Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Kejadian tak terduga



“Seperti akan ada suatu kejadian yang menarik diacara yang membosankan ini!” Ucap tuan muda Liu saat melihat Feng May yang tersenyum smirk kearah Feng Shiya.


“Ada apa? Kau sepertinya sangat memperhatikan nona Feng May itu!” Ucap temannya.


“Aku tidak memikirkan apapun!” Ucapnya sambil minum teh.


Temannya mengangkat sebelah alisnya menatap kearah pria itu.


“Ayolah sejak kapan tuan muda Liu menjadi seperti ini hmm?” Ucapnya.


“Berhentilah bicara dan nikmati saja acara ini!” Ucapnya.


Acara kembali dilanjutkan dan kemudian beberapa keluarga memberikan hadiah kepada kaisar, dimulai dari keluarga Liu, keluarga Feng, keluarga Yang, kemudian keluarga Zou.


Feng May, Feng Gu dan Zou Jing maju untuk memberikan hadiah kepada kaisar. Zou Jing menyiapkan tanaman obat yang berusia 1 juta tahun, Feng Gu menyiapkan sebuah senjata spiritual kelas atas, dan terakhir Feng May.


“Ini adalah hadiah saya untuk kaisar!” ucapnya sambil membuka sebuah kotak kayu.


Didalam kota kayu tersebut terdapat sebuah batu permata berwarna biru yang sangat indah, namun jika diteliti dengan baik batu tersebut mengandung sebuah kekuatan spiritual yang dapat membantu penggunanya mencapai tingkatan lebih tinggi tanpa hambatan dan juga batu tersebut dapat dijadikan sebagai senjata spiritual yang dapat berevolusi.


Semua orang terkejut dengan pemberian Feng May tersebut, banyak yang tidak percaya bahwa Feng May berhasil mendapatkan batu spiritual tersebut.


“Tidak disangka nona Feng ini akan memberikannya barangs eberharga itu untuk kaisar!” ucap para tamu yang terkagum-kagum.


“Dari mana kau mendapatkan batu spiritual ini nona?” tanya seorang ahli penempa senjata dari menara senjata.


“Saya tidak sengaja menemukannya saat saya menjalankan misi kewilayah serigala hitam tuan,” jawab Feng May.


“Apa benar seperti itu?” tanyanya.


“Benar tuan! Kalau tidak percaya anda bisa melihat sendiri dipapan misi yang menuliskan setiap siswa yang mengambil dan menyelesaikan misi,” jawab Zou Jing.


“Kalau begitu aku mengucapkan terima kasih kepada nona Feng atas hadiahnya!” ucap kaisar.


Setelah itu Feng May, Feng Gu dan Zou Jing kembali ketempat duduk mereka.


“Sial bagaimana bisa wanita itu mendapatkan barang yang sangat berharga itu?!!” gumam Feng Shiya dalam hati.


Dia sangat marah karena lagi-lagi Feng May mendapatkan perhatian dari semua tamu undangan. Kebenciannya kepada Feng May semakin menjadi-jadi karena ras iri nya kepada Feng May.


“Ayah aku ijin pergi kebelakang sebentar!” ijinnya kepada ayahnya.


Ayahnya menganggukkan kepalanya dan ia lun pergi meninggalkan tempat tersebut sementara. Feng Shiya pergi berjalan-jalan sampai akhirnya ia berhenti didapur istana. Ia melihat seorang pelayan yang akan membawakan minuman ketempat perjamuan dan Shiya pun memanggilnya.


“Hey pelayan!” panggilnya.


“Ya ada apa nona?” tanya pelayan tersebut.


“Campurkan obat ini keminuman wanita itu!” perintahnya sambil menunjuk kearah Feng May.


“Tapi nona ...” Feng Shiya memberikan Tael emas kepada pelayan tersebut hingga pelayan tersebut pun bersedia menjalankan perintah dari Feng Shiya.


“Baik nona!” ucapnya.


Dia pun berjalan kearah Feng May dan ia menyandungkan kakinya kekaki meja sehingga ia bisa mencampurkan obat itu kedalam minuman Feng May.


Berhati-hatilah bagaimana bisa kau ceroboh begitu!” ucap selir kaisar.


“Maafkan saya yang mulia! Tolong maafkan saya nona!” ucap pelayan tersebut.


Pelayan tersebut pun diperintahkan untuk pergi dan meninggalkan tempat tersebut, Feng Shiya kembali bersamaan dengan pelayan tersebut yang sudah pergi. Feng May memerintahkan kepada Ucil agar menangkap pelayan tersebut, dan dia juga memerintahkan Jie Yu agar mencuri barang Feng Shiya atau menemukan giok miliknya agar dapat digunakan sebagai barang bukti.


