Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Perjamuan kerajaan Langit 3



“Bocah ini benar-benar sesuatu!” gumam kepala perguruan dalam hati.


“Bagaimana? Aku seharusnya sudah bisa mendapatkan ribuan uang kan?” Ucap Feng May.


“Memang berbahaya jika pecahan jiwa kakak yang seperti ini yang menjalankan tugas! Mulutnya sangat tajam lebih tajam dari pisau!” Ucap Jie Yu.


“Kau benar! Semuanya senilai 1,5 juta koin emas dan aku sudah mengirimkannya ditoken murid mu!” Ucap kepala perguruan.


Feng May hanya menganggukkan kepala kemudian berbalik dan pergi dari pondok tersebut.


“Tolong maafkan kakak kami! Sifatnya memang seperti itu meskipun tidak sering!” ucap Yu Tu mewakili Feng May meminta maaf kepada kepala perguruan.


“Yah tidak masalah! Kalian semua bisa kembali ke tempat tinggal Feng May!” ucapnya.


Kemudian mereka semua keluar dan mengikuti Feng May.


“Kita akan kemana?” tanya Kui Ling.


“Kita akan ke ibukota!” ucap Yu Tu.


“Pecahan jiwa kakak sudah harus kembali karena tugas yang diberikan oleh kakak sudah selesai dikerjakan!” ucapnya.


Yang lainnya hanya menganggukkan kepala dan mulai melakukan perjalanan menuju ke ibukota kerajaan Langit.


Di ibukota kerajaan Langit ...


Feng May kembali kepenginapan setelah makan malam. Feng May juga sudah menyiapkan semuanya dan akan segera kekediaman Zou. Ucil masuk kedalam penginapan Feng May dan melihat Feng May sedang bersiap-siap.


“Anda ingin kemana nona?” tanyanya.


“Aku akan kekediaman Zou untuk menemui kakak ku! Aku juga akan menarik pecahan jiwa ku dan juga yang lainnya agar dengan cepat sampai di ibukota jawab Feng May.


Ucil menganggukkan kepalanya mengerti.


“kau juga ikut aku kembali ke kediaman Zou!” ucap Feng May.


“Baiklah nona!” jawab Ucil.


Setelah Ucil pun bersiap-siap dan Feng May menunggunya didepan penginapan.


“Mari nona!” ajak Ucil.


“Ayo!” ucap Feng May.


Di kediaman Zou ...


Feng May sudah sampai di pintu masuk kediaman Zou, pengawal menghentikannya dan memintanya untuk mengeluarkan tanda pengenal.


“Tolong tunjukkan identitas diri anda!” ucapnya.


Feng May mengambil plakat keluarga zou dan menunjukkannya. Pengawal tersebut membukakan pintu masuk untuk Feng May.


“Silahkan nona dan maafkan atas kelancangan kami!” ucapnya sambil membungkuk.


“Tidak masalah!” ucap Feng May sambil berjalan masuk.


Feng May berjalan kearah tempat tinggal paman dan bibi zou.


“Bibi ... Paman ...,” panggilnya sambil berjalan mendekat.


Bibi Zou menoleh dan mendapati Feng May berjalan mendekatinya. Ia langsung berlari menghambur memeluk tubuh gadis itu.


“Apa kau baik-baik saja? Bagaimana kehidupan mu di dalam akademi Langit?” tanya bibi Zou.


“Aku sehat-sehat saja bibi! Lihatlah aku menemui dengan keadaan tanpa kekurangan sesuatu apapun!” ucap Feng May.


“Istri ku tenanglah! Lihat May’er baik-baik saja! Biarkan dia istirahat dan makan lebih dulu!” ucap paman Zou.


“Iya benar! Ayo masuk bibi akan meminta pelayan menyiapkan makanan untuk mu!” ucap bibi zou.


Feng May mengikuti langkah bibi zou masuk kedalam rumah dan paman Zou memerintahkan seorang pelayan untuk menyiapkan makanan dan tempat tinggal Feng May.


“Baik tuan besar!” ucap pelayan.


Dengan cepat pelayan melaksanakan perintah paman Zou tersebut. Paman dan bibi duduk dihadapan Feng May dan mereka berbicara banyak hal.


