
"Aku bisa menjadi partner mu," ucap serigala perak tersebut.
"Aku tidak mau," ucap Feng May spontan.
"kenapa?" tanya serigala perak tersebut.
"Kau masih kecil, lemah dan juga terlalu dini untuk mengikat kontrak dengan manusia normal seperti ku," ucap Feng May.
"Memangnya seperti apa manusia yang tidak normal?" tanya serigala perak tersebut bingung.
"Manusia yang tidak normal akan mengikat kontrak dengan hewan beast yang usianya masih ratusan tahu seperti mu," ucap Feng May.
"Dari mana kau tahu bahwa usiaku sudah ratusan tahun?" tanya serigala perak kaget.
"Dilihat dari ukuran tubuh mu kecepatan pergerakan mu bibit serangan mu dan juga mana ada hewan beast yang masih berusia puluhan tahun diijinkan keluar oleh orang tuanya saat ia masih seperti bayi merah," ucap Feng May.
"Berarti aku termasuk kuat kan," ucap serigala perak tersebut.
"Kau itu lemah kalau serigala yang sudah berusia ribuan tahun ia bisa mengalahkan sekumpulan hyena api tersebut meskipun harus terluka sedikit," ucap Feng May.
Serigala perak tersebut hanya diam saja sampai akhirnya Feng May selesai membereskan barang-barangnya dan bersiap melanjutkan perjalanan.
"Apa yang kau lihat! cepat pulang sana kerumah mu!" perintah Feng May.
"Hmm terima kasih sudah menolong ku tadi," ucap serigala perak tersebut.
"Hmm sama-sama," jawab Feng May kemudian melesat pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Dia benar-benar gadis yang unik dan misterius," gumam serigala perak tersebut dan kemudian ia berlalu kembali kehabitatnya.
Di tengah perjalanan…
Feng May berhenti sejenak ia mengamati keadaan disekitarnya yang terasa sangat sepi dan tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali.
"Kenapa tempat ini sepi sekali?" gumam Feng May masih dengan mengamati keadaan disekitarnya.
Feng May berjalan lurus dan menatap sesuatu yang mencurigakan menurutnya, ia mendekati sumber cahaya yang bersinar sekalipun hampir redup tersebut.
Feng berjalan mendekat dan melihat seekor anak kucing yang tengah meratapi ibunya yang mungkin sedang sekarat. Feng May berjalan cepat sambil mengeluarkan sebuah botol berisi cairan yang sama seperti yang ia berikan kepada serigala perak tadi.
Ketika mengetahui kehadiran Feng May anak kucing itu menggeram marah.
"Tenanglah aku tidak akan menyakiti mu dan juga ibumu! Aku membawa cairan untuk mengobati luka ibumu," ucap Feng May sambil menunjuk botol yang dipegangnya.
Karena sepertinya anak kucing itu tidak percaya akhirnya Feng menggores dirinya dengan pisau kemudian mengoleskan obat tersebut ditangannya dan kemudian luka ditangannya memudar.
"Lihat! aku tidak berbohong kan," ucap Feng May kemudian ia berjalan mendekat dan mengobati luka ibu kucing tersebut.
Setelah beberapa saat akhirnya ibu kucing itu sadar dan ia melihat Feng May tengah merawat anaknya.
"Siapa kau?" tanya ibu kucing itu.
"Yah?" ucap Feng May tanpa sadar namun ia menoleh ke kanan dan kekiri.
Feng May sempat tertegun dan mencari asal suara tersebut, sampai si anak kucing memukul lengannya.
"Ibuku memanggil mu nona," ucap anak kucing itu.
"Yah?! Akh aku adalah Feng May kau bisa memanggilku May'er," ucap Feng May.
"Tidak usah bingung aku adalah keturunan ras kucing kuno! Kau tahu tentang ras itu?" tanya sang ibu kucing.
