
“apa kau berniat membuat kami kesal hah dan membiarkan ku mengulur waktu!” Ucapnya. Feng May menatap kearah mereka dan mengamati satu persatu. “Sepertinya kalian adalah pembunuh bayaran klan Chili ya! Aku pernah dengar bahwa disana hanya berisi sekumpulan orang-orang bodoh!” Ucap Feng May.
“Orang mana yang berani berucap omong kosong itu?!!” Ucapnya geram. Feng May hanya mengangkat kedua bahunya keatas. “Aku sama sekali tidak tahu dan tidak ingin tahu!” Ucapnya dengan ringan. “Sudahlah kita habisi wanita ini dan kemudian menyerahkan kepalanya kekepala keluarga klan Yu Ying!” ucap salah satu dari pembunuh tersebut.
Dan terjadilah pertempuran hebat tersebut. Feng May sama sekali tidak kesulitan menghadapi pengeroyokan yang dialaminya. Beberapa saat kemudian Feng May sudah menenteng 5 kepala dari orang-orang itu. “ayo kita kirim kepala orang-orang bodoh ke ini keklan Yu Ying sekarang!” ucap Feng May sambil melesat menuju ketempat tinggal klan Yu Ying dan dibelakang diikuti oleh kilin api.
Di klan Yu Ying ....
Feng May mengamati keadaan sekitar dan memperhatikan setiap penjaga yang melintasi tempat tersebut setelah melihat penjaga lengah dan menoleh kearah lain dia segera melesat masuk kedalam klan dan mencari tempat berpijak. Dia berhenti diatas sebuah dahan pohon dan mengamati keadaan sekitar. “sepertinya tempat ini sangat tenang karena tidak menyangka bahwa akan ada sesuatu yang terjadi!” gumam Feng May pada kilin.
“Bagaimana menurut mu? Apa kita harus memberi mereka sedikit pelajaran atau hanya memberikan kepala ini sebagai hadiah?” tanyanya pada kilin yang sekarang menjadi kucing hitam dengan mata hijau zamrud. Kilin menjilati kaki depannya “bagaimana kalau kita rampok harta mereka?” tanyanya. Feng May tersenyum smirk “bagus juga! Kita rampok tanpa meninggalkan jejak dan kita letakkan kepala ini didepan pintu! Kau masuk dan curilah semua uangnya, ingat hanya uang jangan barang-barang yang lainnya. Aku akan membuat kekacauan didepan dan dibelakang kediaman klan Yu Ying!” ucap Feng May dan diangguki oleh kilin.
Mereka pun mulai menjalankan rencana, Feng May menggunakan cadar dan menutupi wajahnya. Sedangkan kilin ia langsung masuk kedalam kediaman klan Yu Ying dan mencari gudang harta Karun dan pembendaharaan untuk mencuri uang mereka semua. Feng May mulai mengacau untuk mengukur waktu bagi kilin mencuri, mereka berdua benar-benar bekerja dengan sangat rapi dan sama sekali tidak meninggalkan bekas dari keributan mereka.
Feng May hanya meninggalkan beberapa liontin giok dan beberapa yang merupakan ciri khas dari orang-orang yang menghinanya beberapa minggu yang lalu. “hahaha dengan begini kan aku hanya perlu jadi penonton dan mereka yang akan menuai hasilnya,” gumam Feng May. Kilin menatap kearah Feng May “nona sepertinya anda sangat senang?” ucapnya. Feng May menatap kearahnya “tentu saja senang, akhirnya aku akan membalas dendam pada wanita-wanita itu tanpa harus menghabiskan waktu berfikir bagaimana menyiksa mereka. Oh iya siapa nama mu?” tanyanya. Kilin menatap Feng May “anda bisa memanggil ku Lin,” jawabnya dan Feng May hanya menganggukkan kepalanya.
Keesokan harinya ...
