Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Pembangkitan garis darah



"Kakak berlatih saat ia benar-benar ingin dan bisa langsung menembus 2 tingkatan sekaligus bahkan tanpa hambatan apapun ditambah lagi ia akan menembus ketingkat Qi level 1. Sedangkan kita harus bersusah payah dan juga menggunakan bantuan pil obat untuk menembus tingkatan ," ucap Jie Yu yang diangguki setuju oleh Yu Tu.


"Ohh! Ya sudah kalian pergilah beristirahat sekarang didalam ruang dimensi," ucap Feng May dan kemudian Yu Tu membawa Jie Yu masuk kedalam ruang dimensi.


"Seharusnya tingkatan ku sekarang adalah Tahap Qi level 3 namun karena kontrak dengan pasangan naga tersebut kekuatan ku jadi hanya ditingkat energi internal level misterius," batin Feng May.


Feng May berfokus untuk berlatih dan juga mempelajari jurus yang didapatnya dari perpustakaan.


Keesokan harinya...


Feng May bangun dari latihannya dan langsung melangkah keluar dari kamar.


"Ah aku dengar lusa adalah hari pembangkitan fisik, seluruh orang dapat ikut serta dalam hal ini," ucap seorang pelayan yang tengah bergosip.


Feng May yang mendengarnya langsung menemui bibi Zou dan berpamitan pergi ke pasar. Bibi Zou yang sama sekali tidak menaruh curiga pada Feng May terlebih lagi ia mendengar dari Zou Jing bahwa sekarang Feng May dapat beladiri tidak lagi khawatir.


"Pergilah dan berhati-hati kembali sebelum malam mengerti!" ucap bibi Zou yang langsung diangguki oleh Feng May.


Gadis itu pergi kerestoran miliknya. Ia ingin melihat laporan bulanan restoran pemasukan dan pengeluaran restorannya. Ia juga harus memeriksa laporan dari beberapa restorannya yang lain.


Didalam restoran...


Yu Tu, Jie Yu, dan Kui bersaudara keluar dari ruang dimensi dan langsung duduk dimeja dekat jendela, mereka memesan makanan untuk porsi dewasa sebanyak 5 porsi dan tapi mereka mampu menghabiskannya sendiri.


Feng May pun hanya diam saja tanpa protes. Ia pergi ke ruangannya untuk memeriksa laporan pengeluaran restorannya.


"Apakah tidak ada masalah sama sekali tentang restoran atau adakah yang mengeluh tentang sesuatu direstoran ini?" tanya Feng May.


"Tidak ada nona, Namun beberapa kali ada saja yang berpura-pura sebagai penarik pajak dan juga beberapa orang dari kalangan bangsawan berbuat onar," jawab manager restoran.


"Lalu bagaimana kau menanganinya?" tanya Feng May.


"Saya membuat peringatan tegas untuk mereka bahkan saya juga tidak segan mengusir mereka jika berbuat rusuh direstoran ini," jawab manager toko.


"Bagus! Lalu bagaimana dengan pelayanan dari pegawai sendiri?" tanya Feng May tanpa mengalihkan pandangannya dari buku laporan ditangannya.


"Kami melayani semua tamu tanpa pandang bulu nona seperti yang anda inginkan," jawab manager toko.


Feng May hanya mengangguk-angguk kecil menanggapi perkataan manager resto tersebut.


"Hmm kau boleh pergi! aku akan memanggil mu jika butuh sesuatu," ucap Feng May.


"Baik nona," jawab manager restoran.


Malam harinya...


Feng May baru saja menyelesaikan semua laporan dan ia merenggangkan otot-ototnya.


"Ah ternyata sudah malam! Aku harus kembali berlatih dan lusa aku bisa membangkitkan kekuatan fisik atau garis darahku," gumam Feng May.


Ia melangkah keluar ruangan dan mendapati manager resto masih menunggunya.


"Eh kenapa kau masih ada disini?" tanya Feng May.


"Saya menunggu anda nona," ucapnya.


"Kau sudah boleh kembali sekarang ketempat mu," ucap Feng May.


