Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Siapa?



“Baik nona!” Ucap Jie Yu.


Jie Yu berdiri dan kemudian memotong lidah orang itu sekalian mengambil pisau milik Feng May. Feng May tersenyum saat Jie Yu sudah mengambil pisau miliknya.


“Buang lidah itu dan bersihkan darahnya dari pisau milik ku!” Perintah Feng May.


Jie Yu merobek sedikit pakaian milik pelayan tersebut kemudian ia mengelap pisau milik Feng May dengan kain itu. Feng May memperhatikan dengan jelas lambang dipakaian yang dikenakan oleh pelayan tersebut. Jika hanya dilihat sekilas pakaian itu seperti milik keluarga Zou namun jika diperhatikan dengan seksama pakaian itu terdapat lambang pembunuh bayaran yang terkenal akhir-akhir ini karena pembunuh di guild pembunuh bayaran tersebut tidak pernah gagal menjalankan misi.


“Heh ternyata dari guild pembunuh bayaran Chili ya!” gumam Feng May dalam pikirannya.


Feng May tersenyum smirk. Ia sudah membuat rencana untuk membunuh orang-orang dari guild pembunuh tersebut dan menyiksa orang yang sudah berani bermain-main dengannya.


“Ini pisau anda nona!” ucap Jie Yu sambil menyerahkan pisau milik Feng May diatas meja.


“Hmm kalian berdua bisa keluar sekarang! Ah tolong sekalian minta pengawal dan pelayan datang untuk membersihkan tempat ini!” perintah Feng May.


“Baik nona!” jawab mereka serempak.


“Kau masih hidup kan? Jangan sampai mati hanya karena tubuh mu terpotong-potong ya!” ucap Feng May sambil tersenyum.


Tak lama kemudian beberapa pengawal dan pelayan datang menemui Feng May. Mereka terkejut karena mendapati seorang wanita pelayan dengan tubuh terpotong-potong didalam kamar Feng May. Bahkan para pelayan sampai berteriak histeris melihat hal yang mengerikan itu, pengawal bahkan sampai bergidik ngeri melihatnya.


Setelahnya Feng Gu dan Zou Jing datang karena mendengar suara teriakan seseorang. Mereka segera menuju kekamar Feng May dan tak kalah terkejut melihat seorang wanita dengan tubuh terpotong dan lidahnya pun terpotong. Mereka menatap kearah Feng May yang dengan tenang meminum teh.


“Ada apa ini May’er?” tanya Feng Gu.


“Dia adalah anggota pembunuh bayaran Chili!” jawab Feng May.


“bagaimana tubuhnya bisa seperti ini?” tanya Zou Jing.


“Dia tadi menaruh racun didalam makanan ku jadi aku menyuruh Jie Yu untuk menangkapnya. Awalnya tidak ada apa-apa tapi dia mencoba melarikan diri jadi aku potong kaki kirinya. Setelah itu aku menyuruhnya untuk memberitahuku semua yang ditahu, tali dia berani membohongi ku jadi aku memori kedua tangan dan kaki kanannya! Kemudian mulutnya tak henti-hentinya mengoceh jadi aku meminta Jie Yu u tuk menarik pisau ku sekalian lidahnya!” jawab Feng May dengan tersenyum.


“Kau bisa berbicara seperti itu sambil tersenyum?” ucap Zou Jing.


“Aku tidak suka dengan orang yang susah berani mempermainkan ku jadi itu adalah hukuman yang tidak terlalu berat untuknya!” ucap Feng May.


“Kalian bawah anggota tubuh wanita itu dan kalian bersihkan darahnya yang tercecer itu!” ucap Feng May.


“Darimana kau tahu kalau dia dari anggota guild pembunuh bayaran Chili?” tanya Feng Gu.


“Pakaiannya terdapat lambang pembunuh bayaran tersebut!” ucap Feng May.


“Kakak sekalian tidak usah mencari tahu karena dia tidak akan bicara apapun!” ucap Feng May.


“Tapi bukankah kau terlalu kejam sampai memotong tubuh wanita itu?” ucap Feng Gu.


“Kak kalau kau terlalu mengikuti kata hatimu dan memberikan belas kasihan kepada seorang pembunuh tidak menutup kening besok dia adalah orang yang akan menjadi penyebab kematian mu tanpa kau sendiri ketahui!” ucap Feng May.