Feng May sangat jeli dalam melihat segala sesuatu, ia sangat tahu dengan jelas bahwa pelayan tersebut mencampurkan sesuatu kedalam minumannya. Bahkan Feng May juga melihat jelas senyuman mengejek dari Feng Shiya kepadanya.


“Sepertinya permainan akan segera dimulai!” gumam Feng May dalam hati.


Disisi lain Ucil berhasil menangkap pelayan tadi dan mengancamnya untuk mengatakan semua yang ia tahu kepada kaisar nanti. Dan ditempat yang lain Jie Yu berhasil menemukan giok milik Feng Shiya saat ia dalam perjalanan mencuri salah satu barang milik Feng Shiya.


“Ah sungguh sebuah keberuntungan!” ucap Jie Yu.


Jie Yu pun melangkah kembali dan melapor kepada Feng May tentang temuannya tersebut, setelahnya Feng May meminta Jie Yu untuk pergi menemui Ucil dan memerintahkannya untuk mengikatkan giok tersebut ketubuh pelayan itu tanpa sepengetahuannya. Dan Jie Yu menjalankan perintah Feng May langsung.


“Ada apa?” tanya Feng Gu.


“Mereka berdua berpamitan ingin mengecek kereta kuda karena aku berniat untuk kembali ke rumah!” ucap Feng May.


“Kenapa? Apa kau sakit?” tanya Feng Gu sambil memeriksa tubuh Feng May.


“Aku baik-baik saja!” ucap Feng May sambil berpura-pura lemah.


Feng Gu sangat khawatir melihat keadaan Feng May, ia berniat meminta ijin kepada kaisar untuk pulang lebih awal. Namun Feng May mencegahnya.


“Ada apa?” tanya pangeran ke-7 saat melihat wajah Feng Gu yang khawatir dan wajah Feng May yang pucat.


“Aku tidak tahu, tiba-tiba saja May’er seperti ini! Aku ingin pulang lebih dulu bersamanya tapi May’er mencegah ku!” jawab Feng Gu.


“Apa saja yang dimakan dan diminum oleh nona Feng?” tanyanya.


“Hanya yang disediakan oleh pihak istana saja!” jawab Feng Gu.


“Kalau begitu aku akan memerintahkan tabib untuk memeriksa makanan dan minuman didalam perjamuan ini!” ucap pangeran ke-7 dan diangguki oleh Feng Gu.


Pangeran ke-7 pun memerintahkan agar tabib memeriksa semua makanan dan minuman yang ada dimeja keluarga Zou. Awalnya Zou Jing, paman dan bibi Zou bingung namun kemudian mereka menjadi khawatir karena melihat kondisi Feng May yang pucat dan tidak bertenaga.


Sebenarnya Feng May baik-baik saja namun ia menggunakan tenaga dalamnya untuk membuat tubuhnya berkeringat dan suhunya meningkatkan dan ia tinggal berpura-pura lemah saja agar meyakinkan bahwa dirinya diracuni. Saat tabib tengah memeriksanya dan seorang Kasim memeriksa makanan Feng May tanpa sengaja membuat tabib tersebut menyenggol Kasim dan membuat jarum perak ditangannya terlempar dan masuk kedalam minuman pangeran ke-7.


Saat Kasim mengangkat jarum lerak tersebut, ia terkejut bahkan selir kaisar berteriak karena terkejut.


“Ada apa?” tanya kaisar.


“Yang mulia ada yang mencoba meracuni putra hamba!” ucapnya menjawab pertanyaan kaisar.


“Lancang sekali! Siapa yang sudah berlaku kurang ajar begitu!” teriak kaisar.


“Periksa semua orang didalam istana! Jangan biarkan seorang pun keluar dan masuk kedalam istana!” perintah kaisar.


Dengan cepat semua prajurit menutup akses masuk dan keluar dari istana. Tabib dan Kasim kembali memeriksa dan lagi-lagi kasim menemukan bahwa minuman yang ada dihadapan selir terdapat racun. Hal itu semakin menambah geram kaisar.


“Minuman itu tadi diberikan oleh seorang pelayan yang tadi tersandung kaki meja kan?” ucap tuan putri.


Kaisar yang mendengar ucapan putrinya langsung memerintahkan kepada prajurit u tuk menangkap pelayan tersebut. Prajurit dengan celat bergerak dan mencari pelayan tersebut. Pelayan itu berhasil ditangkap dan ia pun dibawa menghadap kepada kaisar.


“Siapa yang memerintah mu untuk memberikan racun kepada selir dan putra ku?!!” tanya kaisar.


Pelayan tersebut bersujud dan memohon ampun kepada kaisar.


“Ampuni hamba yang mulia! Saya diperintahkan oleh nona ke-3 Feng untuk menaruh racun tersebut!” jawabnya.