Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Sungai yang tercemar



Feng May membagikan semangkuk makanan kepada 3 laki-laki itu, dan ia juga membagikan makanan untuk gubey, dan 2 peliharaan nya. Mereka pun makan dengan tenang dan tanpa suara. “masakan kakak adalah yang terbaik!” Ucap salah satu peliharaan Feng May. Yang lainnya hanya menganggukkan kepala secara bersamaan.


Keesokan harinya ...


Feng May, Feng Gu, Zou Jing dan Zhi Shen kembali melanjutkan perjalanan. Saat ini Feng May digendong oleh Zhi Shen dipunggung laki-laki itu. Feng Gu berjalan dibelakang untuk memastikan bahwa Feng May baik-baik saja, sedangkan Zou Jing berjalan didepan sambil menggendong gubey. Hewan kecil itu menunjukkan arah jalan yang paling cepat menuju sungai dekat tempat tinggal ular piton raksasa yang menjadi penghuni tetap tempat tersebut, bisa dikatakan hewan itu adalah penguasa wilayah timur dunia spirit meskipun ia tetap kalah dengan Agon.


“hufh ... Lelah sekali!” ucap Feng May. Feng Gu, Zhi Shen dan Zou Jing langsung menatap kearah gadis itu “kenapa?” ucapnya. “kan dari tadi kau digendong oleh mereka berdua, dan bisa-bisanya kau mengatakan kalau kau lelah!” ucap Zou Jing. “aku kan mewakili mereka bicara lelah!” jawab Feng May.


Feng May berjalan menuju kearah pohon besar dan duduk disana sambil menyeka keringatnya “berapa lama lagi kita akan sampai?” tanya Feng May. “gubey bilang tidak lama, mungkin sekitar setengah hari lagi! Atau kau mau beristirahat disini dan melanjutkan perjalanan esok hati?” ucap Zou Jing dan dijawab gelengan kepala oleh Feng May. “kita lanjutkan saja perjalanan, tapi aku mengantuk!” ucap Feng May dengan wajah imut.


“Biar aku menggendong mu! Kau tidur saja baik-baik dan dengan nyaman!” ucap Zhi Shen. Feng May menganggukkan kepalanya sambil tersenyum bahagia. Zou Jing mendengus melihat hal itu, dan mendengar adiknya merengek tidak mau berjalan sendiri dengan banyaknya alasan. Entah kenapa gadis itu menjadi pemalas seperti itu.


“kau sepertinya jadi pemalas sekarang ini!” ucap Zou Jing. Feng May menyenderkan kepalanya dipundak Zhi Shen, “aku tidak malas, aku ini sedang menghemat tenaga! Coba kakak berfikir, aku yang seorang wanita yang dulu pernah sakit-sakitan, masa iya aku naik ke atas sana dengan berjalan kaki. Bagaimana jika nanti aku jadi kehabisan tenaga dan kemudian kembali sakit-sakitan? Kan nanti kakak-kakak juga yang akan repot mengurusku!” ucap Feng May mencari alasan yang masuk akal.


“Ck! Alasan saja kau ini, darimana kau berguru mencari alasan sebanyak itu?” ucap Zou Jing. “aku ini sudah berbakat dari dulu jika masalah mencari keuntungan!” ucap Feng May. Zou Jing mencebikkan bibirnya mendengar jawaban adiknya. “sepertinya kau salah pergaulan saat masuk kedalam akademi Langit dulu!” ucap Zou Jing.


“lingkungan pertemanan ku baik kok! Buktinya aku tidak pernah membuat masalah didalam perguruan puncak rintik!” ucap Feng May. Zou Jing berdecih “kau lupa. Kau pernah membuat beberapa wanita menari telanjang dihadapan begitu banyaknya murid di perguruan gunung barat, bahkan berita mereka menari telanjang sampai diseluruh akademi Langit dan bahkan hampir diseluruh kekaisaran Langit membicarakan tentang hal itu! Mereka juga kehilangan kesempatan untuk menikah dengan putra mahkota kekaisaran Langit!” ucap Zou Jing.


