
Banyak murid tunggal atau murid pribadi dari tetua tertawa mendengar balasan Feng May kepada orang-orang dari perguruan samudera biru. Murid dari perguruan samudera biru nampak kesal dengan ucapan Feng May yang berhasil membuat mereka menjadi bahan tertawaan murid-murid diakademi.
“Heh hanya seorang rakyat jelata juga berani berucap sembarangan! Seperti mu mana bisa masuk kedalam akademi Langit yang menjunjung sopan santun dan tata krama!” Ucap salah seorang guru diperguruan samudera biru.
“Aku juga tidak menyangka bahwa orang yang hanya pandai menjilat bisa menjadi seorang guru didalam akademi Langit ini yang menjunjung kehormatan!” balas Feng May.
“Bagaimana bisa seorang gadis punya mulut yang lemas seperti mu!” ucapnya geram.
“Bagaimana bisa akademi Langit punya orang tidak punya malu seperti anda?!” balas Feng May.
“Ahh gadis ini sungguh luar biasa! Dia adalah satu-satunya orang yang berani menentang perguruan samudera biru yang isinya orang-orang sombong!” ucap salah seorang murid.
“Benar bahkan mereka tidak segan-segan merampas barang milik orang lain tanpa tahu malu!” ucap temannya.
“Ohh sepertinya reputasi perguruan anda SANGAT BAIK ya!” ucap Feng May.
“Aku penasaran bagaimana jika murid-murid perguruan kalian menyumbangkan sedikit daging kalian untuk makanan kucing ku?” ucap Feng May yang membawa Jie Yu.
Saat ini Jie Yu berubah menjadi seekor kucing sesuai perintah Feng May. Feng May juga meminta Kui Ling dan Kui Fey untuk bersamanya.
“Ah ya ampun aku lupa! Kucing ku tidak suka daging haram ups maaf. Maksud ku kucing ku tidak suka dengan daging orang-orang yang tidak punya otak, ah maaf salah lagi. Kucing ku bilang kalau daging kalian tidak enak karena kalian rendahan! Ah ya ampun salah lagi!” ucap Feng May.
“hahahaha tidak menyangka nona Feng ini bisa menghina murid perguruan samudera biru habis-habisan,” ucap salah seorang murid pribadi tetua perguruan gunung terbuka.
“DIAMMM!!! Diam kalian semua! KAU!! Aku akan memastikan untuk meremukkan tulang-tulang mu saat pertandingan nanti!!!” ucap salah seorang murid samudera biru marah kepada Feng May.
“aduhh bagaimana ini? Padahal aku kan hanya bicara JUJUR!! Eh salah maksud ku aku hanya salah bicara!” ucap Feng May dengan wajah dibuat menyesal.
“Takutnya bukan tulang milik tuan ku yang patah tapi seluruh tulang mu bahkan mungkin kau tidak akan bisa meninggalkan ranjang setelah pertandingan mu melawan tuan ku!” gumam Jie Yu.
Hampir seluruh murid akademi tertawa mendengar perkataan Feng May yang meremehkan murid dari perguruan samudera biru tersebut. Mereka sangat senang saat murid perguruan samudera biru tersebut tidak berkutik melawan mulut pedas Feng May.
“Aku tidak menyangka bahwa akan ada pertunjukan menarik saat menonton pertandingan ini!” ucap seorang murid pribadi ketua perguruan Laut pedang.
“Benar! Aku sendiri tidak menyangka bahwa gadis itu bisa membalikkan kata-kata dari murid dan guru perguruan samudera biru itu! Omong-omong siapa nama gadis itu?” ucap temannya.
“kalau tidak salah namanya Feng May! Dan juga gadis ini adalah satu-satunya orang yang bisa membalas dengan tenang hinaan dari perguruan samudera biru!” jawab temannya.
“aku menantikan pertarungan kedua orang itu!” ucapnya.
“siapa?”
“tentu saja nona Feng dan murid perguruan samudera biru!” jawabnya.
