Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Pertandingan 5



“haaah aku ingin tahu bagaimana keadaan Feng May. Karena aku sudah selesai bertapa aku bisa melihat Feng May, saat ini seharusnya pertandingan murid dalam akademi Langit kan!!” Gumamnya.


Seminggu kemudian ...


Hari ini adalah waktu pertandingan untuk menentukan 5 orang yang bisa masuk kedalam menara penguat jiwa, dan 3 teratas akan mendapatkan senjata spiritual. Semua murid sudah berkumpul untuk menyaksikan pertandingan tersebut, 10 murid yang lolos berdiri diatas arena dan mereka akan mengambil sebuah batang bambu yang bertuliskan no mereka.


Saat semua orang sudah mengambil potongan batang bambu tersebut, giliran Feng May yang mengambil. Jiang Nan mendekat kearah Feng May dan bertanya no berapa yang didapat oleh Feng May.


“junior Feng May berapa no mu?” tanyanya. Dan Feng May menunjukkan potongan bambunya.


“Aku mendapat no. 5 kalau senior berapa?” tanyanya. Jiang Nan menunjukkan potongan bambu miliknya.


“Aku no. 7! Sepertinya kita akan bertemu kalau kita berhasil mengalahkan musuh kita!” ucap Jiang Nan dan diangguki oleh Feng May.


Diantara penonton ada beberapa orang yang bukan murid akademi atau warga kerajaan Langit yang menonton pertandingan tersebut. Mereka adalah Gui Feng, Jie Yu dan Ucil. Lalu disudut lain ada 2 orang yang menatap kearah Feng May peserta yang lain.


“Aku mengucapkan selamat kepada 10 orang murid yang dapat mengikuti ujian final hari ini. 5 orang pemenang akan memiliki kesempatan untuk masuk kedalam menara penguat jiwa dan 3 teratas akan mendapatkan senjata spiritual tingkat tinggi, sedang 2 orang lainnya akan mendapatkan senjata spiritual tingkat rendah. 5 orang yang lain akan mendapatkan masing-masing 3 kristal bela diri dan juga masing-masing mendapatkan 1 juta diamond,” ucap wasit.


“Juri akan menentukan dengan siapa kalian bertanding dan peraturan masih sama dengan pertandingan awal. Dilarang saling membunuh dan melakukan kecurangan jika terbukti atau salah satu juri dan pengawas melihat maka dia akan langsung didiskualifikasi!” lanjutnya.


Setelah itu wasit membacakan kertas yang diberikan oleh salah seorang murid dari juri. Wasit pun membacanya. Kali ini Feng May melawan seorang wanita dari klan Yu Ying, namanya Jin Yu Ying. Dia adalah wanita licik yang angkuh, kemampuannya meningkat pesat karena keluarganya yang memberikan sumber daya padanya dan dia hanya sedikit latihan


Wanita ini memandang remeh kearah Feng May. Feng May hanya menatap datar kearahnya, dia sama sekali tidak suka dengan karakter wanita dihadapannya.


“sebaiknya kau mengaku kalah saja! Kau sama sekali bukan tandingan ku, kau itu hanya rakyat jelata jadi jangan bermimpi terlaku tinggi!” ucapnya dengan angkuh.


Feng May memutar bola matanya malas menanggapi perkataan wanita itu. “kalau aku diam saja dia pasti akan semakin meraja lela, padahal aku malas berurusan manusia sampah sepertinya!” gumamnya dalam hati.


“Kau tidak akan jadi apa-apa tanpa keluarga yang kau banggakan itu! Lalu kau hanya seonggok sampah dipinggir jalan bagiku, kau itu tidak ada apa-apanya. Apa yang harus kau banggakan tubuhmu bahkan biasa saja, wajah mu juga tidak cantik dan kekuatan mu juga lemah. Aku rakyat jelata namun bisa sampai titik ini tanpa sumber daya apapun bukankah aku jauh diatas binatang rendahan seperti mu!” ucap Feng May sambil menatap sinis.


