
Akhir dia menggunakan jurus rahasia milik perguruan samudera biru yang beberapa hari lalu diajarkan oleh gurunya. Jurus itu dapat membuat kultivasi penggunanya meningkat pesat namun efeknya adalah orang yang menggunakan jurus itu akan berkurang umurnya, dan tulangnya akan mengalami korosi sedikit demi sedikit setiap tahunnya.
“kakak hati-hati dia menggunakan jurus hukum kegelapan yang mana akan membuat kultivasinya meningkat pesat!” Ujar Yu Tu dalam pikiran Feng May.
“Bantu aku!” Ucap Feng May kepada Yu Tu dan yang lainnya.
Yu Tu, Jie Yu, Kui bersaudara dan pasangan naga menyalurkan tenaga dalam u tuk Feng May. Pasangan naga hitam dan naga emas keluar lalu membentuk sebuah pelindung dan melindungi Feng May, keduanya juga memancarkan aura yang sangat besar.
“Gunakan jurus yang aku berikan pada Yu Tu untuk mu! Dalam waktu beberapa jam ini gunakan untuk mempelajarinya dan kami akan menghadapi makhluk tidak tahu diri ini!” ucap naga emas dan diangguki oleh Feng May.
Yu Tu segera memberikan sebuah gulungan jurus tingkat suci dan kemudian membantu Feng May mempelajarinya. Feng May mempraktekkan jurus itu dan memahami setiap gerakannya. Setelah 2 jam Feng May berhasil melatih jurus tersebut meskipun belum sempurna, namun jurus tersebut dapat mengalahkan musuh Feng May saat ini.
“Aku sudah berhasil melatih jurus itu tali masih belum sempurna!” ucap Feng May.
“kalau begitu seranglah musuh mu karena kekuatan mu masih kurang dan kau juga belum sepenuhnya menguasai jurus tersebut, jadi kau hanya memiliki satu kesempatan untuk mengalahkan lawan mu!” ucap naga emas dan diangguki oleh Feng May.
“Awas kesadaran lawan mu sudah diambil alih oleh iblis hati!” peringatan dari naga hitam. Lagi-lagi Feng May hanya menganggukkan kepala.
Feng May mjlaj menyerang dengan mengandalkan hukum angjn dan kemudian menggunakan jurus petir dan mengunci pergerakan musuhnya. Setelah Feng May menemukan celah saat musuhnya lengah dia dengan segera menggunakan jurus pemberian naga emas, dan berhasil menjatuhkan lawannya. Namun efeknya lada tubuhnya adalah Feng May kehilangan kesadaran tepat setelah pengumuman wasit yang menyatakan bahwa Feng May murid dari perguruan puncak rintik adalah pemenangnya.
Ketua murid dalam dengan segera menangkap tubuh Feng May sebelum jatuh ketanah. Feng Gu dan Zou Jing berdiri dari duduknya dan hendak menghampiri adiknya namun dicegah oleh guru mereka. Setelah murid-murid perguruan puncak rintik membawa Feng May kembali kekediaman dan setelah Feng May sadar, maka dia akan menghadap kepada ketua akademi.
Hari ini yang menemui ketua akademi adalah juara 3 sampai 5. Sedangkan Feng May dan lawannya tadi akan menyusul setelah keadaan mereka baik-baik saja. Guru dari perguruan puncak rintik memanggil seorang tabib dan tabib dengan segera memeriksa Feng May.
“Bagaimana keadaan muridku?” tanyanya.
“Keadaan nona Feng baik, dia hanya kelelahan ditambah dia menggunakan kekuatan qi nya dengan berlebihan!” ucap tabib tersebut.
Tak lama kemudian pintu kamar Feng May terbuka dengan kencang dan masuklah Feng Gu dan Zou Jing. Kedua orang itu langsung menghampiri Feng May dan bertanya bagaimana keadaan adiknya tersebut.
“apa benar-benar tidak ada luka serius?” tanya Feng Gu.
“Tkdaj ada yang mengkhawatirkan tuan muda Feng,” jawab tabib.
