
Zhi Shen berdecih melihat Feng Gu, sedangkan Feng May sudah tertidur pulas. “berapa lama teknik kamuflase may’er bertahan!” Ucapnya. “Hanya tinggal beberapa menit!” Jawab Feng Gu sambil mengelus kepala Feng May. Zhi Shen menatap tajam kearah Feng Gu yang masih sibuk dengan kegiatannya mengelus kepala Feng May, Zhi Shen terus berdecih dan mendengus.
Feng Gu sama sekali tidak mempedulikan hal tersebut, kemudian Zhi Shen berdehem dengan sangat keras. “Kenapa kau seperti itu?” Tanyanya. “Tidak apa-apa! Apa kau tidak lelah terus diam seperti itu?” ucapnya sambil menatap kearah Feng May. Feng Gu masih mengelus kepala Feng May dengan lembut “kenapa? apa kau mau memangku adikku? Jangan harap!” ucapnya. Zhi Shen mendengus kesal sambil menatap sinis kearah Feng Gu.
Beberapa jam kemudian ...
Ke-3 orang itu tidur dengan sangat nyaman dan Zou Jing sudah menggerakkan kelopak matanya kemudian ia pun sadar dan menatap 3 orang yang tidur pulas didepannya. Dia pun geleng-geleng kepala “bisa-bisanya mereka tidur sepulas itu! Apa mereka tidak waspada bahwa mungkin saja tempat tenang ini adalah tempat yang paling berbahaya!” gumamnya sambil tersenyum tipis.
Zou Jing pun bangkit berdiri dan memilih berburu hewan untuk dijadikan makan malam. Beberapa saat kemudian Feng May bangun lebih dulu, dia mengucek namun tak lama kemudian gerakannya dihentikan oleh Zou Jing. Dia melihat kearah Zou Jing yang tersenyum “jangan mengucek mata mu seperti itu! Bagaimana jika nanti iritasi?” ucapnya.
“kak Zou Jing kapan bangun? Sekarang sudah malam ya?” ucapnya dengan suara serak. “iya, sudah waktunya makan malam! Nah minumlah ini!” ucapnya sambil menyodorkan segelas air minum. Feng May meminum air itu dan kemudian kembali menyerahkan gelas kosong kepada Zou Jing. “apa kakak perlu bantuan?” tanyanya. “tidak! Ayo bangunkan yang lainnya, kita makan malam dulu kemudian mencari tempat benar-benar aman untuk istirahat. Besok kita telusuri lagi tempat ini!” ucap Zou Jing dan dianggukki oleh Feng May.
Feng May pun melihat kearah Feng Gu dan Zhi Shen, dia tersenyum bahagia melihat posisi tidur kakaknya itu. Zhi Shen bersandar dibahu Feng Gu, dan kepala Feng Gu bersandar dikepala Zhi Shen. Feng May mengeluarkan sebuah batu rekaman dan merekam kedua laki-laki yang masih pulas itu dari segala posisi. Zou Jing melihat kearah adiknya yang sedang sibuk, dia pun mendekat kearah Feng May dan menepuk pundak adiknya tersebut.
“apa yang kau lakukan?” tanyanya. “aku sedang merekam mereka kak, lihatlah bukankah mereka sangat romantis?” ucapnya dengan senyum bahagia. Zou Jing ikut tersenyum melihat senyum manis adiknya, dia geleng-geleng kepala “terserah kau saja, tapi jangan lupa untuk membangunkan mereka makan malam!” ucap Zou Jing dan dianggukki oleh gadis itu.
Setelah puas merekam kedua laki-laki yang masih pulas itu, dia pun bersiap membangunkan keduanya. Feng May mengguncang lengan Feng Gu dan Zhi Shen bersamaan “kak .. kakak bangunlah! Sudah waktunya makan malam! Kak .. kakak!” panggil Sonya sambil menggoyangkan lengan Feng Gu dengan kencang.
