
"Tapi kami sama sekali tidak mendapatkan kabar darinya! Bagaimana memegang tanggung jawab untuk melindunginya!" jawab Feng Gu.
"Sekalipun begitu kalian juga tidak bisa sembarangan mengantar jemput adik kalian! Tanyakan padanya bagaimana pendapatnya tentang kalian yang ingin melindunginya!" ucap ketua akademi.
Feng Gu dan Zou Jing nampak berfikir.
"Kalau begitu beritahu kami jika terjadi sesuatu kepada May'er!" ucap Feng Gu.
Ketua akademi dan ketua perguruan gunung barat menganggukkan kepalanya, kemudian mereka membawa Jia Kun untuk diadili di pengadilan karena telah membuat kekacauan dan juga pernah membunuh salah seorang pangeran kerajaan Langit.
***
Feng May menelisik tempat-tempat yang sekiranya ia rasakan ada aura yang membuatnya familiar. Sampai akhirnya ia berhenti disebuah gua, Feng May mengamati sekitarnya sebentar.
"Sepertinya disini aura yang kurasakan itu!" gumam Feng May sambil berjalan masuk kedalam gua tersebut.
Feng May nampak mengamati sekitarnya, didalam gua tersebut terdapat beberapa aksara kuno yang tidak dimengerti oleh Feng May. Hingga akhirnya Feng May berhenti dihadapan salah satu dinding batu dengan aksara kuno yang menarik perhatiannya.
"Sepertinya ada sesuatu digoa ini, tapi... apa? Dan bagaimana aku bisa menerjemahkan aksara kuno ini, sedangkan aku sama sekali tidak pernah mempelajarinya," gumam Feng May masih dengan memperhatikan aksara kuno didinding batu goa tersebut.
"Ah iya diperpustakaan sepertinya ada buku yang menjelaskan tentang aksara kuno," gumam Feng May.
Setelahnya Feng May pergi ke perpustakaan didalam ruang dimensi, Feng May menyusuri rak-rak buku yang tersusun rapi. Feng May mencari buku yang menjelaskan tentang aksara kuno.
"Ah ini dia!" pekik Feng May dan mengambil buku dihadapannya itu.
Feng May membuka buku tersebut dan mempelajarinya.
Selama 3 hari Feng May baru selsai mempelajari buku tersebut, ia segera kembali kedalam goa.
Feng May menerjemahkan satu persatu kata-kata didinding batu goa. Setelah aksara kuno tersebut selesai diterjemahkan oleh Feng May pintu goa tertutup dan munculnya sebuah cahaya.
"Apa ini jalan menuju ketempat ujung goa ini?" gumam Feng May bertanya-tanya.
Feng May berjalan melewati cahaya tersebut. Sesampainya Feng May disebuah tempat yang memiliki aura spiritual yang kuat dan ada banyak sekali hewan dan tanaman spiritual.
"Apa nama tempat ini?" gumam Feng bertanya-tanya sambil mengamati sekitarnya.
Hewan-hewan spirit sampai suci mengamati Feng May bahkan tumbuhan spiritual menyembunyikan dirinya.
"Sudah ratusan ribu tahun tidak pernah ada manusia yang bisa sampai disini semenjak ratu ratu kami pergi kealam keabadian," ucapnya dari arah belakang Feng May.
Feng May membalikkan tubuhnya dan melihat seekor hewan mitologis. Hewan ini berukuran sangat besar bahkan mungkin lebih besar dibanding dinosaurus, ia memiliki sebuah permata didahinya, matanya berwarna seperti langit dimalam hari yang bertaburan bintang.
Untuk sejenak Feng May terpesona dengan hewan besar ini, beberapa saat kemudian Feng May tersadar dari lamunannya.
"Kau ini apa?" tanya Feng May.
"Aku adalah pemimpin di dalam tempat ini! Sejak ratu kami kembali kepada keabadian akulah yang mengatur tempat ini! Dan aku akan kembali menjadi pelindung dari ratu baru tempat ini!" jawabnya.
Feng May mengerutkan keningnya.
"Kau ini level apa?" tanya Feng May.