Feng May bangun sambil menghirup dalam-dalam udara pagi dan menggerakkan badannya agar ia tidak merasa mengantuk, sedangkan Jie Yu mengawasinya dari samping bersama dengan Lin yang masih tertidur lelap. “kakak membawa hewan ini dari mana? Aku tidak merasa bahwa kakak meninggalkan ku! Atau jangan-jangan dia yang menemui kakak dan merebut kasih sayang kakak! Hemm lihat saja aku akan membuat mu meninggalkan kakak ku!” ucap Jie Yu sambil menatap tajam kearah Lin.
“Hey .. dari mana ku mendapatkan kucing kecil ini? Dia sepertinya tidak suka dengan kami berdua!” ucap Feng Gu. Feng May menggendong Lin “dia adalah hewan peliharaan ku yang baru, bagaimana cantik kan?” ucapnya. Sedangkan Jie Yu terkejut mendengar ucapan Feng May, ia dengan segera menghampiri Feng May dan melekat dikaki wanita itu.
“Lin kenalkan ini adalah kakak ku. Yang itu (menunjuk Zou Jing) namanya kak Zou Jing dan yang itu (menunjuk Feng Gu) adalah kakak Feng Gu. Dan ini (sambil menggendong Jie Yu) adalah Jie Yu dia adalah kucing putih yang cantik meskipun bulunya tidak selebat bulu mu!” ucap Feng May. Kemudian ia menurunkan kedua kucing itu dipinggir lapangan latihan. Kemudian Feng Gu dan Zou Jing memulai memandu Feng May menggunakan senjata spiritual serta latihan bela diri dan jurus-jurus pertahanan yang dapat digabungkan dengan senjata miliknya.
Sedangkan Lin Dan Jie Yu saling menatap tajam “tidak disangka bahwa nona akan menerima seekor harimau putih kuno yang lemah seperti mu!” ucapnya. “heh kau hanya seekor kucing lucu saja, makanya kakak mau membawa mu kemari! Dan lagi aku sudah terikat kontrak dengan kakak ku itu, sedangkan kau hanya jadi peliharaan nya!” ucap Jie Yu.
“Cih! Nona sendiri yang datang dan memilih ku didunia spirit kemudian membawa ku kemari! Sepanjang perjalanan juga menggendongku!” ucap Lin. “Ck! Itu hanya kerena kau sama sekali tidak bisa mengimbangi kemampuan kakak berlari!” ucap Jie Yu sambil menatap remeh kearah Lin. “heh kau lupa bahwa aku adalah hewan spirit! Dan tingkatan ku sudah diatas nona Feng May, bagaimana mungkin aku tidak bisa mengimbangi kemampuan lari nona Feng May!” ucap Lin.
Jie Yu nampak diam sejenak dan berfikir “mungkin saja kau hanya membual!” ucapnya. “tanyakan saja pada nona kalau ku tidak percaya!” ucap Lin. Mereka berdua saling menatap tajam dan udara yang mengelilingi mereka berdua menghitam.
Feng Gu dan Zou Jing melihat hal itu hanya mengerutkan kening “may’er kedua kucing itu apa sedang bertengkar? Apa keduanya sudah masuk waktu puber?” ucap Zou Jing. Feng May menatap kearah dua hewan dipinggir “mungkin saja, nanti malam mereka harus diberikan ruangan sendiri yang memiliki peredam suara agar tidak mengganggu penghuni lain!” ucap Feng May.
“hahahaha kalau begitu aku akan menyiapkannya lebih dulu! Apa perlu kita nikahkan dulu mereka dan setelah itu kita membuat ruangan khusus keluarga kucing itu?” ucap Zou Jing. Lin dan Jie Yu langsung pindah tempat menjauh karena tidak ingin tinggal satu tempat bersama. Hal itu membuat Zou Jing dan Feng Gu tertawa, sedangkan Feng May hanya geleng-geleng kepala sambil terus melanjutkan latihannya.
“Lihatlah sepertinya 2 kucing itu adalah jodoh dari surga?” ucap seseorang.