
3 hari kemudian ...
Jiwa Feng May sudah berhasil masuk ketingkat awal kekosongan, namun ia mengalami hambatan saat naik ketingkat spiritual tahap awal. “Haah padahal kekuatan jiwa ku sudah sampai ditahap awal kekosongan tapi kenapa aku belum berhasil masuk ketingkat spiritual tingkat awal?” Gumamnya.
“Bukankah kakak mengatakan kalau didalam dantian kakak terdapat sebuah wadah. Mungkin kakak harus mengisi penuh wadah tersebut agar dapat naik ketingkat spiritual!” Ucap Yu Tu. Feng May nampak memikirkan perkataan Yu Tu, kemudian ia mengecek wadah yang ada didalam dantian miliknya. Namun saat Feng May melihat kedalam wadah tersebut ia melihat sebuah bibit yang tidak dia tahu apa itu.
“bagaimana kak?” tanya Yu Tu. “tidak bagaimana-bagaimana! Aku akan berlatih lagi setelah 2 hari aku sudah harus keluar dari menara penguat jiwa ini!” ucap Feng May dan ia pun kembali melanjutkan latihannya.
Didalam aula akademi Langit ...
“Ketua kenapa kami semua dikumpulkan diaula?” tanya salah seorang tetua.
“aku telah mendapat kabar bahwa segel daerah situs kuno sudah hampir terbuka, segel tersebut sudah sangat lemah dan hanya tinggal sedikit serangan maka situs tersebut sudah dapat dimasuki! Dan yang mulia berharap bahwa kita akan ikut menjelajahi daerah tersebut, jadi aku memutuskan untuk setiap perguruan mengirim 2 orang yang berbakat untuk pergi bersama dengan ku dan tetua Lei!” ucap ketua akademi.
“lalu kapan anda dan para murid itu akan berangkat kesitus kuno?” tanya salah seorang pemimpin salah satu perguruan.
“Satu minggu lagi! Juara 5 teratas dalam pertandingan sebelumnya akan ikut jadi mereka tidak akan ikut dalam hitungan setiap perguruan! Muridku juga akan ikut kesana bersama ku!” ucapnya.
“baiklah hanya ini yang ingin aku sampaikan jadi kalian persiapkan 2 orang murid untuk ikut dalam penjelajahan disitus kuno! Dan ingat disana bukan hanya akademi Langit yang datang namun dari benua lain juga mungkin akan datang. Jadi murid yang kalian pilih adalah murid terbaik yang kalian miliki!” ucap ketua akademi dan diangguki oleh semua tetua perguruan.
2 hari kemudian Feng May sudah keluar dari dalam menara, sekalipun dia sama sekali belum berhasil naik ketingkat spiritual namun aura yang keluar dari dalam dirinya mampu menekan seseorang ditingkat spiritual tahap akhir. Saat Feng May sudah diluar, ia melihat Feng Gu yang menunggunya.
“ayo kita pergi kedalam gudang senjata dan mengambil senjata yang cocok untukmu!” ucapnya sambil tersenyum kearah adiknya tersebut. “kenapa hmm? Wajah mu berbeda dengan biasanya!” Ucapnya.
“kakak apa kau pernah menghadapi hambatan saat akan naik ketingkat spiritual?” tanyanya. Feng Gu mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan adiknya. “kau belum baik ke tingkat spiritual? (Dibalas anggukan kepala oleh Feng May) lalu bagaimana bisa kau menang menghadapi musuhmu yang tingkatan berada jauh ditingkat mu sekarang?” ucapnya.
“kakak aku sedang bertanya pada mu! Kenapa kau malah balik bertanya padaku?” ucap Feng May sambil mengerucutkan bibirnya. Feng Gu mengelus sayang kepala adiknya sambil tersenyum “kakak hanya heran saja! Bagaimana bisa kau sangat kuat begini! Mengenai pertanyaan mu kakak memang pernah mengalaminya, dan aku berhasil naik ketingkat spiritual saat mengalami pertarungan hidup dan mati!” jawabnya.
