Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Harta Karun dunia spirit



Semua pasang mata menatap kearah murid tersebut, "apa?" tanya Zhou Jing.


"Di daerah inti dunia spirit terdapat sebuah formasi ilusi dan seekor hewan besar surgawi, lalu saya juga mendengar bahwa disana terdapat beberapa tingkatan. Juga sebuah menara yang dapat meningkatkan kekuatan seorang pembela diri, bahkan seseorang yang berada di tingkatan Zong dapat meningkat ke tingkat Seng tanpa merasakan hambatan!" ucapnya.


"wahh jika menara itu bisa di bawa pulang maka kita akan mendapatkan banyak keuntungan!"


"Benar! sayang sekali menari itu tidak akan dapat di bawa pergi dari dunia spirit!"


"Jika bisa pun kemampuan menara tersebut pasti menurun!"


Feng May menatap kearah pemuda di sampingnya yang tidak lain adalah Zhi Shen, "Apa mengetahui tentang menara itu juga?" tanyanya yang mendapat anggukan kepala dari pemuda tersebut.


"Kenapa tidak memberitahu ku? Apa menara itu bisa di bawa keluar dari dunia spirit?" tanyanya dan mendapat gelengan kepala dari Zhi Shen. Feng May berdecak melihat gelengan kepala dari pemuda itu.


"Tapi ku dengar menara yang ada di gunung Salju dapat di bawa pergi, dan menara tersebut terdapat api abadi yang dapat membantu meningkatkan kultivasi seorang pendekar bahkan seorang ahli kimia pun akan mendapatkan keuntungan dengan adanya menara tersebut!" ucap Zhi Shen.


Feng May berbinar dengan senyum manis menatap kearah pemuda tersebut, "apa kau bisa membawa ku kesana?" tanyanya.


"Bisa! tapi ku dengar yang bisa datang ke sana hanya sepasang suami istri, jika ada yang datang ke sana dengan status single maka dia akan dipaksa untuk menikah dengan penduduk asli sana!" ucap Zhi Shen dengan wajah serius.


"Ku dengar juga penduduk di sana adalah seorang hyper dan juga memiliki watak yang keras!" lanjutnya serius.


Ekspresi wajah Feng May sudah tidak enak di lihat, dia menelan ludah kasar dan kepalanya menggeleng beberapa kali. Zhi Shen hanya menampilkan senyum smirk tanpa di ketahui oleh siapapun, tentunya kecuali dia dan tuhan.


"Apa tidak ada cara lain untuk datang ke sana tanpa melewati desa dengan penduduk yang kau maksud?" tanya Feng May.


"Tidak ada, karena penduduk desa itu adalah penduduk asli gunung salju!" ucap Zhi Shen serius. Feng May menatap ke arahnya "kau tidak sedang menipu ku kan?" tanyanya.


"Tidak ada!" jawab Zhi Shen tegas. Feng May berdecak mendengarnya "kalau begitu lewat jalan lain saja, tidak ada cogan di sana pasti sangat membosankan!" ucapnya tanpa sadar bahwa wajah lelaki di sebelahnya sudah menggelap dan membuat semua besar tidak ada yang berani mendekat.


"Kau ini berniat mencari menara baozi atau laki-laki tampan hah?!" ucap Zhi Shen.


"Kalau bisa mendapatkan keduanya kenapa hanya bisa memilih salah satu! keduanya itu sama-sama penting tahu!" ucap Feng May.


Zhi Shen berdecak, "apanya yang penting?!" ucapnya ketus.


Feng May berdecak mendengar pertanyaan tidak bermutu dari Zhi Shen, "menara Baozi dapat menambah kecepatan kultivasi dan membantu peningkatan sesorang sedangkan laki-laki tampan bisa menjadi sumber vitamin dan penyemangat!" balasnya.


"Penyemangat apa? bukankah aku juga selalu di sisimu?" ucap Zhi Shen.


"Ck laki-laki tampan itu kan bisa membuat mataku jernih! Kalau kau kan sudah tua dan kadar ketampanan mu sudah menurun!" balas Feng May.


Zhi Shen mengerutkan kening mendengar jawaban dari gadis di sebelahnya tersebut, "Hey bahkan jika aku sudah berusia lebih dari 3000 tahun wajahku akan tetap seperti usia 20 an tahun!" balasnya.


Feng May menatap ke arahnya "berarti kau ini sudah seperti leluhur dong! jadi seharusnya aku memanggilmu leluhur, dan kau tidak cocok dengan ku yang usianya masih belia. Kau mau di panggil pedogil eh salah maksudnya pedofril eh apa sih?" Ucap Feng May dengan kening mengkerut mengingat kata yang ingin diucapkannya.


"Pedofil!" jawab Zhi Shen. Feng May menjentikkan jarinya dan senyum mengembang "ah itu maksudnya! Aku mah disangka pedogil eh pe do fil iya pedogil" Zhi Shen memutar matanya jengah sambil menghela nafas lelah.


"Sebaiknya kau diam saja!" ucapnya sambil berlalu meninggalkan Feng May yang mengembungkan kedua pipinya dengan mata memelototi laki-laki tersebut.


"Tutup matamu atau kau akan kehilangan kedua bola matamu itu!" ucap Zou Jing. Feng May menendang betis laki-laki itu dengan sekuat tenaga setelahnya ia meninggalkannya sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal.