
“Siapa?” Teriak Feng May sambil menoleh kearah pohon.
“Oh tenanglah ini aku!” Ucapnya.
“Siapa kau? Untuk apa kau ada disini? Ada urusan apa kau di kediaman Zou? Dan siapa yang ingin kau temui?” Tanya Feng May secara beruntun.
“Aku ingin menemui Feng Gu dan Zou Jing! Aku kesini karena guru ku maksud ku adalah tertua pegunungan timur meminta ku untuk menjemput mereka berdua karena tetua pegunungan barat dan ketua akademi ingin mereka masuk keakademi lebih cepat! Dan aku tidak tahu tempat tinggal mereka jadi tersesat kearah sini karena tadi aku mendengar suara mereka!” ucapnya menjelaskan.
Feng May menatap kearah orang itu.
“Aku akan meminta orang ku untuk mengantar mu nanti!” ucapnya sambil berbalik kearah kamarnya.
“Tunggu dulu nona! Bisakah anda mengantar ku langsung kemereka karena ada surat yang harus segera aku sampaikan!” ucapnya.
Feng May menatap kearahnya. “Baiklah ayo!” ajaknya.
Wanita itu mengikuti langkah Feng May, ia memperhatikan Feng May. Mulai dari bentuk wajah, ekspresi dan caranya bicara atau menatap seseorang. Ditambah lagi tubuh jenjang Feng May dan cara berjalannya yang anggun.
“Pasti banyak yang terpikat dengan kecantikan wanita ini! Aku saja yang seorang wanita terpukau saat melihatnya apalagi pria!” gumamnya dalam hati.
“Kenalkan aku adalah Mu Sia aku murid ketua pegunungan timur!” ucapnya memperkenalkan diri.
“Hmm aku Feng May! Murid dari puncak rintik!” jawab Feng May.
“Apa kau kenal dengan kak Feng dan kak Zou Jing?” tanyanya yang penasaran karena Feng May tinggal dikediaman Zou namun ia bermarga Feng.
“Ada baiknya tidak usah mempertanyakan hal yang tidak penting kalau tidak ingin dianggap sebagai orang yang suka ikut campur urusan orang lain!” ucap Feng May.
“Wahhh benarkan gadis ini memiliki pesona yang luar biasa. Cara bicaranya yang tegas dan blak-blakan dia adalah tipe gadis yang tidak suka menyembunyikan perasaannya! Aku suka gadis ini!” ucapnya dalam hati sambil mengagumi kepribadian Feng May.
“Nona apa anda mau berteman dengan saya!” ucapnya sambil tersenyum didepan Feng May.
“Apa alasan saya harus menerima anda sebagai seorang teman?” tanyanya.
“Hmmm..” wanita itu nampak berfikir lumayan lama hingga akhirnya Feng May meninggalkannya berjalan menuju kearah taman.
“Eh tunggu sebentar! Nanti aku akan fikirkan alasan aku layak menjadi teman mu!” ucapnya sambil tersenyum.
Feng May hanya meliriknya dengan ekor mata kemudian melanjutkan lagi tujuan mereka ketaman yang ada dibelakang kediaman Zou. Sesampainya disana mereka melihat Zou Jing dan Feng Gu sedang bermain catur. Feng May dan Mu Sia berjalan mendekat kearah mereka.
“Kakak ada tamu!” ucap Feng May.
Zou Jing dan Feng Gu melihat kearah Feng May kemudian menatap kearah Mu Sia. Setelahnya mereka saling pandang dan bertanya-tanya.
“Ada apa?” tanya Feng Gu menatap Mu Sia.
“Ketua pegunungan barat dan ketua akademi ingin agar kakak berdua kembali keakademi Langit sekarang juga!” ucapnya sambil ia mengeluarkan sebuah surat dari cincin ruang.
“Nah ini pesan yang ditinggalkan oleh ketua perguruan gunung barat dan ketua akademi Langit!” ucapnya.
Feng Gu dan Zou Jing menerimanya kemudian membaca isi surat tersebut. Tak lama kemudian keduanya meremas kertas itu dengan muka memerah menahan amarah, Feng May heran menatap kedua kakaknya.
