Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Babak penentuan



Pertarungan dilanjutkan sampai menyisakan 500 an orang.


"Pertarungan selanjutnya akan ditentukan oleh juri dan arena akan dipilih sendiri oleh kaisar," ucap pembawa acara.


Kaisar kerajaan Langit memilih arena no.4, kaisar kerajaan Sia memilih arena no.7. Kaisar kerajaan Fu memilih arena no.2, dan kaisar kerajaan Zhang memilih arena no.1.


Juri mulai membagi nomor untuk peserta dari masing-masing kerajaan. Hanya sekitar 20 orang saja yang akan masuk kedalam 4 akademi dimasing-masing kerajaan.


"Karena setiap akademi dari masing-masing wilayah hanya memiliki 5 kuota, maka kalian harus berusaha dengan sungguh-sungguh! Ingat! jangan ada yang saling membunuh. Jika ada diantara kalian dengan sengaja memiliki niat membunuh maka kalian akan langsung didepak keluar dari pertandingan!" ucap salah satu juri disalah satu kerajaan.


Peserta dari masing-masing wilayah kerajaan berada diarena yang telah dipilih oleh kaisar.


"Babak terakhir penentuan adalah 5 orang yang bertahan didalam arena adalah pemenangnya! Mulai!!" ucap juri pertarungan tersebut.


Para pendekar disetiap arena memilih untuk langsung menyerang yang paling kuat lebih dulu secara bersamaan kemudian baru menyingkirkan yang terlemah.


Feng May berdiri dengan tenang ditengah arena tanpa ada yang memperhatikan sama sekali.


"Kadang menguntungkan untuk berpura-pura lemah," batin Feng May sambil tersenyum tipis.


"Ah nona Feng ini beruntung sekali karena tidak ada yang menyerangnya," komentar dari salah seorang penonton dan disorak i oleh penonton yang lain.


"Ah justru berbahaya kalau sampai nona Feng ini bergerak! Bisa-bisa tidak akan ada yang bisa masuk kedalam akademi Langit kalau begitu," gumam kaisar Langit.


Feng May tetap duduk diam sampai akhirnya ada seseorang yang menyerangnya dari sisi kanan kiri dan belakangnya.


"Hanya orang lemah saja aku pun cukup untuk menjatuhkan gadis itu!" ucap seseorang dengan sombong sambil menerjang kearah Feng May.


"Heh! dasar tidak tahu diri!" gumam Feng May.


Feng May menarik tangan seseorang yang telah sampai didekatnya. Kemudian Feng May melempar orang itu sampai mengenai 2 orang lainnya.


Ke-3 orang yang hendak menyerang Feng May keluar dari arena pertarungan.


"Ah sungguh sial sekali ke-3 orang itu! padahal mereka cukup punya kemampuan," ucap wakil dari akademi Langit.


"Tapi bukankah itu sesuatu yang sangat hebat! Ia tidak menggunakan kekuatan spiritual sama sekali, hanya menggunakan tenaga fisik untuk melempar seseorang sampai menjatuhkan 3 orang pendekar sekaligus," ucap wakil dari akademi Fu.


"Yah kau benar! bakat dari gadis kecil itu sangatlah langka! Dia adalah kandidat terbaik diantara jenius yang lain," ucap wakil akademi Langit masih dengan menatap kearah pertarungan diarena.


2 jam lamanya...


Akhirnya dimasing-masing arena telah berdiri 5 orang yang lolos dalam seleksi masuk akademi. Juri dari masing-masing akademi kerajaan menghampiri mereka.


Diarena kerajaan Langit...


"Aku akan mengucapkan selamat untuk kalian hang sudah lolos dalam pertarungan babak terakhir ini! Dan selanjutnya kalian akan kembali mendapatkan ujian dari akademi untuk mengetes apakah kalian pantas masuk kedalam akademi atau tidak!" ucap wakil akademi Langit.


"Lalu setelah kalian lolos tes kalian akan dianggap sebagai murid bagian dalam akademi dan mendapatkan perlindungan serta fasilitas yang tersedia diakademi," lanjutnya.


