Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Kekejaman Feng May



“Tuan bisakah anda memohon kepada kaisar untuk membebaskan Shiya?” Ucapnya.


“Apa kau pikir kejahatan yang dilakukan Shiya bisa dimaafkan oleh kaisar?!!” Teriak Feng Kui.


“Tapi tuan Shiya pasti dijebak oleh seseorang!!” Ucapnya lagi.


Feng Kui menoleh dan menatap selirnya itu dengan tatapan tajam. “Kau pikir aku mau memohon untuk anak tidak berguna sepertinya!” Ucapnya.


Dia terkejut dengan ucapan suaminya namun ia masih tetap memohon kepada Feng Kui agar mau bicara kepada kaisar untuk membebaskan anaknya.


“Sebaiknya dia tidak usah kembali kekediaman Feng selamanya!” ucap Feng Kui.


Setelah itu ia memanggil penjaga agar membawa wanita itu kekamarnya dan dia tidak boleh keluar selangkah pun tanpa ada perintah darinya.


Keesokan harinya ...


Feng May bangun dan melihat kearah sekeliling. Ia duduk bersandar dan mengucek matanya. Tak lama kemudian seorang pelayan mengetuk pintu dan masuk dengan membawakan makanan untuknya.


“Nona silahkan sarapan!” ucap pelayan.


“emm ... Kau bisa kembali nanti akan dibawakan oleh pengawal ku kedapur jika sudah selesai!” ucap Feng May.


“Baik nona,” ucap pelayan tersebut.


Kemudian pelayan itu pergi meninggalkan kamar Feng May. Feng May turun dari ranjang dan setelahnya dia berfikir bahwa dia belum mencuci muka.


“Ucil bawakan aku air untuk mencuci muka sekaligus sarapan untuk ku dan kalian juga!” ucap Feng May memberi perintah.


“Baik nona!” jawab Ucil.


Feng May dapat mendengar suara langkah kaki dari Ucil yang berjalan menjauh. Feng May berdiri dan mengambil sebuah jarum perak kemudian meletakkannya diatas makanan dan minuman yang dibawakan oleh pelayan tadi.


“Jie Yu cari pelayan tadi sampai dapat kemudian bawa dia kemari!” perintahnya.


“ya baik tuan!” ucap Jie Yu.


Feng May melihat satu persatu jarum perak yang telah berubah warna menjadi hitam. Feng May tersenyum kecut, dia menopang kepalanya dengan tangan dan satu tangannya mengangkat salah satu jarum perak.


“Sepertinya ada yang ingin mengajak ku bermain!” gumam Feng May.


Tok ... Tok ... “Nona saya sudah membawakan makanan dan air untuk anda mencuci muka,” ucap Ucil.


“Masuklah!” Ucil pun masuk setelah mendengar suara Feng May.


Ia meletakkan baskom berisi air hangat dan hendak meletakkan makanan diatas meja namun ia memandang kearah Feng May lebih dulu.


“Singkirkan makanan itu lebih dulu!” ucap Feng May.


Ucil dengan cepat menjalankan perintah Feng May, kemudian ia menata makanan diatas meja tersebut. Setelah Feng May selesai mencuci muka, dengan sigap ia membawa baskom air itu dan membuang airnya.


“Nona!” panggil Jie Yu sambil melemparkan seorang pelayan yang tadi membawakan makanan.


Feng May hanya menatap kearah pelayan itu tanpa ekspresi sama sekali. Kemudian ia tersenyum, melihat senyuman Feng May membuat pelayan itu bergidik ngeri. Wajahnya saat ini sudah pucat pasi, ia bahkan tidak menatap kearah Feng May.


“Jie Yu ikat dia jangan sampai dia lari!” perintah Feng May dan Jie Yu langsung menjalankan perintah tersebut.


Tak lama Ucil datang dan Jie Yu sudah selesai melakukan tugasnya. Feng May pun memanggil mereka dan menyuruh mereka untuk duduk di kursi yang tersisa dan sarapan bersama. Pelayan itu melihat ada kesempatannya untuk lari maka dia pun menyayat tali yang mengekang kakinya. Ia secara perlahan berjalan menuju kearah pintu, Jie Yu yang melihat hal itu hendak bertindak namun dicegah oleh Feng May.


