
“aku tahu! Tidak usah diberitahu lagi,” ucap Jie Yu.
Setelahnya pertandingan kembali dilanjutkan, sampai akhirnya tersisa 5 orang murid. Ke-5 orang itu akan saling berhadapan dan menentukan siapa pemenang pertandingan ini. Kali ini Feng May melawan seorang pria yang ahli dalam berpedang.
“Nona kau bisa mulai menyerang ku,” ucapnya.
Feng May bergerak menyerang dengan kecepatan biasa kemudian bergerak menghindar saat prai itu mengeluarkan pedang dan auranya dapat melukai seseorang.
“Anda sangat luar biasa! Aura pedang ku sama sekali tidak melukai anda maka aku akan mengeluarkan pedang ku dan bertarung dengan sungguh-sungguh,” ucapnya.
“yah anda juga luar biasa, karena aura yang anda miliki dapat melukai seseorang! Jika saja aku tidak hati pasti aku sudah kalah dalam sekali serang,” ucap Feng May.
“anda tidak perlu merendah nona! Saya sudah memperhatikan pertarungan anda dibabak sebelumnya dan ketahanan tubuh anda, saya yakin bahwa anda memiliki sesuatu yang dapat melatih tubuh anda!” ucapnya.
“Hmm terima kasih atas tebakan anda yang benar meski tidak semuanya,” ucap Feng May.
Keduanya kembali menyerang Feng May menggunakan sebuah pedang yang tipis namun tajam pemberian Feng Gu. Mereka saling menyerang sampai hari beranjak sore namun pertarungan keduanya belum berhenti. Sampai kemudian keduanya menggunakan jurus andalan masing-masing.
Feng May menggunakan jurus pedang bintang, sedangkan lawannya menggunakan jurus hukum langit. Kedua jurus tersebut bertabrakan dan membuat ledakan besar, keduanya terlempar dari atas arena.
“pemenangnya adalah Feng May dari perguruan puncak rintik!” ucap wasit.
“bagaimana bisa? Mereka berdua seimbang!” protes murid dari perguruan laut pedang.
“Karena dalam pertandingan ini Feng May masih berdiri sedangkan lawannya pingsan!” ucap wasit.
Semua murid menatap kearah Feng May yang masih berdiri dengan menggunakan pedangnya sebagai sanggahan. Tak lama kemudian wasit memutuskan untuk pertandingan selanjutnya akan diteruskan setelah 2 orang murid tersebut dalam keadaan pulih.
3 hari kemudian keadaan semua murid sudah stabil terutama lawan Feng May beberapa saat lalu. Pertandingan saat ini akan menentukan juara ke-5 sampai pertama. Yang pertama kali bertanding adalah Jiang Nan dengan murid dari perguruan kolam hijau, dan pertandingan tersebut dimenangkan oleh Jiang Nan.
Pertandingan demi pertandingan dilakukan sampai akhir tersisa Feng May dan murid perguruan guntur. Keduanya saling menatap, pertandingan saat ini adalah pertandingan yang menentukan pemenang pertama dan kedua. Wasit sudah memberi aba-aba agar mereka berdua bersiap dan setelah itu wasit pun mengumumkan pertandingan dimulai.
Lawan Feng May lebih dulu menyerang dan Feng May bertahan. Selama beberapa jurus lawan Feng May sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada Feng May untuk berbalik menyerang, ia takutkan jika Feng May berkesempatan menyerang maka dia akan kalah telak seperti lawan Feng May beberapa waktu lalu.
“sepertinya junior Feng May terdesak,”
“jangan menyimpulkan sesuatu yang belum pasti! Dibeberapa pertandingan junior Feng May, ada kalanya dia didesak oleh lawannya sampai dipinggir arena namun hanya dalam waktu sepersekian menit dia dapat membalikkan keadaan hingga dia memenangkan pertandingan!”
***
“sepertinya disisi sebelah sana adalah orang suruhan klan Yu Ying!” ucap Ucil.
