
"Kau tidak melihat ia menggunakan kekuatan auranya atau kekuatan spiritual?" tanya guru Ji.
Gui Feng menjawab dengan gelengan kepala. Guru Ji menghela nafas panjang.
"Bagaimana saat pembangkitan kekuatan fisiknya? Apa yang bangkit dari garis darah serta kemampuan fisiknya?" tanya guru Ji.
"Ia membangkitkan kemampuan pedang darah. Ia memiliki fisik pedang dan garis darah pedang darah dengan aura membunuh dan kematian, lalu...," Gui Feng menjeda ucapannya ia nampak ragu-ragu menyampaikan suatu hal pada gurunya.
Guru Ji memandang kearah Gui Feng yang nampak ragu-ragu tersebut.
"Lanjutkan ucapan mu!" perintah guru Ji.
Gui Feng memandang kearah gurunya.
"Aku merasakan ia memiliki aura bintang timur," ucap Gui Feng.
Gurunya sedikit terkejut namun kemudian ia menetralkan ekspresinya.
"Kau dapat merasakannya juga?" tanya guru Ji.
Gui Feng memandang kearah gurunya dengan wajah bingung.
"Guru sudah tahu tentang aura bintang Timur?" tanya Gui Feng.
"Itulah alasan utama aku menyegel kemampuannya dulu! Jika bintang timur bangkit maka akan ada banyak orang yang akan mati untuk melindunginya dan juga akan ada banyak nyawa yang tidak tahu apa-apa ikut terlibat dalam pertempuran yang tidak seharusnya terjadi!" ucap guru Ji.
"Apa maksud guru?!" tanya Gui Feng bingung.
Ia masih meminta penjelasan dari gurunya tersebut, namun guru Ji hanya diam 1000 bahasa.
"Guru...," panggil Gui Feng.
***
Feng Gu dan Zou Jing tengah dalam perjalanan menuju ke akademi Langit, namun dalam perjalanan mereka dihadang oleh sekelompok perampok yang meresahkan.
Zou Jing dan Feng Gu menatap mereka satu persatu.
"Hey! sepertinya kalian ini pendekar ya?" ucap ketua perampok tersebut.
Zou Jing dan Feng Gu hanya memutar bola mata mereka.
"Ada apa?" tanya Feng Gu.
"Tidak usah basa-basi," ucap Zou Jing.
"Heh! hahahaha aku suka dengan orang yang tidak suka basa-basi," ucap ketua perampok tersebut.
"Aku ingin semua sumber daya kalian! Lalu kudengar setiap murid unggulan atau murid pribadi akan memiliki token akses masuk kedalam akademi tanpa ujian! Aku juga menginginkan token tersebut!" ucap ketua perampok sambil tertawa.
"Heh! kalian bahkan belum tentu dapat mengalahkan kami berdua," ucap Zou Jing meremehkan.
"Hahahaha! memang benar adanya bahwa seluruh murid akademi Langit hanya bisa menyombongkan diri tanpa ada hal yang dapat dibanggakan!" ucap ketua kelompok menghina.
"Hehehe bos mungkin saja mereka masuk ke akademi menggunakan wajah tampan mereka itu," ucap anak buahnya dengan senyum mengejek.
Zou Jing yang geram hendak melayangkan pukulan kepada mereka namun dihentikan oleh Feng Gu. Zou Jing memandang kearah Feng Gu dengan raut bingung dan merah menahan amarah.
"Jangan terbawa nafsu!" ucap Feng Gu mengingatkan.
Zou Jing berusaha menetralkan amarahnya. Ia mundur satu langkah kebelakang masih dengan wajah dingin dan aura yang menyeramkan disekitarnya.
Feng Gu maju selangkah kedepan.
"Siapa yang memberi kalian perintah untuk menghadang kami! Lalu apa yang diberikan orang tersebut kepada kalian?" tanya Feng Gu.
"Wah wah tidak disangka ada juga orang yang pintar didalam akademi Langit itu ya?" ucap ketua perampok masih dengan senyum menghina.
