Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Dasar menyebalkan



“oh? Tadi aku mencari tempat yang hening untuk berlatih. Jika aku terus berada disamping kalian yang ada aku hanya akan menjadi penonton dan pendengar semua ocehan kalian tanpa ada sesuatu yang bisa aku lakukan. Bagaimana aku bisa meningkatkan kekuatan ku kalau kalian mengganggu konsentrasi ku, jadi aku pergi mencari tempat yang hening!” Jawab Feng May menjelaskan.


Mereka bernafas lega, “kalian jangan seperti itu, lebih baik kau memberitahu kami untuk diam daripada hilang tanpa jejak seperti tadi!” Ucap Feng Gu dengan lembut dan dianggukki oleh Feng May.


Gadis itu tersenyum manis kearah kedua kakaknya, Zou Jing dan Feng Gu saling pandang melihat tingkah adiknya yang sedikit aneh. “kalau begitu ayo pergi dulu! Kita berbincang santai disebelah sana, kalian tetaplah disini atau mungkin bisa berburu sayuran atau hewan yang sekiranya bisa dimakan!” ucap Zou Jing.


Yang lainnya saling pandang kemudian menganggukkan kepala, Agon langsung menarik Angela dan Zhi Shen ketempat yang jauh dari tempat mereka. Setelah melihat kepergian ke-3 orang tersebut, Feng Gu dan Zou Jing menatap kearah Feng May, “sekarang katakan apa kau melakukan sesuatu? Atau mungkin membuatkan sebuah masalah untuk ke-2 kakak mu?” ucap Zou Jing.


Feng May cengengesan sambil menggaruk tengkuk lehernya. “hmm ... Kak aku ... Tadi bertemu seorang wanita sombong dan suka memerintah, dia juga mengatakan bahwa dirinya adalah keturunan Dewi dan menganggap bahwa semua orang adalah budaknya. Lalu aku lihat dia memiliki api neraka dan memerintahkan Lin untuk menyerap kekuatan api neraka itu sampai habis. Heheheh!” ucap Feng May menjelaskan.


“Bagus! Wanita seperti itu harus diberi pelajaran, harusnya tadi kau patahkan juga kaki dan tangannya sekalian potong lidahnya agar dia tidak bisa sembarangan dengan adikku!” ucap Zou Jing dengan semangat 45.


Kedua mata Feng May berbinar mendengar ucapan Zou Jing yang sama sekali tidak mempermasalahkan ulahnya.


Feng Gu memukul kepala Zou Jing dengan keras “kenapa kau malah memprovokasi may’eruntuk melakukan hal tidak terpuji itu? May’er kalau kau tidak suka dengan wanita itu kau harusnya langsung bunuh saja dia ditempat kenapa malah membiarkannya hidup? Kehidupannya yang sia-sia itu hanya akan membuat mu dalam masalah!” ucap Feng Gu.


“Kak bukankah kata-kata mu juga termasuk memprovokasi?” ucap Zou Jing.


“Tentu saja beda! Aku kan memintanya membunuh wanita itu agar membuat orang-orang dibelakang gadis itu kesulitan menemukan jejak adik kita, jika hanya menyerap kekuatannya dan menyebabkan dirinya cacat justru kita hanya akan menambah masalah! Kalau langsung bunuh kan beres!” ucap Feng Gu.


Zou Jing berdecak mendengar jawaban Feng Gu “alasan!” ucapnya. “terima kasih!” jawab Feng Gu. “Masih sempat kau berterima kasih? Aku sama sekali tidak memuji mu!” ucap Zou Jing. Feng Gu hanya tidak acuh saja mendengar ucapan Zou Jing dan hal itu membuat Zou Jing berdecak kesal melihat reaksi laki-laki disampingnya.


“apa yang kalian ributkan? Sekarang sebaiknya kalian segera pergi dari dunia spirit karena pintu dunia spirit akan dibuka dalam waktu 1 minggu lagi, dan kalian sama sekali tidak mendapatkan apapun!” ucap Angela.