“KAU!! Memangnya siapa diri mu hah?!! Berani-beraninya orang rendahan seperti mu memaki ku!!” teriaknya geram.


“aku? (Sambil menunjuk diri sendiri) aku adalah ayah mu! Kenap kau berani pada ku?!!” jawab Feng May


“KAUU!! ....” Jin Yu Ying tidak dapat berkata-kata lagi dia sangat marah kepada Feng May yang selalu membalikkan setiap perkataannya bahkan tidak sedikit murid akademi yang tertawa karena hal itu.


“Lihat saja aku akan mencabik-cabik diri mu dan merusak dantian mu agar kau jadi orang tidak berguna!! Setelah pertandingan selesai aku pasti akan membunuhmu!!” teriaknya geram.


“Telinga ku panas mendengar ocehan mu! Kau ini sebenarnya bisa bertarung atau hanya bisa adu mulut saja hah?!!” ucap Feng May sambil mengorek telinganya yang gatal


“Kau dasar kau tikus rendahan yang tidak tahu diri!!” Yu Ying melancarkan serangan dengan kekuatan penuh ditambah dengan amarahnya kearah Feng May. Banyak orang yang tegang melihat hal itu, banyak yang mengira kalau Feng May sama sekali tidak dapat melawan dan hanya pasrah saja.


“hahahaha .... Lihat inilah perbedaan kekuatan antar aku dan tikus rendahan seperti mu!!” ucap Yu Ying dengan tawa menggelegar.


“Apa yang kau banggakan? Serangan mu ini lemah sekali, bahkan anak kecil usia 3 tahun juga mampu menahan serangan mu ini!!” ucap Feng May tenang dengan nada meremehkan.


“Apaa!! Bagaimana bisa kau menahan serangan ku!! Kali ini aku tidak akan main-main lagi!!” ucapnya dengan kesal.


“Heh bukankah kau sudah menyerang ku satu kali jadi sekarang giliran ku kan!” Feng May bergerak maju dan menyerang Jin Yu Ying. Feng May menggunakan jurus tinju bintang dan memperkuat tubuhnya dengan jurus tubuh pedang.


Kemudian terdengar suara gebrakan dan asal yang menghalangi pandangan penonton namun tidak dengan juri dan pengawas, mereka dapat melihat dengan jelas didalam asap tebal yang menghalangi tersebut. Dan pada akhirnya yang berdiri sampai pertarungan berakhir adalah Feng May, dan orang yang tergeletak di atas arena adalah Jin Yu Ying.


“heh pada akhirnya tetap wanita ku yang menang! Bagaimana bisa orang rendahan itu mengalahkan calon istri ku!!” ucapnya dengan percaya diri.


“tuan anda harus mendapatkan nona Feng May lebih dulu baru mengakui kepemilikan,” ucap pengawalnya.


“Kata-kata ku adalah perintah mutlak tidak ada yang bisa diubah dari hal itu!!” ucapnya tegas.


Disisi lain Feng Idan Zou Jing tersenyum senang mendapati adik perempuan mereka adalah pemenangnya bahkan masih menjatuhkan orang sombong itu dan mempermalukan klan Yu Ying.


“Feng Gu kita harus ekstra menjaga May’er karena klan Yu Ying pasti akan membalas penghinaan ini!” ucap Zou Jing.


“Coba saja kalau berani! Aku pastikan setelah mereka melukai May’er maka tidak akan ada lagi klan Yu Ying dibenua ini!” ucap tegas Feng Gu.


Diantara bangku penonton Jie Yu dan Ucil memperhatikan gerak-gerik dari klan Yu Ying, mereka juga memasang telinga dan mata dengan baik.


“sepertinya tidak lama kemudian mereka akan bergerak untuk menyerang nona,” ucap Ucil.


“mereka pasti akan langsung menyerang tuan saat ada kesempatan sekecil apapun itu!” ucap Jie Yu.


“kita harus dengan sigap melindungi nona Feng May,” ucap Ucil.