
Harimau kecil itu seperti memiliki ikatan batin dengan Feng May sehingga mereka merasa bahwa mereka adalah partner yang sangat serasi seolah mereka telah kenal satu sama lain dalam waktu yang lama.
"Aku tidak suka kata-kata mu yang sangat tidak berpendidikan! Meskipun kau hanya hewan beast seharusnya kau tidak menghina satu ras mu," ucap Feng May dengan sorot mata tajam.
"Cih! aku tidak perlu penilaian dari manusia lemah seperti mu," ucap rubah itu dengan angkuh.
"Aku tidak suka dengan mu!" ucap harimau kecil dengan logat anak-anak sambil menunjukkan wajah tidak suka kepada rubah tersebut.
"Cih! aku tidak butuh kau untuk menilai ku dasar harimau lemah," ucap rubah dengan angkuh.
"Kalau begitu jadilah rubah biasa dan jangan pernah berharap untuk menjadi seekor beast legendaris," ucap harimau kecil dengan sorot mata yang tak kalah tajam seperti tatapan Feng May.
Setelahnya Feng May membawa harimau kecil itu pergi keluar dari dalam bagian terdalam hutan Yeonjie. Dan saat mereka akan melewati pintu keluar harimau kecil tersebut menunjuk beast rubah dengan cakarnya dan rubah tersebut langsung mematung ditempatnya, lama kelamaan tubuh rubah tersebut ambruk dan seolah jiwanya telah keluar dari dalam raganya.
"Sepertinya harimau kecil itu bukan hanya sekedar harimau mau biasa yang tersesat kemari! Dan juga ia sepertinya memiliki kontak batin dengan gadis manusia tersebut," ucap salah satu beast yang sepertinya adalah pemimpin para beast legendaris.
"Ah untung saja bukan aku yang menyinggung anak manusia dan anak harimau itu," ucap salah satu beast dan diangguki oleh beast yang lain.
Disisi lain…
"Hey harimau kecil beritahu aku siapa namamu hmm?," tanya Feng May sambil tersenyum dan memeluk harimau kecil tersebut.
"Master bisa memanggil ku siapa saja terserah master," ucap harimau kecil tersebut sambil tersenyum senang dipeluk oleh Feng May.
"Jangan memanggilku master panggil aku kakak saja. Lalu aku akan memberimu nama hmm… bagaimana kalau Jie Yu. Jie mengambil dari kata Yeonjie," ucap Feng May.
"Yuu," teriak harimau kecil dengan gembira.
"Baiklah kalau begitu nama mu adalah Jie Yu," ucap Feng May.
Mereka melanjutkan perjalanan kembali kekediaman milik Zou Jing.
Didalam ruang dimensi…
"Kenapa dia membawa anak harimau itu? Sepertinya harimau kecil itu sama sekali belum mampu untuk membentuk mana core dalam dirinya," ucap Kui Ling.
"Benar apa yang dikatakan oleh kakak," ucap Kui Fey menyetujui perkataan kakaknya.
"Kakak membawa harimau kecil tersebut karena harimau itu memiliki ketulusan yang melebihi semua hewan beast legendaris di dalam inti hutan Yeonjie tersebut. Lalu hewan dibawa oleh kakak sepertinya bukan hewan beast sembarangan," ucap Yu Tu yang selalu mendukung apapun keputusan Feng May.
"Sepertinya kau sangat setia dengan tuan mu itu," ucap Kui Ling.
"Hmm karena dia adalah satu-satunya yang menganggap bahwa aku adalah adiknya. Sebelum kakak menjadi pemilik ruang dimensi yang menjadi peninggalan neneknya yang merupakan tuan ku sebelum semua yang memiliki ruang dimensi ini hanya menganggap ku sebagai pelayan bahkan ada yang menganggap ku sebagai budak. Dan dia adalah satu-satunya yang menganggap ku sebagai keluarga," ucap Yu Tu.
