
Pertarungan masih terus berlanjut, kedua orang diatas arena masih saling menyerang dan berlindung. Sampai saat sore hari, kekuatan musuh Feng May hampir terkuras habis sedangkan Feng May masih nampak baik-baik saja.
“sial! Jika seperti ini aku hanya bisa menggunakan cara terakhir,” gumamnya dalam hati.
“heh kau cukup luar biasa sampai bisa memaksa ku menggunakan jurus terakhir yang baru aku pelajari sebulan sebelum acar pertandingan ini! Kau bisa berbangga hati jika kalah dari ku dengan jurus ini!!” Ucapnya.
Setelahnya orang itu membuat array dan kemudian dia menggigit jarinya sampai berdarah lalu meneteskan darahnya keatas formasi yang telah dibuatnya. Melihat hal itu Feng May hanya diam saja, dia mengangkat sebelah alisnya.
“kenapa junior Feng May hanya diam saja! Apa dia tidak menyiapkan formasi pertahanan? Atau mungkin dia sudah menyerah?” tanya salah seorang senior Feng May.
“kurasa bukan seperti itu. Tapi ... Junior Feng May tidak tahu apa yang dilakukan oleh musuhnya. Dia masih mencerna kejadian yang mungkin akan terjadi selanjutnya,” ucap ketua murid dalam.
Semua orang memandang kearahnya kemudian beralih menatap kearah Feng May yang masih berdiri tenang diatas arena.
Sedangkan Feng May saat ini ...
“apa yang dia lakukan? Apa dia ingin menggunakan formasi darah? Apa yang akan terjadi selanjutnya?” batinnya sambil terus menatap lawannya.
“kenapa diam saja!!” teriak naga emas.
“lalu aku harus apa bilang wow gitu!” pikir Feng May.
“buat pertahanan tuan! Kau harus melindungi dirimu dan menghindari serangan tersebut!” ucap naga hitam.
“kalaungitu aku harus bagaimana?” tanyanya.
“dalam hal ini suami ku yang pandai! Jadi biar dia melahap serangan yang dilancarkan kearah mu dan kau bergerak maju menyerangnya!” ucap naga emas.
“sebaiknya kalian diam saja dulu! Hal ini tidak akan terjadi!” ucap Feng May.
“hah?!!” naga emas dan naga hitam melongo mendengar ucapan Feng May.
Dan benar saja, tak lama kemudian wasit menghentikan serangan yang mengarah kepada Feng May. Hal itu membuat banyak murid akademi bertanya-tanya.
“kenapa menghentikannya?” ucapnya geram.
“peraturan akademi melarang muridnya untuk menggunakan jurus yang yang mengorbankan umurnya atau darahnya. Kau sudah dianggap kalah karena menggunakan array darah untuk menyerang lawan mu, apa kau memikirkan murid-murid akademi Langit yang lain? Jika kau menggunakan serangan yang kuat seperti itu pelindung arena akan pecah dan hal itu mungkin akan membuat murid-murid tersebut terluka!” omel wasit.
“pertandingan ini sudah ditentukan bahwa pemenangnya adalah Feng May dari perguruan puncak rintik!” keputusan final wasit.
Hak tersebut membuat lawan Feng May memandang kearah Feng May dengan pandangan tajam dan menusuk, ia seperti mengisyaratkan ancaman untuk Feng May. Feng May hanya menanggapinya dengan menjulurkan lidahnya dan bola matanya keatas sehingga menampilkan putihnya saja, dia juga mengacungkan jari tengahnya.
“aku menangkan! Dan lagi seharusnya orang itu sudah kalah karena dia sama sekali tidak bisa menyentuh ujung rambut ku!” Ucap Feng May dengan bangga pada kakak seniornya.
Semua senior Feng May tertawa melihat tingkahnya, Feng May dikenal dingin namun memiliki hati yang hangat. Jika baru pertama kali bertemu mungkin akan beranggapan bahwa gadis ini adalah gadis sombong dan dingin, namun sebenarnya dia adalah gadis yang asik dan suka berteman dengan sifatnya yang sedikit kocak.
