Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Dataran petir hitam 2



"Lalu apa yang akan kita makan?" tanya Kui Ling.


"Kita bisa makan hewan beast yang ada disekitar gunung Art! Disana banyak hewan beast yang tidak beracun dan dagingnya dapat menambah energi untuk kita!" jawab naga hitam.


Semuanya menganggukan kepala dan kembali melakukan pekerjaan masing-masing.


"Bukankah ada gunung Art kenapa kita kesana dan melihat apakah akan ada bambu kabut yang tumbuh di sana!" ucap Kui Fey.


"Gunung Art jauh dari dataran petir hitam!Adi tidak mungkin tumbuh bambu kabut disana!" ucap Jie Yu.


"Kenapa kita tidak lihat saja! Mungkin yang dikatakan oleh Kui Fey benar!" ucap Kui Ling.


Feng May datang ketempat istirahat sambil menyeret seekor rusa bertanduk dan juga 6ekor kelinci. Mereka semua menatap heran kearah Feng May, mereka saling pandang kemudian kembali menatap kearah Feng May yang sudah mulai menguliti hewan-hewan itu.


Mereka yang melihatnya bergidik ngeri.


"Aku tidak tahu kapan kakak pergi tiba-tiba dia sudah datang bersama dengan seekor rusa bertanduk dan 6 ekor kelinci!" arti dari tatapan mata Jie Yu.


"Aku ngeri melihat kakak May'er yang menguliti hewan-hewan tersebut!" arti dari tatapan Yu Tu.


"Dia sangat mengerikan! Aku merasa seperti aku yang sedang dikuliti olehnya!" arti tatapan Kui Ling.


"Benar! Kakak May'er sangat mengerikan!" arti tatapan Kui Fey.


"Masih untung dia hanya menguliti dengan ekspresi datar tidak tersenyum smirk!" arti tatapan naga hitam.


"Apa nanti kita bisa makan dengan enak jika melihat langsung adegan 21+ ini! Lihat dia menguliti hewan-hewan itu seperti mengupas kulit jeruk!" arti tatapan naga emas.


Mereka semua dengan susah payah menelan ludah mereka sendiri menyaksikan bagaimana Feng May menguliti, memotong, dan mengiris-iris daging dihadapannya.


Sedangkan Feng May hanya diam saja dan tidak memperhatikan gerak-gerik sekitarnya. Selesai memotong daging hewan tersebut, Feng May berjalan menuju kearah sungai yang berada tak jauh dari tempat mereka mendirikan tenda.


Yu Tu dan yang lainnya menatap Feng May sampai gadis itu berhenti dipinggir sungai, mata mereka semua tidak pernah lepas memperhatikan Feng May. Mereka seperti sudah siap sedia bergerak 1000 langkah, jika-jika Feng May akan memotong daging mereka dan menjadikannya sup.


Selesai dari membersihkan daging tersebut, Feng May kembali ketenda dan duduk didepan api unggun. Ia mulai membakar semua daging tersebut.


Setelah dagingnya matang, Feng May menatap kearah Yu Tu dan yang lainnya. Mereka nampak terkejut bahkan mereka mundur satu langkah dari duduknya.


Feng May bingung dengan tingkah mereka semua, ia memandangi wajah mereka satu persatu.


"Apa kakak sedang memilih diantara kita siapa yang akan dipotong lebih dulu?" arti tatapan Yu Tu.


"Mungkin seperti itu!" arti tatapan Kui Ling.


"Jangan berburuk sangka dulu! Mungkin kakak sedang melihat-lihat kita saja!" arti tatapan Kui Fey.


"Apa kau yakin?" arti tatapan naga emas.


Ada keraguan dimata mereka semua setelah mendapat pertanyaan dari naga emas. Mereka saling pandang seperti memberi kode untuk lari lebih dulu.


"Apa yang kalian lakukan? Ayo kemari! Kita makan bersama-sama!" ajak Feng May.


Mereka saling pandang, kemudian menelan ludah. Dan akhirnya mereka berjalan mendekat kearah meja makan. Feng May mengambil daging kelinci dan sedikit daging rusa.


