Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Pelelangan 3



"Mungkin bangsawan atau orang kerajaan," ucap Zou Jing.


"Bukankah para pangeran dan putri ke-13 ada di ruangan disisi sebelah sana," ucap Feng May sambil menunjuk kearah ruangan yang ditempati oleh pangeran dan putri.


Zou Jing dan Feng Gu memandang kearah yabg ditunjuk oleh Feng May.


"Yah mungkin mungkin ruangan itu milik orang anggota kerajaan yang lain. Kan bukan hanya pangeran dan putri dari raja saja kan yang termasuk anggota kerajaan," ucap Zou Jing.


"Lalu siapa bangsawan yang bisa membayar ruangan itu?" tanya Feng May.


"Hmm setahuku 5 keluarga besar," ucap Feng Gu.


"Siapa saja mereka kak,? kali ini Yu Tu yang bertanya setelah dari tadi ia berdiam diri saja memperhatikan.


"Keluarga Feng, keluarga Cheng, keluarga Zhong, Keluarga Fu, dan terakhir keluarga Yan," ucap Feng Gu.


Yu Tu dan Feng May manggut-manggut mengerti. Kemudian mereka hanya menatap bosan dengan barang-barang yang dilelang hingga muncullah barang yang begitu diinginkan oleh Yu Tu.


"Barang selanjutnya adalah Permata kuncup bintang. Barang ini adalah barang yang menjadi barang peninggalan dari leluhur keluarga bintang pada zaman reruntuhan," ucap sang pembawa acara.


Yu Tu memperhatikan dengan seksama barang tersebut. "Kakak Yu Tu ingin itu," ucap Yu Tu dihadapan Feng May sambil menunjuk barang tersebut dengan sangat antusias.


Feng Gu yang melihat hal itu tanpa banyak bicara langsung menawar harga.


"Harga awal barang ini adalah 10.000 tael emas," teriak pembawa acara.


"15.000 tael emas," ucap Feng Gu.


"20.000 tael emas," teriak Chu Xie.


"25.000 tael emas," teriak seseorang dari ruang VIP 14.


"30.000 tael emas," teriak putri ke-13.


"35.000 tael emas," teriak Chu Xie.


Feng Gu berniat kembali menawar namun dihentikan oleh Feng May dengan gerakan tangan, Feng Gu menatap Feng May yang saat ini berdiri dari duduknya dan maju.


"Aku mendengar kabar bahwa barang lelang tidak hanya dapat dibeli dengan uang namun juga dibarter benar bukan?," ucap Feng May.


"Benar nona!," ucap pembawa acara.


Semua orang menatap kearah Feng May.


"Memangnya apa yang kau miliki untuk membarter barang berharga itu?," ucap Chu Xie dengan sombong.


"Aku menginginkan barang ini kau tidak bisa mengambilnya," ucap putri ke-13.


"Disebuah pelelangan siapa yang memberikan harga tinggi dialah yang akan memiliki barang itu," ucap Feng May.


Sebelum putri ke-13 berucap lagi pangeran ke-5 sudah memotongnya lebih dulu.


"Kalau begitu silahkan nona ke-3 Feng menunjukan barangnya," ucap pangeran ke-5.


Feng May mengambil sebuah batu permata, dan meletakkannya diatas meja.


"Cih! apa gunanya sebuah permata usang seperti itu," ucap Chu Xie meremehkan.


Pangeran ke-5, putra pertama perdana menteri Yan dan putra pertama keluarga Cheng terbengong-bengong menatap permata tersebut.


"Nona dari mana anda mendapatkan permata ini?," tanya Cheng Yu.


"Bukan urusan anda tuan muda," ucap Feng May.


Cheng Yu menatap Feng May kemudian bergantian menatap kearah permata kecil diatas meja.


"Permata kuncup bintang akan menjadi milik nona ke-3 Feng," ucap Cheng Yu sebagai keputusan final.


Feng May tersenyum tipis ia mengambil permata kuncup bintang dan kemudian kembali ketempat duduknya.


