
"Aku sedang menguji tekad gadis kecil itu!" jawabnya sambil menunjuk kearah layar yang menampilkan gambar Feng May.
"Apa yang dilakukan gadis kecil itu?" tanya ketua akademi.
"Kau tahu! kemarin dia datang kemari dan meminta misi untuk ia jalani," ucapnya kepada sang suami.
Ketua akademi mengernyitkan dahi.
"Misi apa yang dia minta?" tanya penasaran.
"Ia meminta misi untuk pergi ke dataran petir untuk mengambil daun bambu kabut dan juga pergi ke kawasan serigala hitam untuk mengambil mana corenya," ucapnya.
"Apaa!!!" teriak ketua perguruan mendengar laporan dari istrinya.
"2 tempat itu sangat berbahaya untuknya yang masih kecil!" ucapnya.
"Karena itulah aku membuatnya menjalani tes yang akan menguji tekadnya! Aku ingin dia sendiri yang mengatakan bahwa ia mundur untuk mengambil misi itu!" ucapnya kepada sang suami.
"Apa kau yakin bahwa ia akan menyerah?" tanyanya.
Ketua perguruan menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak yakin! tapi hanya bisa berusaha! Kau tahukan bahwa tempat itu sangat berbahaya," ucap istrinya.
Kemudian keduanya hanya memperhatikan Feng May.
***
Disisi lain Gui Feng mendapatkan kabar bahwa Feng May tengah menjalani tes yang di berikan oleh ketua perguruan puncak rintik.
"Feng May apa yang akan kau lakukan? aku menantikannya!" ucap Gui Feng sambil tersenyum.
"Tuan muda apa anda akan kembali ke perguruan Fajar?" tanya pelayanannya.
"Aku akan kembali saat sudah waktunya nanti," ucap Gui Feng.
"Tapi.." belum selsai pelayan tersebut berucap Gui Feng sudah memberikan tatapan yang tajam kearahnya.
"Pergilah!" usir Gui Feng.
Pelayan tersebut segera berlalu setelah membungkuk memberi hormat kepada Gui Feng.
"Perguruan Fajar ya! Aku sudah lama tidak bertemu dengan guru," gumam Gui Feng.
***
Feng May masih tetap diam dipoisisinya. Beberapa saat kemudian ia membuka matanya.
"Apa kau sudah menemukan jalannya?" tanya naga emas.
"Sudah!" jawab Feng May.
Kemudian ia berdiri dan berjalan menuju kearah sebuah kolam dihadapannya. Feng May berjalan dengan santai melewati kolam tersebut. Beberapa saat berjalan, ia sudah sampai didepan pondok ketua perguruan puncak rintik.
Tok…tok…tok…
Feng May mengetuk pintu pondok ketua perguruan puncak rintik. Ketua perguruan puncak rintik berdiri dan membukakan pintu untuk Feng May.
"Selamat datang! Dan selamat karna kau sudah lolos dari tes yang aku berikan!" ucap ketua perguruan.
"Saya tahu bahwa anda khawatir akan keselamatan saya! Namun saya juga harus menghadapi rintangan didepan untuk bisa terus berkembang," ucap Feng May.
"Yah aku mengerti! Kalau begitu aku akan memberikan plakat misi untuk mu! Ingat jika kau dalam bahaya kau hancurkan plakat tersebut, dan bantuan akan datang untuk mu! Mengerti" ucap ketua perguruan puncak rintik.
Feng May hanya menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan ketua perguruan puncak rintik. Ketua perguruan menyerahkan plakat misi untuk Feng May, Feng May menerimanya setelah itu ia berpamitan untuk langsung menjalankan misi.
Ketua perguruan melihat Feng May menjauh sampai bayangan gadis itu tidak terlihat lagi.
"Tidak usah mengkhawatirkannya!" ucap suaminya menenangkan istrinya.
"Entahlah! Aku merasa seperti harus melindungi gadis kecil itu," ucapnya kepada sang suaminya.
Ketua akademi hanya memeluk istrinya untuk menenangkan istrinya.
***
Feng May sudah dalam perjalanan menuju ke dataran petir hitam dan wilayah kekuasaan serigala hitam.
"Kakak May'er nanti lewatlah gunung art untuk menuju ke dataran petir," ucap Yu Tu.
