
“Jangan mengada-ada! Mana ada orang bodoh yang ikut dengan mu secara Cuma-cuma hanya karena wajah mu!” Ucap Zou Jing yang kesal yang dengan jawaban adiknya tersebut.
“Sudahlah nanti saja bertanyanya kita akan egera sampai keistana jangan buat keributan!” Ucap Feng Gu.
Zou Jing pun diam saja dan Feng May menghindari kontak mata dengan kakaknya tersebut. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di istana, dan mereka segera melangka kearah pesta perjamuan.
“Sepertinya kita sampai lebih awal!” Ucap paman Zou.
“Ayo kita duduk disana! Tempat itu yang disediakan untuk keluarga Zou!” ucap Feng Gu.
“Gu bukankah kau seharusnya duduk bersama ditempat keluarga Feng?” tanya Zou Jing.
“Adik ku duduk ditempat keluarga Zou aku juga akan duduk disana!” jawab Feng Gu.
“Terserah kau sajalah!” jawab Zou Jing.
Mereka duduk dikursi yang sudah disediakan, tak lama kemudian beberapa keluarga sudah berada ditempat dan duduk ditempat mereka masing-masing. Ada beberapa orang yang memandang aneh kearah Feng Gu dan Feng May.
“Bukannya mereka berdua anggota keluarga Feng. Kenapa duduk bersama dengan keluarga Zou?” tanya salah seorang bangsawan.
“Sssttt ... Diamlah! Jangan membicarakan hal yang seperti itu kau ingin dicabik-cabik oleh 2 tuan muda itu?” ucap temannya.
“Aku kan hanya merasa aneh saja!” jawabnya sambil mencebikkan bibirnya.
“Diamlah!” ucap kepala keluarga Yu.
Setelah beberapa saat akhirnya semua keluarga sudah berkumpul dan terakhir kaisar masuk dan semuanya berdiri memberi hormat.
“Duduklah kalian bisa menikmati pesta yang sudah disiapkan dengan sesuka hati!” ucap kaisar.
Semua tamu menikmati pesta dan datanglah beberapa pemusik dan penyanyi juga penari yang dihadirkan untuk menghibur semua tamu. Ada beberapa penari atau penyanyi yang mencuri pandang kearah Feng Gu, Zou Jing, pangeran dan beberapa tuan muda dari keluarga ternama.
Kemudian Feng Shiya muncul dan menghadap kepada kaisar.
“Kaisar saya ingin menari di lerta ini untuk memeriahkan acara,” ucapnya.
“Yah lakukanlah!” ucap kaisar.
Feng May dan Feng Gu sama sekali tidak peduli dengan semua pertunjukan tersebut. Zou Jing malah sama sekali tidak menonton, ia memalingkan wajahnya melihat kearah lain sesekali ia berbicara dengan Feng Gu untuk menghilangkan kebosanan.
Selesai Feng Shiya menari, ia kembali menghadap kepada kaisar.
“Bagus bagus Kasim berikan 5000 keping emas dan mutiara kepada nona Feng Shiya!” ucap kaisar.
“Terima kasih yang mulia! Tapi saya ingin katakan bahwa kakak ke-3 saya memiliki ketrampilan lebih baik dari saya dalam hal menari dan menyanyi!” ucapnya.
Feng Shiya ingin mempermalukan Feng May diacara tersebut, ia memberikan senyum mengejek kearah Feng May namun Feng May hanya acuh saja dengan hal itu.
“Ho benarkah aku sangat penasaran! Bagaimana apa nona ke-3 Feng bersedia?” tanya kaisar.
“Hehehe kau pasti akan sangat dipermalukan di sini!” gumam Feng Shiya dalam hati dengan senyum menghina.
“Jika itu keinginan yang mulia kaisar maka saya tidak memiliki kewenangan untuk menolak!” ucap Feng May.
Feng Gu dan Zou Jing kaget mereka berdua sangat khawatir dengan reputasi Feng May.
“Kau bisa menolaknya kalau tidak ingin!” ucap Zou Jing berbisik.
“Aku akan baik-baik saja!” ucap Feng May dengan yakin.