Cheng Yu dengan segera membawa permata itu pergi dan memberi arahan agar pelelangan dilanjutkan kembali kebarang selanjutnya.


"Kakak barang apa itu? Kenapa tuan muda Cheng membawa permata usang itu?," ucap pangeran ke-7


"Kau pernah membaca buku yang menerangkan tentang permata Jade hijau kan," ucap pangeran ke-5.


"Iya aku pernah membacanya," ucapnya.


"Bukankah permata Jade hijau berwarna hijau dan juga sangat berkilau ketika terkena cahaya dan didalam batu permata itu terdapat kekuatan spiritual yang besar. Batu itu dapat dibuat sebagai senjata juga sebagai perhiasan pelindung," jelas pangeran ke-3.


"Iya! dan ciri-ciri dari permata yang ditunjukkan nona ke-3 Feng sama sekali tidak mirip dengan permata Jade hijau," ucap putri ke-13.


"Kalian benar! namun bagaimana jika kekuatan dari permata Jade hijau tersebut telah disamarkan," ucap pangeran ke-5.


"Kalau kekuatan dari permata tersebut disamarkan bagaimana mungkin seorang gadis yang tidak bisa berlatih Qi dan menyerap kekuatan inti langit bumi dapat mengetahuinya," ucap putra mahkota.


"Itulah yang menjadi pertanyaan dan lagi tumbuhan teratai ungu yang waktu itu diberikan nona Feng juga pasti bukan hanya kebetulan ditemukan olehnya," ucap pangeran ke-5.


"Sepertinya nona ke-3 keluarga Feng itu sangat misterius ya," ucap pangeran ke-3.


Dan semuanya menganggukkan kepalanya menyetujui pernyataan dari pangeran ke-3.


Diruang VIP 14...


"Benar-benar mengejutkan nona ke-3 Feng itu dapat memiliki permata Jade hijau yang langkah tersebut," ucap pemuda itu.


"Benar! aku jadi semakin penasaran dengan gadis itu," ucap temannya.


"Apa kau mau bertaruh dengan ku," ucap pemuda dihadapannya.


"Bertaruh apa?," tanyanya.


"Kita bertaruh apakah nona ke-3 Feng itu dapat berlatih QI atau tidak," ucapnya.


"Baiklah aku pilih bisa! Aku sangat yakin dengan kemampuan dari nona ke-3 Feng itu," ucap pemuda itu.


"Hmm kalau begitu aku tidak," ucap teman dihadapannya.


Mereka sama-sama tersenyum licik dan masing-masing yakin akan pilihan mereka.


Diruang VIP 6...


"May'er dari mana kau mendapatkan permata Jade hijau?," tanya Feng Gu.


"Jangan mengatakan bahwa kau menemukannya atau memungutnya karena kami tidak percaya sama sekali," ucap Zou Jing.


"Untuk urusan itu akan aku beritahukan nanti," ucap Feng May.


"Baiklah kalau begitu nanti aku akan menagih ucapanmu saat ini," kata Zou Jing yang begitu penasaran dengan barang-barang yang sangat langkah yang dimiliki oleh adiknya itu.


Pelelangan dilanjutkan sampai pada akhirnya dibarang lelang terakhir.


"Barang lelang terakhir ini adalah sebuah hewan beast magis dengan tipe api yaitu elang api neraka," ucap sang pembawa acara.


"Ternyata ini adalah barang yang ingin mereka tunjukkan," ucap salah satu pengunjung.


"Tidak disangka ternyata pelelangan milik keluarga Cheng dapat menangkap hewan beast level 10 untuk dilelang hari ini," ungkap salah satu pengunjung yang lain.


Diruangan pangeran dan putri.


"Ternyata adalah hewan beast tipe api yang menjadi barang terakhir pelelangan ini," ucap pangeran ke-7.


"Kak aku menginginkan hewan beast itu," ucap putri ke-13 kepada putra mahkota.


"Tipe atribut mu adalah angin untuk apa kau menginginkan hewan beast tipe api," ucap pangeran ke-7.


"Aku kan ingin memelihara nya memangnya salah?," ucap putri ke-13.