Feng May Series: Fu TianYu Story

Feng May Series: Fu TianYu Story
Menemui Zou Jing 2



Feng May dan para senior berhenti di sebuah bangunan rumah yang tinggi “disini tempat tinggal senior Zou, kau bisa langsung masuk dan menemuinya!” Ucap senior. “Terima kasih atas bantuan senior!” Ucap Feng May kemudian semua senior itu pergi dan kembali kepintu masuk perguruan gunung barat.


Beberapa wanita yang melihat Feng May hendek masuk mencibirnya, Feng May menatap kearah mereka dan mengamati satu persatu wajah mereka. “Ahh aku hampir saja lupa balas dendam karena sekumpulan orang bodoh ini sudah kalah saat putaran pertama pertandingan murid dalam saat itu!” ucap Feng May.


“Memangnya apa yang akan kakak lakukan?” tanya Jie Yu. Feng May tersenyum smirk “mereka pasti belum pernah menanggung malu kan karena mereka sama sekali tidak punya malu! Kebetulan Ucil mempunyai jurus yang dapat membuat mereka menuruti keinginannya, Ucil lakukanlah!” ucap Feng May sambil dia berdiri bersandar di pintu masuk.


Tak lama kemudian 5 orang wanita itu menari-nari dengan tidak jelas sambil membuka pakaiannya. “aduhh ya ampun body mereka biasa saja! Sepertinya mereka tidak pernah berlatih apa-apa selain berlatih olahraga ranjang!” ucap Feng May dengan menatap sinis kearah 5 wanita tersebut.


“beberapa wanita yang lainnya juga menanti pelajaran dari kakak! Hahahaha aku senang sekali melihat mereka mempermainkan diri sendiri, besok mereka pasti tidak berani keluar rumah dan menatap orang-orang dengan angkuh lagi!” ucap Jie Yu. Feng May menatap kearah orang-orang itu sambil tersenyum sinis “itupun kalau mereka tahu dan punya rasa malu! Kalau tidak ya mungkin mereka akan berjalan dengan kepala didongakkan dan mengancam setiap orang yang berani berbicara macam-macam tentangnya!” ucap Feng May. Setelah itu Feng May membuka pintu dan masuk kedalam rumah Zou Jing.


Beberapa saat kemudian ...


 


Feng May sudah berkeliling disetiap sudut didalam rumah dengan wajah cemberut karena sama sekali tidak menemukan Zou Jing. “dimana kakak Zou Jing, dia tidak lupa kan kalau aku datang karena dia panggil! Tahu begini aku lebih baik balas dendam dengan orang-orang yang kemaren menghina ku, padahal aku sangat ingin menyiksa mereka saat pertandingan eh mereka malah sudah kalah duluan!” gumam Feng May sambil mencebikkan bibirnya.


“Kakak mungkin kakak mu ada ditaman belakang rumah kan kita belum mengecek disana!” ucap Jie Yu. Feng May langsung kembali semangat “kalau begitu ayo kita cara kakak Zou Jing disana!” ucapnya dengan semangat 45.


Feng May pun melangkah kearah taman belakang, dan saat sudah diujung pintu dia melihat Zou Jing yang sedang mengobrol dengan seorang laki-laki dan posisi duduk mereka sangat dekat (dilihat dari belakang 😌) reflek Feng May bersembunyi dibalik pintu dan hanya kepalanya yang sedikit menyembul untuk melihat kejadian langkah didepannya.


“wahh aku tidak menyangka bahwa kakak ku menyukai sesama jenis! Apa mereka tinggal bersama? Atau mungkin mereka sudah melakukan hal-hal yang war biasa?” gumamnya masih dengan mengintip kegiatan Zou Jing yang sebenarnya sedang minum arak dengan temannya dan didepannya ada Feng Gu, namun karena posisi Feng May yang berada dibalik pintu ditambah lagi ia ditutupi oleh pohon besar membuatnya tidak melihat sosok Feng Gu.


