Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Pergi ke dunia spirit



Sesampainya dihutan spirit, dia langsung masuk dan menemui gold dragon. Gold dragon yang melihat kedatangan Feng May mengerutkan keningnya, pasalnya perjalanan dari akademi Langit sampai kehutan spirit sangatlah lama.


“Ada apa? Kau datang kemari secara tiba-tiba pasti karena telah terjadi sesuatu!” Ucapnya. Feng May mendekatinya dan duduk disebuah kursi yang ada dihadapannya, Feng May menyilangkan kakinya dan salah satu tangannya ia letakkan dipangkuan sedangkan satu tangannya yang lain ia gunakan menopang kepalanya yang ia miringkan.


“Posisi mu angkuh sekali ditambah tatapan mata tajam yang belum pernah kulihat itu, sebenarnya ada apa?” tanya gold dragon atau biasa dipanggil Agon. Feng May masih tetap Agon dia sama sekali tidak berbicara apapun “apa ada seseorang yang pernah masuk kedalam dunia spirit?” tanyanya.


Agon mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari Feng May kemudian dia menggelengkan kepalanya “sama sekali tidak ada masuk kedalam dunia spirit. Kau tahu sendiri kan bahwa tidak akan ada seseorang yang bisa masuk kedalam dunia spirit tanpa seizin mu, laki-laki itu dan aku!” ucapnya.


Feng May kembali terdiam dan berfikir “lalu kenapa tadi ada yang mengatakan bahwa pihak dari semua akademi bahkan anggota keluarga kerajaan akan datang kedunia spirit karena segelnya sudah melamar?” ucapnya.


Agon nampak juga memikirkan ucapan Feng May “sepertinya memang ada seseorang yang sudah menyelidiki hal ini sebelumnya. Karena setiap tahun dunia spirit akan melemah, karena kekuatan ku, kau dan calon suami ku itu belum dapat memperkuat segel. Segel didunia spirit adalah segel milik kaisar benua Fenghua, dan sekarang entah dimana keberadaan kaisar tersebut dia sama sekali tidak terlihat dimana pun. Keberadaan benar-benar tidak diketahui oleh siapapun bahkan keluarganya sekalipun!” ucapnya.


“kalau begitu kemungkinan besar akan banyak orang berdatangan disekitar sini dan menunggu sampai segel benar-benar lemah dan akan dihancurkan oleh para tetua akademi. Mungkin seminggu lagi baru semua orang akan benar-benar terkumpul seluruhnya, aku hanya takut akan keserakahan dari orang-orang tersebut dan mengakibatkan kemarahan didunia spirit sehingga menyebabkan banyak nyawa yang akan tergeletak tak bernyawa,” ucap Feng May dengan sendu.


Agon terkekeh pelan “hatimu sangat lembut ya,” ucapnya. Feng May menatap kearah Agon “aku hanya malas membersihkan mayat-mayat yang bersimbah darah dan berbau anyir! Untuk apa juga aku kasihan dengan orang-orang serakah itu!” ucapnya sambil mencebikkan bibirnya.


Agon menggelengkan kepalanya “benar-benar menghancurkan ekspetasiku saja,” ucapnya. “lalu bagaimana kau akan mengatasi orang-orang yang akan datang itu ... Emm aku juga sepertinya akan datang karena memenangkan pertandingan murid dalam didalam akademi Langit,” ucap Feng May.


Agon menatap kearah Feng May “aku akan membiarkan mereka asal mereka tidak serakah dan mengikuti semua persyaratan serta aturan dari ku tentu saja hal itu tidak berlaku padamu!” ucapnya. Feng May hanya ber o ria sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Oh iya aku sekalian mencari hewan kontrak disini!” ucap Feng May. Agon mengerutkan keningnya mendengar ucapan Feng May “apa pasangan naga itu sudah tidak berguna karena terlalu tua, lalu dimana Jie Yu dan Ucil?” tanyanya.