Feng Gu pun mengerjap dan kemudian membuka mata, saat membuka matanya Feng Gu melihat Sonya yang tengah menatapnya sambil tersenyum. “kau sudah bangun may’er?” ucapnya dan dijawab anggukan kepala oleh Feng May. Feng Gu yang merasakan berat dipundaknya langsung menoleh dan melempar tubuh Zhi Shen menjauh dari tubuhnya, Zhi Shen merasakan sakit dibagian punggungnya karena terhantuk oleh batu.
“Aduhh .. kau tidak bisa baik-baik ya membangunkan ku!” ucapnya dengan suara serak. “siapa yang menyuruhmu untuk tidur dipundak ku hah?!!” teriak Feng Gu. “oh benarkah? Sepertinya aku harus mandi kembang 7 rupa untuk menghilangkan sial!” ucap Zhi Shen. Kemudian Zhi Shen memeluk tubuh Feng May, Feng Gu yang melihat langsung menarik Zhi Shen menjauh dari adiknya dan melemparkan laki-laki itu menjauh sejauh-jauhnya dari Feng May.
“heh! Apa-apaan ini? Kenapa kau suka sekali melempar tubuh ku? Tubuh ku ini sangat berharga tahu, kau mau mendapat masalah karena berani macam-macam dengan ku!” teriak Zhi Shen. Feng Gu mendengus dan menatap sinis kearah Zhi Shen. “cih, jangan harap mengambil kesempatan dari adikku!” ucap Feng Gu sambil menatap tajam Zhi Shen.
Feng Gu berjalan mendekat dan langsung menyahut makanan yang dipegang oleh Zou Jing “anggap ini bayaran karena sudah menjaga dan melindungi mu!” ucap Feng Gu. Zou Jing diam saja kemudian mengambil daging lagi dan memotongnya, namun tak lama kemudian Zhi Shen menyahut piring berisi potongan daging milik Zou Jing “anggap bayaran dari tenaga ku karena melindungi mu tadi!” ucapnya.
Zou Jing hanya menatap datar mereka, kemudian ia mengambil daging lagi dan langsung memakannya tanpa memotongnya. Mereka makan dengan lahap, tak lama setelah selesai makan ada sekelompok orang datang menghampiri mereka. “permisi, maaf apa kami bisa meminta sedikit makanan kalian?” ucap seseorang. Feng May menatap kearah gadis itu, dan selama beberapa saat wanita dihadapan Feng May terpana melihat Feng May.
“silahkan, anda dan kelompok anda bisa duduk disini!” ucap Zou Jing. Lagi-lagi wanita itu terpana dengan ketampanan Zou Jing dengan rahang tegas dan wajah yang terlihat berwatak keras namun juga lembut. “terima kasih!” ucapnya sambil duduk disebelah Zou Jing. Kelompok wanita itu juga duduk setelah izin kepada Feng Gu, Zou Jing, Feng Idan Zhi Shen.
“Apa yang kalian lakukan disini?” tanya salah satu dari mereka.
“makan!” jawab Zhi Shen singkat, padat, jelas dan realistis.
“ehm .. maaf maksudku! Kenapa kalian berhenti disini? Kenapa tidak mencari tempat yang aman untuk beristirahat!” tanyanya.
“tidak ada waktu!” jawab Zhi Shen lagi.
Orang itu pun kehabisan kata-kata, dan suasana menjadi sangat hening karena sama sekali tidak ada yang membuka pembicaraan. “kalian semua dari mana?” tanya Feng May yang membuka suara.
“Ah kami tadi mencari sebuah buah giok! Teman kami memerlukan buah itu untuk memperpanjang hidup ibunya!” jawabnya. “oh! Lalu apa kalian menemukannya?” tanya Feng May.
Dia menggelengkan kepala “tidak ada! Tadi setelah bertarung mati-matian ada sekelompok orang yang merebutnya dan kami semua kalah. Selain jumlah mereka banyak, kekuatan kami juga dibawah pimpinan mereka!” ucap wanita itu.
“Ku dengar disisi sebelah barat ada buah giok ungu yang tumbuh!” ucap Zou Jing. Semua pasang mata memandang kearah Zou Jing.