"Apa yang kalian banggakan dari wajah tampan namun sampah seperti kalian ini hah?! Apa kalian pikir karena wajah kalian yang tampan itu kalian bisa berlaku sombong!" ucap pengikut ketua perampok tersebut.
"Apa yang orang itu ingin kalian lakukan kepada kami? tidak mungkinkan dia meminta kalian untuk membunuh kamu tapi juga tidak mungkin dia meminta kalian melepaskan kami?!" ucap Feng Gu.
"Kau benar! Orang itu meminta kami untuk menghajar kalian sekalian dia meminta kami mencari seorang gadis," ucap ketua perampok tersebut menjawab pertanyaan Feng Gu.
"Gadis siapa yang dicari orang yang menyuruh mu itu?!" tanya Zou Jing.
"Hmm... kalau tidak salah nama hadis itu adalah Feng... ah iya Feng May," jawab ketua perampok tersebut.
Feng Gu dan Zou Jing sudah mengepalkan tangan dan bersiap membuat mereka tidak bisa lagi melihat matahari tenggelam nanti sore.
***
Feng May tengah membuat eksperimen dengan racun yang telah ia temukan dan didalam kolam Fujin ada Yu Tu, Jie Yu, dan Kui bersaudara. Sedangkan, naga emas dan naga hitam tengah mengawasi lingkungan sekitar tempat mereka beristirahat.
"Kapan kalian akan selesai berendam hah?!" ucap naga hitam yang kesal karena ia terus saja mengawasi dan belum berendam di dalam kolam Fujin.
"Hehehe," Jie Yu terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Feng May hanya menatap mereka kemudian melanjutkan lagi eksperimennya.
***
Disisi lain Feng Gu dan Zou Jing terlibat pertarungan sengit dengan sekelompok perampok yang berusaha merampok mereka.
"Kalian ternyata cukup susah juga dikalahkan ya?" ucap ketua perampok.
"Kami bukan orang lemah seperti kalian ini!" ucap Zou Jing menghina mereka.
"Heh! bocah tengik jaga mulut mu itu ya!" teriak salah satu perampok.
Zou Jing mengangkat sebelah alisnya wajahnya menunjukkan ekspresi menghina yang sama sekali tidak ditutupi.
Ekspresi yang ditunjukkan oleh Zou Jing sontak saja menyulut emosi para perampok tersebut, hingga pertarungan tidak terelakkan lagi.
***
Setelah Jie Yu, Yu Tu dan Kui bersaudara selesai berendam bergantian dengan naga hitam dan naga emas. Mereka juga menyerap energi didala energi didalam kolam Fujin.
Feng May menatap mereka sebentar sebelum akhirnya ia beristirahat dan memejamkan matanya.
2 jam kemudian naga hitam dan naga emas selesai berendam dan sekarang berganti Feng May yang berendam dan yang lainnya berjaga disekitar untuk menjamin tidak ada siapapun yang datang.
"Sepertinya kakak akan memerlukan waktu yang lebih lama dari kita!" ucap Yu Tu.
"Benar! wajahnya terlihat lelah ditambah kekuatan spiritual disekitar sangat kental dan didalam kolam Fujin terdapat endapan kekuatan spiritual yang berguna untuk kakak menembus ketingkat selanjutnya," ucap Jie Yu.
"Jadi? kita akan terus berjaga sampai nona Feng bangun begitu?" ucap Kui Ling.
"Tentu saja!" jawab naga hitam.
"Apa kalian tidak beristirahat?" tanya Kui Fey.
"Kami beristirahat namun masih tetap bersikap waspada," jawab Yu Tu.
"Kenapa? apa kau lelah?" tanya Yu Tu sambil mengelus rambut Kui Fey.
Kui Fey menjawab dengan anggukan kepala.
"Istirahatlah lebih dulu!" ucap Yu Tu.
"Apa yang dikatakan Yu Tu benar! kau beristirahatlah aku akan menjaga mu," ucap Kui Ling.
"Sudah kalian cepat beristirahat tapi masih dalam mode waspada!" ucap naga emas.
"Baik," jawab mereka serempak.