“Kedua naga itu sedang hibernasi emm.. mungkin. Lalu untuk Ucil sepertinya tidak mungkin karena dia sudah dikatakan sebagai hewan spirit tingkat suci karena sudah dapat berubah menjadi manusia, hal itu akan menimbulkan banyak pertempuran karena banyak orang yang akan menginginkannya. Dan Jie Yu, aku sedang kesal dengan kucing liar itu. Jadi aku kemari untuk mencari hewan kontrak dan juga teman emm yang tingkatannya sama dengan ku ya tau sedikit diatas ku!” jelas Feng May panjang lebar.


Tak lama kemudian terdapat beberapa hewan yang berada ditingkat spiritual tahap awal, semua hewan itu menunduk hormat kepada Agon dan Feng May. “nah pilihlah yang kau inginkan!” ucap Agon kepada Feng May. Feng May mengamati satu persatu hewan tersebut sampai akhirnya pandangan tertuju pada satu hewan yang lucu dan menggemaskan.


Feng May nampak berbinar menatap kearah hewan itu, dia mengambil hewan itu dan memeluknya sambil tersenyum ia mengatakan “aku ingin hewan ini saja,” Agon menatap kearah Feng May sambil mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali. “kalian kembalilah ketempat kalian lagi,” perintahnya dan kemudian semua hewan itu menunduk hormat dan segera kembali ketempat mereka masing-masing.


“kau yakin memilih hewan kecil itu? Sekalipun itu adalah hewan spirit namun sepertinya dia sama sekali tidak memiliki kekuatan serangan yang cukup kuat seperti hewan-hewan yang tadi,” ucap Agon.


“Aku tidak peduli yang penting aku suka hewan ini. Lihatlah bukankah dia sangat menggemaskan dan lucu ditambah lagi dia memiliki bulu yang lembut,” ucap Feng May sambil mendusel-dusel hewan didekapannya. Agon menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian menghembuskan nafas panjang “terserah kau saja, wanita mana pernah salah! Keinginan mereka adakah no.1 no debat!” gumam Agon.


“Kalau begitu aku akan kembali ketempat tinggal kakak Zou sambil membawa teman baruku!” pamit Feng May pada Agon. Agon menganggukkan kepalanya sambil berdiri dan mengantar Feng May sampai didepan pintu keluar “kau berhati-hatilah jangan sampai kau terluka ditengah jalan!” ucapnya kepada Feng May. Sedangkan gadis itu hanya menganggukkan kepalanya, setelahnya Feng May melesat pergi meninggalkan dunia spirit.


Agon menatap kepergian Feng May “entah kenapa seperti aku tidak familiar dengan hewan kecil yang dibawa oleh Feng May tadi! Apa mungkin itu adalah keturunan kilin api yang hanya mengikuti keturunan asli kaisar benua Fenghua ya? Tapi apa mungkin dia akan mengikuti Feng May yang asal usulnya sama sekali belum diketahui karena garis keturunan darahnya belum bangkit sepenuhnya! Mungkin aku terlalu banyak berfikir karena terlalu banyak pekerjaan!” ucap Agon sambil berbalik kembali kedunia spirit.


 


Didalam perjalanan ...


Feng May menerima serangan secara tiba-tiba namun dengan sigap dia dapat menghindari serangan tersebut. Feng May berbalik badan “SIAPA?!!!” teriaknya. Tak lama kemudian ada beberapa orang berpakaian hitam muncul dan menunjukkan diri mereka.


“tidak disangka kau punya kepekaan yang tinggi!” ucapnya. Feng May memiringkan kepalanya “siapa kalian? Kenapa kalian seperti gembel UPS!” ucap Feng May. Orang-orang itu nampak kesal dengan ucapan Feng May, mereka mengepalkan kedua tangannya “lidahmu cukup tajam ya bocah sombong. Pantas saja orang-orang itu membayar mahal nyawa mu!” ucapnya.


“Apa kalian pembunuh yang dikirim oleh klan emmm ... Jalan apa ya aku lupa... Emm klan .... Klan .... Apa ya ah!! Em ... Apa ya?” ucap Feng May masih mengingat-ingat. Para pembunuh itu sampai kesal sendiri dengan melihat Feng May.