"Dan didalam akademi akan ada 2 level untuk murid dalam yang belum dipilih sebagai murid pribadi oleh para guru. Yaitu, level atas dan level langit!" ucap wakil akademi Langit tersebut.


"Jika kalian ada pertanyaan kalian bisa menanyakannya sekarang," ucapnya kemudian menjeda beberapa menit.


"Yah kami mengerti!" jawaban serempak dari 5 orang yang lolos tersebut.


Wakil akademi Langit melihat kearah Feng May yang biasa saja dan tidak berniat untuk menanyakan apapun padanya.


"Hmm aku pikir gadis ini akan bertanya apa ia bisa langsung masuk kedalam akademi tanpa mengikuti tes dari akademi karena bakat dan kekuatannya sangatlah langka," batin wakil akademi Langit.


Feng May menatap wakil akademi Langit tersebut karena ia merasa sedang diawasi oleh orang tua tersebut.


"Hahaha menarik sekali bocah kecil ini!" batin wakil akademi Langit sambil tersenyum simpul.


3 hari kemudian...


Masing-masing dari peserta yang lolos dalam ujian sudah berada ditempat yang telah ditentukan oleh perwakilan masing-masing akademi.


"Kalian sudah siap?" tanya wakil akademi Langit.


"Yah! kami siap!" jawab serempak.


Wakil dari akademi Langit dan 5 orang peserta masuk kedalam tempat yang digunakan untuk teleportasi langsung ke akademi Langit. Perjalanan mereka memakan waktu sebanyak 2 jam lamanya sampai akhirnya mereka sampai diwilayah masuk akademi Langit.


"Dari sini kalian akan mendapatkan arahan dari pembimbing senior atau mungkin murid dari guru didalam akademi! Aku akan melihat dari ruangan khusus untuk memantau apakah ada yang bermain curang atau tidak," ucap wakil akademi Langit sambil perlahan-lahan menghilang.


Tak lama kemudian datang seorang gadis dan pria menghampiri mereka.


"Dari sini kalian akan dibimbing oleh kami untuk melewati tes dari akademi!" ucap sang pria.


"Aku tidak menyangka bahwa kerajaan Langit akan meloloskan seseorang yang tidak berguna," ucap sang wanita sambil memandang sinis Feng May.


Feng May yang ditatap sinis pun hanya menampilkan wajah datar dan sama sekali tidak menundukkan wajahnya.


"Kalian ikutlah dengan kami!" ucap sang pria tidak menghiraukan perkataan dari wanita disebelahnya.


Mereka berjalan sampai akhirnya didepan gerbang masuk akademi.


"Disekitar gerbang ini ada sebuah pelindung untuk melewatinya kalian harus menggunakan kekuatan penuh dan juga menggerakkan kekuatan spiritual kalian! Jika beruntung kalian mungkin memiliki elemen yang berlawanan dengan pelindung didepan gerbang iní!" ucap sang pria menjelaskan.


Satu-persatu orang yang ditunjuk oleh senior wanita maju dan mencoba untuk melewati tes tersebut. Sampai akhirnya tiba pada Feng May, namun wanita itu malah langsung lewat tanpa memanggil namanya.


"Penari topeng itu apa mentang-mentang masuk kedalam akademi dengan bakat yang biasa saja sudah berani sombong dihadapan master ku!" ucap naga emas dan diangguki oleh naga hitam.


"Kalian masih hidup ruapanya?" tanya Feng May yang baru saja mendengar suara dari 2 naga tersebut.


"Kau yang sama sekali tidak memanggil kami untuk bertarung," jawab naga emas.


"Aku masih menghadapi cecunguk- cecunguk itu," jawab Feng May sambil melangkah masuk kedalam akademi.


"Sepertinya mereka meninggalkan mu sendirian," ucap naga hitam.


"Kumpulan kecoa itu mana paham istilah orang diam menghanyutkan," ucap Feng May sambil melangkah terus kedalam wilayah akademi.