Mereka semua merangkul dan mengucapkan selama kepada Feng May bahkan senior Feng May secara terang-terangan menghadiahkan sebuah bunga yang dirangkai menjadi mahkota lalu diberikan kepada Feng May sebagai tanda keberhasilannya mengejek murid perguruan formasi array dan perguruan samudera biru.
Pertandingan masih berlanjut hingga akhirnya menyisakan sekitar 10 orang saja, setelah itu kepala akademi mengumumkan bahwa pertandingan akan dilanjutkan setelah satu minggu istirahat. Diantara 10 orang yang bertahan salah satunya ada Feng May, Jiang Nan, dan Lu Zhi selebihnya adalah murid tunggal atau murid pribadi tetua akademi atau perguruan.
“tidak menyangka bahwa perguruan puncak rintik akan masuk dalam 10 besar jadi hari ini kita akan merayakan kemenangan dari senior Jiang Nan dan junior Feng May. Ayo semuanya pesan makanan hari ini ketua perguruan yang secara khusus mentraktir kita makan sepuasnya!” ucap guru Ju.
Semuanya merayakan hari dimana mereka tidak akan diinjak-injak lagi oleh murid perguruan lain karena selalu berada diurutan terakhir setiap tahunnya. Semalaman mereka makan dan minum bir, Feng May hanya mengawasi dipinggir karena dia sudah mendapat surat ancaman dari kakaknya kalau sampai dia minum.
“kalau sampai aku tahu kau minum maka aku sendiri yang akan menggeret mu dan membawa mu kepuncak perguruan gunung barat agar dibimbing oleh ribuan hewan buas dan petir yang menyambar sahut-sahutan!!!!! ~ Zou Jing ~” begitulah isi surat yang dikirimkan oleh Zou Jing.
Feng May hanya dapat menghela nafas panjang setelah membaca surat dari Zou JJing. Feng May menyandarkan tubuhnya dikursi panjang, dan dia pun meluruskan kakinya. Sampai akhirnya tanpa sadar Feng May tertidur karena hembusan angin yang membuatnya menjadi nyaman. Seseorang menghampiri Feng May yang tengah tertidur pulas dengan senyum tipis dibibir Feng May.
“sepertinya kau bermimpi indah ya!” ucapnya sambil terkikik.
Ia segera menggotong tubuh Feng May dan membawa tubuh itu melesat menuju tempat tinggal Feng May. Ia meletakkan tubuh Feng May diatas ranjang empuk milik gadis itu, dia memandangi tubuh gadis tersebut.
“aku penasaran reaksi kedua kakak mu lalu Gui Feng yang selalu mencari tahu tentang mu! Ah kau pasti penasaran tentang suara kecapi dimalam saat kau membunyikan seruling kan? Kau tahu aku suka dengan nada seruling yang kau nyanyikan!” gumamnya sambil mengecupi rambut Feng May.
“aku akan memberitahu nama ku pada mu kau harus ingat baik-baik ya! Kalau sampai lupa maka aku akan menghukum mu!”
“nama ku adalah ...
Mata Feng May mengerjap dan dia bangun, Feng mengenali tempat dia tidur sekarang.
“ah rupanya aku tidur dikamar. Siapa yang mengantar ku sampai kesini dan berapa lama aku tidur sampai-sampai aku bangun matahari sudah bersinar sangat terang!” gumam Feng May.
“bagaimana bisa aku bermimpi aneh ya? Rasanya sangat nyata sampai aku tidak yakin kalau aku bermimpi,” gumamnya lagi.
Feng May pun bangun dan berjalan kekamar mandi.
Disisi lain ...
Gui Feng sudah selesai dengan tapanya dan dia mulai menggerakkan tubuhnya lalu ia mandi disungai dekat tempatnya berlatih.