Temannya hanya ber o ria saja mendengar jawaban temannya. Sedangkan adik seperguruan mereka hanya menyaksikan saja perdebatan tadi tanpa eksprey, itu yang mereka lihat. Tanpa mereka tahu bahwa laki-laki itu tengah tersenyum tipis sangat tipis sampai tidak ada yang menyadari bahwa dia tersenyum.
“pertandingan ini menarik karena adanya wanita itu!” ucapnya dalam hati.
Disisi lain ...
“kapan aku bisa berada didekatnya?” tanyanya.
“Satu bulan setelah pertandingan ini akademi Langit membuka pendaftaran murid baru. Saat itu anda bisa mendaftar langsung menjadi murid dalam perguruan puncak rintik tuan!” jawab pengawalnya.
“kenapa lama sekali! Apa tidak bisa aku langsung datang saja ke sana sekarang dan membawa surat rekomendasi dari kaisar kecil itu!” gerutunya.
“tuan anda harus bersabar karena setelah anda masuk didalam akademi Anda masih harus bersabar untuk menaklukkan hati calon nyonya!” ucap pengawalnya.
“Kau jadi banyak bicara sekarang!!” ucapnya kesal.
Pengawalnya hanya tersenyum saja namun dalam hatinya “tentu saja! Kapan lagi aku bisa berbicara panjang kali lebar dihadapan anda tuan jika bukan saat ini!”
Diarena pertandingan ...
Kali ini Feng May yang berhadapan dengan ahli formasi level 3 yang sebelumnya melawan ketua murid dalam perguruan puncak rintik. Tatapan dan senyum meremehkan dari orang itu saat memandang Feng May dilakukan secara terang-terangan.
“gadis seperti mu ini hanya jadi pajangan atau pelayan di kediaman ku! Bagaimana kalau kau jadi mainan ku saja!” ucapnya.
“aku tidak mau! Melihat dari cara berdiri dan pandangan mata mu saja sudah dipastikan kalau kau ini lemah dan tidak memuaskan! Aku lebih suka seseorang yang tahan lama!” jawab Feng May vulgar.
“Tidak disangka kau ini liar juga ya! Jangan-jangan kau sudah ting-ting!” ucapnya.
“Memangnya kau tahu apa tentang gadis ting-ting hah!! Kau juga hanya mendapatkan bekas orang dan aku yakin saat pertarungan degan lawan jenis kau hanya diam saja tidak bergerak karena tidak sanggup!” ucap Feng May.
“Kau dasar wanita rendahan! Berani-beraninya kau menghina ku!” teriaknya.
Feng May sudah sedikit mampu menciptakan formasi Aray level 1 dan ia rasa formasi yang dibuatnya dapat melakukan serangan kepada seorang ahli formasi tingkat 4. Yu Tu menuntun Feng May membuat formasi array level 1, yaitu array tipe serangan. Karena menurut Yu Tu itu adalah array yang paling mudah dimengerti oleh Feng May.
Feng May memasang formasi array level satu tepat dihadapannya.
“wahh tidak disangka nona Feng ini mampu membuat formasi array level 1 bertipe serangan!”
“Iya seperti formasi itu mengandung unsur serangan api,”
“Aku tidak tahu kalau junior Feng May dapat membuat formasi array?” ucap ketua murid dalam perguruan puncak rintik dalam hati.
“Apa sebelumnya tidak ada yang tahu tentang kemampuan nona Feng ini?” tanya gurunya.
Semua murid dalam perguruan puncak rintik menggelengkan kepala.
“kita percayakan saja pada junior Feng May! Mengenai formasi array tersebut kita bisa tanyakan padanya setelah pertandingan ini,” ucap ketua murid dalam perguruan puncak rintik.
“Kau benar! Saat ini kita bisa berharap pada Jiang Nan dan Feng May saja! Selesai pertandingan ini semuanya harus belajar dengan giat, aku akan meminta pada ketua perguruan untuk membuat surat agar kalian bisa memasuki lantai 2 dan 3 perpustakaan perguruan!” ucap gurunya.
“baik terima kasih guru!” ucap mereka serempak.