Feng Gu berfikir apa yang dikatakan oleh adiknya ada benarnya. Didunia ini yang memandang kekuatan tidak akan ada yang bertahan hidup jika dia lemah dan orang yang selalu mengedepankan hatinya akan mati tanpa dia sendiri ketahui. Feng Gu menghela nafas.


“Baiklah kalau begitu terserah pada mu! Jing kau berketat penjagaan dikediaman Zou. Minggu depan kita sudah harus kembali keakademi Langit,” ucap Feng Gu dan diangguki oleh Zou Jing.


“Kalau begitu hari ini kalian istirahat saja! Besok kita pergi jalan-jalan dan juga kalian semua jangan sampai masalah ini sampai ditelinga orang lain! Jika ada yang berani membicarakannya maka siapapun orangnya akan mati tanpa kepala!” ucap Zou Jing.


“Ba.. baik tuan muda!” jawab pelayan dan pengawal yang berada didalam kamar Feng May.


“Tuan wanita itu sepertinya cocok dengan sifat anda!” ucap pengawalnya.


Tuannya hanya tersenyum tipis mendengarnya, dia melihat semua sifat serta sikap Feng May dalam menghadapi seorang pembunuh. Bahkan gadis itu memiliki sifat yang cukup kejam dengan tidak membunuh wanita itu namun memotong tubuhnya dan tidak meminta pengawal mengubur wanita itu.


“Dia memang sesuai dengan sifat ku yang kejam dan tidak memiliki belas kasih! Selain itu dia sangat cantik bahkan bisa tersenyum semanis itu bahkan saat membunuh seseorang!” gumamnya dalam hati.


“Kita pergi sekarang gadis itu menyadari keberadaan kita!” ucapnya sambil melesat pergi dan diikuti oleh pengawalnya.


Feng May menolehkan kepalanya dan tubuhnya berjalan keluar melihat kearah pohon besar yang ada disamping kamarnya, namun ia sama sekali tidak menemukan siapapun. Ia mengernyit heran.


“Apa hanya perasaan ku saja atau ... Kecepatan orang itu pergi lebih cepat dari bayangan?” gumam Feng May.


“Hufhh ... Bagaimana bisa dia punya kepekaan yang sangat tinggi? Sepertinya calon nyonya muda ini sangat sulit ditaklukkan! Pasti para tetua itu akan mati kutu kalau berhadapan dengan calon nyonya muda!” gumamnya sambil bernafas lega.


“Dia memang luar biasa! Kekuatannya memang tidak tinggi namun kemampuannya berbicaranya dan kekejaman serta kelicikannya akan menjadi senjata yang dapat menghadapi tua bangka itu!” ucapnya.


“Tuan benar! Tapi anda harus menaklukkan calon nyonya muda agar beliau mau mengikuti anda!” ucapnya kepada tuannya.


“Kau benar! Kalau tidak bisa diajak baik-baik ya dipaksa untuk ikut dengan ku!” ucapnya.


“Tuan kalau seperti itu calon nyonya pasti akan memberontak dan mencari segala cara untuk bebas dari anda!” jelasnya kepada tuannya.


Tuannya nampak berfikir sebentar kemudian menyetujui ucapan pengawalnya.


“Baiklah kalau begitu aku akan mendapatkan hati wanita itu!” ucapnya.


“Yah tuan muda pasti bisa mendapatkan hati calon nyonya!” ucapnya.


“Bagaimana mendekatinya tanpa mencolok?” tanyanya meminta usul.


“Bagaimana kalau tuan mengikuti cara saya?” ucap pengawalnya dengan pandangan mata berbinar.


“Katakan!” perintahnya.


Disisi lain ...


Feng May tengah duduk sambil membaca buku, tiba-tiba dia bersin dan hidungnya gatal.


“Siapa yang sedang membicarakan ku?” gumam Feng May.


“Nona ada apa?” tanya manager toko.


“Tidak apa-apa! Bagaimana apa semuanya sudah selesai disiapkan?” tanya Feng May.


“Sudah nona! Apa anda ingin melihatnya?” tanyanya.


“Ya aku akan melihatnya setelah menyelesaikan ini!” ucap Feng May.


“Baik nona kalau begitu saya permisi!” ucapnya dan diangguki oleh Feng May.


“Siapa...


???????????