Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Perguruan puncak rintik 2



"Kau juga sepertinya sangat luar biasa, karena bisa berlatih ditengah berseteruan 2 spesies kucing kecil dan besar ini," ucap naga hitam sambil menunjuk kearah Kui bersaudara dan Jie Yu.


Aku tidak mempedulikan mereka selama mereka tidak mengusik ku yang tengah dengan tenang berlatih," ucap Jie Yu.


Naga emas dan naga hitam saling pandang kemudian mereka berlatih ditempat yang dikhususkan untuk keduanya. Yu Tu melihat kearah kedua pasangan naga tersebut, kemudian beralih menatap kearah Kui bersaudara dan Jie Yu yang masih saja berdebat.


"Apa yang kalian perdebatkan?" tanya Yu Tu yang mulai jengah dengan sikap mereka bertiga.


"Dia ingin agar nona Feng datang ketempat pengumpulan petir hitam dan kami akan melemah jika berhadapan dengan petir hitam lalu kami juga ingin agar nona Feng membawa kami pergi ke gunung barat yang terdapat formasi api," ucap Kui Ling.


Yu Tu menghela nafas panjang.


"Besok beritahukan pada kakak Feng May keinginan kalian dan biarkan dia yang menentukannya," ucap Yu Tu menengahi perdebatan ketiganya.


"Sekarang kalian pergilah berlatih dan kemudian beristirahat setelah makanan siap aku akan menghubungi kalian," ucap Yu Tu sambil berjalan menuju kedalam rumah dan kearah dapur.


"Sepertinya aku harus meminta Kui bersaudara dan Jie Yu untuk memetik tanaman herbal dibelakang! Dan kakak May'er juga sudah lama belum membuat pil obat untuk membantu meningkatkan kekuatan Kui bersaudara yang sudah mulai merasakan hambatan saat menerobos," ucap Yu Tu sambil menghela nafas panjang.


Sedangkan didalam kamar...


Feng May masih meringkuk dan wajahnya sangat tenang. Dan ada seorang pria yang duduk disamping ranjangnya.


"Ia seperti bayi yang polos yang baru saja lahir ketika tidur. Namun, Kenapa ia begitu mengerikan saat sudah membuka matanya?" ucap Zou Jing yang saat ini tengah menghampiri adiknya tersebut.


"Apa yang kau lakukan disini? Dan lagi May'er sedang tidur jangan mengganggunya," ucap Feng Gu yang menyusul Zou Jing.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Zou Jing saat melihat kehadiran Feng Gu tanpa dapat ia rasakan gerakannya.


"Aku mencarimu karena saat ini waktunya kita untuk berlatih! Guru akan segera mencari kita dan mungkin beliau akan menghukum kita nanti," ucap Feng Gu.


"Kenapa guru harus menghukumku? Akukan tidak melakukan kesalahan apapun?!" ucap Zou Jing.


"Apa kau tidak tahu bahwa guru sedang berbicara serius saat kita tengah geram melihat kelakuan nona Lu saat itu," ucap Feng Gu.


"Apa kah mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh guru kita saat itu?" tanya Zou Jing.


"Aku?" ucap Feng Gu sambil menunjuk dirinya sendiri dan diangguki oleh Zou Jing.


"Tentu saja tidak! Kalau aku mendengarkan perkataan guru, mana mungkin aku menanggapi perkataan yang akan membongkar identitas Feng May yang nyatanya adalah adik kita," ucap Feng Gu.


Zou Jing mencebikkan bibirnya merasa dikerjai oleh sifat Feng Gu yang jahil akan segala hal.


"Kau ini benar-benar hebat saat menjahili orang," ucap Zou Jing.


"Sudah ayo kita ketempat guru dan mulai hukuman yang berkedok latihan neraka," ucap Feng Gu sambil menarik Zou Jing agar segera pergi dari kediaman Feng May.


Tanpa disadari oleh keduanya bahwa mereka diawasi oleh guru masing-masing.


"Aha ternyata mereka memiliki adik perempuan yang cantik ya," ucap ketua perguruan puncak rintik yang juga adalah istri dari ketua akademi.