"Apa maksudmu kau berasal dari ras kucing kuno yang dapat berubah menjadi seperti monster tersebut dan mereka juga bisa menjadi manusia jika sudah mencapai tingkatan bela diri tertentu," jelas Feng May.
"Iya benar! Dan aku adalah ratu atau pemimpin ras kucing kuno tersebut," ucap sang induk kucing.
Feng May mengerjap-ngerjapkan matanya berusaha untuk mencerna kata-kata dari ibu kucing tersebut.
"Dia pangeran?," tanya Feng May sambil menunjuk kearah 2 anak kucing yang tengah memperhatikannya dengan sang ibu.
Ibu kucing tersebut menganggukkan kepalanya.
"Lalu apa yang terjadi pada kalian?" tanya Feng May.
"Banyak pengkhianat yang ingin membunuh ku dan juga putra ku yang sekarang adalah putra mahkota. Dan demi melindungi mereka ber-2 aku terluka seperti ini!" jelas ibu kucing.
"Dan juga aku sudah tidak bisa diselamatkan! Aku ingin minta tolong padamu untuk menjaga anak-anak ku sampai mereka bisa menjadi kuat dan kembali merebut apa yang seharusnya menjadi milik mereka," ucap sang ibu kucing.
"Dan kalian ber-2 ikutlah dengan nona ini! Karena aku yakin nona ini adalah satu-satunya yang dapat membantu kalian untuk selamat dari pengejaran para pembunuh tersebut!," ucap sang ibu kucing kepada ke-2 anaknya.
"Nona aku menitipkan putra-putri ku padamu!" ucap ibu kucing sambil perlahan-lahan tubuhnya menghilang tak tersisa.
Feng May menghela nafas dan kemudian menatap ke-2 anak kucing yang tengah bersedih tersebut. Feng May mengelus kepala ke-2 kucing itu.
"Kalian tidak usah bersedih! Kalian harus menjadi kuat sangat kuat hingga orang-orang yang telah melukainya sampai membunuh ibu kalian tidak dapat berkutik dan hanya dapat menunggu ajal mereka," ucap Feng May.
"Terima kasih," ucap anak kucing itu sambil menghapus air matanya.
"Kalian masuklah kedalam ruang dimensi milikku dan berlatih lah dengan giat kalian bisa bertanya Yu Tu latihan dan buku apa yang cocok dengan atribut kalian ber-2," ucap Feng May.
Kemudian ke-2 anak kucing itu diantarkan kedalam ruang dimensi oleh Feng May. Feng May memperkenalkan mereka ber-2 kepada Yu Tu.
"Siapa nama kalian ber-2?" tanya Feng May kearah 2 anak kucing tersebut.
"Aku Kui Ling dan adik perempuan ku ini namanya Kui Fei," jawab Kui Ling.
"Baiklah! Yu Tu kenakalan mereka adalah anak dari ras kucing kuno yang tidak sengaja aku selamatkan kalian ber-2 kenalkan ini Yu Tu adik laki-laki ku," ucap Feng May.
Mereka menganggukkan kepalanya dan kemudian saling pandang.
"Apa mereka belum berusia dewasa?" tanya Yu Tu.
"Tentu saja belum aku masih berusia 215 dan adikku ini masih berusia 213 tahun tahu," ucap Kui Ling.
"Memangnya berapa usia dewasa ras kalian?" tanya Feng May.
"Kami akan dewasa saat berusia sekitar 25.000 tahun atau saat kekuatan darah kami bangkit kemudian kami akan melaksanakan upacara kedewasaan," ucap Kui Ling.
Feng May dan Yu Tu saling pandang kemudian mereka kembali memandang sepasang adik kakak tersebut.
"Kalian baik-baiklah disini! Yu Tu kau beri mereka sebuah buku jurus untuk berlatih dan meningkatkan kekuatan mereka berdua! Jika ada kesempatan aku akan membantu mereka membangkitkan kekuatan darah mereka lebih cepat!" ucap Feng May.
"Memangnya hal seperti itu bisa dipercepat pembangkitannya?" tanya Kui Fei.