Manager restoran membungkukkan setengah badannya dan kemudian berbalik untuk kembali ketempat tinggalnya. Feng May berjalan dan mendapati Yu Tu dan 3 mahkluk lainnya tertidur diatas meja makan.


"Ah sepertinya mereka menungguku," ucap Feng May.


Kediaman Zou...


Feng May langsung melesat masuk kedalam kamarnya, saat tidak mendapati satu orang pun disekitar halaman kediaman Zou.


"Haaah akhirnya aku bisa kembali juga dan langsung kekamar. Kalau saja tadi ada bibi Zou atau kakak pasti mereka akan menceramahi ku panjang lebar," gumam Feng May setelahnya ia telah masuk ke alam bawah sadarnya.


Keesokan harinya...


Hari ini adalah hari pembangkitan garis darah seluruh anak-anak yang telah berusia diatas 10 tahun dari kerajaan Langit maupun kerajaan yang lain.


Feng May berdiri ditengah-tengah dengan bibi Zou yang mendampingi, sedangkan Zou Jing dan Feng Gu tengah mengawasi dari sisi kanan pilar.


Selain untuk membangkitkan garis keturunan atau kekuatan fisik masing-masing, acara ini juga untuk memilih orang-orang berbakat yang akan masuk kedalam 5 akademi dimasing-masing kerajaan.


"Hah! Kenapa orang lemah itu ada disini?"


"Sepertinya ia akan membangkitkan garis darah dan fisiknya juga,"


"Bukankah ia pernah melakukan ujian ini namun gagal bahkan tidak ada satupun garis darah atau kekuatan fisiknya yang bangkit,"


"Hahahaha sepertinya akan ada pertunjukan bagus,"


Beberapa komentar cemoohan dari orang-orang yang membully Feng May bahkan diantara mereka juga ada yang secara terang-terangan melakukan kekerasan fisik kepada Feng May.


Feng May hanya diam saja mendengar kata-kata mereka. Ia sama sekali tidak peduli dengan kata-kata orang-orang bodoh.


"Heh nona ke-3 Feng kenapa hanya diam saja?" ucap seorang gadis yang datang dengan wajah menghina kearah Feng May.


Feng May sama sekali tidak menanggapi kata-katanya.


"Apa kau tidak dengar apa yang dikatakan oleh nona kami hah?!" teriak pengawal wanita tersebut.


"Kenapa pula aku harus menanggapi gonggongan anjing," ucap Feng May dengan santai.


"Apa kau bilang!!" teriak wanita itu marah kearah Feng May.


Ia bahkan mengangkat tangannya dan juga disekitar tangannya tersebut ada kekuatan spiritual.


"Wah sepertinya nona Mu ini ingin membuat wajah nona ke-3 Feng jadi babak belur ya,"


Feng May berdiri dan mencengkeram kuat tangan nona Mu tersebut. Tatapan mata Feng May menajam bahkan ia menggenggam kuat sampai tangan nona Mu memerah.


"Apa yang kau lakukan lepaskan! Dasar wanita jalang tidak tahu malu," teriak nona Mu.


Feng May makin kuat mencengkeram tangannya dan kemudian...


Krekk...


"Aaaargghhhh," teriakan nona Mu terdengar saat indah ditelinga Feng May.


Bahkan Feng May dengan sengaja menginjak tangan nona Mu yang satunya. Teriak kesakitan nona Mu menjadi musik yang mengalun indah dikedua telinga Feng May.


Feng May mendudukkan dirinya sejajar dengan nona Mu yang tengah jatuh terduduk. Feng May mencengkeram dagu nona Mu dengan kuat untuk menatap kedua bola mata hitam Feng May.


Nona Mu yang melihat mata Feng May menjadi ketakutan, seluruh tubuhnya gemetar bahkan ia mengompol dibaju. Feng May melihat hal itu dan kemudian ia tersenyum sinis dan berdiri dari duduknya.


"Menjijikkan," ucap Feng May kemudian ia melangkah menjauh dari tempat nona Mu saat ini.