“Saya tidak perduli! Siapa suruh mereka mengganggu ku!” ucap Feng May. “kalau perbuatan mu saat itu membuat mereka tobat sih tidak masalah, bagaimana kalau perbuatan mu saat itu membuat mereka makin dendam dan membahayakan nyawa mu!” ucap Feng Gu.


“ck, kalau mereka berani ya maju aku akan pukul kepala mereka! Kalau mereka datang berkelompok ya aku pukul mereka semua tanpa asa yang terlewat!” ucap Feng May. “kalau mereka berani datang aku akan melindungi may’er!” ucap Zhi Shen.


“biarkan may’er sendiri yang memilih akan dengan siapa dia tinggal! Kau juga. Kalian bukan pasangan, untuk apa kau melindungi may’er! Tempat tinggal kalian berbeda, tidak mungkinkan kalian tinggal berdua!” ucap Feng Gu.


Zou Jing dan Feng Gu berniat bertanya pada Feng May, namun saat melihat gadis itu. Mereka melihatnya sedang tidur pulas bersabda dipundak Zhi Shen “dia tidur dengan sangat cepat ya!” ucap Zou Jing.


“mungkin dia lelah! Biarkan saja dia beristirahat, kau lelah tidak? Kalau lelah kita istirahat dulu disini!” ucap Feng Gu yang tidak ingin Feng May jatuh saat Zhi Shen lengah. “tidak masalah, nanti kalau aku lelah aku akan memberitahu kalian!” ucap Zhi Shen.


“ya sudah kalau begitu kita lanjutkan perjalanan!” ucap Zou Jing setelah mengikat tubuh Feng May dengan seutas tali yang sudah diberi kekuatan spiritual untuk menjaga tubuh Feng May agar tidak terjatuh. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju sungai yang diberitahukan oleh singa ungu taring emas.


Beberapa jam kemudian mereka semua sudah sampai di sungai yang tercemar, Feng Gu dan Zou Jing membuat sebuah pondok untuk Feng May istirahat. Setelah itu mereka pergi kearah sungai dan mengambil sedikit airnya untuk dicek.


“apa kau akan menggunakan gubey untuk percobaan?” tanya Zhi Shen. “tentu saja tidak! Kita gunakan saja dengan kekuatan spiritual, kebetulan kemampuan Feng Gu yang lain adalah dapat mendeteksi racun yang ada didalam sebuah tanaman, hewan atau bahkan air dan tanah!” ucap Zou Jing.


Feng Gu mengangguk-anggukkan kepalanya dan kemudian mulai memeriksa air yang ada didalam sebuah gelas kecil ditangan Zou Jing. Beberapa saat kemudian dia baru selesai memeriksa air sungai tersebut. “kenapa lama sekali? Biasanya hanya beberapa menit kau sudah mengetahui masalah yang terjadi!” ucap Zou Jing.


“ada sesuatu yang menutupi racun ini sehingga aku sedikit kesulitan memeriksanya, mungkin hal ini jugalah yang membuat para hewan spirit tidak menyadari adanya racun didalam air sungai ini!” ucap Feng Gu. “sepertinya memang ada yang sengaja mencemari sungai ini dengan racun dan kemudian mengambil keuntungan!” ucap Zhi Shen.


“Sepertinya begitu! Sekarang fokus kita adalah mencari sumber racun dan cara mengatasi racun ini! Kalau tidak akan ada semakin banyak korban karena keganasan hewan spirit yang sedang tidak dalam keadaan sadar!” ucap Feng Gu dan dianggukki oleh kedua laki-laki disebelahnya.


Mereka bertiga pun berpencar untuk mencari sumber sungai dan sekaligus racun penyebab terjadinya kegilaan pada hewan spirit dan menyebabkan banyak orang tidak bersalah yang tewas, mereka meninggalkan Feng May sendirian tanpa penjagaan. Seolah mereka lupa bahwa ditempat tersebut tinggallah seekor ular besar dan juga beracun.