“tapi jangan terlalu memaksakan diri! Sekarang kita pergi untuk mengambil senjata spiritual untukmu!” ajak Feng Gu. Kemudian mereka berjalan menuju kearah gudang, disana terdapat senjata-senjata yang sudah selesai dibuat dan disimpan. Sedangkan untuk pembuatan senjata-senjata tersebut dilakukan di paviliun.
Sesampainya disana Feng Gu menyerahkan plakat kepada tetua yang berjaga. “ambillah satu senjata spiritual tingkat tinggi! Senjata yang berwarna merah itu adalah senjata tingkat spiritual, dan warna mereka dibagi menjadi 3 yang paling gelap adalah tingkat rendah dan yang terang adalah tingkat tinggi!” ucap tetua tersebut.
“yah baik tetua!” ucap Feng May. “nah May’er kau maju dan pilihlah satu!” ucap Feng Gu.
“Namun jika senjata yang kau pilih tidak mengakui mu maka kau sudah tidak akan memiliki kesempatan lagi! Jadi pilihlah senjata tingkat spiritual tingkat tinggi itu dengan hati-hati jangan tergoda karena bentuk dan kekuatannya yang besar!” ucap tetua tersebut dan diangguki oleh Feng May.
Feng May maju kedepan dan mengamati semua senjata yang berterbangan disekitarnya. “gunakan kekuatan jiwa mu untuk menarik perhatian senjata yang paling cocok dengan kekuatan jiwa mu saat ini, karena kekuatan fisik mu dan tingkatan mu sekarang belum ada yang cocok!” ucap naga hitam yang terbangun dari tidurnya.
“Hmm oke!” jawab Feng May disertai dengan anggukan kepala.
Feng May pun menggunakan kekuatan jiwanya untuk menarik perhatian senjata spiritual yang memiliki kecocokan dengan kekuatan jiwanya. Ia menutup matanya dan menggunakan jiwanya untuk melihat senjata yang berada paling dekat dengannya.
Selama beberapa saat sama sekali tidak ada senjata yang mendekati Feng May, hal itu membuat tetua menghela nafas. “dia sama sekali tidak memiliki kecocokan dengan senjata manapun!” ucapnya.
“Tunggulah sebentar tetua! Adikku sedang berusaha!” ucap Feng Gu. Tetua tersebut mengerutkan keningnya mendengar ucapan Feng Gu. “hanya 5 menit setelah itu dia harus pergi! Dengan atau tidak membawa senjata spiritual!” ucapnya dan diangguki oleh Feng Gu.
1 menit, 3 menit, dan 5 menit kemudian Feng May masih belum mendapatkan senjata apapun. “sudah 5 menit jadi segera bawa dia kembali ketempatnya!” ucap tetua tersebut. Namun tak lama kemudian sebuah cahaya terang terpancar dan membuat silau seluruh tempat didalam gudang persenjataan tersebut.
“Aku sudah berhasil mendapatkan senjata yang cocok untukku!” ucap Feng May sambil tersenyum. “tetua adikku sudah mendapatkan senjata jadi kami pergi dulu! Terima kasih atas waktu yang telah diberikan oleh tetua untuk mengawasi kami!” ucap Feng Gu sambil tersenyum. “iya baiklah kalau begitu kalian segera kembali saja!” ucapnya. Feng Gu dan Feng May membungkuk kemudian memberi hormat dan setelahnya mereka berdua pergi.
“May’er bagaimana bisa kau mendapatkan senjata tersebut setelah sebelumnya sama sekali tidak ada senjata yang mendekat kearah mu?” tanya Feng Gu. “aku tidak memiliki cukup kekuatan jika harus mengambil langsung senjata spiritual itu, jadi aku menggunakan kekuatan jiwa yah meskipun lama karena harus mencocokkan kekuatan jiwa ku dengan salah satu senjata spiritual! Hingga akhirnya ada satu senjata yang beresonansi dengan jiwaku! Tapi senjata ini tadi tersegel jadi membuat ku membutuhkan banyak waktu untuk dapat memiliki senjata ini!” ucap Feng May.
“lalu apa yang kau lakukan setelah ini?” tanya Feng Gu.