruan! Jika diperguruan puncak rintik aku mengijinkannya. Dan lagi hal ini akan membuat murid-murid dipuncak rintik tambah semangat!" jawab ketua perguruan.
"Lalu kenapa saat pembukaan murid baru hal ini tidak disebutkan?" tanya Feng May.
"Jika aku mengatakannya maka murid itu hanya menginginkan sumber daya yang dimiliki oleh puncak rintik bukan karna memang ingin menambah wawasan diperguruan ini," jawab ketua perguruan.
Feng May mengangguk-anggukan kepalanya.
"Nah sekarang pilihlah!" ucap ketua perguruan kepada Feng May.
Feng May menganggukan kepalanya dan berjalan menyusuri hutan tersebut. Ia mengambil beberapa tanaman herbal yang ditunjuk oleh Yu Tu, Kui bersaudara, Jie Yu dan juga sepasang naga.
Setelah selesai ia kembali ketempat ketua perguruan berdiri. Ketua perguruan melihat apa saja yang diambil oleh Feng May, ia mengernyitkan dahi bingung. Melihat hal itu membuat Feng May penasaran.
"Ada apa?" tanyanya.
"Tidak apa-apa! aku hanya heran saja. Kenapa yang kau ambil hanya tanaman herbal yang kurang berguna menurut ku," ucapnya.
"Tenangkan dirimu duku istriku!" ucap naga hitam menenangkan.
"Kalian diamlah! jangan ikut-ikutan berteriak!" ucap Yu Tu memperingati Jie Yu yang hendak buka suara.
"Selain kita tidak ada yang tahu akan kegunaan tanaman herbal tersebut! Dan juga tidak ada yang bisa mengelolanya. Itulah alasannya kenapa tanaman ini tidak berguna," ucap Yu Tu dipikiran Feng May.
Feng May hanya menganggukkan kepalanya mengerti penjelasan dari Yu Tu.
"Tidak apa-apa ketua perguruan! Aku bisa mengelolanya!" ucap Feng May dengan nada penuh keyakinan.
"ah jika seperti itu maka tidak masalah! Kau bisa membawanya dan besok kau kembalilah kesini untuk menjalani tes yang akan aku berikan," ucap ketua perguruan.
Feng May membungkuk sedikit memberi hormat. Kemudian ia berjalan keluar dari pondok ketua perguruan dan kembali ke tempat tinggalnya.
***
Feng May langsung masuk kedalam ruang dimensi dan langsung menuju ketempat pembuatan pil bersama dengan Yu Tu dan sepasang naga.
"Bagaimana cara mengolah tanaman herbal ini?" tanya Feng May.
"Kau tidak usah memusingkan hal itu! kau fokuslah membuat pil obat untuk mu dan Yu Tu akan langsung menyiapkan bekal untuk perjalanan misi mu," ucap naga emas.
"Lalu apa yang akan kalian lakukan dengan tanaman herbal ini?" kembali Feng May bertanya sambil menunjuk tanaman herbal dihadapannya.
"Itu akan jadi urusan kami kak! Kami akan langsung memakannya dan memurnikannya langsung!" jawab Yu Tu.
"Apa itu akan baik-baik saja untuk kalian?" tanya Feng May.
"Itu akan baik-baik saja untuk kami! karena kami memiliki kekuatan dan cara yang tidak akan bisa dipahami oleh kalian ras manusia!" ucap naga hitam.
"Kalau begitu terserah kalian saja! Aku akan memfokuskan diri membuat pil obat setelah itu aku akan beristirahat sebentar!" ucap Feng May yang diangguki oleh 3 mahkluk dihadapannya.
Mereka semua pergi meninggalkan Feng May yang sudah mulai fokus membuat pil obat.
***
Keesokan harinya Feng May sudah dalam perjalanan menuju pondok ketua perguruan. Ia berjalan dari arah tempat tinggalnya sampai dipondok ketua perguruan.
"Aneh kenapa jalannya sepertinya berbeda dengan yang aku lalui kemaren?" ucap Feng May heran.
"Coba kau lihat dengan baik!" ucap naga emas.
Feng May memperhatikan setiap sudut jalan disekitarnya.
"Ah sepertinya perjalanan ku menuju pondok ketua perguruan adalah ujiannya!" ucap Feng May setelah menemukan kejanggalan.
"Lalu apa yang akan kakak lakukan?" tanya Yu Tu.
"Aku akan beristirahat sebentar! Sambil mencari titik abstrak formasi ini!" ucap Feng May sambil kemudian duduk bersila.
***
Disisi lain ketua perguruan sedang melihat apa yang tengah dilakukan oleh Feng May.
"Sepertinya gadis ini sudah tahu bahwa jalan yang dia lalui adalah sebuah formasi yang akan menguji tekadnya!" ucap ketua perguruan.
"Apa yang kau lakukan pada gadis kecil itu hmm?" tanya ketua akademi.
"Aku sedang menguji tekad gadis kecil itu!" jawabnya sambil menunjuk kearah layar yang menampilkan gambar Feng May.
"Apa yang dilakukan gadis kecil itu?" tanya ketua akademi.
"Kau tahu! kemarin dia datang kemari dan meminta misi untuk ia jalani," ucapnya kepada sang suami.