Feng May mengambil sebuah pedang yang berada didekatnya, pedang itu adalah senjata yang letaknya selalu paling dekat dengannya. Dengan cepat Feng May melemparkan pedang itu dan memotong kaki dari pelayan itu.


Srekk ... Setelahnya terdengar suara teriakan.


“Aaaarghhh....,” teriakan itu seperti lagu yang sangat indah ditelinga Feng May.


Feng May memakan makanannya dengan sangat lahap sambil melihat pemandangan dimana seorang pelayan yang masih berteriak kesakitan, dengan salah satu kakinya yang terpisah dan darah yang membanjiri lantai kamar.


“Makanan ini sangat lezat! Sepertinya makanan ini bertambah lezat setelah aku melihat darah segar dari seseorang yang tidak tahu diri!” ucap Feng May.


“Bagaimana rasanya? Enak tidak? Kalau masih ingin bermain-main tidak masalah aku akan ladeni, dan dengan senang hati membuka pintu kamar ku lebar-lebar dan membiarkan kalian semua bermain-main. Tapi ... Kalau sudah datang jangan harap bisa keluar!” ucap Feng May sambil tersenyum.


“No .. nona to.. tolong maafkan saya!” ucap pelayan itu dengan suara bergetar.


“Katakan siapa yang menyuruh mu dan apa saja yang kau ketahui!!” perintah Feng May.


Pelayan itu nampak berfikir kemudian ia menganggukkan kepala.


“Sa ... Saya akan menceritakan semuanya namun anda harus berjanji melepaskan saya!” ucapnya dan Feng May hanya tersenyum mendengarnya.


“Aku akan menipunya toh dia tidak akan tahu apapun kebenarannya!” gumam pelayan itu dalam hati.


Pelayan itu pun mulai menjelaskan semua kepada Feng May. Sedangkan Xana masih tersenyum, ia mendengarkan semua penjelasan dari pelayan tersebut. Setelah pelayan tersebut selesai menjelaskan semuanya Feng May berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati pelayan tersebut.


Ia menarik pedangnya dan kemudian memotong satu tangan pelayan tersebut.


“Ini karena kau sudah berbohong padaku tentang orang yang memerintah mu!( Feng May kembali mengangkat pedangnya lagi dan kemudian memotong tangan kanan pelayan itu) ini karena kau sudah berani berbohong soal alasan kau meracuni ku. Dan ...( Feng May memotong kaki kanan pelayan tersebut) ini karena kau sudah berani berbicara yang tidak sesuai fakta padaku!” ucapnya sambil tersenyum.


Kemudian Feng May berjalan kembali ke tempat duduknya, ia pun kembali memakan makanan dengan tenang. Jie Yu dan Ucil menatap ngeri kearah Feng May yang sedang makan padahal hampir seluruh tubuhnya terkena cipratan darah, tangan Feng May pun tak luput dari cipratan darah tersebut.


“Silahkan kau boleh keluar sekarang!” ujar Feng May dengan santai sambil tersenyum.


Ucil dan Jie Yu menelan ludah susah payah.


“Bagaimana dia bisa keluar tanpa kedua kaki dan tangan?” gumam Jie Yu dan Ucil dalam hati.


Pelayan itu meneriaki Feng May dengan semua kata-kata kasar, ia bahkan mengumpat Feng May. Ia melontarkan semua kata hinaan untuk Feng May tanpa jeda. Feng May hanya tersenyum saja mendengar umpatan itu.


“Heh keluarga Zou pasti akan langsung mengusir mu kalau tahu kau adalah monster yang kejam! Keluarga Zou hanya memanfaatkan mu, untuk dijadikan anjing mereka!” ucapnya.


Feng May menatap kearah orang itu, dengan ekspresi datar. Kemudian ia mengambil sebuah pisau dan menancapkan pisau itu kelidah pelayan itu.


“Ah pisau yang ku gunakan untuk menyayat daging masuk kedalam mulut mu karena kau bicara sangat lebar sehingga menyedot pisau ku! Jie Yu ambil pisau ku dari mulutnya sekalian lidahnya ya!” ucap Feng May dengan tersenyum manis.