
“hey! Jie Yu, kau sekarang jadi sangat lemah ya!” Batin Lin saat melihat Jie Yu yang dengan mudahnya ditangkap.
Jie Yu menggeram dan menggeliat berusaha melepaskan dirinya dari cekalan wanita itu, “aku tidak bisa lepas, gadis ini menggunakan kekuatan hukum neraka untuk mengikat ku!” Ucapnya.
Lin mengerutkan keningnya, kemudian ia berlari mendekat kearah Feng May dan merangsek kedalam pangkuan gadis itu. Wanita yang melihat apa yang dilakukan oleh Lin membuatnya tersenyum smirk, dia menggunakan kekuatan spiritual untuk menangkap Lin namun kekuatannya bertolak belakang dengan kekuatan spiritual milik Feng May.
Kekuatan spiritual Feng May menarik Jie Yu dari genggaman wanita itu, wanita itu menghentakkan kakinya sebal dan menatap kearah kakaknya. “tidak usah merayu ku, ke-2 hewan itu bukan milikmu! Mereka sudah mengakui gadis itu sebagai majikan!” ucap kakaknya.
“aku menginginkan mereka kak! (Sambil menghentakkan kaki) Kalau kakak tidak bisa mendapatkan mendapatkan kucing itu aku akan mengadukan kakak kepada ayah dan kakek!!” teriaknya.
Dan akhirnya Feng May terbangun karena merasa terganggu oleh teriakan wanita tersebut. Dia menatap kearah 2 orang yang sedang berdebat didepannya, kemudian ia beralih menatap kearah Jie Yu dan Lin yang berada di pangkuannya dan memegang pakaiannya dengan sangat erat. Meskipun ke-2 hewan itu adalah keturunan garis dewa harimau putih dan kilin api, namun saat ini ke-2 nya sedang tidak dalam keadaan dimana mereka dapat menggunakan kekuatan mereka sesuka hati.
Apalagi Jie Yu masih kecil, dan belum membangkitkan garis darah harimau putih. “apa kalian tidak bisa diam hah?! Kalau ingin berdebat jangan disini, kalian mengganggu ku yang sedang berlatih. Tidak sadar diri ya kalau suara kalian itu berisik dan tidak enak didengar!” ucap Feng May disertai dengan sorotan tajam.
2 orang yang sedang berdebat itu menoleh dan menatap kearah Feng May. Si laki-laki merasa tidak enak karena telah mengganggu waktu berlatih Feng May, sedangkan si wanita menatap tidak suka kearah Feng May. “maafkan kami nona, karena sudah mengganggu waktu anda!” ucap si laki-laki dengan sungguh-sungguh sambil membungkukkan badannya.
“aku menginginkan hewan peliharaan mu, berikan padaku!!” ucapnya dengan nada perintah. Sorot mata Feng May bertambah tajam “siapa kau berani memerintah ku bahkan menginginkan milik ku?!” ucapnya dengan aura membunuh yang menyeruak dari tubuhnya.
Wanita itu terkejut dan tanpa sadar berjalan mundur dan berdiri dibelakang kakaknya. “berani-beraninya kau berkata seperti itu padaku, apa kau tidak tahu siapa aku hah?!!” teriaknya.
Feng May menatap sinis kearah wanita itu “aku tidak perlu tahu siapa kau! Memangnya apa yang bisa kau lakukan hah?!” tantang Feng May.
“Kak cepat bunuh wanita itu, aku ingin hewan peliharaan nya!!” ucapnya memerintah kakak laki-lakinya. “diamlah, aku sudah bilang itu bukan milikmu! Kau tidak bisa sembarangan mengambil sesuatu milik orang lain!” ucap si laki-laki berusaha memberi pengertian.
Feng May maju ke depan dan menepuk pundak si laki-laki, laki-laki itu menatap kearah Feng May. “sepertinya dia sama sekali tidak mengerti bahasa manusia, tapi ... Mungkin dia mengerti bahasa tubuh!” ucapnya sambil tersenyum smirk kearah si wanita.