"Entahlah aku lupa? Dan satu lagi aku adalah makhluk abadi! Tanpa persetujuan dari tuan ku maka aku akan tetap hidup!" jawabnya.
"Berarti kau masih bisa mati kan!" jawab Feng May.
"Kau benar! aku bisa mati, tapi entah kapan!" Dia menjeda ucapannya.
"Apa yang kau lakukan disini? Dan bagaimana caranya kau bisa masuk ketempat ini?" tanyanya kepada Feng May.
Feng May menatapnya sebelum menjawab pertanyaannya.
"Emm... aku boleh bertanya? Tempat apa ini?" tanya Feng May.
"Kau sama sekali tidak tahu?" tanyanya dan dijawab gelengan kepala oleh Feng May.
"Ini adalah dunia spirit! Dimana semua hewan dan tanaman spirit tumbuh! Dan semua yang hidup disini tidak diketahui tingkatkan serta kegunaan dan kemampuannya!" jawabnya.
"Tapi aku merasa kalian memiliki atribut sendiri!" ucap Feng May.
"Kau merasakannya?" tanyanya sambil melihat Feng May.
"Aku sudah bilang bahwa aku datang karena naluri ku! Aku merasakan aura yang familiar, jadi aku melangkah mencari tahu aura tersebut!" ucap Feng May.
"Mungkin itulah alasan aku mengetahui bahwa kalian semua memiliki atribut dan untuk kemampuan dan kegunaan kalian adalah sesuatu yang sesuai keinginan kalian!" ucap Feng May.
"Yang artinya kalian memiliki hak untuk memilih kemampuan dan keterampilan apa yang kalian inginkan! Aku benarkan?" ucap Feng May.
"Darimana kau tahu tentang hal ini?" tanyanya.
"Entah! hal itu muncul secara tiba-tiba!" jawab Feng May.
"Kalau begitu tinggallah disini selama beberapa hari!" ucapnya sambil berlalu meninggalkan Feng May.
Feng May mengangkat sebelah alisnya.
"Untuk apa aku tinggal disini?" tanya Feng May.
Namun pertanyaannya tidak mendapat jawaban lantaran yang diajukan pertanyaan sudah pergi menjauh dan menghilang dari hadapannya.
"Nona silahkan ikut saya! Saya akan menunjukkan pada anda tempat tinggal anda untuk sementara dan saya juga yang akan menemani nona berkeliling!" ucap seekor kucing disamping Feng May.
"Ah ya Tuhan lucu sekali kucing kecil ini!" pekik Feng May kemudian ia mengambil kucing itu dan membawanya ke pelukannya.
"Apa semua yang ada disini tinggal ditempat yang sudah disediakan?" tanya Feng May.
"Semuanya memilih tempat tinggal sendiri! Dan untuk tamu atau pendatang seperti anda akan diberi tempat tinggal sementara!" ucapnya menjawab pertanyaan Feng May.
Feng May terus berkeliling sambil diberi penjelasan oleh kucing yang ada di pelukannya itu.
"Apa yang biasa kalian semua lakukan?" tanya Feng May, karena dari saat ia masuk sampai berkeliling ia sama sekali tidak melihat ada yang berlatih.
"Kami hanya akan mengobrol atau saling bercanda ria saja," jawabnya.
"Apa kalian sama sekali tidak berlatih kekuatan spiritual?" tanya Feng May.
"Tidak kami hanya akan berlatih hanya saat kami sedang ingin saja!" jawabnya.
"Ah ternyata sama dengan ku ya!" gumam Feng May.
"Apa nona? Apa kau juga selaku berlatih saat kau berkenan saja?" tanyanya.
"Iya! Aku tidak suka berlatih yang terburu-buru atau bahkan yang sama sekali tidak beristirahat!" ucap Feng May.
Kucing itu nampak tertegun sebentar.
"Ah siapa laki-laki disana?" tanya Feng May sambil menunjuk kearah seorang pria yang tengah berbaring tenang.
"Dia adalah calon raja kami!" jawabnya.
"Calon?" tanya Feng May.
"Iya! karena hanya ratu yang bisa memimpin dunia spirit ini!" jawabnya.