
"Kalian baik-baiklah disini! Yu Tu kau beri mereka sebuah buku jurus untuk berlatih dan meningkatkan kekuatan mereka berdua! Jika ada kesempatan aku akan membantu mereka membangkitkan kekuatan darah mereka lebih cepat!" ucap Feng May.
"Memangnya hal seperti itu bisa dipercepat pembangkitannya?" tanya Kui Fei.
"Bisa dengan cara akupuntur Meridian dan memaksanya untuk menyebar ke seluruh anggota tubuh dan mempercepat proses pembangkitan namun hal itu hanya mempercepat tidak langsung membangkitkan kekuatan garis darah dalam ras seseorang," jelas Feng May.
"Setelah melakukan akupuntur dan membuka Meridian kalian maka kalian harus bekerja sangat keras untuk menjadi kuat dan juga fisik kalian akan berada ditingkatan yang setara dengan ahli bela diri misterius," ucap Feng May lagi.
"Kalian mengertikan dengan penjelasan ku?" tanya Feng May dan langsung diangguki oleh ke-2 anak kucing tersebut.
"Bagus! kalau begitu aku akan kembali kedalam hutan Yeonjie dan melanjutkan perjalanan ku," ucap Feng May kemudian menghilang dari dalam ruang dimensi.
"Kalian ber-2 ikutlah dengan ku," ajak Yu Tu yang telah diberi kepercayaan 9leh Feng May untuk memberi petunjuk kepada mereka.
Mereka ber-2 mengikuti langkah Yu Tu yang kemudian berhenti didepan sebuah bangunan yang lumayan namun tidak cukup besar.
"Ini apa?" tanya Kui Fei.
"Ini adalah perpustakaan ruang dimensi," jawab Yu Tu.
"Yo ikutlah dengan ku untuk mencari buku jurus yang cocok untuk kalian ber-2," ajak Yu Tu.
Mereka memasuki area perpustakaan yang sama sekali tidak ada buku satupun.
"Ini perpustakaan kan?," tanya Kui Ling.
"Iya!" jawab Yu Tu.
"Lalu kenapa tidak ada buku sama sekali saat aku memandang ke sekeliling hanya ada ruangan kosong dengan sebuah kotak kecil ditengah," ucap Kui Ling.
"Kalian akan mendapatkan buku yang sesuai atribut kalian dengan meletakkan telapak tangan kalian dikotak tersebut dan kotak itu akan memindai atribut kalian kemudian mengeluarkan buku jurus bela diri yang cocok dengan atribut kalian," jelas Yu Tu.
"Nah kalau begitu mulailah sekarang," ucap Yu Tu.
Didalam hutan Yeonjie…
Feng May masih tetap berjalan dan menelusuri semua tempat didalam hutan Yeonjie. Sampai akhirnya ia berhenti disebuah tempat terdalam dihutan Yeonjie.
"Sepertinya ini adalah bagian terdalam di hutan Yeonjie," gumam Feng May sambil mengamati sekitarnya.
Feng May masih berdiri diam ditempatnya.
"Sepertinya tempat ini terdapat sebuah pelindung transparan," ucap Feng May.
Ia masih mengamati sekitarnya dan mencari kunci untuk membuka pelindung transparan tersebut. Feng May berjalan-jalan disekitar pelindung tersebut sampai akhirnya ia berhenti dihadapan batu dengan tulisan kuno.
"Apa mungkin ini adalah kunci untuk membuka pelindung transparan ini?" tanya Feng May dengan bergumam.
Ia mencoba membaca bahasa kuno tersebut dan menerjemahkannya dengan perlahan da terus membaca ulang kembali sampai ia benar-benar yakin akan kalimat terjemahan yang diucapkannya.
"Kalimat kuno ini ternyata adalah sebuah teka teki yang harus aku tebak dengan benar," gumam Feng May setelah mengamati tulisan kuno tersebut.
Feng May masih mengamati sambil berfikir jawaban yang tepat untuk teka teki tersebut. Sampai akhirnya ada 1 kalimat yang terpikirkan di dalam akalnya.
