Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Menara penguat jiwa



Feng May menoleh dan melihat seseorang yang terkejut karena tindakan spontan Feng May. “Siapa dan ada apa?” Tanya Feng May.


 


 


“Eh maaf nona saya kemari karena ingin bertanya pada anda apa anda tersesat?” Ucapnya.


 


 


“Oh iya aku ingin mencari tempat ketua akademi! Karena aku harus menemui beliau!” Jawab Feng May.


 


 


“Ada urusan apa anda mencari ketua akademi?” Tanyanya. Feng May menatap kearah orang itu kemudian “aku memenangkan pertandingan murid dalam akademi Langit jadi aku harus menemui ketua akademi u tuk melapor sekaligus mengambil hadiahku!” jawabnya.


 


 


Orang dihadapannya manggut-manggut mengerti “baiklah kalau begitu biar saya antar! Kebetulan saya juga ingin menemui beliau!” ucapnya.


 


 


Setelahnya orang itu mengeluarkan peliharaannya, yaitu burung bangau putih. Feng May mengikutinya saja karena dia terlalu malas jika harus mencari kebanyak tempat hanya untuk menemukan peta yang menjelaskan keseluruhan wilayah akademi.


 


 


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai ditempat ketua akademi, mereka masuk kedalam tanpa pemeriksaan apapun dan juga Feng May atau orang disebelahnya sama sekali tidak perlu mengeluarkan tanda pengenal.


 


 


“sepertinya orang ini memiliki posisi penting didalam akademi Langit ini!” gumam Feng May dalam hati.


 


 


“Kalian sudah sampai?” ucap seseorang yang tidak lain adalah ketua akademi.


 


 


Setelahnya keduanya memberi salam. “jangan terlalu kaku! Lalu nona disana itu apa kau bernama Feng May?” tanyanya. “yah ketua saya yang bernama Feng May!” jawabnya.


 


 


“kalau begitu kau pergilah bersama Gu agar dia menunjukkan jalan menuju kemenara penguat jiwa dan juga dia yang akan mengantar mu ketempat penyimpanan senjata untuk memilih sendiri senjata yang cocok untuk mu!” ucapnya.


 


 


“Baik ketua!” ucap Feng May. Kemudian Feng Gu berpamitan dan mengantarkan Feng May kemenara penguat jiwa.


 


 


“kak siapa laki-laki tadi? Dia sepertinya memiliki pengaruh didalam akademi Langit,” ucapnya. “dia adalah putra bungsu ketua akademi!” ucap Feng Gu.


 


 


“eh bukankah ketua akademi tidak memiliki anak?” tanya Feng May. Feng Gu menatap kearah Feng May sambil tersenyum “tidak banyak yang tahu kalau ketua akademi memiliki anak! Mereka memiliki 3 anak kalau tidak salah!” jawab Feng Gu.


 


 


“oh benarkah? Sama sekali tidak ada pemberitaan apapun! Apa kerajaan Langit tidak ada tahu tentang hal itu?” tanyanya lagi. “tidak ada, tapi setahu ku raja seharusnya tahu! Dan didalam akademi hanya sekitar 6 orang yang tahu!” ucap Feng Gu dan diangguki oleh Feng May.


 


 


“apa kau tertarik dengannya?” tanya Feng Gu. Feng May menggelengkan kepalanya “aku sama sekali tidak tertarik dengannya! Dia sama sekali bukan tipe ku!” ucap Feng May.


 


 


“Bagaimana yang tidak sesuai dengan adik ku ini hah?! Dia kan seorang laki-laki yang kuat dan juga dia memiliki status yang sama dengan tetua diakademi Langit! Dia juga tampan!” ucap Feng Gu.


 


 


Feng May mengangkat sebelah alisnya, pandangan menerawang jauh kewajah seorang pria yang pernah dilihatnya didalam mimpinya. Dia membandingkan kedua wajah itu, dan ia menemukan kesimpulan kalau orang didalam mimpinya yang paling tampan.


 


 


“tidak! Dia sama sekali tidak tampan!” ucap Feng May sambil menggelengkan kepalanya. Feng Gu hanya tertawa melihat tingkah adiknya tersebut.


 


 


Sesampainya di menara penguat jiwa, Feng Gu langsung mengajak Feng May masuk dan menemui tetua penjaga. “permisi tetua!” panggil Feng Gu dengan sopan.


