
"Sudah kalian cepat beristirahat tapi masih dalam mode waspada!" ucap naga emas.
"Baik," jawab mereka serempak.
Akhirnya mereka beristirahat sambil menjaga Feng May.
***
Guru Ji meminta Gui Feng untuk kembali keasramanya, dengan terpaksa Gui Feng memenuhi permintaan gurunya tersebut.
"Sebenarnya apa yang guru sembunyikan?" gumam Gui Feng bertanya-tanya.
"Seandainya saja yang mulia raja tahu bahwa putrinya masih hidup, maka bisa dipastikan seluruh kediaman Feng bahkan mungkin seluruh kerajaan Langit akan musnah!" gumam guru Ji.
"Haah! bagaimana bisa gadis kecil itu menghadapi semua cemoohan dari hampir seluruh rakyat kerajaan Langit?" gumam guru Ji.
***
Disisi lain Feng Gu dan Zou Jing sudah berhasil meringkus kawanan perampok yang menghadang jalan mereka.
"Beritahu aku siapa yang memberi mu perintah untuk menangkan Feng May?!" tanya Feng Gu.
"Apa yang aku dapatkan jika memberitahu mu orang itu?" tanya kepala perampok masih dengan gaya congkaknya.
"Dalam keadaan seperti ini pun kau masih bisa bergaya sombong ya?" ucap Zou Jing sambil mencekik leher ketua perampok tersebut.
"Arghh... sialan!" umpat ketua perampok tersebut.
"Kau masih bisa mengumpat dengan baik ya?" ucap Zou Jing menambah tenaganya mencekik leher ketua perampok tersebut.
"Zou Jing lepaskan cengkraman tangan mu!" perintah Feng Gu.
Zou Jing melepaskan cengkraman tangannya dari leher ketua perampok tersebut.
"Cih!" umpat Zou Jing.
Zou Jing pergi menghampiri Feng Gu.
"Apa yang akan kita lakukan pada sekumpulan sampah ini?!" tanya Zou Jing kepada Feng Gu.
Feng Gu menatap Zou Jing sebentar.
"Kita bawa saja dia kedalam ruang bawah tanah akademi!" ucap Feng Gu.
"Langsung kirim?" tanya Zou Jing sambil mengangkat sebelah alisnya.
Feng Gu menanggapi perkataan Zou Jing dengan anggukan kepala. Segera Feng Gu mengeluarkan gulungan untuk berteleportasi yang diberikan oleh ketua akademi saat sebelum mereka keluar dari akademi Langit.
Feng Gu meneteskan sedikit darahnya kemudian muncullah pola ditempat mereka berada, sedetik kemudian mereka sudah menghilang.
***
Keesokan harinya Feng May sudah membuka matanya dan menatap satu-persatu wajah yang ada disekelilingnya.
"Mereka masih dalam keadaan waspada ya ternyata!" gumam Feng May sambil tersenyum tipis.
Feng May bangkit dari duduknya kemudian memakai kembali pakaiannya. Feng May mengeluarkan bekal makanan didalam ruang dimensi dan menggelar sebuah karpet untuk alas. Feng May menata semua makanan diatas karpet.
"Kakak apa kau sudah bangun? apa yang kau lakukan?" tanya Yu Tu yang lebih dulu bangun.
"Kau sudah bangun Yu Tu? bangunkan yang lain dan kemarilah kita makan bersama-sama," ajak Feng May.
Yu Tu menganggukkan kepalanya dan mulai membangunkan semuanya.
"Kakak dari mana semua makanan ini?" tanya Jie Yu dengan mata berbinar menatap makanan dihadapannya.
"Didalam ruang dimensi ada bekal makanan yang sudah aku siapkan untuk kita diperjalanan," ucap Feng May.
"Kau membawa berapa banyak bekal untuk makan kita semua?" tanya naga emas.
"Ehm... apa kalian berdua bisa menjadi manusia lebih dulu? Atau kalian lebih nyaman makan dengan wujud kalian saat ini?" ucap Feng May kepada naga emas, naga hitam, dan Jie Yu.
Melihat tampilan mereka saat ini pasti tidak ada yang menyangka bahwa ketiga orang tersebut sebenarnya sudah berusia ratusan ribu tahun.
