
"Bagaimana gadis kecil itu sekarang? Apa ia sudah bertambah dewasa?" tanya gurunya.
"Dia sudah bertambah kuat sekarang guru! Ia juga mempunyai tempramen yang baik dan mental yang kuat!" jawab Gui Feng dengan mantab tanpa ada keraguan dalam dirinya.
Gurunya menatap kearah Gui Feng kemudian ia berjalan kearah kursinya dan duduk bersandar. Ingatannya menerawang jauh kemasa 8 tahun yang lalu.
Flashback...
Saat itu Feng May masih berusia 5 tahun dan Gui Feng berusia sekitar 8-9 tahun. Ia datang ke kerajaan Langit bersama dengan kedua orang tuanya. Saat itu Gui Feng menatap kearah gadis kecil yang duduk tenang disebuah pondok yang berada di taman istana.
Gui Feng yang berkeliling sendirian akhirnya menghampiri gadis kecil itu.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Gui Feng kepada gadis kecil itu.
Gadis kecil itu menengadah wajahnya kearah Gui Feng.
Mata jernih gadis kecil itu menatap kedalam manik mata Gui Feng, mata Feng May kecil sudah berkaca-kaca dan air matanya luruh jatuh kepipi tembamnya.
"Kakak Feng Gu dan kakak Zou Jing tidak datang hiks…hiks…," ucap Feng May kecil sambil terisak.
Gui Feng tersenyum mendengar jawaban gadis kecil itu.
"Kalau begitu ayo ikut dengan ku!Aku akan mengajakmu berkeliling kemudian aku akan memperkenalkan mu dengan guru ku!" ucap Gui Feng sambil mengulurkan tangannya kepada Feng May.
Feng May mengangguk lucu kemudian ia menghapus air matanya dan menggapai tangan Gui Feng yang menggandengnya. Gui Feng mengajak Feng May untuk berkeliling disekitar taman kerajaan Langit.
Gui Feng mengajak Feng May kecil menemui gurunya. Saat itu Feng May sudah ada ditingkatan awal bela diri padahal ia masih belum berusia 6 tahun.
"Guru aku membawa adik kecil bersama ku!" ucap Gui Feng sambil menggandeng tangan kecil Feng May dan tersenyum senang kearah gurunya.
Gurunya menatap Gui Feng kemudian ia memukul bokong Gui Feng.
"Aduh….aduh… guru apa yang kau lakukan?" ucap Gui Feng sambil mengadu kesakitan.
"Anak siapa ini yang ku culik hah?!" ucap gurunya masih dengan memukul bokong Gui Feng.
"Aduh… guru tenanglah! Aku menemukan gadis kecil itu dipondok yang ada di taman sana!" jelas Gui Feng.
Gurunya berhenti memukul bokong Gui Feng dan kemudian menatap kearah Feng May. Gadis kecil itu tersenyum senang kearah guru tersebut, mata jernihnya memperlihatkan kepolosan seorang bocah.
"Nak apa kau kesini karena dipaksa oleh bocah gemblong itu?" tanya guru Ji sambil menunjuk kearah Gui Feng yang merasakan panas pada bokongnya.
Feng May tersenyum girang.
"Kakak itu bilang akan mengajak ku jalan-jalan karena kakak ku belum datang menemui ku!" jawab Feng May kecil dengan bahasa anak kecil, namun ucapannya lebih jelas.
Guru Ji menyentuh kepala Feng May namun ia terkejut saat merasakan ada 2 aura yang bertubrukan ditubuh gadis kecil itu.
"Nak apa kau bisa bela dir?" tanya guru Ji.
Feng May mengerjap polos kemudian menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Guru Ji nampak menatap kearah Feng May kecil yang masih mengerjap-ngerjapkan matanya lucu.
Gui Feng gemas menatap wajah Feng May yang menggemaskan ditambah dengan pipinya yang cabby. Ia maju kedepan dan mencubit pelan pipi tembam Feng May.
"Ahh kau ini bagaimana bisa begitu menggemaskan!" ucap Gui Feng.