"Sepertinya ini adalah pintu masuknya," ucap Feng May sambil melangkah masuk kedalam hutan Yeonjie bagian dalam.
Setelah Feng May masuk kedalam hutan tersebut banyak hewan beast yang memandang heran kearah Feng May, bahkan ada yang secara terang-terangan berjalan mendekati Feng May dan mengendus baunya.
Feng May hanya diam mematung ia bahkan sampai sempat lupa untuk bernafas saat hewan beast tersebut mengendus-endus bau tubuhnya.
"Siapa kau? dan apa tujuan mu masuk kedalam hutan Yeonjie dan bahkan kau dapat memecahkan teka-teki bahasa kuno yang ada didepan pintu masuk hutan ini?" tanyanya tanpa memberi Feng May untuk menjawab pertanyaannya.
"Aku kesini untuk mencari hewan beast sebagai partner dan aku tidak memiliki niat lain selain itu," ucap Feng May.
"Siapa namamu?" tanya salah satu hewan beast.
"Ah namaku Feng May," jawabnya.
"Apa hanya itu tujuan mu?" tanya hewan beast itu lagi.
Dan Feng May menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kalau begitu pilihlah 1 beast yang ingin kau ajak sebagai partner mu," ucap beast tersebut.
Feng May memandang kearah seluruh hewan beast yang sudah berkumpul dan menatap kearahnya.
"Siapapun diantara kalian jika memang ingin menjalin kontrak dengan ku maka maju lah," ucap Feng May tegas.
Awalnya tidak ada yang maju kedepan untuk memenuhi panggilan Feng May, sampai beberapa saat kemudian seekor harimau kecil maju kehadapan Feng May.
Feng May dan hewan kecil tersebut saling pandang beberapa saat. Mungkin seluruh hewan beast ditempat itu membatin bahwa mungkin Feng May akan pergi tanpa menghiraukan harimau kecil tersebut.
Namun diluar dugaan Feng May mengangkat tubuh harimau kecil itu sampai berhadapan dengan wajahnya.
"Apa kau ingin menjadi partner ku Hay harimau kecil?" tanya Feng May sambil tersenyum kearah harimau kecil tersebut.
Harimau yang berwarna putih dengan garis hitam tersebut tersenyum dan menganggukkan kepalanya dihadapan Feng May. Feng May balas tersenyum melihat harimau kecil itu begitu antusias dengannya.
"Kalau begitu aku akan membawa harimau kecil ini bersama ku dan menjadikannya sebagai partner ku," ucap Feng May.
"Tapi ia sangatlah kecil dan aku yakin bahwa ia hanya akan menjadi beban untuk mu," ucap beast yang telah memberinya izin untuk memilih hewan beast.
"Aku tidak masalah ia masih kecil jadi ia memiliki kesempatan besar untuk berkembang lebih pesat dengan aku disampingnya sebagai teman dan saudaranya," ucap Feng May dengan yakin.
"Kalau begitu baiklah! Kau bisa membawanya pergi dari sini," ucap hewan beast itu sambil berbalik dan pergi.
"Cih! sangat cocok mereka sama-sama tidak berguna! Yang satu manusia dengan tanpa kekuatan spiritual dan yang satu lagi hewan beast yang sama sekali tidak dapat memadatkan mana core nya," ucap seekor hewan beast rubah.
Feng May memandangnya dengan pandangan tidak suka dan raut wajah Feng May tidak luput dari penglihatan sang harimau kecil. Harimau itu juga mendengar kata-kata dari rubah tersebut dan ia tidak suka jika ada yang menghina Feng May.
Harimau kecil itu seperti memiliki ikatan batin dengan Feng May sehingga mereka merasa bahwa mereka adalah partner yang sangat serasi seolah mereka telah kenal satu sama lain dalam waktu yang lama.
"Aku tidak suka kata-kata mu yang sangat tidak berpendidikan! Meskipun kau hanya hewan beast seharusnya kau tidak menghina satu ras mu," ucap Feng May dengan sorot mata tajam.