Feng May berjalan dengan anggun dan meminta seorang pelayan mengambilkan sitar untuknya. Seorang pelayan dengan cekatan mengambilkan sitar dan memberikannya kepada Feng May, setelah Feng May menerimanya Feng May menarik nafas dalam-dalam dan kemudian ia mulai bernyanyi dan semenit kemudian ia memainkan sitarnya.
Feng May membuka matanya perlahan dan ia pun mulai menari dengan gerakan gemulai. Pakaian sederhana berwarna biru dengan ornamen yang berwarna putih dan emas ditambah pemakainya memiliki tubuh yang proporsional dan juga kulit yang putih bersih dan bersinar karena terkena sinar bulan. Feng May menjadi seperti sebuah pahatan yang luar biasa.
Gerakan menarinya yang lincah sekaligus memegang dan memainkan sitar serta bernyanyi secara bersamaan, membuatnya berhasil membuat seluruh tamu terpana akan keindahan yang tersuguhkan. Bahkan semua orang tidak ada yang bergerak ataupun berkedip, Mereka hanya menikmati nyanyian dan permainan sitar dari Feng May ditambah dengan tariannya yang indah.
Selesai menari Feng May memberi hormat kepada kaisar, pangeran mahkota yang lebih dulu memberikan tepuk tangan dan disusul dengan kaisar dan kemudian semua tamu yang ada ditempat.
“Luar biasa baru kali ini saya melihat keterampilan yang luar biasa! Kasim hadiahkan nona ke-3 Feng dengan 5000 emas, sekotak mutiara dan permata dan juga lain sutra untuknya!” ucap kaisar.
“Terima kasih yang mulia kaisar!” ucap Feng May.
“Luar biasa penampilan nona ke-3 Feng itu sangatlah memukau!” ucap seorang tamu.
“Benar dia adalah bintang diacara ini! Penampilannya sangat luar biasa, sangat jarang ada seseorang yang bisa memainkan musik sambil bernyanyi dan menari disaat yang bersamaan!” ucap yang lain.
“Dia memiliki bakat dan talenta yang luar biasa!” ucap lainnya.
“Benar apalagi dia sangat cantik! Ah wajahnya itu menjadi nilai tambah untuknya!” ucap tamu yang lain.
Bahkan banyak pelayan yang memuji penampilan dari Feng May, ratu dan selir kaisar pun mengakui kemampuan Feng May. Mereka bahkan terpukau dengan penampilan Feng May barusan.
Feng Shiya sangat geram mendengar setiap pujian yang dilontarkan oleh semua orang tertuju untuk Feng May. Feng May menatap kearahnya dan memberikan senyuman mengejek, sekaligus tatapan meremehkan. Hal itu membuat Shiya menjadi sangat geram, ia mengepalkan kedua tangannya dibalik meja.
“Aku tidak tahu kau sangat berbakat! Dari mana kau belajar hak seperti itu?” tanya Zou Jing.
“Aku bukan hanya belajar keterampilan bangsawan saja tapi juga belajar menjadi pembunuh apa kakak ingin mencoba kemampuan adik perempuan mu ini dalam membunuh?” ucap Feng May.
“Tidak!” ucap Zou Jing dengan cepat.
Feng Gu hanya terkekeh melihat Zou Jing yang tidak berkutik jika menghadapi Feng May. Adik perempuannya itu memang ahli dalam menutup mulut orang. Feng Gu melihat kearah Feng Shiya yang nampan menatap Feng May dengan tatapan benci.
“Sungguh gadis yang tidak tahu aturan!” gumam Feng Gu dalam hati.
Ia sangat kesal pada Feng Shiya karena berani berniat untuk mempermalukan Feng May. Dia bahkan sudah menyiapkan semua rencana untuk membalas perbuatan perempuannya ular tersebut, ia bahkan sudah memberitahukan hal itu kepada Zou Jing.
“Aku harus baik-baik bermain dengan manusia tidak tahu diri sepertinya!” gumam Feng May dalam hati sambil tersenyum smirk kearah Feng Shiya.
Ucil dan Jie Yu yang bediri disamping Feng May merinding melihat senyum yang tersungging diwajah Feng May.
“Sepertinya akan ada kejadian yang menarik,” gumam seseorang dalam hati.