"Apa yang kau lakukan pada gadis kecil ini hah?!" ucap gurunya sambil menatap tajam kearah Gui Feng.
"Nak bolehkah aku menggambar sesuatu didadamu?" tanya guru Ji.
Feng May yang tidak tahu apa-apa hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Guru apa yang mau kau lakukan kepada gadis kecil ini? Kau ingin melakukan tindakan tidak senonoh ya?!" ucap Gui Feng sambil melindungi Feng May dibelakang tubuhnya.
"Heh bocah gemblong! Apa kau sama sekali tidak melihat apa yang terjadi pada bocah itu hah?!" ucap guru Ji.
"Aku tahu! tapi apa yang ingin guru lakukan?" tanya Gui Feng.
"Aku ingin menyegel kemampuannya sampai ia benar-benar mampu menguasai dirinya dan menjadi pribadi yang lebih baik dan sepolos ini!" ucap guru Ji.
"Tapi…," ucap Gui Feng ragu sambil memandang kearah Feng May yang hanya menatap mereka dengan tatapan polos.
"Aku tahu! bahwa didunia ini yang kuatlah yang akan bertahta! Namun jika kemampuan gadis kecil ini terungkap didepan publik maka ia akan kehilangan nyawanya bahkan sebelum ia beranjak remaja!" ucap guru Ji.
"Jika kau menyayangi bocah ini kau harus menjadi lebih kuat dan dapat melindunginya! Untuk saat ini kita hanya bisa menyegel kekuatan spiritualnya untuk melindungi nyawanya," ucap guru Ji memberi pengertian.
Meskipun usia Gui Feng masih terbilang sangat mudah namun ia memiliki pemikiran yang dewasa. Feng May masih menatap 2 orang dihadapannya.
"Kalau begitu baiklah! tapi aku ingin ada seseorang didekatnya!" ucap Gui Feng.
"Kau perintah saja pengawal bayangan mu untuk menjadi pengawal gadis kecil ini.
Gui Feng menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Setelahnya guru Ji menggambar segel didada Feng May tepatnya di jantungnya. Sedangkan Gui Feng hanya menatap Feng May yang meringis menahan sakit karena segel tersebut menyedot kemampuan spiritual termasuk melumpuhkan sistem vitalitasnya.
Setelah 2 jam segel itu sudah tertanam dijantung Feng May kecil.
"Guru apa itu akan baik-baik saja untuk gadis kecil sepertinya?" tanya Gui Feng.
Ia bahkan menahan air matanya yang akan lolos di pelupuk matanya saat melihat Feng May yang kesakitan.
"Setelah saat ini ia sama sekali tidak akan mampu menggunakan kekuatan spiritualnya maupun kemampuan bela dirinya! Namun setelah kemampuannya bangkit disaat yang bersamaan dengan luruhnya segel dijantungnya, maka ia memiliki kemampuan yang besar!" ucap guru Ji.
Flashback end
Setelah kejadian tersebut Gui Feng berlatih dengan sangat keras dan guru Ji juga memerintahkan seorang pengawalnya untuk mengawal Feng May. Sejak saat dari kerajaan Langit, guru Ji mencari tahu tentang Feng May.
Ia terkejut saat mengetahui identitas asli Feng May, itulah alasan kenapa Feng May memiliki 2 aura ditubuhnya.
"Apa gadis kecil itu sudah mampu mengendalikan 2 aura dan kemampuan yang ada didalam dirinya?" tanya guru Ji.
"Aku tidak tahu guru! pengawal ku hanya mengatakan bahwa ia bisa bela diri! Dan terakhir kali aku bertemu dengannya adalah saat ia membantu kakak ke-2," jawab Gui Feng.
"Kau tidak melihat ia menggunakan kekuatan auranya atau kekuatan spiritual?" tanya guru Ji.
Gui Feng menjawab dengan gelengan kepala. Guru Ji menghela nafas panjang.
"Bagaimana saat pembangkitan kekuatan fisiknya? Apa yang bangkit dari garis darah serta kemampuan fisiknya?" tanya guru Ji.