
"Ada apa nona memanggil saya?,"tanya juru masak itu dengan gugup. Feng May mengeluarkan 19 koin emas.
"Aku membayar 15 koin emas untuk membeli toko ini, lalu 2 koin ini untuk mu membantuku mencari pekerja," kata Feng May sambil memberikan 17 koin emas kepada mantan pemilik toko tersebut.
Kemudian Feng May beralih kepada juru masak "2 koin ini untukmu membantu ku mencari juru masak untuk memasak didapur ini," kata Feng May sambil menyerahkan 2 koin emas kepada juru masak tersebut.
"A.. apa maksud nona?," tanya juru masak tersebut.
"Aku meminta kalian untuk mencarikan pelayan dan juga orang yang ahli memasak untuk membantu mu memasak didapur! Aku juga akan mengajarimu cara memasak makanan yang baru," kata Feng May sambil tersenyum.
"Benarkah yang anda katakan nona?," tanya juru masak tersebut. Feng May hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.
"Terima kasih nona terima kasih! Saya akan langsung melaksanakan tugas dari nona," jawab juru masak itu dengan riang.
"Oh iya aku ingin pelayan dan juru masaknya adalah orang-orang yang layak dibantu dan butuh pekerjaan. Apa kalian mengerti?," kata Feng May dan ke-2 orang tersebut menganggukkan kepalanya bersamaan.
"Kalau begitu kalian langsung kerjakan saja dan sementara tutup tokonya setelah mendapatkan sekitar 5 orang yang bisa memasak dan 15 orang pelayan, segera hubungi aku. Kalian cukup memberikan surat dan mengirimkannya menggunakan merpati pos dengan bersiul pelan dan panjang maka merpati pos khusus akan datang untuk menyampaikan pesan kalian tersebut. Paham?," kata Feng May dengan tegas. Ke-2 orang itu mengangguk bersamaan.
"Kalau begitu aku pergi dulu," pamit Feng May dan ke-2 orang itu membungkukkan badannya.
"Yu Tu makan mu itu cepat sekali!," kata Feng May. Karena ia sama sekali belum memesan apapun hanya memesankan makanan untuk Yu Tu namun dalam porsi besar tidak disangka Yu Tu menghabiskan semuanya dalam waktu yang singkat
"Aku pikir kakak tidak mau," kata Yu Tu dengan polos.
"Haah sudahlah tidak apa-apa. Makanan tadi enak ya?," tanya Feng May dan diangguki oleh Yu Tu.
"Kita lanjutkan lagi jalan-jalannya," kata Feng May dan menggandeng tangan Yu Tu. Yu Tu tersenyum manis dan mengikuti langkah Feng May.
"Kakak apa yang akan kakak lakukan dengan toko tadi?," tanya Yu Tu.
"Kakak akan membuatnya terkenal," jawab Feng May.
"Terkenal bagaimana?," tanyanya yang masih penasaran.
"Kau akan tahu nanti," kata Feng May.
Keesokan harinya...
Feng May mendapati kabar bahwa 2 orang pekerja ditoko nya sudah menemukan pelayan dan juru masak untuk tokonya. Feng May segera bergegas ke toko tersebut.
"Nona mereka semua adalah pelayan toko ini (Sambil menunjuk 15 pelayan) Lalu yang disana adalah orang yang memiliki keahlian dalam memasak," katanya begitu Feng May telah masuk kedalam toko.
Feng May menghampiri mereka "Siapa nama kalian?," tanya Feng May.
Kemudian 20 orang itu memperkenalkan diri mereka dihadapan Feng May.
"Kalian bersihkan tempat ini bersama dengannya," kata Feng May sambil menunjuk kepada mantan pemilik toko tersebut.
"Dan kalian sisanya ikut denganku ke dapur!," perintah Feng May sambil berlalu kearah dapur.
Ke-5 orang itu mengikuti langkah Feng May kedalam dapur. "Aku akan mengajari kalian memasak nasi goreng hari ini," kata Feng May karena hanya ada bahan untuk membuat nasi goreng saja di sana.