“ahh seandainya saja aku mempunyai kamera atau apapun aku pasti sudah memfoto mereka! Ahh sepertinya mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai!” gumam Feng May masih dengan pandangan yang tidak lepas dari pemandangan didepannya.


“Kak kau pecinta sesama jenis ya?” tanya Jie Yu yang melihat binar mata dinetra mata Feng May saat menatap 2 orang laki-laki yang duduk bersandingan. “aku normal kok hanya saja aku suka saja melihat seseorang yang menyukai sesama jenis!” ucap Feng May tanpa menatap kearah Jie Yu.


“apa yang kau sukai dari seseorang pecinta sesama jenis?” Tanya Jie Yu. “karena mereka sangat manis ... Ah aku sangat ingin melihat kakak ku itu menikah, kalau dia mencintai laki-laki itu aku akan mendukungnya dan meyakinkan paman dan bibi untuk merestui mereka!” ucap Feng May dengan menggebu-gebu.


“kak kau perlu memastikan dulu kejadian yang sebenarnya!” ucap Jie Yu. “sttt ... Diamlah! Jangan mengganggu sepasang kekasih sedang berromantisme,” ucap Feng May sambil meletakkan jari telunjuknya dibibirnya mengisyaratkan agar Jie Yu diam.


“Kakak kau ini kejam sekali!” gumanya sambil berjalan menjauh dari tempat Feng May.  Feng May masih fokus melihat kedekatan 2 orang yang dia kira adalah sepasang kekasih, sambil memakan kuaci dan makanan ringan.


Ditempat Zou Jing ...


 


“Dimana adik perempuan mu?” tanya temannya. Zou Jing menoleh kearah temannya tersebut “iya benar ya! Seharusnya kan dia sudah datang dan membuat keributan, suaranya itu seharusnya sampai ditaman karena sangat keras seperti toa akademi!” ucap Zou Jing.


“hei kalau May’er dengar kau lasti disetrum olehnya! Kau pasti tidak lupa kan kalau dia bisa menggunakan formasi serangan tipe api, jadi tidak sulit untuknya jika dia ingin menyetrum mu!” ucap Feng Gu sambil melempar kulit kacang kearah Zou Jing.


“apa mungkin dia tersesat didalam?” ucap temannya yang langsung mendapat toyoran dari Zou Jing dan Feng Gu. “mana mungkin adik ku itu tersesat, dia ini kalau sudah kesal pasti akan menghancurkan kediaman ku ini!” ucap Zou Jing.


“Kalau begitu dimana dia?” tanyanya. Feng Gu dan Zou Jing saling pandang “mungkin dia sedang bermain-main dengan beberapa orang tidak tahu diri!” jawab Zou Jing.


Kembali ketempat Feng May ...


 


“Apa tidak ada tontonan yang seru begitu? Kenapa mereka hanya duduk bersama saja? Apa mereka tidak berniat melakukan adegan uwu uwu gitu?” gumam Feng May masih dengan kegiatannya. Sampai ia tidak menyadari bahwa ada Mu Sia dibelakangnya.


“apa yang kau maksud adegan uwu uwu?” tanyanya. “adegan yang seperti itu! Masa kau tidak tahu sih!” ucap Feng May. Mu Sia mengerutkan keningnya “seperti itu? Seperti apa?” tanyanya lagi. Kemudian Feng May memberikan isyarat ciuman dengan tangannya. Mulut Mu Sia menganga melihat isyarat dari tangan Feng May, dia menghembuskan kasar nafasnya kemudian menjewer telinga Feng May sampai gadis itu berteriak.


“aduh ... Aduh ... Apa-apaan ini?” teriaknya dan membuat ke-3 laki-laki yang sedang berkumpul disana menoleh dan melihat Mu Sia yang sedang menjewer telinga Feng May. Mereka pun beranjak dan menemui mereka berdua.


“Ada apa ini? Kenapa kau menjewer telinga May’er?” tanya Feng Gu sambil melepaskan Feng May dari cengkraman tangan Mu Sia.