Feng May menarik rambut panjang wanita itu hingga mendongak dan bersitatap dengan sorot tajam ke-2 matanya. “aku paling benci dengan orang yang hanya bisa mengancam dan sama sekali tidak berguna seperti mu. Kau yang hanya bisa menjadi beban ini kenapa bisa lahir dan dijaga oleh orang yang berbakat sepertinya!” ucapnya.
“hahaha karena aku terlahir dengan takdir Dewi, tentu saja banyak yang ingin menjadi budak ku! Laki-laki itu juga adalah budak ku, semua orang didunia ini hanya bisa berjalan menundukkan kepalanya saat melihat ku. Kau ... Kau juga adalah budakku!” ucapnya.
Feng May semakin kencang menjambret rambut wanita itu, dia bahkan sudah mengeluarkan sebilah pisau. “kemana hukum neraka yang tadi kau gunakan untuk menangkap Jie Yu hah! Apa kau hanya ingin berlagak didepan orang lain dan sebenarnya kau sama sekali tidak bisa apa-apa!” ucap Feng May memprovokasi wanita itu.
Wanita itu sangat marah mendengar ejekan yang dilontarkan oleh Feng May, dia langsung mengeluarkan luapan api neraka. Feng May tersenyum tipis melihat hal itu, kemudian ia meminta Lin mendekat kearahnya. Setelah itu ia menggendong kucing hitam itu “nah sekarang kau seraplah api neraka itu sebisamu aku akan membantu mu!” ucapnya dan mendapat anggukan kepala dari Lin.
Setelah itu Lin mulai menyerap api neraka yang diluapkan oleh wanita itu, Feng May membantu kilin menyerap api neraka itu dan mentransfernya ketubuh kilin dan beberapa api neraka yang ditolak oleh tubuh kilin akan dipindahkan kedalam tubuhnya.
Jie Yu hanya menatap kegiatan kilin dan Feng May didepan, sekaligus ia memperhatikan laki-laki yang masih berdiri mematung. “tidak perlu takut, kakak ku akan membantu mu karena tadi kau telah membantu ku agar nenek jelek itu melepaskan ku!” ucap JieYu dalam hati sambil menepuk-nepuk kepala laki-laki itu.
Laki-laki itu menatap kearah Jie Yu dan tersenyum, meskipun tidak mengerti maksud dari hewan itu menepuk kepalanya namun yang ia yakini adalah hewan itu tengah menenangkannya. Beberapa saat kemudian kilin sudah selesai menyerap api neraka, setelah itu Feng May berjalan mendekat kearah laki-laki yang masih berdiri mematung tersebut.
Feng May tersenyum kearah laki-laki itu, kemudian ia menggambar sebuah pola didahi laki-laki itu. “kau bisa berlatih dan menembus tingkatan dengan mudah. Anggap ini sebagai balasan akan kebaikan mu yang sudah membantu Jie Yu!” ucapnya.
“Lin kau bisa istirahat sekarang, bangunlah saat tubuh mu sudah benar-benar fit!” ucap Feng May sambil mengelus kepala Lin. Secara perlahan Lin tidur lelap dan Feng May pun menyimpan hewan itu kedalam ruang dimesi yang ada didalam dantiannya bersama dengan naga hitam dan emas.
Setelah itu Feng May mengambil sebuah pil obat berwarna biru dengan 3 garis putih. Feng May memasukkan pil obat itu kedalam mulut laki-laki itu, setelah itu Feng May meninggal laki-laki itu pergi menjauh sambil menggendong Jie Yu “kau baik-baik lah berlatih disini!” ucapnya sambil melambaikan tangannya keudara.
Feng May berjalan kembali kedalam gua Angela si piton Forbes, Agon dan yang lainnya langsung menghampiri Feng May yang baru saja sampai. “Kau dari mana saja?” tanya Feng Gu.