Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Perjamuan kerajaan Langit 4



“Tidak ada apa-apa! Kau makanlah yang banyak!” Ucap bibi Zou dan diangguki oleh Feng May.


Selesai makan Feng May berbincang-bincang dengan paman dan bibi Zou sampai waktu sore. Setelah sore Feng May berpamitan kepada paman dan bibinya.


“Paman bibi aku pergi kembali kekamar ku dulu!” Pamit Feng May.


“Iya pergilah!” Ucap bibi Zou.


Feng May berjalan menuju kearah kamarnya dan sesampainya dikamarnya. Feng May mulai melacak keberadaan pecahan jiwanya dan meminta mereka untuk segera masuk kedalam ruang dimensi. Feng May pun masuk kedalam ruang dimensi. Di sana sudah Yu Tu, pecahan jiwanya dan juga yang lainnya.


“Sepertinya kekuatan ku meningkat ya!” ucap Feng May.


“Yang kau katakan memang benar!” jawab naga emas.


“Lain kali saat pemecahan jiwa kakak jangan pilih dia lagi!” ucap Jie Yu.


Feng May mengangkat sebelah alisnya. “kenapa memangnya?” tanyanya.


“Dia lebih mengerikan dibandingkan dirimu!” ucap Kui Ling.


Feng May sendiri hanya ber o ria. Feng May kembali menarik pecahan jiwanya untuk menyatu dengannya, setelah beberapa menit mereka sudah bersatu dan kekuatan Feng May sudah meningkat 2 tingkat. Setelah itu naga emas dan naga hitam menyatu dengan Feng May sehingga kekuatan Feng May kembali meningkat 1 tingkat.


Tak lama Feng May mengeluarkan sebuah pil obat dan memberikannya kepada Jie Yu, Yu Tu dan Kui bersaudara.


“Makanlah ini!” ucapnya.


Jie Yu dan Yu Tu juga Kui bersaudara memakan pil tersebut dan kemudian mencernanya. Feng May menunggu mereka sampai ke-4 nya selesai menyerap pil tersebut, dan kekuatan mereka meningkat satu tingkat. Feng May pun kembali naik tingkat karena kemampuan Jie Yu yang meningkat.


“Kenapa kekuatan ku meningkat lagi?” tanya Feng May.


“Mungkin karena simbol ini!” jawab Jie Yu.


Mereka pun melihat kearah kening jie Yu yang memiliki tanda surga.


“Kita belum melakukan kontrak! Bagaimana tanda surga dikening mu meresponnya?” tanya Feng May.


“Aku adalah harimau putih dengan mata permata dan aku terlahir dengan sudah memiliki tanda surga dikening ku! Yang artinya adalah aku adalah pemilik takdir surga, dan siapapun yang mendapat pengakuan ku sebagai tuan maka orang itu juga akan memiliki tanda surga di tubuhnya!” jelasnya.


“Kalau begitu sekarang berapa usia mu?” tanya Kui Fey.


“Hmm mungkin sekitar 500 ribu tahun!” Jawab Jie Yu.


“Kau sudah setua itu! Lalu kenapa kau tidak tambah tinggi dan juga tidak berubah menjadi manusia?” tanya Kui Ling.


“Karena belum ada yang aku akui sebagai tuan makanya tubuh dan kekuatan ku belum berkembang! Sekarang aku sudah punya tuan jadi kekuatan ku akan segera meningkat dan aku akan bisa berubah menjadi manusia!” ucap Jie Yu.


Yang lainnya hanya menganggukkan kepala saja mendengar penjelasan dari Jie Yu. Kalau begitu kalian istirahatlah aku akan kembali dulu untuk bersiap pergi keistana. Yang lainnya menganggukkan kepala. Feng May pun keluar dari ruan dimensi dan ia segera mandi untuk membersihkan dirinya.


Selesai mandi beberapa orang pelayan masuk kedalam kamar Feng May dan berkata bahwa mereka akan membantu Feng May untuk bersiap, Feng May hanya menganggukkan kepalanya.


Disisi lain ...


Zou Jing dan Feng Gu baru saja datang kekediaman Zou. Mereka langsung melangkah menemui paman dan bibi Zou.


