
Semua orang menoleh kesumber suara, mereka melihat putra kedua dari ketua akademi. “Kenapa kau ada disini?” Tanya Feng Gu. Orang itu mendekat dan duduk didekat Feng Gu, “aku kemari karena merindukan mu saudara Feng Gu. Oh iya aku belum pernah wanita ini sebelumnya, siapa dia?” Tanyanya. Zou Jing dan Feng Gu menatap kearah orang itu “apa tujuan mu datang ketempat ku?” Tanya Zou Jing.
“Aku kan sudah bilang kalau aku merindukan kalian, aku juga membawa seseorang bersama ku. Sebentar lagi dia akan datang!” Ucapnya sambil menuangkan teh didalam gelasnya. Feng Gu dan Zou Jing hanya menatapnya datar, tak lama kemudian datanglah seorang wanita yang berjalan lembut dan tersenyum sepanjang jalan.
“saya memberi salam kepada tuan muda Feng dan tuan muda Zou,” ucapnya sambil tersenyum. “duduklah!” ucap Zou Jing datar tanpa melihat kearah gadis itu. “may’er kemarilah sebentar!” panggil Feng Gu. Feng May dengan cepat duduk disamping kakaknya Zou Jing. “nona saya ingin duduk disitu,” ucap wanita tersebut sambil tersenyum kepada Feng May.
“adikku ingin duduk dimana terserah dia untuk apa kau protes!” ucap Zou Jing ketus. “maafkan saya tuan muda saya tdak tahu,” ucapnya dengan wajah sedih. Feng May menatap datar saja bahkan ia tidak peduli bagaimana perlakuan kakaknya terhadap wanita tersebut. “kakak kenapa memanggil ku?” tanyanya. “oh iya kenalkan dia adalah putra kedua dari ketua akademi, namanya xiao Zheng!” ucap Feng Gu. Feng May hanya ber o ria saja mendengarnya.
“Nona perkenalkan saya adalah Lin Su Fey anda bisa memanggil ku Sufey,” ucapnya memperkenalkan diri. Feng May hanya menatap sebentar kemudian berbalik menatap kearah kakaknya. “kalau begitu aku pergi bermain dulu ya,” ucapnya meminta ijin kepada kakaknya. Zou Jing dan Feng Gu menghentikan gerakan tangan mereka yang ingin minum, keduanya menatap kearah Feng May “hanya sebentar!” ucap Feng Gu memberi ijin.
Kemudian Feng May segera pergi dari sana dan menyuruh agar Jie Yu menempati tempat duduknya, jie Yu langsung menjalankan perintah Feng May dan Lin duduk diatas meja dekat dengan Zou Jing. Sedangkan Feng May sudah hilang menjauh,dia berniat mencari tempat yang baru dan cocok untuk merebahkan diri.
Tak jauh dari tempat tinggal Zou Jing, dia menemukan sebuah tempat yang pas. Dia segera menempati tempat tersebut dan merebahkan dirinya, karena semilir angin dan ditambah dengan tubuhnya yang lelah membuat Feng May tidur dengan pulas. Tak lama kemudian Zhi Shen datang dan menutupi tubuh Feng May dengan jubahnya, “kau pergilah ketempat yang tidak terlihat biar aku yang menjaganya disini!” perintahnya. Pengawalnya tersebut langsung menjalankan perintah dari tuannya.
2 jam kemudian Feng May membuka matanya, “kau sudah bangun?” tanya Zhi Shen. Feng May menatap kearahnya “matamu buta ya, tidak lihat aku sudah membuka mata! Masih saja bertanya apa aku sudah bangun!” ucapnya ketus. Feng May bangun dan menyerahkan jubah Zhi Shen kepada laki-laki itu. “nah terima kasih! Dari mana kau tahu aku disini? Berapa lama aku tidur? Aku harus segera kembali ketempat tinggal kak Zou Jing dan berlatih lagi!” ucapnya.
“tenanglah! Kau baru saja tertidur selama 2 jam, untuk apa kau cepat-cepat kembali! Aku bisa mengajarimu jurus yang diajarkan oleh kakak mu itu!” ucapnya. Feng May menatapnya “oh benarkah? Kalau begitu ajari aku, nanti aku bisa menunjukkannya pada kakak dan memberi alasan kalau aku mencari tempat yang tenang untuk berlatih!” ucapnya dengan mata berbinar.
“kau senang sekali menemukan alasan agar tidak mendapatkan omelan dari kakak mu itu!” ucap Zhi Shen mencebik. Feng May hanya melengos saja “biar saja memangnya apa yang jadi masalah mu. Jadi kau berniat mengajari ku tidak?!” tanyanya. “ck ayo!” ajak Zhi Shen.
Feng Gu dan Zou Jing berdiri dan berjalan mendekati adik mereka, lalu keduanya secara bersamaan menjewer telinga kanan dan kiri Feng May. “kemana saja kau hah?! Bukankah sudah kakak bilang bahwa kau hanya boleh lergi sebentar, kenapa malah sampai sore?” ucap Feng Gu. “dan lagi kenapa ini? Pakaian mu kotor dan ini (memegang tangan Feng May yang terluka) kau pasti bermain-main kan?” ucap Zou Jing.
“Hiks... Aku tidak bermain kok! Tadi aku cari tempat yang tenang dan kemudian berlatih jurus yang kakak ajarkan, lalu ini terluka karena aku tadi berlatih!” ucapnya sambil berwajah sedih. Feng Gu dan Zou Jing yang menatap kearah adiknya kemudian menghela nafas panjang dan melepaskan jeweran mereka. “lain kali beritahu kakak mu, kau akan kemana? Kakak sangat khawatir karena kau sama sekali tidak terlihat disekitar maupun dimanapun disekitar akademi!” ucap Feng Gu sambil mengelus puncak kepala Feng May.
Feng May menganggukkan dan tersenyum kearah kakaknya “iya, lain kali aku akan memberitahu kakak akan kemana?” ucapnya. Kemudian Zou Jing pun menyuruh Feng May untuk membersihkan diri kemudian mereka bertiga akan makan malam bersama.
Didalam kamar Feng May ...
“Kakak tadi bilang sama sekali tidak menemukan ku? Bukankah aku hanya ada ditempat sepi yang tidak jauh dari tempat tinggal kakak Zou Jing ya? Apa ini karena Zhi Shen? Tapi apa yang dia lakukan?” gumamnya dalam hati.
Ketiga anak manusia itu sudah selesai makan malam dan segera membereskan tempat makan mereka sekaligus membersihkan meja dan tempat yang mereka gunakan sebagai tempat makan malam. “kakak dimana Jie Yu dan Lin? Aku tidak melihat mereka berdua dari tadi,” tanya Feng May.
“oh 2 kucing itu sekarang mungkin sedang tidur ditempat Feng Gu! Mereka tadi bertengkar kemudian menghilang sepertinya mencari mu! Tak lama setelah kau kembali mereka juga kembali dan langsung kekamar Feng Gu dan setelahnya tidak terlihat ada yang keluar suara merek juga tidak terdengar, jadi kupikir mereka sedang tidur!” jelas Zou Jing.
Feng May hanya ber o ria saja mendengar penjelasan dari kakaknya tersebut. Selesai berberes mereka kembali kekamar masing-masing, Feng May pergi kekamar kakaknya Feng Gu untuk membawa Jie Yu dan Lin kembali kekamarnya. “kakak aku bawa mereka kembali ya, selamat malam!” ucap Feng May dan diangguki oleh Feng Gu “kau juga selamat malam dan mimpi indah,” balas Feng Gu sambil mengusap kepala Feng May.