Sedangkan yang lainnya hanya saling pandang kemudian menatap kearah Feng May yang tengah makan dengan lahap namun tetap bersikap anggun.


"Ada apa? Cepat makan!" ucap Feng May.


Kemudian mereka cepat-cepat mengambil makanan diatas meja kepiring mereka.


"Apa kita diberi makan dulu sampai gemuk baru disembelih?" arti tatapan naga hitam sambil mengunyah makanannya dengan susah payah.


"Mungkin iya!" arti tatapan Yu Tu yang juga dengan susah payah menelan makanannya.


"Apa makanan ini baik-baik saja! Mereka tidak ditambahkan racun kan?" arti tatapan Jie Yu.


Mereka semua dengan susah payah menelan makanan dihadapan mereka. Bahkan jika memungkinkan mata mereka semua sudah mengalir deras air mata.


Feng May dengan cepat menyelesaikan makannya. Kemudian ia pergi kearah hulu sungai. Sedangkan yang lainnya dengan susah payah hendak mengeluarkan makanan yang telah mereka telan.


"Aku lebih suka kakak May'er yang masih berada didalam dunia spirit! Dibandingkan yang satu ini!" ucap Kui Fey.


Mereka hanya menganggukkan kepala menyetujui ucapan Kui Fey.


Tak lama kemudian Feng May datang dan dengan cepat mereka kembali duduk diatas kursi didepan meja makan dengan piring yang sudah kosong. Mereka menyimpan makanan didalam cincin ruang yang dimiliki oleh Kui Ling dan Kui Fey.


Mereka semua tersenyum manis melihat kedatangan Feng May yang membawa air untuk mereka minum, Feng May menatap aneh kearah mereka.


"Kenapa wajah kalian aneh begitu?" tanya Feng May sambil menuangkan air kedalam gelas mereka.


"Kami tidak apa-apa! Hanya kekenyangan saja!" jawab naga emas.


Yang lainnya hanya tertawa garing dan menganggukkan kepala menyetujui ucapan naga emas.


"Aneh!" gumam Feng May.


"Bukan kami yang aneh tapi kau!" ucap dalam hati mereka semua serempak menatap kearah Feng May yang tengah minum dengan tenang.


"Tadi aku melihat disisi barat daya ada sebuah gunung yang bersebelahan dengan hamparan hijau mungkin bukit atau apa aku tidak melihat dengan jelas!" ucap Feng May sambil menunjuk kearah yang ia lihat tadi.


"Benarkah! Kalau begitu kita bisa langsung kesana sekarang!" pekik Jie Yu.


"Kenapa terburu-buru! Kita bisa beristirahat disini sekarang! besok kita baru melihat tempatnya!" ucap Feng May.


Kemudian Feng May berdiri dan berjalan masuk kedalam tendanya.


Didalam tenda Feng May hanya duduk termenung, ia sama sekali tidak bisa tidur. Sedangkan Feng May asli didunia spirit tengah tertidur nyenyak tanpa gangguan dari siapapun.


"Karena aku hanya sebuah pecahan aku jadi tidak memiliki rasa kantuk! Sebaiknya aku berlatih saja sampai besok pagi!" gumam Feng May.


Yang lainnya didepan tenda saling pandang kemudian menghela nafas lega, setelah melihat kepergian Feng May.


"Haah apa kita benar-benar bisa bertahan dengan pecahan dari kakak May'er yang sama sekali tidak berekspresi itu! Sekalipun bukan hanya menunjukkan wajah datar, masih ada ekspresi lain seperti tadi. Namun dia sama sekali tidak pernah tersenyum atau tertawa dengan gurauan kita!" ucap Jie Yu.


"Kau benar! Aku bahkan tidak pernah bisa berbicara dengannya!" ucap Kui Ling.


"Jika nanti kita sudah kembali kedunia spirit! Kita minta kak May'er untuk membuat pecahan jiwa yang lebih sabar dan murah senyum tidak sepertinya!" ucap Jie Yu.