“Oh iya benar juga, kita terlalu santai kan sampai-sampai tidak mendapatkan apapun padahal murid-murid yang lain pasti sudah mendapatkan tanaman herbal atau bahkan ada yang menjalin kontrak dengan hewan spirit!” ucap Zou Jing.


Feng Gu mengangkat kedua bahunya “aku tidak tahu apa-apa karena bukan aku yang mengawasi sekumpulan murid-murid, dan aku juga tidak perduli!” ucapnya. Zou Jing langsung menoyor kepala Feng Gu saking kesalnya.


“bagaimana bisa orang seperti mu hidup?!” ucapnya kesal.


“Aku tidak menyuruh mu, tapi kalau kau mau ya silahkan tidak ada yang melarang kok!” ucap Feng Gu. Zou Jing mengepalkan tangannya kuat-kuat dan matanya terpejam dengan wajah merah terlihat urat-urat di wajah Zou Jing. “benar-benar! Rasanya aku sangat ingin membunuh mu disini sekarang!” ucapnya.


“diperaturan akademi Langit dilarang membunuh salah satu murid baik di dalam maupun di luar akademi, jika ketahuan maka orang itu akan dihukum dengan sangat berat dan mungkin dia tidak akan lagi menjadi kultivator!” ucap Feng Gu.


“Tari nafas dalam-dalam kak dan hembuskan secara perlahan!” ucap Feng May menenangkan Zou Jing. “nah iya benar ikuti kata may’er. Kau tarik nafas dalam-dalam tajam selama 3 jam kemudian hembuskan!” ucap Feng Gu.


Zou Jing langsung berlari mengejar Feng Gu berniat memukul laki-laki yang dari tadi menguji kesabarannya, Feng Gu langsung berlari kencang begitu melihat Zou Jing menatapnya dan menghampirinya. Sedangkan yang lainnya hanya menjadi penonton pertunjukkan dari 2 laki-laki tersebut.


“Apa benar mereka berusia 20 an tahun?” tanya Angela. “umurnya sih iya, tapi mungkin otaknya berkembang lambat jadi mereka lebih cocok menjadi anak-anak umur 6 atau 7 tahun!” jawab Feng May.


“Sepertinya badan mereka tumbuh terlalu cepat dan otaknya berkembang lambat jadinya seperti itu!” ucap Agon. “yah yang jelas sifat dan kelakukan mereka tidak mirip orang dewasa!” ucap Zhi Shen.


“kita harus bersiap-siap untuk segera berangkat dan mengambil beberapa bahan herbal untuk membuat pil dan juga tadi saat aku mencari ku aku bertemu hewan spirit yang cocok untuk Zou Jing namun aku tidak tahu apakah hewan itu ingin menjalin kontrak atau tidak!” ucap Zhi Shen dan dianggukki oleh Feng May.


“kalau begitu ayo! Kita siap-siap sekarang, aku juga akan menyiapkan barang bawaan milik kakak ku!” ucap Feng May.


Keduanya masuk kedalam goa dan mengambil hewan spirit kecil yang tengah tertidur lalu memasukkan kedalam kantong yang dimiliki oleh Feng Gu, setelah itu Feng May mulai menyiapkan semua keperluan mereka kembali. Ia juga mengambil beberapa tumbuhan herbal yang hanya tumbuh didalam goa milik Angela.


Sedangkan diluar goa, Agon dan Angela masih menyaksikan pertunjukan dari Zou Jing dan Feng Gu sambil menikmati kuaci. Setelah beberapa saat kemudian, Zou Jing dan Feng Gu duduk bersandar di dinding goa dengan nafas ngos-ngosan.


“kita tunda dulu lari-lari nya, nanti lanjutkan lagi setelah nafas kita tidak ngos-ngosan!” ucap Feng Gu dan dianggukki oleh Zou Jing. “kau benar, kita istirahat dulu untuk mengembalikan tenaga kita!” ucapnya menanggapi ucapan Feng Gu.


“Apa kalian sudah lelah?” tanya Agon dan dijawab anggukan kepala oleh kedua laki-laki tersebut.


“kak!” ke-4 orang yang ada diluar goa tersebut menoleh dan melihat seorang gadis berdiri.