“Ayah ... Ibu ...!” panggil Zou Jing kepada ayah dan ibunya.


Pama dan bibi Zou menoleh dan mendapati Zou Jing yang sudah datang bersama dengan Feng Gu.


“Apa kau tidak membawa seorang ou tuk dikenalkan ayah dan ibu?” tanya bibi Zou pada putranya.


“Aku masih tidak berniat mencari seorang gadis!” jawabnya.


Kemudian keduanya bersiap-siap, setelah beberapa jam akhirnya paman dan bibi Zou sudah menunggu Zou Jing dan Feng Gu. Tak lama kemudian mereka berdua sudah datang menemui paman dan bibi Zou. Bibi dan paman Zou tersenyum melihat kedua laki-laki tersebut.


“Ayo Bu!” ajak Zou Jing.


“Tunggu sebentar!” ucap bibi Zou.


Zou Jing mengerutkan keningnya dan menatap kearah Feng Gu bertanya-tanya, Feng Gu sendiri hanya mengangkat kedua bahunya keatas. Kemudian mereka mentap kearah paman Zou.


“Siapa yang kita tunggu paman?” tanya Feng Gu.


“Seseorang yang akan membuat kalian bahagia saat bertemu dengannya!” ucap paman Zou.


Zou Jing dan Feng Gu semakin bertanya-tanya siapa orang yang sedang ditunggu oleh paman dan bibi Zou.


“Nah itu dia!” ucap bibi Zou.


Feng Gu dan Zou Jing langsung menoleh melihat siapa yang sudah ditunggu oleh paman dan bibi Zou. Mereka terpana saat melihat Feng May yang mengenakan pakaian sederhana berwarna biru dengan ornamen emas dan putih digaun tersebut, Feng May menyanggul sebagian rambutnya dan ia mengenakan riasan tipis diwajahnya.


Feng May berjalan dengan pelan dan anggun menuju kearah paman dan bibi Zou, dia juga tersenyum kepada kedua kakaknya. Paman Zou yang melihat kedua laki-laki itu diam saja akhirnya menyenggol lengan mereka dan menyadarkan mereka.


“Kenapa hanya diam saja! Kalian tidak merindukan adik perempuan kalian ini hah?!” tanya paman Zou.


“May’er apa kau sudah ada dikediaman Zou dari lama?” tanya Feng Gu.


“Aku baru datang siang tadi!” jawab Feng May.


“Sudah kita harus segera berangkat kalau tidak ingin terlambat keistana!” ucap paman Zou.


Mereka pun masuk kedalam kereta kuda dan segera menuju ke istana Langit. Didalam perjalanan mereka saling berbincang-bincang.


“Bagaimana dengan misi yang kau jalankan?” tanya Zou Jing.


“Sangat lancar!” ucap Feng May.


“Benarkah? Apa kau sama sekali tidak mengalami kesulitan? Kau juga sudah menjadi lebih kuat dibandingkan sebelumnya!” ucap Feng Gu.


“Tentu saja!” ucap Feng May dengan nada bangga.


“Ck kau hanya naik 4 tingkat apa yang harus kau banggakan?” ucap zou Jing yang mulai mencari masalah dengan Feng May.


Feng May hanya mendengus kesal mendengar ucapan Zou Jing, dia sama sekali tidak berniat menjawab perkataan dari kakaknya tersebut.


“May’er siapa 2 orang wanita yang bersama mu?” tanya bibi Zou.


“Mereka adalah pengawal ku!” ucap Feng May sambil menyombongkan diri.


“Apa yang ingin kau sombongkan hah?!” ucap Zou Jing.


“Tentu saja mereka adalah orang ku yang setia mengikuti ku!” ucap Feng May.


Zou Jing hanya berdecak saja, ia tidak membalas ucapan Feng May karena ia sudah ditatap horor oleh ke-3 orang didalam kereta.


“Bagaimana bisa mereka mengikuti mu May’er?” tanya paman Zou.


“Karna .... Aku sangat cantik!” jawab Feng May nyeleneh.


“Kan tidak mungkin aku bicara jujur pada mereka!” gumam Feng May dalam hati.