Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Teratai Ungu



"Kau ini sungguh tidak ingin disalahkan siapapun ya," ucap Zou Jing.


"Iya," jawab Feng May singkat.


Zou Jing kalah telak mendengar jawaban Feng May sedangkan ke-4 pangeran hanya mengulas senyum tipis dan Feng Gu hanya menepuk keningnya karena mendengar kata-kata Feng May yang membuat mereka semua kalah telak.


"May'er dari mana kau belajar tentang hal itu hah?," tanya Feng Gu frustrasi.


"Aku tidak belajar dari siapapun. Itu bakat alami ku langsung berkat dari dewa. Kenapa? apa ada masalah?," tanya Feng May dengan mimik wajah polos.


"Tidak!," jawab ke-6 pria dihadapannya dengan serempak.


"Ya sudah kalau begitu! Untuk apa juga dipermasalahkan!," ucap Feng May acuh sambil melanjutkan makannya.


Dan ke-6 pria dihadapannya hanya menatapnya makan dengan pelan dan anggun.


"Luar biasa gadis ini makan dengan sangat anggun dan sama sekali tidak ada remahan yang jatuh ditambah ia juga sama sekali tidak mengecap, saat makan," puji putra mahkota dalam hati.


"Gadis ini terlihat sederhana dan seperti tidak tahu etiket sama sekali. Tapi siapa sangka bahwa gadis ini adalah yang paling tahu etika saat makan dan duduk," puji pangeran ke-5 sambil masih memandang kearah Feng May.


Feng May yang merasa dipandangi pun menoleh dan menatap ke-6 pria dihadapannya yang tersenyum walaupun tipis.


"Apa kalian sedang memujiku dalam hati," ucap Feng May to the point.


Para pangeran langsung tersedak minuman dan kemudian memalingkan wajah. Zou Jing dan Feng Gu memandang kearah mereka ber-4.


"Apa kalian benar-benar memuji adik ku yang bar-bar ini," ucap Zou Jing.


"Hey kau ini jujur sekali," ucap Feng May menimpali kata-kata Zou Jing.


Zou Jing menoleh kearah Feng May.


"Kenapa memangnya? Memang benarkan kau ini bar-bar," ucap Zou Jing.


"Kalian tidak bisa sehari tidak bertengkar seperti ini?," ucap Feng Gu.


"Tidak," jawab Feng May dan Zou Jing bersamaan sambil menoleh kearah Feng Gu.


Feng Gu memegang keningnya yang terasa berdenyut mendengar ungkapan dari 2 orang dihadapannya.


"Pufhh hahaha. Kalian ini benar-benar memiliki kecocokan yang luar biasa ya," ucap pangeran ke-9.


"Hahahaha benar-benar. Aku yakin tempat-tempat yang mereka datangi ber-2 pasti akan sangat ramai dengan pertengkaran mereka," ucap pangeran ke-7.


Feng May diam saja tak menanggapi ia masih sibuk dengan makanan manis dihadapannya. Sedangkan Zou Jing ia hanya memalingkan wajahnya tanpa berniat berkata apa-apa.


"Hahaha lihatlah mereka berdua sekarang saling diam setelah mendengar gurauan kita," ucap pangeran ke-7.


"Hahaha," pangeran yang lainnya hanya tertawa mendengar ucapan pangeran ke-7.


"Haah sudahlah sekarang kita kembali ke topik awal lagi. Oh iya tadi aku dan Zou Jing membawa ini sebagai hadiah untuk para pangeran," ucap Feng Gu.


Feng Gu memberikan sebuah gelang dengan gantungan seperti permata kecil yang berisi kekuatan pelindung milik Feng Gu dan Zou Jing.


Feng May memandang kearah kakaknya Feng Gu.


"Apa kita harus membawa hadiah kesini?," tanya Feng May.


Mereka memandang kearah Feng May.


"Tidak kok kalau nona Feng ingin memberikan hadiah maka kami akan menerimanya dengan senang hati," ucap pangeran mahkota.