"Apakah itu nasi yang digoreng nona?," tanya juru masak dan dijawab anggukkan oleh Feng May.
Setelah 15 menit makanan itu jadi dan meminta semuanya untuk berhenti dan memakan masakannya. Mereka memakannya dengan ragu-ragu namun setelah satu suap akhirnya mereka memakan nasi itu dengan lahap sampai tak tersisa sama sekali.
"Bagaimana?," tanya Feng May.
"Bagus selama satu bulan ini aku akan mengajari kalian memasak semua menu yang belum ada di seluruh daratan ini," kata Feng May dengan semangat 45. Mereka semua menyambutnya dengan gembira pula.
Sore harinya...
Feng May mengeluarkan 22 koin emas dan memberikan masing-masing 1 koin untuk 1 orang. "Apa ini nona?," tanya salah seorang dari mereka.
"Uang" jawab Feng May dengan singkat.
Sontak saja semua pelayan dan juru masak jatuh, Feng May memelototkan matanya terkejut.
"Kenapa?," tanya Feng May polos.
"Kami tahu ini uang nona," jawab juru masak.
"Maksud kami adalah uang ini untuk apa?," katanya menjelaskan.
"Uang ini untuk kalian karena hari ini telah membantu membersihkan restoran ini dan juga untuk kemajuan perkembangan kalian," kata Feng May.
"Oh iya apa kalian ada yang bisa bela diri?," tanya Feng May. Juri masak yang dulu maju selangkah dan ada sekitar 5 orang pelayan pria yang juga maju selangkah. Feng May menatap mereka bergantian, kemudian ia maju dan langsung melancarkan serangan bertubi-tubi kepada 6 orang tersebut.
30 menit kemudian Feng May menyudahi perkelahian tersebut.
"Baiklah! Kalian akan mengajari seluruh pelayan dan juru masak ditempat ini mulai besok, dan gaji kalian juga akan aku tambah," kata Feng May. Sebelum ada yang bertanya Feng May menjelaskan lebih dulu.
"Kalian pasti tahu dengan pasti bukan, bahwa yang kuatlah yang dihormati! Aku ingin kalian semua bisa bela diri setidaknya untuk menjaga diri kalian dari perampok atau orang-orang yang berniat mengganggu kalian. Apa kalian mengerti?," kata Feng May.
"Kami mengerti nona," jawab mereka serempak.
"Bagus!," kata Feng May.
"Kalau begitu aku pergi dulu," pamit Feng May. Mereka semua menganggukkan kepalanya dan membungkukkan badan memberi hormat. Feng May berjalan kembali kekediaman nya.
Kamar Feng May...
"Aku harus segera masuk ketahap pelatihan Qi," kata Feng May.
"Oh iya kalau tidak salah bulan depan adalah ujian tingkatan fisik dimana ujian itu menguji tingkatan tubuh fisik seseorang," gumam Feng May dalam hati.
"Aku harus segera berlatih untuk segera masuk ketahap latihan Qi level dasar," gumam Feng May.
Feng May kembali memasuki ruang dimensi. "Yu Tu… Yu Tu… dimana kau?," teriak Feng May. Yu Tu keluar dari kamarnya tergesa-gesa saat mendengar suara Feng May memanggil namanya.
"Ada apa kak?," tanya Yu Tu.
"Yu Tu apa disini adalah tungku pembuatan pil dan ruangan untuk membuat pil obat?," tanya Feng May.
"Ada kak ayo ikut dengan ku," ajak Yu Tu menunjukkan kepada Feng May Jalan menuju ruangan membuat pil obat.
Sepanjang perjalanan Feng May melihat begitu banyak tanaman herbal yang ada ditanam di sana.
"Yu Tu apa semua ini kau yang tanam?," tanya Feng May.
"Tidak kak! Mereka tumbuh sendiri dan akan tumbuh seiring dengan perkembangan latihan kakak," jawab Yu Tu. Feng May hanya mengangguk-angguk mengerti.