“Apa isi suratnya?” tanya Feng May.
“Orang tua itu bilang bahwa kita harus menggantikan mereka sementara satu memimpin perguruan gunung barat dan akademi Langit!” ucap mereka bersamaan.
“Lalu apa masalahnya?” tanya Mu Sia.
“Masalahnya kakak tidak mau! Mereka hanya ingin malas-malasan didalam rumah mereka!” jawab Feng May.
“Memangnya mereka percaya sedangkan suratnya sudah lecek seperti itu!” ucap Feng May.
“Apa kau tidak bisa membantu kedua kakak mu ini!” ucap Zou Jing.
“Tidak ada alasan untuk ku membantu kalian!” ucap Feng May.
“Sudahlah tidak usah berdebat lagi! Kita keakademi sekarang, Feng May juga akan ikut dengan kita! Dia akan belajar dengan giat didalam perguruan puncak rintik!” ucap Feng Gu.
Feng May menatap kearah kedua kakaknya yang sedang tertawa jahat. Mu Sia hanya menatap kearah kedua orang itu.
“Aku seperti melihat 2 ekor rubah dengan seekor kelinci yang tidak berdaya!” gumam Mu Sia dalam hati.
“Mereka ini pendendam sekali!” gumam Feng May dalam hati.
Sedangkan Feng Gu dan Zou Jing sudah ada ribuan cara pelatihan untuk adik perempuan mereka itu.
“Jangan tertawa mengerikan begitu! Kalian membuat suasana jadi mencekam!” ucap Mu Sia.
“Oh benarkah ya ampun aku tidak tahu! Aku tidak sabar untuk menemani adik ku belajar didalam perguruan gunung barat nanti!” ucap Zou Jing.
“Benar aku sudah memikirkan jurus-jurus dari perguruan puncak rintik yang akan dilatih oleh adikku nanti dibawa arahan ku!” ucap Feng Gu.
“Kalian dengan adik sendiri juga bisa begitu kejam!” ucap Mu Sia.
“Kami kan sedang membantu pelatihan adik kami agar dia sekuat kami! Kami tidak berlaku kejam pada adik kesayangan kami ini!” ucap Zou Jing sambil tersenyum.
“Ayo ayo kita bersiap-siap sekarang!” ucap Feng Gu.
“Pelayan siapkan barang bawaan untuk ku, Feng Gu dan adik ku!” ucap Zou Jing.
“Jangan lupa semuanya harus disiapkan dengan benar dan tidak dan satu pun yang tertinggal!” lanjut Feng Gu.
“Kita akan keakademi untuk belajar kak bukan untuk pindah rumah!” ucap Feng May.
“Oh tentu saja kita akan langsung belajar begitu sampai diakademi langit! Benarkan Feng Gu?” ucap Zou Jing.
“Tentu saja! Kedua kakak mu ini sudah menyiapkan semua untuk latihan mu!” ucap Feng Gu.
“Bagaimana kalau Feng May ikut dengan ku keperguruan gunung timur?” ucap Mu Sia.
“Tidak boleh!” ucap Feng Gu dan Zou Jing bersamaan.
“Latihan Feng May akan berada dibawah pengawasan kami dan kami sendiri yang akan membantunya berlatih jurus-jurus!” ucap Zou Jing.
“Ini sepertinya tidak baik! Seharusnya adik kalian dibimbing oleh ketua perguruan! Bagaimana kalau meminta ketua perguruan puncak rintik yang membimbing adik kalian?” ucap Mu Sia.
“May’er apa kau ingin diatur oleh ketua perguruan puncak rintik?” tanya Feng Gu.
“Tidak kalau diatur! Siapa juga yang mau diatur kesehariannya!” ucap Feng May.
“Kau dengar adik ku tidak ingin!” ucap Feng Gu.
“Tidak bisakah saat kembali kalian fokus pada latihan kalian sendiri?” ucap Mu Sia.
“Kami harus membantu banyak murid diperguruan gunung barat dan didalam akademi! Aku bisa membantu Feng May karena aku paling hanya melihat beberapa berkas dan laporan dari tetua saja!” ucap Feng Gu.