"Bagaimana tampilan ku saat ini? menggemaskan bukan?" tanya Jie Yu sambil menampilkan senyum ceria.
"Cih biasa saja!" ucap Kui Ling.
Jie Yu mencebik kesal mendengar ucapan Kui Ling.
"Diamlah dan mulailah mengambil makanan kalian kemudian makan tanpa banyak bicara," ucap Feng May melerai sebelum perdebatan keduanya semakin menjadi.
Mereka makan dengan tenang dan lahap. Selesai makan mereka membersihkan piring bekas mereka makan sendiri-sendiri. Feng May memakan pil obat wushi untuk meningkatkan kekuatan spiritual dan juga membantunya menstabilkan hawa kekuatannya.
Setelah selesai mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke gunung Art.
"Setelah melewati lembah ini kita akan sampai digunung Art," ucap naga hitam.
"Hmm," Feng May menjawab dengan deheman.
"Berhenti didepan!" ucap naga hitam secara tiba-tiba.
Feng May menghentikan langkahnya.
"Ada apa?" tanya Feng May.
"Aku merasakan dengan sangat kuat kekuatan spiritual ku! Kita cari disekitar sini!" ucap naga hitam.
Feng May dan yang lainnya menganggukkan kepala dan mulai mencari sumber kekuatan spiritual dari naga hitam.
"Aku menemukannya!" teriak Jie Yu.
Feng May dan yang lainnya menuju kearah Jie Yu. Mereka mengernyitkan dahi, melihat sebuah sisik berwarna hitam yang sekilas memang mirip dengan sisik milik naga hitam.
"Ini bukan milik suamiku," ucap naga emas.
"Benar sekilas memang mirip! Tapi sisik ini bukan milikku," ucap naga hitam.
"Ini...," ucap Yu Tu seperti mengetahui sisik milik siapa itu.
"Kau tahu itu sisik milik siapa?" tanya Feng May.
Semua mata menatap kearah Yu Tu.
"Aku ingat didalam buku ada seekor hewan beast level roh dia memiliki sisik seperti sisik naga kalau tidak salah namanya adalah crosche," ucap Yu Tu.
"Bukankah itu hewan yang langkah? kenapa hanay hewan roh bukan hewan level surgawi atau suci?" tanya Kui Fey.
"Hal itu tidak bisa dipastikan! Tergantung akan tingkatkan spiritual hewan tersebut! Namun yang ku tahu hewan crosche adalah hewan yang agresif dan sulit untuk ditaklukkan," ucap Jie Yu.
"Kenapa hewan itu hanya level roh bukan legendaris sedangkan kekuatan spiritualnya sudah menyamai kekuatan spiritual hewan surgawi?" tanya Feng May.
Semua mata menatap kearah Feng May.
"Untuk hal yang satu itu masih menjadi pertanyaan karena tidak ada didalam buku ensiklopedi sekalipun," ucap Yu Tu.
"Apa buku-buku yang ada didalam perpustakaan ruang dimensi tidak ada yang menjelaskan dengan detail tentang hewan crosche itu?" tanya Feng May.
"Tidak ada penjelasan terperinci tentang hewan tersebut dan alasan hewan tersebut masuk kategori hewan roh," jawab Yu Tu.
"Lalu dari mana kau menyimpulkan bahwa pemilik sisik ini adalah crosche?" tanya Feng May.
"Dibuku ensiklopedia menjelaskan secara umum tentang hewan itu. Didalam buku itu dijelaskan tentang ciri-ciri dan juga kemampuan yang dimiliki oleh crosche," jawab Yu Tu.
"Apa kalian berdua sama sekali tidak memiliki pengalaman apapun tentang hewan bernama crosche itu?" tanya Feng May kepada naga emas dan naga hitam.
"Kami tidak pernah bertemu dengannya! Hewan itu sama sekali tidak pernah menampakkan wujud dirinya. Sehingga tidak ada gambar yang menunjukkan tentang rupa crosche," ucap naga hitam.
"Lalu siapa yang ciri-ciri crosche kalau dia tidak pernah melihat wujud hewan itu?"