
"Apa maksudmu?," tanya tuan besar tidak mengerti.
"Bukankah karena adik ku ini bukan siapa-siapa bagiku lantas kau bisa membentaknya! Lalu kenapa aku tidak bisa melakukannya. Putri mu itu bukan siapa-siapa bagi ku," ucap Zou Jing tajam.
"Sudahlah kau diam saja Jing'er! Dan kalian semua pergilah kembali ketempat kalian," ucap Feng Gu.
Kemudian semua orang pergi dari tempat kediaman Feng May. Terlihat bahwa putri ke-2 dan ke-4 Feng menatap benci dan mengepalkan tangan mereka geram kearah Feng May, Feng May hanya menatap datar kearah mereka semua.
"May'er jika mereka berani mengganggu mu beritahu saja pada kakak tampan mu ini," ucap Zou Jing sambil menatap Feng May.
"Sekumpulan orang tidak tahu diri itu sungguh menjijikkan," umpat Zou Jing.
"Aku baik-baik saja kak!" ucap Feng May.
"Dan lagi jika mereka berani menggangguku akan ku pastikan mereka tidak akan bisa melihat matahari besok," gumam Feng May dalam hati.
"Sudahlah kakak-kakak kembali saja kekediaman kalian dan berlatih dengan giat bukankah 3 Minggu lagi kalian akan kembali keakademi dan kemudian kita akan bertemu lagi saat ujian kekuatan fisik dan jiwa," ucap Feng May.
Zou Jing dan Feng Gu menganggukkan kepala mereka kemudian berpamitan dan kembali kekediaman mereka sendiri.
"Selama beberapa waktu ini aku harus menemukan hewan beast sebagai hewan kontrak," gumam Feng May lirih.
3 hari kemudian…
Feng May berjalan menghampiri bibi dan paman Zou yang berada didalam kamar mereka.
tok… tok… tok…
"Bibi ini May'er," ucap Feng May.
"Masuklah May'er," jawab bibi Zou dari arah dalam.
Feng May masuk dan duduk dihadapan paman dan bibi Zou.
"Ada May'er?" tanya paman Zou.
Feng May memandang wajah ke-2 orang tua itu kemudian menghela nafas pelan.
"Paman dan bibi sebaiknya mulai sekarang paman dan bibi kembali kekediaman milik kakak Jing," ucap Feng May dengan nada halus.
Alis paman dan bibi mengkerut dan wajah mereka bertanya-tanya ada apa sebenarnya.
"Ada apa May'er?" tanya paman Zou.
"Aku ingin pergi kehutan Atlanta dan mencari hewan beast sebagai partner," ucap Feng May.
"Lalu kenapa kami harus kembali kekediaman Zou milik Zou Jing?" tanya paman Zou.
"Paman selama aku pergi pasti akan banyak orang yang bertanya-tanya sekaligus memanfaatkan ketidak beradaan ku untuk membuat paman dan bibi Zou tidak betah atau bahkan akan diasingkan dari kekaisaran Langit," jelas Feng May.
"Siapa yang akan melakukan hal seperti itu May'er?" tanya bibi Zou.
"Siapapun itu bibi dan paman dan tidak usah pikirkan yang jelas sekarang paman dan bibi Zou pergi kekediaman milik kakak Jing. Disana tidak akan ada yang berani menargetkan paman dan bibi sebagai seseorang yang berarti untuk May'er," ucap Feng May.
"Jika memang seperti itu maka kami akan pergi kekediaman Jing'er dan kau berlatihlah dengan sungguh-sungguh," ucap paman Zou.
"Tapi May'er apa kau bisa menyerap kekuatan inti langit dan bumi?," tanya bibi Zou yang khawatir akan keselamatan dari gadis kecil yang telah dianggapnya sebagai putrinya sendiri.
"Aku baik-baik saja bibi! Jika aku sudah kembali aku akan menceritakan semuanya kepada paman, bibi dan ke-2 kakak laki-laki ku," ucap Feng May.