Feng May manggut-manggut, kemudian ia mengeluarkan sebuah tanaman herbal berusia 1000 tahun didalam gelang ruang miliknya. Tanaman itu berguna untuk meningkatkan latihan menjadi 5 kali lipat.


"Ini ambillah kalian bisa mengolahnya menjadi pil dan berguna untuk meningkatkan latihan kalian," ucap Feng May.


"I ini ini adalah teratai ungu berusia 1000 tahun," ucap pangeran ke-9 terkejut.


Putra mahkota yang telah mengulurkan tangannya sontak saja berhenti dan langsung memandang kearah adiknya. Bahkan seluruh orang ditempat tersebut berhenti dari aktivitasnya dan menoleh memandang kearah pangeran ke-9.


"Nona dari mana kau mendapatkan tanaman langkah ini dan lagi tanaman ini telah berusia 1000 tahun?," tanya pangeran ke-9 yang masih terkejut.


"Aku tidak sengaja memungutnya memangnya kenapa? Apa ini sangat berharga?," tanya Feng May dengan polos.


"Nona tanaman ini bukan hanya berharga tapi sangat berharga bahkan harga 1 tanaman ini setara dengan 1 kota kecil di kekaisaran Langit," ucap pangeran ke-7.


"Ohh kalau begitu terimalah untuk kalian," ucap Feng May dengan entengnya.


Ke-6 pria dihadapan Feng May mengerjap-ngerjap kan matanya beberapa kali. Melihat mereka yang hanya diam saja akhirnya Feng May memegang tangan putra mahkota dan memberikannya ketangannya.


"Nona kau benar-benar akan memberikan ini kepada kami?," tanya pangeran mahkota yang tangannya gemetar karena menerima tanaman langkah tersebut.


Teratai ungu adalah tanaman yang sangat diinginkan oleh semua ahli alkimia bahkan pernah terjadi pertumpahan darah karena tumbuhan tersebut.


"Iya! Kalau dibuat pil tanaman itu bisa menjadi 100 pil dan aku yakin pangeran dapat membaginya dengan adil kepada seluruh adiknya kan," ucap Feng May.


"Nona bagaimana jika kau tinggal saja diistana," tawar pangeran ke-5.


Feng May memandang kearah pangeran ke-5 yang terlihat khawatir.


"Aku baik-baik saja pangeran aku memiliki 2 orang kakak laki-laki yang sangat sangat hebat," ucap Feng May meyakinkan.


"Kalau lun ada tidak mungkin mereka bisa mengalahkan ku," batin Feng May.


"Tapi nona meskipun begitu bagaimana jika anda menerima setidaknya pengawal yang berada ditingkat Qi level 5 keatas untuk melindungi anda," ucap putra mahkota.


"Aku tidak apa-apa! Dan kalian tidak perlu khawatir padaku," ucap Feng May.


"Tapi..," belum selesai pangeran ke-5 mengucapkan kalimatnya Feng May sudah memotongnya lebih dulu.


"Aku baik-baik saja! Justru aku ingin lihat siapa yang akan muncul dihadapan ku nanti," ucap Feng May dengan tegas.


"Anda sekalian tidak perlu khawatir," ucap Feng May.


"Kalau begitu baiklah! dan terima kasih atas pemberian dari nona Feng," ucap pangeran mahkota.


Feng May diam saja dan hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


Didalam perjalanan kembali ke kediaman Feng


"May'er dari mana kau mendapatkan tanaman langkah tersebut?," tanya Feng Gu yang masih mengkhawatirkan keselamatan adiknya.


"Aku kan sudah bilang bahwa aku memungutnya," ucap Feng May.


"Dimana?," tanya Zou Jing.


"Di hutan Atlanta," ucap Feng May singkat.


Hutan Atlanta adalah hutan yang penuh dengan hewan iblis dan tanahnya sangat kering. Disana sama sekali tidak ada tanaman yang akan tumbuh.


Zou Jing terlihat sama sekali tidak percaya namun Feng May sudah tidak mendengarkan sama sekali. Feng Gu hanya diam saja dan hanya memandang adiknya yang ia tahu bahwa gadis itu tengah berbohong.