Kui Ling dan Kui Fey diam mendengar kata-kata dari Yu Tu. Sebelum ayah mereka yaitu Kui Jing meninggal semua orang di suku ras kucing kuno memperlakukan mereka layaknya dewa yang harus dituruti semua keinginannya.
Namun ketika ayahnya meninggal seluruh orang di ras kucing kuno memalingkan wajah mereka bahkan ada yang secara terang-terangan memperlakukan mereka layaknya pengemis. Dan Feng May adalah satu-satunya orang yang membantu mereka bahkan melindungi mereka berdua setelah ibunya meninggal dunia.
Di kota Hijau…
"Jie Yu kita akan beristirahat di kota ini selama semalam kemudian melanjutkan perjalanan menuju kekaisaran Langit," ucap Feng May yang mendapat anggukan dari Jie Yu.
"Kalau begitu kita makan terlebih dahulu di restoran ini," ucap Feng May sambil memasuki restoran disisi sebelah kanannya.
"Selamat datang nona dikedai restoran kami," sambut pelayan restoran dengan ramah kepada Feng May.
Feng May hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian ia berjalan kearah kursi kosong yang ada didekat jendela.
"Apa yang nona inginkan?" tanya pelayan tersebut masih dengan tersenyum ramah.
"Aku ingin makanan yang paling diminati direstoran ini dan juga berikan daging segar yang enak untuk teman kecil ku ini," ucap Feng May.
"Baiklah kalau begitu silahkan nona menunggu sebentar," ucap pelayan itu sambil menunduk hormat dan meninggalkan tempat duduk Feng May.
Setelah beberapa saat makanan yang dipesan oleh Feng May telah sampai dan Feng May memberikan daging yang dibagikan pelayan tadi kehadapan Jie Yu.
"Jie Yu makanlah makanan ini," ucap Feng May.
Jie Yu tersenyum dan dengan lahap memakan daging yang disodorkan oleh Feng May.
Feng May memakan makanannya dengan tenang tanpa memperhatikan apapun selain makanannya.
Kemudian datang sekelompok orang berbadan besar kedalam restoran tersebut dan membuat kegaduhan. Feng May hanya melirik sekilas tanpa minat ikut campur.
Prinsipnya selama ia tidak diganggu maka ia tidak akan membuat orang itu memohon ditelapak kakinya.
"Heh! Aku menginginkan tempat ini jadi kau pergilah dari sini dan cari tempat duduk lainnya," ujar seorang pria yang memungkinan adalah pemimpin kelompok perusuh tersebut.
Feng May hanya meliriknya sekilas tanpa berniat menjawab atau pergi dari tempat duduknya, begitupun dengan Jie Yu yang masih lahap memakan makanannya.
"Heh! apa kau tuli hah?!" teriak orang itu.
"Kasihan sekali gadis itu dia pasti sangat takut sampai tidak bisa bergerak dari tempat duduknya," komentar si A.
"Benar! seandainya saja ada yang mampu membuat kelompok itu jera pasti mereka tidak akan lagi berani membuat rusuh di kota hijau ini," komentar si B.
"Bos sepertinya ia tidak bisa bergerak karena takut dengan mu," ucap anak buahnya dan kemudian seluruh orang-orang perusuh itu tertawa.
"Kulihat wajah mu sangat cantik dan kulit mu juga bersih bersinar. Bagaimana kalau kau menyenangkan diriku hah?! Hahahaha," ucap ketua kelompok itu.
Tangannya sudah terulur ingin membelai Feng May dan dengan sigap Feng May melemparkan piring makanannya kearah orang itu dan tepat mengenai wajahnya.
(Yah udah jelek tambah jelek pula kena sisa makanan Feng May 😌)
"Gadis sialan!" teriak orang itu murka.
Ia menggebrak meja Feng May dan membuat makanan di atas meja itu berserakan dilantai, Feng May hanya memandang makanannya dengan datar.