Feng May tersenyum mendengar ucapan pamannya, hatinya menghangat mendengar kekhawatiran pamannya itu.
"Aku berjanji kepada paman dan bibi Zou," ucap Feng May sambil tersenyum.
Setelah itu Feng May pergi kembali kekediamannya dan paman serta bibi Zou bersiap-siap pergi keluar dari kediaman keluarga Feng.
Keesokan harinya…
Feng May sudah berada diperjalanan menuju hutan Yeonjie, sedangkan paman dan bibi Zou sudah berpamitan kepada Feng Kui untuk pergi kekediaman milik Jing'er bersama dengan putra mereka Zou Jing.
Ditengah perjalanan Feng May berhenti disebuah pohon besar dan memanjat sampai keatas. Diatas ia melihat seekor serigala perak yang tengah dikerumuni oleh sekawanan hyena api.
"Sepertinya serigala perak itu memerlukan bantuan," gumam Feng May.
Setelahnya Feng May bergerak dan berhenti tepat didahan pohon ditempat sekumpulan hyena tersebut menyergap seekor serigala perak.
Feng May mengarah sebuah belati dan tepat mengenai leher 3 hyena api. Mengetahui keberadaan Feng May para hyena langsung mengendus mencari keberadaan Feng May.
Feng May yang sudah mempelajari jurus bayangan dapat dengan mudah menyembunyikan jejak serta baunya. Ia kembali menyerang dan kemudian kembali merobohkan 3 ekor hyena api.
Sedangkan hyena yang lainnya langsung lari menghindari serangan Feng May yang memang sengaja hanya ingin membuat mereka meninggalkan tempat tersebut.
Setelah melihat pra sekelompok hyena api tersebut menghilang, Feng May keluar dari persembunyiannya dan menghampiri serigala perak tersebut.
Feng May mengeluarkan sesuatu untuk mengobati luka dari sang serigala perak, namun Serigala tersebut nampak memasang kuda-kuda dan hendak menyerang Feng May.
Feng May menatap kearah serigala tersebut dengan tatapan biasa saja sambil tangannya memegang sebuah botol ubah dapat menumbuhkan luka secara instan.
"Tidak usah! aku bukan setan pemakan makhluk hidup," ucap Feng May datar.
"Apa yang ingin kau lakukan hah?!" teriak serigala perak tersebut.
"Entahlah! hatiku saja yang tergerak ingin menolong mu, tapi sebenarnya aku sama sekali tidak berminat sama sekali untuk menatap pertarungan yang kuat biasa seimbang tadi!" ucap Feng May.
"Lalu apa yang ingin kau lakukan dengan botol ditanganmu itu?" ucap serigala tersebut masih waspada apalagi melihat bagaimana Feng May dengan mudah membunuh 6 ekor hyena hanya dengan sebuah pisau bisa ia pastikan bahwa Feng May bukan gadis biasa.
"botol ini berisi cairan yang dapat menyembuhkan luka dengan instan," jelas Feng May sambil berjalan maju dan mengoleskan obat tersebut ke kaki depan serigala tersebut.
Feng May mengoleskan obat tersebut dengan telaten dan berhati-hati.
"Bagaimana bukankah yang kukatakan benar," ucap Feng May setelah selesai mengobati semua luka ditubuh serigala tersebut.
"Hmm terima kasih!" gumam serigala perak dengan lirih namun masih terdengar ditelinga Feng May.
"Lalu ada tujuan apa kau datang kehutan Atlanta seorang diri?" tanya serigala perak tersebut.
"Aku ingin mencari seekor hewan beast sebagai partner kontrak ku," ucap Feng May.
"Aku bisa menjadi partner mu," ucap serigala perak tersebut.
"Aku tidak mau," ucap Feng May spontan.
"kenapa?" tanya serigala perak tersebut.
"Kau masih kecil, lemah dan juga terlalu dini untuk mengikat kontrak dengan manusia normal seperti ku," ucap Feng May.