Zou Jing memberikan Feng May pil obat dan membantu pil itu terserap kedalam tubuh Feng May. “apa yang kau berikan untuk May’er?” tanya Feng Gu.
“Pil obat tingkat 5 yang dapat membantu Feng May celat memulihkan kekuatannya!” jawab Zou Jing. Dan Feng Gu hanya ber o ria mendengar ucapan Zou Jing.
“Tuan muda Feng dan tuan muda Zou anda berdua ada urusan apa ditempat murid saya?” tanya guru.
Feng Gu dan Zou Jing menatap kearah Guris tersebut kemudian memberi hormat, orang yang diberi hormat oleh kedua pemuda itu kelabakan sendiri. Bahkan murid perguruan puncak rintik yang menyaksikan terkejut sampai bengong ditempat masing-masing.
“kami memberi salam dan juga mengucapkan terima kasih kepada guru dan murid karena tadi sudah menolong adik kami!” ucap Feng Gu.
“eh jadi nona Feng May adalah adik tuan muda?” ucap ketua murid dalam dan diangguki oleh Feng Gu.
“Kalian perlakukan saja dia seperti biasanya dia tida suka jika terlalu dihormati atau apapun karena status kami berdua. Dan juga tolong rahasikan hal ini, setidaknya sampai pertandingan tahunan yang akan diadakan dalam 4 bulan lagi!” ucap Feng Gu.
“Baik tuan muda! Kami akan mengikuti perintah anda!” ucap guru perguruan puncak rintik.
“kalau begitu kami pamit dulu! Oh iya ini ( sambil memberikan sebuah plakat) gunakanlah saat anda ingin membawa murid perguruan puncak rirnik yang berpotensi berlatih sejalan mengambil buku jurus untuk murid anda,” ucap Feng Gu.
“plakat itu bisa kalian gunakan dalam 3 bulan dan kalian hanya bisa meminjam masing-masing maksimal 3 buku jurus untuk satu orang! Lalu perguruan puncak rintik bisa membawa sekitar 30 orang u tuk masuk kedalan kolam aura!” ucap Feng Gu.
“ah terima kasih atas kebaikan anda tuan muda!” ucapnya.
“tidak usah sungkan! Aku memberikannya karena melihat banyak murid perguruan puncak rintik yang berpotensial namun sumber daya yang dimiliki kurang!” ucap Feng Gu.
“Tentu .. sekali lagi terima kasih tuan muda!” ucapnya.
Feng Gu dan Zou menganggukkan kepala kemudian mereka pergi keluar dan kembali keperguruan masing-masing.
“aku tidak menyangka junior Feng May memiliki backingan yang kuat seperti 2 tuan muda itu!” Ucap ketua murid dalam.
“kau benar! Dan seperti Feng May sangat disayang i oleh kedua tuan muda itu! Oh iya kau kumpulkan semua murid dalam ataupun luar kita akan mengetes kemampuan mereka dan 30 orang yang sangat berpotensi besar yang akan ikut dengan ku kekolam aura!” ucap guru.
“lalu bagaimana dengan junior Feng May?” ucapnya.
“Dua pasti akan ikut! Aku akan membicarakannya kepada Feng May!” ucap guru.
“baik guru! Kalau begitu saya akan memberitahu semua murid perguruan puncak rintik!” ucapnya dan diangguki oleh guru.
Keesokan harinya Feng May sudah sadar, dan murid yang akan mengantarkan air hangat untuk membasuh tubuh Feng May terkejut dan langsung berteriak.
“GURUUUUU!!! KAKAK SEPERGURUAN!!!!! KAK FENG MAY SUDAH SADAR!!!!” teriaknya dengan sangat keras Feng May saja sampai terkejut mendengar suara teriak gadis itu.
Guru dan kakak seperguruan masuk kedalam kamar Feng May dan melihat keadaan Feng May yang masih nampak terkejut.
“May’er apa kau baik-baik saja? Bagaimana perasaan mu?” tanya guru.
Feng May menatap kearah orang-orang yang bertanya padanya. “aku baik-baik saja guru dan kakak seperguruan tidak usah khawatir!” ucapnya.