Tidak ada yang tahu akan kebenaran tersebut hanya beberapa orang yang dipercaya saja yang mengetahui fakta tersebut.


Ketua akademi menoleh kearah istrinya, dan kemudian tersenyum.


"Yah kau benar! Tidak ada yang tahu tentang adik perempuan kesayangan dua manusia dingin ini," ucapnya kepada sang istri.


"Aku meminta Feng Gu untuk berlatih dihutan monster dan menghadapi monyet raksasa mata merah dengan sayap," jawabnya dengan santai.


"Hahaha kau ini benar-benar! Monyet mana yang akan berani menghadapi muridmu yang menyeramkan itu hmm," ucap istrinya terkikik dengan ide suaminya.


"Itu adalah hukumannya karena berani mengabaikan ku yang sedang berbicara serius dengannya sampai hari mengulang kembali kata-kata ku dari awal," ucapnya.


"Aku ingin mengangkat adik perempuan Feng Gu dan Zou Jing sebagai penerus ku menurut mu bagaimana?" tanyanya kepada suaminya.


"Tidak masalah! Lagi pula nona Feng itu memiliki bakat yang luar biasa! Hanya saja..," ucapnya menggantung.


"Hanya saja apa?" tanya istrinya dengan penasaran.


"Identitas gadis kecil itu tidak biasa! Kau pasti sudah dengarkan bahkan mungkin melihat sendiri bahwa gadis kecil itu memiliki aura kematian dan membunuh yang bersamaan," ucapnya menjeda sebentar kalimatnya.


"Ada 2 keluarga yang memiliki 2 aura tersebut yaitu keluarga jenderal Shu dari kerajaan Sia dan juga pemilik aura kematian yaitu keluarga kerajaan bintang," ucapnya.


"Sepertinya akan sangat sulit untuk menjadikan gadis itu sebagai penerusmu," ucap suaminya.


"Jika memang gadis itu memiliki identitas diantara 2 identitas tersebut maka akan sangat sulit untuk membuatnya tetao diakademi Langit," ucap istrinya.


"Tapi bukankah akan sangat menguntungkan jika gadis itu menjadi pewaris ku setidaknya ia akan mampu melindungi kerajaan Langit dan juga akademi Langit," ucapnya.


"Kita tidak memiliki kekuasaan jika harus menentang kekuasaan jenderal Shu ataupun raja dari kerajaan bintang," ucap suaminya.


"Ah sayang sekali! Padahal aku sangat ini akrab dengan gadis kecil itu," ucap istrinya dengan menampilkan wajah sedih.


"Kau bisa menganggapnya sebagai putrimu sendiri tapi tidak sebagai pewaris mu," ucap suaminya agar istrinya tidak bersedih.


"Kau tahukan bahwa kedua anak kita belum memiliki waktu untuk kemari menemui kita! Bahkan saat mereka datang pun mereka tidak membawa pasangan masing-masing," ucap istrinya.


"Kenapa tidak kita jodohkan saja putri kita dengan Feng Gu atau Zou Jing," usul suaminya.


"Aku tidak ingin memaksakan kehendak ku pada putra atau putri kita! Biarkan mereka menentukan pasangan mereka masing-masing," ucap sang istri.


"Kalau begitu berhentilah bersedih!" ucap suaminya.


Disisi lain...


Gui Feng saat ini tengah memainkan dengan pelan kecapinya. Kemudian kepala pengawalnya datang menghadapnya.


"Salam tuan muda!" ucapnya sambil membungkukkan badan.


Gui Feng berhenti memainkan kecapinya. Ia membuka matanya perlahan.


"Ada apa?" tanyanya dengan nada yang tenang namun dingin.


"Saya menemukan bahwa kemungkinan nona Feng adalah keturunan dari raja kerajaan bintang dan panglima perang kerajaan bintang atau adik dari jenderal Shu dari kerajaan Sia saat ini," ucapnya.


Gui Feng menatap kearah kepala pengawalnya.


"Berarti gadis itu memiliki darah keluarga jenderal Shu dan juga raja kerajaan bintang?" ucap Gui Feng.


"Benar tuan muda!" jawab kepala pengawalnya.