“Bagaiman May’er apa Jing’er menjaga mu dengan baik?” Tanya paman Zou.


“Kakak Jing menjagaku dengan baik paman dan juga kakak Gu juga menjagaku! Jadi paman dan bibi tidak usah khawatir!” ucap Feng May.


“Syukurlah kalau begitu! Lalu kenapa kau tidak pernah mengirim surat kepada paman dan bibi kau juga tidak membalas surat yang bibi tulis untuk mu!” Ucap bibi zou.


“Aku tengah menjalankan misi bibi! Jadi aku mungkin tidak tahu jika ada surat! Atau mungkin kakak Jing dan Gu tahu!” ucap Feng May.


“Mereka sama sekali tidak pernah membalas surat ku dan memberitahukan keadaan mu!” ucap bibi zou.


“Mungkin kakak tidak ingin bibi dan paman Zou khawatir padaku!” ucap Feng May.


“Apa yang May’er katakan ada benarnya Bu! Mungkin Jing’er dan Gu tidak ingin kita khawatir pada keadaan May’er!” ucap paman Zou


“Pokoknya aku akan menjewer telinga Jing dan Gu jika mereka sampai dikediaman Zou!” ucap bibi Zou


“Kakak belum sampai di kediaman Zou?” tanya Feng May.


“Kakak mu belum sampai di kediaman! Mungkin mereka masih menyelesaikan tugas atau masih berlatih dengan guru mereka!” ucap paman Zou.


Feng May menganggukkan kepalanya mengerti. Tak lama kemudian makanan sudah siap disajikan, dan pelayan meletakkannya dimeja dihadapan ke-3 orang yang tengah temu kangen tersebut.


“Nah May’er makanlah yang banyak! Bagaimana bisa kau bilang hidup dengan baik namun badan mu kurus begini!” ucap bibi Zou sambil meletakkan makanan di mangkuk Feng May.


Feng May memakan makanan yang sudah diberikan oleh bibi Zou dengan semangat dan lahap, bibi zou yang melihat hal itu menjadi sangat senang melihat Feng May yang makan dengan lahap.


“May’er kapan kau akan kembali ke akademi Langit?” tanya paman Zou.


“Setelah perjamuan kerajaan Langit selesai paman!” jawab Feng May.


“Kenapa cepat sekali!” ujar bibi Zou.


“Aku kan bisa mengirimkan surat kepada bibi selama tidak menjalankan misi!” ucap Feng May.


“Kau ini kan masih murid baru bagaimana bisa pihak akademi mengijinkannya?” ucap paman Zou.


“Katanya selama punya kemampuan dan bisa membuktikan kemampuannya tersebut dia diijinkan untuk menjalankan misi!” ucap Feng May.


“Apa yang kau pelajari didalam akademi?” tanya bibi Zou.


“Tidak ada!” jawab Feng May singkat.


Paman dan bibi Zou menatap Feng May dengan pandangan bingung.


“Kau sama sekali tidak belajar!” ucap paman dan bibi Zou bersamaan.


Feng May menatap kearah paman dan bibi Zou kemudian menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Setelah menelan makanannya, Feng May kembali berujar


“Aku ingin langsung memperoleh poin untuk ditukarkan dengan barang yang aku inginkan!” ucap Feng May.


“Memangnya barang apa yang kau inginkan?” tanya paman Zou.


Feng May meminum sedikit air untuk membasahi tenggorokannya.


“Ini masih belum bisa aku beritahu kan! Nanti saja saat aku sudah mendapatkan barangnya!” ucap Feng May dan kembali menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


Paman dan bibi Zou saling pandang kemudian kembali menatap kearah Feng May yang masih makan dengan lahap dan sesekali meletakkan makanan dan mangkuk paman dan bibi Zou.


“Paman dan bibi makanlah yang banyak! Setelah ini istirahat nanti malam akan menjadi acara yang melelahkan!” ucap Feng May.


Paman dan bibi Zou menganggukkan kepala dan mulai memakan makanan mereka. Paman dan bibi Zou sesekali menghela nafas melihat Feng May yang kian bertambah tinggi dan semakin beranjak dewasa.


“Ada apa?” tanya Feng May.