"Entahlah! aku merasakan sesuatu yang tidak asing digunung tersebut!" ucap Yu Tu.
"Kita bahkan belum setengah jalan menuju kejutan dataran petir. Bagaimana kau bisa merasakan sesuatu yang tidak asing?" tanya Feng May.
"Aku tidak tahu kak! Tiba-tiba perasaan itu hilang dan muncul kemudian diotakku langsung muncul gambaran gunung art," jawab Yu Tu.
"Baiklah! kalau begitu nanti aku akan melewati gunung tersebut," ucap Feng May.
"Kau akan lewat gunung art untuk kedataran petir hitam?" tanya naga hitam.
"Aku akan menuju kearah kawasan serigala hitam. Karena gunung art sangat dekat dengan kawasan lembah hitam serigala hitam," ucap Feng May.
"Hmm baiklah kalau begitu! Nanti kalau aku meminta mu berhenti digunung art kau berhenti ya," ucap naga hitam.
"memangnya kenapa?" tanya Feng May.
"Tidak apa-apa! Ikuti saja permintaan ku!" ucap naga hitam.
"Hmm," Feng May hanya berdeham menanggapi permintaan naga hitam.
***
Disisi lain Feng Gu dan Zou Jing tengah berlatih di bawah air terjun spiritual yang ada digunung barat. Mereka berdua fokus karena beberapa hari yang kalau mereka berdua sama-sama merasa akan segera menerobos keranah QI level 7.
Beberapa saat kemudian keduanya sudah berhasil menerobos dan langsung menemui guru mereka masing-masing.
"Kalian sudah berhasil menembus level 7 luar biasa memang!" ucap ketua akademi.
"Apa kalian akan menjalankan misi kembali atau akan tinggal untuk terus berlatih dan berkembang?" tanya ketua perguruan gunung barat.
"Saya akan menjalankan misi mengambil mana core raja serigala merah guru!" ucap Feng Gu dengan keyakinan yang tinggi.
Ketua akademi mengangguk-anggukan kepalanya.
"Aku juga akan menjalankan misi yang akan dipilihkan oleh guru!" ucap Zou Jing tegas.
Ketua perguruan gunung barat juga menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu kalian jalani misi memburu buronan kerajaan Langit Jia Kun saja," ucap ketua perguruan gunung barat.
"Aku setuju dengan usul dari Lui Ji! Kalian berdua pergilah menangkap buronan Jia Kun itu!" ucap ketua akademi.
Feng Gu dan Zou Jing saling pandang.
"Baik guru!" jawab keduanya serempak.
"Kalian nanti baik-baik menangkapnya jangan sampai lengah!" ucap ketua perguruan gunung barat.
"Benar! ditambah lagi belum pernah ada yang dapat menetralkan racun hitam yang dimiliki oleh Jia Kun!" ucap ketua akademi.
Feng Gu dan Zou Jing hanya menganggukkan kepala mereka mendengarkan penjelasan guru mereka.
"Sekarang kalian pergilah kegedung senjata dan mengambil senjata kalian berdua yang telah dimodifikasi," ucap ketua akademi.
"Baik!" jawab mereka serempak.
***
Disisi lain Gui Feng tengah mempersiapkan diri untuk kembali ke perguruan Fajar. Saat Gui Feng akan beristirahat pengawalnya datang membawakan kabar tentang Feng May padanya.
"Tuan muda," panggil pengawalnya.
Gui Feng menoleh kearah pengawalnya tersebut.
"Ada apa?" tanya Gui Feng.
"Nona Feng May pergi menjalankan misi untuk mencari daun bambu kabut didataran petir hitam dan juga mengambil mana core serigala hitam dikawasan serigala hitam langsung," lapornya kepada Gui Feng.
Gui Feng terdiam sejenak.
"Lalu sekarang dimana dia?" tanya Gui Feng.
"Nona Feng May sudah dalam perjalanan menuju kegunung art tuan muda," jawab pengawalnya.
Gui Feng mengerutkan dahinya bingung dengan laporan pengawalnya.
"Bukankah kau bilang bahwa May'er pergi kedataran petir dan kawasan serigala hitam? Kenapa ia pergi ke gunung art?" tanya Gui Feng.