 


 


“saya kemari ingin memberitahukan bahwa gadis ini akan masuk kedalam menara jiwa dan dia memiliki kuota setidaknya 5 hari untuk berada didalam menara jiwa!” ucap Feng Gu.


 


 


Ketua tersebut melihat kearah Feng May, dia menilik kedalam kekuatan jiwa Feng May. Namun tak lama setelahnya dia tersentak dan membuat Feng Gu ikutan kaget. “ada apa ketua?” tanya Feng Gu.


 


 


 


 


“baik tetua, terima kasih!” ucap Feng Gu. “masuklah!” ucap Feng Gu kepada Feng May dan dijawab anggukan kepala. Feng May juga menerima sebuah nomor ruangan yang akan dia tempati.


 


 


Didalam ruangan ...


 


 


Feng May fokus untuk memperkuat jiwanya sampai tahap kekosongan mutlak dan kalau memungkinkan dia bisa menerobos ketingkat jiwa emas. Setelah itu Feng May akan fokus pada pembelajaran pembuatan array. Yu Tu dan pasangan naga membantu Feng May menyerap kekuatan jiwa didalam menara penguat jiwa tersebut.


 


 


“kakak kau gunakanlah kesempatan ini untuk naik ketingkat selanjutnya, yaitu tingkat spiritual!” ucap Yu Tu.


 


 


“benar yang diucapkan oleh bocah itu, kau harus segera naik ketingkat spiritual agar dapat menggunakan senjata spiritual tingkat tinggi yang akan kau dapatkan!” ucap naga emas.


 


 


“biarkan dia berkosentrasi jangan mengganggunya! Kita semua juga fokus saja. Bukankah ada bocah dari dunia spirit itu yang bisa membimbingnya untuk sementara!” ucap naga hitam.


 


 


“memangnya kalian akan kemana?” tanya Kui Ling.


 


 


“Kami akan tertidur selama beberapa saat! Namun jika tuan Feng May ingin dia bisa memanggil kami!” ucap naga hitam.


 


 


“panggillan mu hormat begitu dengannya!” ucap Kui Ling.


 


 


“Aku harus berjaga-jaga bagaimana jika gadis ini adalah keturunan orang itu?” ucap naga hitam dalam hati.


 


 


“sudahlah kenapa kalian ini banyak sekali bicaranya! Kalian fokuslah berlatih agar tidak menjadi beban!” ucap naga emas.


 


 


Akhirnya naga emas dan naga hitam tertidur, sedangkan Yu Tu dan yang lainnya berlatih dan meningkatkan kekuatan mereka.


 


 


Disisi lain ...


 


 


Saat ini klan Yu Ying tengah merencanakan sesuatu untuk memberi pelajaran kepada Feng May karena telah berani melukai Jin Yu Ying.


 


 


“lakukan yang terbaik! Aku tidak ingin bocah sombong itu hidup dengan layak dan tentram! Berani-beraninya dia mempermalukan dan melukai putriku!” ucapnya geram.


 


 


“Kita harus membuat rencana yang matang terlebih dulu untuk menghadapi gadis itu! Dia pasti akan menggunakan senjata spiritual tingkat tinggi saat menghadapi kita, lalu ku dengar saat ini dia masuk kedalam menara penguat jiwa! Kekuatannya pasti akan meningkat pesat didalam menara tersebut!” ucap salah seorang anggota klan Yu Ying.


 


 


“benar yang dia ucapkan kepala keluarga! Kita tidak bisa menggangunya jika dia masih didalam wilayah akademi Langit! Bera ceritanya kalau dia ada diluar wilayah akademi atau mungkin diluar wilayah kerajaan Langit!”


 


 


“hmm kalau begitu apa yang akan kalian lakukan?” tanyanya.


 


 


“aku pernah dengar tentang situs kuno. Pemakaman dewa-dewa hukum, dan aku yakin kalau dari akademi Langit dan kerajaan Langit akan memerintahkan seseorang untuk ikut menjelajahi situs kuno tersebut! Kita bisa menghabisi nyawa bocah itu disana. Dengan begitu semua orang akan berfikiran kalau dia mati karena serangan hewan kuno didalam situs atau ada seorang yang membunuhnya u tuk merampas barang-barang miliknya!” usulnya.


 


 


“bagus kita jalankan seperti itu saja!” ucapnya.