Jie Yu menatap kearah ekor mata Ucil dan sekilas memperhatikan gerak-gerik orang-orang tersebut. “tidak usah pikirkan apapun! Saat ini kita hanya perlu fokus melindungi tuan, lalu lebih baik kita mendekat kearah mereka agar kita juga bisa lebih cepat merespon gerakan mereka yang sekiranya mengganggu!” usulnya disetujui oleh Ucil.
Akhirnya kedua wanita tersebut melangkah secara perlahan dengan ekspresi dan akting yang natural agar tidak menimbulkan kecurigaan. Saat keduanya sudah berada dijarak 3 meter, mereka duduk disebuah kursi kosong dan kembali memperhatikan pertandingan.
“tuan sepertinya mereka memperhatikan gerak-gerik kita!”
“sudah mungkin itu hanya perasaan mu saja!” ucap temannya.
“apa benar hanya perasaan ku saja?” batinnya.
Jie Yu dan Ucil asik menonton pertandingan tanpa menghiraukan yang lainnya, banyak sekali murid laki-laki atau orang biasa yang menatap kearah mereka karena kecantikan yang terpancar dari wajah mereka. Ucil bahkan risih karena terus menerus ditatap.
“apa kita lebih baik pindah ke tempat yang tadi atau mungkin tempat yang dekat namun jauh dari tatapan orang-orang ini?!” ucap Ucil.
“hey tenanglah! Kau cukup abaikan dan jangan hiraukan mereka, nikmati saja pandangan kagum dari orang-orang itu!” ucap Jie Yu.
Ucil langsung menggeplak kepala jie Yu dengan keras, ia sudah sangat ingin pindah dari tempat itu karena merasa tidak nyaman. Setiap Ucil hendak berdiri Jie Yu pasti akan menghentikannya dengan menarik lengannya agar duduk kembali ditempatnya.
“Sudah ku bilang kan abaikan saja! Kenapa kau ribet sekali sih! Hidup mu itu sepertinya kurang refreshing!” ucap Jie Yu.
“Aku tinggal didunia spirit jadi tidak pernah menemui orang-orang seperti mereka, dan lagi nona Feng May selalu melindungi ku!” ucapnya.
Jie Yu menatap kearah Ucil, “memangnya bagaimana tuan kakak melindungi mu?” tanyanya.
“dia memberikan tatapan tajam kepada orang-orang yang menatap ***** pada ku, lalu nona juga pernah menghajar seseorang sampai mematahkan tangannya karena sembarangan menyentuh ku!” ucapnya.
“Hahahahaha kau ini kan bisa bela diri dan tingkatkan kekuatan mu ada diatas tuan kakak, bagaimana bisa kau mengandalkannya untuk melindungi mu?” ucapnya.
“Nona bilang aku tidak boleh mengekspos diriku dan juga dia melarang ku menggunakan kekuatan ku selama tidak dalam keadaan darurat!” ucapnya.
“haah eh .. tapi benar juga! Kalau kau sembarangan mengekspos kekuatan mu maka akan ada semakin banyak orang yang mengincar mu!” ucap Jie Yu.
“Kalau begitu kau tidak boleh pergi sendirian, harus ada aku atau orang-orang kepercayaan kakak yang dapat menjagamu! Pokoknya kalau bukan hal penting atau sangat sangat sangat mendesak kau tidak boleh menggunakan kekuatan mu,” lanjutnya.
“Kalau begitu apa kita bisa pindah ketempat lain?” tanya Ucil.
“Gak!!” tolak Jie Yu dengan sangat tegas.
***
Diatas arena Feng May dan lawannya masih terus bertarung tanpa ada salah satu yang kalah atau menang, keduanya seri.
“Apa dia tidak serius bertarung?”
“calon nyonya muda serius bertarung tuan tapi beliau tidak menggunakan seluruh kekuatannya!” ucapnya.
“Kenapa? Kalau bisa mengakhirinya dengan satu kali serangan kenapa harus menunggu sampai sekarang?!” ucapnya.
“karena lawannya belum mengeluarkan jurus andalan dan kartu as nya karena itulah calon nyonya tidak langsung menghabisi musuhnya dalam sekali serang!” jelasnya.